Usulan Perbaikan Kualitas Produk Kerudung Berdasarkan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Pendekatan Prinsip Kaizen di CV Rabbani Asysa

Penulis

  • Farhan Abi
  • Arie Desrianty

Kata Kunci:

FMEA, Kaizen, RPN

Abstrak

Selama periode produksi tahun 2021, CV. Rabbani Asysa mengalami permasalahan dalam pengendalian kualitas pada proses produksinya dan banyak ditemukan produk kerudung yang cacat dengan persentase 4,5% yang melebihi persentase cacat standar perusahaan yaitu 3,5%. Produk cacat banyak ditemukan di line production UBER 1 akibat dari beberapa faktor penyebab yang terjadi. FMEA digunakan untuk menentukan prioritas perbaikan cacat berdasarkan nilai RPN terbesar. Hasil dari FMEA adalah cacat rajut akibat mesin jahit macet, dirty marks akibat oli mesin jahit yang tumpah, kain berlubang akibat bahan baku yang sudah berlubang dan serat yang tipis, perubahan bentuk produk yang bersifat permanen akibat terlalu lama disetrika, dan kerutan pada kain akibat gambar pola yang terlalu tebal. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan analisis 5W+1H sebagai pendekatan prinsip kaizen untuk menentukan usulan perbaikan berdasarkan analisis agar dapat dilakukan secara kontinu. Usulan perbaikan yang dihasilkan adalah perlunya pembuatan jadwal maintenance mesin yang terjadwal agar mesin tidak mudah rusak.

Diterbitkan

2023-02-23