Penentuan Bobot Kinerja Supply Chain Management Menggunakan Metode Supply Chain Operation Reference dan Analytical Hierarchy Process

Penulis

  • ANDHIKA DAFFA PRATAMA
  • LISYE FITRIA

Kata Kunci:

Kinerja Supply Chain Management, Supply Chain Operation Reference, Analytical Hierarchy Process, Key Performance Indicator

Abstrak

PT XYZ adalah perusahaan manufaktur textile yang sering mendapati masalah pada rantai pasoknya diakibatkan belum melakukan pengukuran kinerja Supply Chain Management (SCM) secara menyeluruh. Pengukuran kinerja supply chain dilakukan menggunakan pendekatan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) untuk dekomposisi proses dan metode Analytical Hierarchy Proses (AHP) untuk mendapatkan pembobotan Key Performance Indicator (KPI) sehingga dapat diketahui indikator kinerja mana yang perlu diprioritaskan. Hasil pengukuran kinerja supply chain dengan menggunakan metode SCOR menunjukan bahwa terdapat 27 KPI yang teridentifikasi. Proses pembobotan menunjukan bahwa urutan prioritas untuk penentuan kinerja supply chain adalah plan, make, source, deliver, dan return. Masing-masing KPI memiliki bobot yang berbeda-beda. Semakin besar nilai bobot dari suatu KPI maka tingkat kepentingannya semakin tinggi sehingga KPI tersebut perlu diprioritaskan.

Diterbitkan

2023-02-23