Prosiding FTSP Series
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp
<p>Prosiding FTSP Series ini adalah merupakan kumpulan Paper Seminar Nasional dan Tugas Akhir mahasiswa yang sudah diseminasikan</p>en-USProsiding FTSP SeriesANALISIS KAPASITAS DAN KONDISI SALURAN DRAINASE DI JALAN MAYOR OKING, KECAMATAN CIBINONG, KABUPATEN BOGOR
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4558
<p>Jalan Mayor Oking Atmaja Jaya di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, mengalami banjir berulang akibat hujan deras, menunjukkan sistem drainase yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fisik dan kapasitas saluran drainase, serta mengevaluasi kapasitas tampungnya melalui simulasi HEC-RAS. Perhitungan debit dilakukan dengan Metode Rasional. Hasil menunjukkan bahwa seluruh saluran eksisting tidak mampu menampung debit banjir rencana. Kapasitas saluran berkisar antara 0,283–0,990 m³/det, sedangkan debit rencana mencapai 2,720–3,727 m³/det. Setelah diperbesar menjadi 1 m × 1,5 m, kapasitas meningkat hingga 5,203 m³/det dan mampu menampung debit rencana. Simulasi HEC-RAS menunjukkan pengurangan risiko luapan dibandingkan kondisi eksisting.<br>Kata kunci: Drainase, Kapasitas Saluran, HEC-RAS, Debit Banjir Rencana</p>SULTAN SALADIN WAHIDMADRAPRIYA FACHRUL
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-081925Analisis Efektivitas Kolam Retensi Margahayu dalam Mengurangi Resiko Banjir
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4559
<p>Kota Bandung tidak luput dari permasalahan banjir sehingga Pemerintah Kota Bandung mengupayakan untuk mengatasi masalah banjir ini, antara lain dengan membangun kolam retensi pada beberapa titik wilayah. Salah satu kolam retensi yang sudah dibangun adalah Kolam Retensi Margahayu yang berlokasi di Jalan Jupiter Barat, Sekejati, Kecamatan Buahbatu. Memiliki kapasitas untuk menampung 2400m3 air, dilengkapi dengan satu inlet, dan satu rumah pompa. Pembangunan Kolam Retensi Margahayu diharapkan dapat mengurangi resiko banjir pada kawasan sekitar Margahayu Raya dan Ciwastra. Namun masih tercatat kejadian banjir di area Margahayu Raya pada awal tahun 2025. Dengan begitu dilakukan penelitian ini. Diperlukan data spasial, hidrologi dan hidraulika pada proses pengerjaan penelitian ini. Data curah hujan harian maksimum selama 20 tahun dari Stasiun Hujan Cidurian diolah dengan metode Normal, Log Perason III, dan Gumbel guna mendapatkan curah hujan harian rencana dengan periode ulang 25 tahun. Berdasarkan uji distribusi menggunakan aplikasi Hydrognomon, didapatkan curah hujan rencana periode ulang 25 tahun metode Log Pearson III sebesar 172,4528 mm. Dengan menggunakan aplikasi ArcGis untuk menganalisis daerah tangkapan Kolam Retensi Margahayu, didapatkan hasil bahwa Kolam Retensi Margahayu memiliki daerah tangkapan seluas 59,20 ha dengan potensi limpasan tinggi. Analisis dilanjutkan menggunakan aplikasi HECHMS guna mendapatkan hidrograf HSS SCS. Hasil simulasi pada HEC-HMS menunjukkan hidrograf pada daerah tangkapan, saluran, dan kolam retensi memiliki debit puncak identik yaitu 1,6 m3/s, yang terjadi setelah 12 jam hujan. Pada summary simulasi didapatkan pula elevasi puncak air di kolam retensi hanya mencapai 668,6 m, masih di bawah elevasi batas banjir kolam yang berada pada 670 m. Dengan demikian, Kolam Retensi Margahayu dinilai masih efektif<br>untuk menampung air hujan dan limpasan dari area sekitarnya. Kata kunci: kolam retensi, banjir, efektif, HEC-HMS, , curah hujan, distribusi frekuensi</p>MOCHAMAD ATHIF FATHUROHMANSADLI YATI MULIATI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-082633SIMULASI NERACA AIR STUDI KASUS BENDUNGAN SAGULING DEBIT ANDALAN 50%
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4560
<div>Ketersediaan air dalam suatu bendungan merupakan factor yang harus diperhatikan. Ketersediaan air ini harus bisa mencakupi kebutuhan bendungan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keseimbangan air yang ada di Bendungan Saguling. Bendungan Saguling yang merupakan bendungan bertipe single purpose dam di mana Bendungan Saguling memiliki fungsi utama sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Maka Bendungan Saguling sebagai pemasok energi listrik memerlukan analisis untuk kebutuhan PLTA bendungan. Untuk melakukan analisis neraca air bendungan Saguling diawali dengan pengumpulan data berupa debit inflow bendungan selama 10 tahun dimulai dari tahun 2014 sampai tahun 2023 yang menjadi acuan untuk mendapatkan debit andalan bendungan. Metode yang digunakan untuk mencari debit andalan yaitu metode F.J. Mock.</div> <div>Kata kunci : Bendungan, Neraca air</div>ANELKHA PRIMA DARSA PAKPAHANFRANSISKA YUSTIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-083440ANALISIS KEKERINGAN BERDASARKAN STANDARIZED PRECIPITATION INDEX, PERCENT NORMAL INDEX DAN RAINFALL ANOMALY INDEX DI KABUPATEN GRESIK
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4561
<p>Kekeringan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sektor pertanian di Indonesia. Kabupaten Gresik mempunyai luas lahan sawah yang besar dan karena letaknya, Kabupaten Gresik juga sering terpengaruhi fenomena El Nino, hal ini membuat Kabupaten Gresik rentan terhadap kekeringan. Penelitian kekeringan ini dilakukan agar dapat mengevaluasi tingkat kekeringan di Kabupaten Gresik menggunakan data curah hujan selama periode 2014-2023. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi kekeringan di Kabupaten Gresik adalah Indeks SPI, RAI dan PNI. Melalui nilai yang didapat dari indeks SPI, RAI dan PNI dapat diuraikan jika nilai dari indeks kekeringan mempengaruhi luas panen padi di Kabupaten Gresik. Kata kunci: Kekeringan, Indeks SPI, Indeks RAI, Indeks PNI</p>STEVEN ROLLANDFRANSISKA YUSTIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-084147ANALISIS FAKTOR KEWASPADAAN DAN KESADARAN YANG TERKONFIRMASI PEMANFAATAN SUMBERDAYA AIR, ENERGI DAN PANGAN MAHASISWA ITENAS DALAM ADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4562
<p>Pangan, Energi, dan Air adalah kebutuhan dasar dan sumber kehidupan utama manusia. Seiring dengan pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi, kebutuhan akan pangan, energi dan air terus meningkat. Perubahan iklim telah memengaruhi produktivitas pertanian, ketersediaan air bersih, dan stabilitas pasokan energi. Pengaruh perubahan iklim terhadap pangan, energi dan air perlu adanya kewaspadaan dan kesadaran. Kewaspadaan dan kesadaran ini sendiri dapat dibangun dari setiap lapisan masyarakat salah satunya yaitu dari mahasiswa. Sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki akses luas terhadap informasi, baik melalui lingkungan kampus maupun media massa, mahasiswa memiliki potensi besar untuk memahami isu perubahan iklim dan dampaknya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tingkat kesadaran, tingkat kewaspadaan dan menentukan faktor konfirmatori mengenai kewaspadaan dan kesadaran mahasiswa ITENAS yang aktif pada tahun 2024-2025 terhadap perubahan iklim dan dampaknya. Penelitian ini menggunakan metode analisis Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan memakai aplikasi Jamovi 2.3.28 untuk melihat tingkat kesadaran, kewaspadaan dan menentukan faktor konfirmatori dari kedua hal diatas pada mahasiswa itenas terhadap perubahan iklim dan dampaknya. Hasil dari penelitian ini yaitu, tingkat kesadaran dan kewaspadaan mahasiswa ITENAS pada mahasiswa aktif pada tahun 2024-2025 terhadap perubahan iklim dan dampaknya cukup baik dalam pemanfaatan dan penghematan sumberdaya air mengurangi penggunaan air secara berlebihan, memasak makanan setiap harinya, mandi menggunakan shower, menggunakan jasa laundry.<br>Kata kunci : perubahan iklim, pangan, energi, air, CFA, kesadaran, kewaspadaan</p>ALVIN DIMAS NUGRAHAFRANSISKA YUSTIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-084856PENGARUH PENUTUPAN LAHAN TERHADAP HIDROGRAF BANJIR DENGAN METODE SCS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM HULU
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4563
<p>Penelitian ini menganalisis dampak perubahan penutupan lahan terhadap karakteristik hidrograf banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Hulu Citarum. Metode Soil Conservation Service (SCS) diterapkan dengan memanfaatkan data spasial dari ArcGIS untuk memodelkan limpasan permukaan. Karakteristik fisik DAS menunjukkan respons hidrologi yang cepat, dengan luas 782 km² dan waktu konsentrasi (Tc) 2,35 jam. Analisis menunjukkan bahwa perubahan penutupan lahan antara tahun 2009 dan 2019 menyebabkan peningkatan nilai Curve Number (CN) dari 61,26 menjadi 61,85, yang mengindikasikan penurunan kemampuan infiltrasi tanah. Peningkatan CN ini secara langsung berkorelasi dengan kenaikan debit puncak banjir (Qp). Untuk periode ulang 10 tahun, Qp meningkat dari 330,58 m³/s (2009) menjadi 360,38 m³/s (2019). Sementara untuk periode ulang 25 tahun, Qp juga meningkat dari 530,78 m³/s menjadi 550,81 m³/s. Disimpulkan bahwa perubahan penutupan lahan di DAS Hulu Citarum memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan risiko banjir melalui percepatan respons hidrologi dan pembesaran debit puncak. Kata kunci: Hidrograf Banjir, Penutupan Lahan , Metode SCS , Debit Puncak , DAS Hulu Citarum</p>ZAM ZAM NUR ROHMANYATI MULIATIANDHIKA WICAKSONO SASONGKO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-085863ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM DRAINASE KONVENSIONAL DAN ECODRAINAGE DI KAWASAN PERUMAHAN CITRA MAJA RAYA BANTEN
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4564
<p>Lebak, salah satu kabupaten di Banten, masih tertinggal meskipun berbatasan dengan wilayah maju. Ciputra Group hadir untuk membangun Citra Maja Raya, kawasan hunian ramah lingkungan dengan konsep Ecoculture. Sistem drainase saat ini yang digunakan umumnya adalah sistem drainase konvensional dimana sistem drainase konvensional bukanlah menjadi cara yang efektif karena prinsip kerja drainase konvensional hanya mengalirkan limpasan ke sungai. Maka diperlukan drinase ramah lingkungan sebagai pengendali limpasan yang langsung menyerap ke tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kondisi daerah Citra Maja Raya yang menggunakan drainase konvensional dan ekodrainase dengan menggunakan lubang resapan biopori. Metode yang digunakan adalah mengananalisis curah hujan periode ulang 5 tahun, mengevaluasi kondisi drainase konvensional daerah rencana, analisis ekodrainase dengan teknologi lubang resapan biopori, menganalisis jumlah kebutuhan lubang resapan biopori dan menganalisis lokasi yang ideal dalam menerapkan lubang resapan biopori. Hasil pembahasan didapat curah hujan periode ulang 5 tahun sebesar 477,52 m³/det. Nilai laju infiltrasi setelah menggunakan lubang biopori sebesar 77,73 cm/jam mampu mereduksi sebesar 51,11%. Jumlah yang diperlukan sebesar 1298 lubang.<br>Kata kunci: lubang resapan biopori, drainase, laju infiltrasi.</p>MUHAMMAD ALIF IKHWANIYATI MULIATI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-086469EVALUASI KAPASITAS SALURAN DRAINASE PADA SISTEM DRAINASE JALAN CADAS PANGERAN KABUPATEN SUMEDANG MENGGUNAKAN SOFTWARE SWMM DENGAN METODE RASIONAL MODIFIKASI
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4565
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas saluran drainase di Jalan Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang, yang merupakan jalan penghubung utama antara Kota Bandung dan Kabupaten Sumedang. Jalan ini memiliki permasalahan sistem drainase yang menyebabkan banjir lokal dan genangan akibat intensitas curah hujan tinggi serta kerusakan infrastruktur saluran. Evaluasi dilakukan menggunakan metode Rasional Modifikasi untuk perhitungan manual dan simulasi menggunakan perangkat lunak Storm Water Management Model (SWMM) versi 5.1. Data curah hujan selama 10 tahun terakhir dari Stasiun Cidurian dan Tanjungsari digunakan sebagai dasar analisis hidrologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa bagian saluran eksisting tidak mampu menampung debit banjir rencana, sehingga diperlukan redesain dimensi saluran. Hasil simulasi SWMM memperkuat hasil analisis manual dan memberikan visualisasi kondisi aliran pada berbagai segmen saluran. Rekomendasi teknis disusun berdasarkan hasil evaluasi untuk optimalisasi sistem drainase jalan tersebut.<br>Kata kunci: Drainase, SWMM, Rasional Modifikasi, Debit Banjir, Kapasitas Saluran, Jalan Cadas Pangeran</p>Fauzan IlhamYati Muliati
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-087073OPTIMASI MATERIAL BAJA PROFIL DENGAN SOFTWARE CUTTING OPTIMIZATION PRO (STUDI KASUS : PEKERJAAN RENOVASI GUDANG DAN KANTOR GREEN BIZPARK GS 9A NO. 26)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4566
<p>Efisiensi pemanfaatan baja profil merupakan aspek penting dalam mengurangi biaya proyek serta meminimalkan pemborosan material (waste). Permasalahan umum di lapangan adalah tingginya sisa potongan (cut-off) akibat perencanaan pemotongan yang kurang optimal. Penelitian ini mengkaji penerapan perangkat lunak Cutting Optimizaiton Pro untuk mengoptimalkan pola pemotongan baja profil pada proyek konstruksi baja. Studi dilakukan dengan mengumpulkan data kebutuhan panjang baja, stok material yang tersedia, serta batasan teknis proyek. Hasil optimasi menunjukkan penurunan penggunaan baja profil WF 298x149x5,5x8 dari 17 batang berukuran 12 meter menjadi 16 batang berukuran 12 meter dan 1 batang ukuran 6 meter, sehingga waste berkurang dari 5,4% menjadi 2,5%. Selain itu, pembelian baja L60x6 dapat dihindari dengan memanfaatkan sisa baja L50x5, sehingga waste baja L60x6 menjadi nol (0%) dan waste baja L50x5 turun dari 4,71% menjadi 3,88%. Penerapan optimasi ini terbukti mampu mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi material, dan mendukung prinsip konstruksi ramping melalui pengurangan dua jenis waste utama, yaitu overproduction dan waiting.<br>Kata kunci: Optimasi Baja Profil, Cutting Optimization Pro, Konstruksi Ramping, Efisiensi Material, reduksi waste</p>RAYYAN MUHAMMAD RA’UF JULIANSYAHHAZAIRINRATIH DEWI SHIMA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-087479EVALUASI PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG AKADEMIK BERTINGKAT 16 LANTAI
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4567
<p>Efisiensi dimensi elemen struktur merupakan aspek penting dalam perencanaan bangunan bertingkat, terutama untuk mengurangi pemborosan material dan meningkatkan keberlanjutan konstruksi. Penelitian ini bertujuan melakukan perencanaan ulang dimensi balok dan kolom agar lebih efisien tanpa mengurangi kinerja struktural, dengan tetap mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 2847:2019 (Beton), SNI 1727:2020 (Pembebanan), dan SNI 1726:2019 (Ketahanan Gempa). Pemodelan struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS, dengan analisis pembebanan statis dan dinamis, termasuk evaluasi periode getar, gaya geser antar lantai, simpangan antar lantai, dan pengaruh P-Delta. Hasil menunjukkan bahwa struktur hasil redesign tetap memenuhi batas izin dan menunjukkan peningkatan efisiensi. Kesimpulannya, pendekatan ini mendukung prinsip value engineering dan dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas desain struktur bangunan bertingkat. Kata kunci: perencanaan ulang, ETABS, efisiensi struktur, SNI</p>WILDAN SATRIA HARTADI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-088186Analisis Perbandingan Perilaku Balok Beton Bertulang Dengan Penggunaan Tulangan Baja Konvensional Dan Tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) Pada Gedung 3 Lantai
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4568
<p>Struktur beton bertulang umumnya menggunakan baja sebagai tulangan, namun sifatnya yang rentan korosi dapat mengurangi umur layan bangunan. Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) menjadi alternatif dengan keunggulan tahan korosi, ringan, dan berkekuatan tarik tinggi. Penelitian ini membandingkan kinerja balok beton bertulangan baja dan GFRP melalui analisis numerik pada<br>gedung 3 lantai menggunakan ETABS, dengan dua pemodelan: seluruh elemen bertulangan baja dan kombinasi balok GFRP–kolom baja. Parameter yang dibandingkan meliputi kapasitas momen lentur (Mn), gaya geser (Vn), serta perubahan dimensi dan jumlah tulangan struktur balok GFRP. Hasil analisis menunjukkan bahwa balok GFRP mampu meningkatkan kapasitas momen lentur hingga 17,83% dibanding baja, namun memiliki kapasitas geser lebih rendah karena keterbatasannya dalam menahan tegangan tekan.<br>Kata kunci: Balok, Tulangan Baja, GFRP.</p>ALYA LUTHFIYAH DESPIYANTIEEUNEKE WIDYANINGSIH
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-088791Analisis Struktur Jembatan Overpass Jalan Desa Dengan Metode Elemen Hingga
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4570
<p>Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen menimbulkan tantangan integrasi dengan jalan desa yang berpotensi mengganggu aksesibilitas masyarakat. Penelitian ini menganalisis perencanaan struktur Jembatan Overpass Jalan Desa di STA 40+150 sebagai solusi konektivitas sekaligus menjaga keselamatan lalu lintas. Analisis dilakukan dengan metode elemen hingga, mengacu pada SNI 1725:2016. Pemodelan meliputi definisi material, penampang, kondisi batas, serta pembebanan permanen dan transien. Dua konfigurasi ditinjau, yaitu 4 girder setinggi 160 cm dan 3 girder setinggi 210 cm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kedua konfigurasi kapasitas nominal lebih besar dibanding gaya ultimit, dengan rasio ϕMn/Mu < 1, ϕVn/Vu < 1, dan ϕPn/Pu < 1. Hal ini menegaskan struktur memenuhi kriteria desain dan aman terhadap beban rencana. Konfigurasi 3 girder dinilai tetap efisien karena walaupun mengurangi jumlah elemen tetapi tidak mengurangi tingkat keamanan struktur. Kata kunci: Jembatan Overpass, Modifikasi Penampang, Rasio Kekuatan, MIDAS Civil.</p>VELMA ZANA KAYANABERNARDINUS HERBUDIMAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-089297ANALISIS STRUKTUR GEDUNG BETON PRACETAK DENGAN BALOK DAN PELAT LANTAI PADA GEDUNG KANTOR X
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4571
<p>Beton pracetak semakin banyak digunakan pada konstruksi bangunan bertingkat karena efisiensi waktu dan kualitas yang konsisten. Namun, kinerjanya di wilayah rawan gempa perlu dievaluasi, terutama pada sambungan antar elemen. Penelitian ini membandingkan respon struktur beton pracetak dengan beton konvensional pada gedung bertingkat melalui analisis respon spektrum menggunakan ETABS serta perhitungan manual kapasitas lentur dan geser sesuai standar nasional. Data dimensi, mutu material, dan detail sambungan diambil dari katalog pabrikan agar model lebih akurat. Hasil penelitian menunjukkan gaya geser dasar pada kedua sistem relatif sama karena pembebanan identik, sementara penyimpanan antar tingkat pracetak lebih besar, tetapi masih dalam batas desain. Rasio kapasitas penampang pracetak melebihi kondisi minimum dan efek P–Δ tetap aman. Kesimpulannya, beton pracetak dapat digunakan di zona seismik dengan perencanaan yang memenuhi kekuatan serta daktilitas, dan disarankan melibatkan data pabrikan untuk desain yang realistis.<br>Kata kunci: Beton Pracetak, Kapasitas Penampang, Sambungan Mekanis, Analisis Respon Strukur</p>DINAR MAHARANI SEKAR ARUMNESSA VALIANTINE DIREDJA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0898103Analisis Perkuatan Geser Balok Beton Bertulang Menggunakan Carbon Fiber Reinfoced Polymer
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4574
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dimensi optimal elemen struktur dan kebutuhan penulangan balok Gedung X dengan validasi menggunakan analisis struktural ETABS, menganalisis pengaruh penghilangan kolom terhadap kapasitas balok, serta mengevaluasi efektivitas penggunaan CFRP dalam meningkatkan kapasitas beban balok pasca kehilangan kolom. Parameter yang dianalisis meliputi rasio kapasitas, kapasitas momen (Mn), dan gaya geser (Vn). Hasil menunjukan bahwa elemen struktur balok mengalami kegagalan geser sehingga diperlukan perkuatan menggunakan CFRP. Balok yang diperkuat dengan CFRP terbukti menghasilkan peningkatan pada nilai tegangan geser sebesar 23,264% pada balok bentang 5,75 m.</p>TIARA RISKI ELIAWAN ELIAWANEUNEKE WIDYANINGSIH
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08104108Studi Perancangan Rangka Atap Rumah Adat Joglo Menggunakan Baja Ringan untuk Rumah Hunian
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4575
<p>Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis kinerja kuda-kuda atap rumah adat Joglo berbahan baja ringan tipe BJ LAS G550 dengan pendekatan analisis numerik menggunakan SAP2000. Beban yang dianalisis meliputi beban mati, beban hidup, beban angin, dan beban air hujan sesuai SNI 1727:2020, serta perencanaan penampang berdasarkan SNI 7971:2013. Hasil analisis menunjukkan seluruh batang memiliki rasio kapasitas penampang <1, dengan nilai maksimum 0,778, menandakan tidak ada elemen yang melampaui kapasitas desain. Profil yang digunakan meliputi batang atas C75.39.10.0,65, batang pengisi C60.36.10.0,45, dan batang bawah C50.36.10.0,40. Lendutan kritis tercatat sebesar 6,468 mm, masih berada di bawah batas izin (L/240). Berat total rangka atap adalah 139,82 kg. Studi ini membuktikan bahwa desain atap Joglo berbasis baja ringan memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur, sekaligus mengakomodasi nilai kearifan lokal dalam konstruksi modern.</p>RIJAL FAJAR SIDIQNESSA VALIANTINE DIREDJA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08110116EVALUASI RESPON STRUKTUR GEDUNG TERHADAP GEMPA RENCANA DAN GEMPA AKTUAL
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4576
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan respon struktur gedung terhadap gempa rencana dan gempa aktual menggunakan metode time history. Pemodelan struktur dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ETABS 2021 pada objek berupa gedung 9 lantai dengan struktur beton bertulang yang berlokasi di Kota Bandung. Data gempa yang digunakan meliputi gempa rencana berdasarkan respon spektrum wilayah Kota Bandung serta tiga gempa aktual, yaitu El Centro, Iwate, dan New Zealand. Analisis dilakukan untuk mengetahui nilai simpangan antar lantai dan perilaku struktur terhadap masing-masing gempa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpangan maksimum terjadi akibat gempa New Zealand. Hal ini menunjukkan bahwa gempa aktual, khususnya dengan durasi dan magnitudo besar, dapat menghasilkan respons struktur yang lebih signifikan dibandingkan gempa rencana. Oleh karena itu, pertimbangan terhadap karakteristik gempa aktual menjadi penting dalam perencanaan struktur tahan gempa.</p>MOCHAMAD RIZAL FADILAHNESSA VALIANTINE DIREDJA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08117122PENGARUH KADAR SERBUK MARMER SEBAGAI POWDER PADA REACTIVE POWDER CONCRETE
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4581
<p>Tujuan penelitian ini yaitu memanfaatkan limbah serbuk marmer berukuran 44 μm sebagai powder pada Reactive Powder Concrete. Serbuk marmer merupakan material yang berasal dari sisa proses pemotongan dan pengolahan batu marmer yang menjadi berbagai produk kerajinan. Serbuk marmer juga memiliki kandungan kalsium oksida (CaO) yang cukup tinggi serta ukuran yang kecil ini dapat mengisi rongga pada beton sehingga membuat beton memiliki nilai kuat tekan yang tinggi. Presentase serbuk marmer yang digunakan pada penelitian ini adalah sebesar 0%, 12,5%, dan 25%. Hasil uji kuat tekan terbesar pada presentase 12,5% serbuk marmer dengan kuat tekan rata-rata 43,041 MPa, serta perbandingan ukuran serbuk marmer 44 dan 74 μm sebagai powder, yang dimana kuat tekan serbuk marmer ukuran 44 μm lebih tinggi sebesar 48,84 MPa yang komposisi campurannya disamakan.</p>MUHAMMAD TROIZY LUCKYBERNARDINUS HERBUDIMAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08124128ANALISIS PENGGUNAAN RESIN EPOXY TERHADAP KUAT TEKAN BETON POLIMER
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4583
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan resin epoksi sebagai substitusi semen terhadap kuat tekan beton polimer, serta membandingkan peningkatannya dengan beton konvensional. Latar belakang penelitian ini adalah peningkatan kebutuhan semen dalam industri konstruksi yang berdampak pada eksploitasi sumber daya alam dan emisi CO2, sehingga beton polimer berbasis resin epoksi diusulkan sebagai alternatif. Variasi persentase resin epoksi yang digunakan adalah 15% . dengan perbandingan resin dan hardener 2:1. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi semen dengan resin epoksi mengakibatkan penurunan nilai kuat tekan. Kuat tekan mortar rata-rata pada umur 28 hari untuk variasi 0% dan 15% secara beturut turut sebesar 30,3 MPa; 25,5 MPa. Kuat tekan beton rata-rata pada umur 28 hari untuk variasi 0% (baseline) adalah 30,3 MPa, sedangkan variasi 15% adalah 25,5 MPa. Penurunan tersebut disebabkan oleh terhambatnya reaksi hidrasi sisa semen yang mengurangi pembentukan kalsium silikat hidrat, sumber utama kekuatan beton.</p>NIKEN ADZRA NABILLAEUNEKE WIDYANINGSIH
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08129134STUDI EXPERIMENTAL SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH KERAMIK
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4586
<p>Self Compacting Concrete merupakan jenis beton yang memiliki kemampuan mengalir sendiri tanpa memerlukan pemadatan mekanis, sehingga dapat mengisi cetakan dengan baik. Secara keseluruhan, limbah keramik dapat dimanfaatkan sebagai pengganti agregat halus dalam SCC tanpa menurunkan performa beton. Kombinasi optimum ditunjukkan pada penggunaan 100% limbah keramik yang mampu meningkatkan kuat tekan sekaligus menjaga workability beton.</p>Bhimantoro Sejati DirgantaraEuneke Widyaningsih
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08135138PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK PET (POLYETHYLENE TEREPHTHALATE ) SEBAGAI PENGGANTI PASIR PADA BETON MEMADAT SENDIRI
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4592
<p>Beton memadat sendiri adalah beton yang dapat mengalir dan memadat tanpa getaran mekanis, mampu mengisi cetakan dan celah sempit tanpa segregasi. Di Indonesia, jumlah sampah plastik terus meningkat, dengan PET menyumbang sekitar 26% dari totalnya. Tujuan penelitian ini memanfaatkan limbah plastik PET sebagai pengganti pasir secara parsial pada beton memadat sendiri, komposisi limbah plastik PET yang digunakan 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% sebagai pengganti pasir. Kuat tekan yang dihasilkan dengan substitusi PET sebagai pasir secara parsial berturut – turut sebesar 50,27 MPa, 30,89 MPa, 25,25 MPa, 20,54 MPa dan 18,81 MPa. Hasil kuat tekan beton pada umur 28 hari dengan seluruh variasi penggunaan limbah plastik PET sebagai pengganti pasir memenuhi kuat tekan sesuai standar beton struktural dengan minimal kuat tekan 17 MPa berdasarkan SNI 2847:2013.</p>ZAIDAN SHENDHIKABERNARDINUS HERBUDIMAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08139144PENGGUNAAN LIMBAH ABU KAYU BAKAR HALUS LOLOS SARINGAN NO. 325 SEBAGAI PENGGANTI POWDER PADA BETON SELFCOMPACTING CONCRETE
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4594
<p>Penelitian ini mengkaji pemanfaatan limbah abu kayu bakar halus (lolos saringan no. 325) sebagai pengganti powder pada beton self-compacting concrete (SCC). Abu kayu dipilih karena kandungan silika, kalsium, dan alumina yang berpotensi meningkatkan kualitas beton sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Variasi substitusi yang digunakan adalah 0%, 50%, dan 100% terhadap fly ash. Hasil uji kuat tekan pada umur 7, 14, dan 28 hari menunjukkan peningkatan signifikan pada campuran dengan 50% substitusi, yang mencapai 38,653 MPa atau 17,977% lebih tinggi dibanding beton normal. Sementara itu, substitusi penuh 100% memerlukan penambahan faktor air-semen 30% agar campuran dapat dicetak, dengan kuat tekan 32,015 MPa pada 28 hari. Secara keseluruhan, abu kayu bakar halus terbukti dapat meningkatkan performa beton SCC, terutama pada penggunaan parsial 50%, serta berpotensi sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti filler konvensional.</p>DANI MUHAMAD RAMDANBERNARDINUS HERBUDIMAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08146151Analisis Performa Struktur Kayu Glulam Akasia Mangium Akibat Beban Dinamis Overhead Crane
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4595
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa struktur kayu glulam akasia mangium<br>dalam menahan beban dinamis yang ditimbulkan oleh sistem overhead crane pada bangunan<br>gudang industri, dengan pendekatan pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak<br>SAP2000. Analisis difokuskan pada respons struktur terhadap gaya dinamis, termasuk partisipasi<br>modal, simpangan lateral (drift), gaya geser dasar (base shear), dan efek P-Delta. Berdasarkan<br>hasil preliminary design kayu maka digunakan dimensi balok 640 mm × 340 mm dan kolom 400<br>mm × 400 mm dengan tebal laminasi sebesar 40 mm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kayu<br>glulam akasia mangium memiliki kapasitas yang kompetitif dalam meredam getaran dan<br>mendistribusikan beban, meskipun terdapat batasan dalam kekakuan dibandingkan dengan<br>material konvensional seperti baja. Temuan ini mendukung potensi kayu glulam sebagai alternatif<br>material struktural yang berkelanjutan untuk aplikasi industri, khususnya pada bangunan dengan<br>beban dinamis berulang. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi teknis untuk desain dan<br>implementasi struktur glulam dalam konteks operasional overhead crane.</p>BAGUS ILHAM RIYADINESSA VALIANTINE DIREDJA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08152156Analisis Penggunaan Abu Kayu sebagai Alternatif Fly Ash dan Penambahan Silica Fume dalam Material Geopolimer Berbasis Reactive Powder
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4600
<p>Penelitian ini mengevaluasi pengaruh abu kayu sebagai substitusi fly ash terhadap kuat tekan mortar geopolimer berbasis Reactive Powder dan efektivitas penambahan silica fume. Fly ash digantikan oleh abu kayu dalam proporsi 25%, 50%, 75%, dan 100%, dengan tambahan silica fume 7%. Pengujian dilakukan pada umur 14 dan 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan proporsi abu kayu menurunkan kuat tekan mortar akibat rendahnya silika dan alumina reaktif serta keberadaan karbon tak terbakar. Penambahan silica fume meningkatkan kuat tekan, karena sifat reaktifnya yang memperbaiki kepadatan mikrostruktur. Komposisi terbaik adalah 75% fly ash, 25% abu kayu, dan 7% silica fume dengan kuat tekan 45,4 MPa pada umur 28 hari. Penelitian ini menunjukkan potensi abu kayu sebagai substitusi parsial fly ash dalam mortar geopolimer, dengan kombinasi silica fume untuk performa mekanik optimal.</p>SASKIA DWI PUTRIEUNEKE WIDYANINGSIH
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08157162EVALUASI DESAIN STRUKTUR PEMECAH GELOMBANG (BREAKWATER ) DI PANTAI JAYANTI, CIANJUR
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4601
<p>Di pantai Jayanti terdapat pemecah gelombang tipe rubble mound dengan material gugusan beton yang berbentuk kubus. Tumpukan gugusan kubus beton mulai berpindah tempat, dan bagian sudut kubus banyak terkikis. Oleh karena itu perlu dievaluasi desain pemecah gelombang tersebut. Evaluasi desain berdasarkan metode Shore Protection Manual (SPM) dari US Army menunjukkan bahwa dimensi kubus beton untuk bagian badan sudah sesuai. Namun, untuk bagian kepala, seharusnya digunakan kubus beton berukuran 1,1 x 1,1 x 1,1 meter. Penyebab utama kerusakan adalah penempatan kubus beton yang tidak sesuai dengan panduan SPM. Alih-alih ditempatkan secara acak, susunan kubus yang tidak tepat menyebabkan pantulan gelombang yang merusak, sehingga perlu ada rekomendasi penanggulangan untuk pemecah gelombang eksisting.</p>M AZHAR ALRAFIYATI MULIATI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08163168PERAN EDUKASI MITIGASI BENCANA BANJIR UNTUK MENGURANGI DAMPAK BANJIR STUDI KASUS DESA SAYATI KABUPATEN BANDUNG
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4606
<p>Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak besar pada masyarakat. Rendahnya kesadaran serta pengetahuan warga memperburuk kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas edukasi mitigasi banjir terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Sayati, Kabupaten Bandung. Dengan metode kuantitatif dan uji Paired Sample t-Test, penelitian melibatkan 100 warga di daerah rawan banjir melalui penyuluhan, simulasi evakuasi, dan media informasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan kesiapsiagaan setelah edukasi. Temuan ini menegaskan bahwa program edukasi berperan penting dalam membangun kesiapan masyarakat menghadapi banjir. Diperlukan penguatan program secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat.</p>MUHAMMAD DAFFA KAMALUDINYUSHAR KADIR
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08180183Penanggulangan Banjir di Sungai Ciletuh-Cikalong Sukabumi
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4607
<p>Sungai Ciletuh dan Sungai Cikalong di Sukabumi sering dilanda banjir akibat sedimentasi, penyempitan alur, tanggul jebol, dan kapasitas tampung yang terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis debit banjir rencana serta luas dan kedalaman genangan menggunakan aplikasi HEC-HMS dan HEC-RAS pada kala ulang 2, 10, dan 25 tahun. Hasil analisis menunjukkan debit banjir Sungai Ciletuh berkisar 407– 870,90 m³/detik dan Sungai Cikalong 61,80–130,60 m³/detik. Pemodelan hidraulika 1 dimensi memperlihatkan tanggul mulai terluapi pada kala ulang 2 tahun dan seluruhnya terendam pada kala ulang 25 tahun. Pada pemodelan 2 dimensi banjir kala ulang 10 tahun menggenangi area 925,44 ha dengan kedalaman 0,50–1,50 m, terutama sawah seluas 629 ha. Upaya penanggulangan banjir yang disarankan adalah peningkatan kapasitas sungai, normalisasi sungai, dan pembangunan tanggul untuk mengurangi risiko banjir.</p>MUHAMAD RALNA PUTRA ALFATRIATNAYATI MULIATI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08184188Kajian Penanganan Erosi di Pantai Celong, Kabupaten Batang, Jawa Tengah
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4608
<p>Pantai Celong, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, merupakan salah satu wilayah pesisir yang mengalami erosi akibat ketidakseimbangan pasokan dan angkutan sedimen. Erosi ini berdampak terhadap kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya nelayan dan petani tambak, serta mengancam aset wisata pantai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola hidrodinamika dan memilih alternatif bangunan pengaman pantai yang efektif untuk mengatasi erosi. Metode yang digunakan adalah pemodelan numerik dengan software MIKE21 Flow Model FM menggunakan data pasang surut dan data batimetri. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa arus saat pasang bergerak dari timur ke barat, dan saat surut dari barat ke timur. Dua alternatif bangunan pengaman pantai, yaitu breakwater dan groin. Alternatif bangunan pengaman pantai yang disimulasikan dengan menggunakan groin adalah yang paling efektif, karena menunjukan hasil dengan kecepatan arus ketika pasang lebih kecil daripada kecepatan arus ketika surut hal ini berpotensi terjadinya akresi yang berarti erosi dapat teratasi.</p>MUHAMMAD FAHRIZAL FIRDAUSYATI MULIATI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08189194KAJIAN PENGEMBANGAN LAHAN RAWA PASANG SURUT DI SUMATRA UNTUK PERTANIAN
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4613
<p>Lahan rawa di Sumatra memiliki potensi besar sebagai penopang ketahanan pangan nasional karena ketersediaan lahan yang luas, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat permasalahan teknis seperti keasaman tanah, salinitas tinggi, genangan berlebih, dan sistem tata air yang belum optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji potensi pengembangan lahan rawa pasang surut di Sumatra serta merumuskan strategi pengelolaan berbasis tipologi dan karakteristik lahan. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah berbagai hasil penelitian terdahulu, kebijakan pemerintah, serta studi kasus pengelolaan tata air pada lahan rawa. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi potensi, tantangan, serta solusi pengelolaan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sumatra memiliki lahan rawa seluas ±9,3 juta hektare dengan potensi tinggi untuk produksi pangan, khususnya padi. Namun, keberhasilan pengembangannya sangat dipengaruhi oleh kondisi mikrotopografi, tipologi rawa, serta ketersediaan infrastruktur tata air adaptif. Penerapan teknologi pengelolaan air berbasis zonasi dan sistem irigasi-drainase terpadu dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.</p>CHANDRA RIDWAN MULYANABUDI TRIADI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08195200Pengaruh Pasang Surut Terhadap Pola Pergerakan Rip Current di Pantai Barat Pangandaran
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4614
<p>Pantai memiliki banyak risiko bahaya yang dapat terjadi, salah satunya adalah rip current. Hal ini menunjukan bahwa diperlukannya mitigasi untuk pencegahan kecelakaan laut khususnya rip current. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pasang surut air laut terhadap pola pergerakan rip current yang terdapat di Pantai Pangandaran agar hasilnya diharapkan dapat dijadikan salah satu sumber referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai kesiapsiagaan bahaya pantai. Pengukuran ini dilakukan dengan mengukur pasang surut air laut selama 24 jam dan kemudian mengukur karakteristik rip current yang terbentuk menggunakan pelampung yang dilengkapi dengan GPS. Analisis hasil dari penelitian ini memperlihatkan tidak adanya perbedaan pola yang konsisten pada pergerakan rip current baik pada saat muka air laut pasang maupun muka air laut surut. Hal ini menunjukan bahwa pasang surut muka air laut tidak memiliki banyak pengaruh terhadap pola pergerakan rip current yang terbentuk di Pantai Barat Pangandaran.</p>AZKA HADI HAZAZIYESSI NIRWANA KURNIADI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08201206PEMETAAN BATIMETRI DI PANTAI BARAT PANGANDARAN MENGGUNAKAN SINGLE-BEAM ECHOSOUNDER DAN GNSS RTK
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4617
<p>Berdasarkan Balawista pada Pos 3 dan Pos 5 Pantai Barat Pangandaran termasuk zona bahaya yang dilarang untuk melakukan aktivitas berenang karena kerap terjadi kecelakaan laut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan batimetri menggunakan singlebeam echosounder yang dilengkapi dengan GNSS RTK untuk mengetahui bagaimana karakteristik batimetri yang ada di area Pos 3 dan Pos 5 Pantai Barat Pangandaran. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, kedalaman pada area Pos 3 dan Pos 5 yang terdalam sebesar -12 meter dengan kemiringan pada area Pos 3 landai (2,78%) dan pada area Pos 5 kemiringan beragam di mulai dari rata (1,358%) menuju miring (7,631%) dan dilanjut dengan landai (2,719%). Terdapat morfologi dasar Iaut seperti cekungan dan sand-bar dikedua pos, dengan adanya perbedaan kontur batimetri dikedua pos tersebut titik gelombang pecah yang terjadi berbeda. Ketika aIiran air mengaIir dari elevasi tinggi menuju elevasi rendah, aliran yang terjadi dapat menyebabkan arus berbahaya seperti rip current.</p>IKHSAN NUR FAZAR KUNDRANIYESSI NIRWANA KURNIADI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08207212KUALITAS PELAYANAN BUS PARIWISATA MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4618
<p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas pelayanan bus pariwisata menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) berdasarkan persepsi pengguna jasa. Latar belakang penelitian adalah perlunya memastikan bahwa layanan bus pariwisata memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 44 Tahun 2019. Objek penelitian adalah bus besar berkapasitas 47 penumpang milik PT. City Trans Utama di Bandung. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 100 responden yang pernah menggunakan layanan tersebut. Kuesioner mencakup 17 indikator pelayanan yang mewakili dimensi keselamatan, kenyamanan, kesetaraan, dan keteraturan. Analisis dilakukan untuk menghitung tingkat kesesuaian (Tki) dan memetakan indikator ke empat kuadran pada diagram kartesius. Hasil analisis menunjukkan tingkat kesesuaian total 78,16%, menandakan kinerja layanan belum sepenuhnya memenuhi harapan pengguna. Sebanyak 11 indikator berada pada Kuadran I (prioritas utama), 6 indikator pada Kuadran II (pertahankan prestasi), 1 indikator pada Kuadran III (prioritas rendah), dan 2 indikator pada Kuadran IV (berlebihan). Temuan ini menjadi masukan strategis bagi perusahaan untuk memprioritaskan peningkatan pada atribut Kuadran I, mempertahankan Kuadran II, mengelola sumber daya pada Kuadran IV, dan memantau Kuadran III.</p>MUHAMAD DIAZ ARMEILANDOBARKAH WAHYU WIDIANTO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08214223Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Transportasi Angkutan Kota pada Trayek Dago – Kebon Kalapa Menggunakan Metode Customer Satisfaction Index (CSI)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4620
<p>Transportasi angkutan kota memegang peranan penting dalam menunjang mobilitas masyarakat perkotaan, termasuk di Kota Bandung. Trayek Dago- Kebon Kalapa merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan kawasan pendidikan, komersial dan pemukiman padat. Namun, kualitas pelayanan angkutan kota masih menjadi perhatian seiring munculnya keluhan dari pengguna jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna terhadap pelayanan angkutan kota trayek Dago-Kebon Kalapa dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index(CSI), serta memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan hasil analisis. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 100 responden. Instrumen disusun berdasarkan enam aspek pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.29 Tahun 2015, meliputi aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, dan keteraturan. Data yang terkumpul diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan rumus CSI dengan mempertimbangkan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan tiap atribut. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai CSI sebesar 34,36% yang termasuk dalam kategori “Kurang Puas”. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelayanan angkutan kota pada trayek tersebut belum memenuhi ekspektasi pengguna. Beberapa atribut yang memerlukan perhatian lebih meliputi kondisi fisik kendaraan, kenyamanan, informasi trayek, serta sikap dan etika pengemudi. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan adanya peningkatan kualitas layanan, pelatihan bagi pengemudi, serta pengawasan berkala dari instansi terkait guna meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pengguna angkutan kota.</p>RAMDHAN MALIK RAHMANBARKAH WAHYU WIDIANTO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08224232Evaluasi Kinerja Simpang Tak Bersinyal Pada Jalan Sukajadi – Jalan Karang Tineung – Jalan Sirnamanah, Kota Bandung
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4623
<p>Persimpangan Jalan Sukajadi – Jalan Karang Tineung – Jalan Sirnamanah di Kota Bandung sering mengalami kemacetan pada jam puncak pagi, siang, dan sore hari. Sehingga menyebkan kemacetan pada waktu tertentu di persimpangan tersebut. Berdasarkan hasil analisis yang mengacu kepada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia No.9/P/BM/2023 menunjukan nilai derajat kejenuhan hampir mendekati ataupun melebihi batas ideal sebesar 0,85 pada sebagian pendekat. Salah satu titik yang paling parah ada di persimpangan jalan Sukajadi – jalan Karang Tineung – jalan Sirnamanah bagian selatan dengan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,95. Setelah menganalisis perbaikan dengan melebarkan jalan sebesar 4 m nilai derajat kejenuhan di titik tersebut mengalami penurunan menjadi 0,83 dimana nilai tersebut lebih baik dari sebelumnya.</p>NAUFAL OKTORA FERDIANSYAHBARKAH WAHYU WIDIANTO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08233238ANALISIS PENGARUH ON STREET PARKING TERHADAP KINERJA LALU LINTAS DI JALAN PHH MUSTOFA BANDUNG
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4654
<p>Penelitian ini menginvestigasi dampak parkir di ruang manfaat jalan terhadap kinerja lalu lintas di Jalan PHH Mustofa, Bandung. Parkir di ruang milik jalan, yang umum nya ditemukan di daerah komersial perkotaan, secara signifikan mempengaruhi arus lalu lintas dengan mengurangi kapasitas jalan dan meningkatkan kemacetan, terutama pada jam – jam sibuk. Penelitian ini menggunakan Manual kapasitas Jalan Indonesia 1997 sebagai metodologi utama untuk menganalisis kinerja lalu lintas, dengan fokus pada parameter seperti volume lalu lintas, kecepatan arus bebas, kapasitas jalan, dan derajat kejenuhan. Penelitian ini mencakup pengumpulan data melalui survey di lapangan yang dilakukan pada hari kerja dan akhir pekan. Hasil penelitian menunjukan bahwa parkir di badan jalan di jalan PHH Mustofa berkontribusi terhadap pengaruh ke kapasitas jalan dan peningkatan kepadatan lalu lintas, terutama pada jam – jam sibuk, yang menunjukan adanya peningkatan dalam arus lalu lintas dan kinerja jalan secara keseluruhan. Penelitian ini menggaris bawahi perlunya parkir kendaraan yang lebih baik dan implementasi kebijakan lebih baik untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di daerah perkotaan.</p>RAIHAN RAMADITYA MUHARRAMYEYET HUDAYAT
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08239244TREN KECELAKAAN LALU LINTAS DAN IDENTIFIKASI LOKASI BLACK SPOT DI JALAN SOEKARNO HATTA BANDUNG, TAHUN 2020-2024
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4655
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tren kecelakaan lalu lintas, mengidentifikasi lokasi rawan kecelakaan, serta memberikan upaya peningkatan keselamatan lalu lintas di sekitar Pasar Induk Gedebage, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, pada periode 2020-2024. Metode yang digunakan adalah Angka Ekuivalen Kecelakaan (AEK) untuk menilai tingkat keparahan kecelakaan dan Upper Control Limit (UCL) untuk menentukan tingkat kecelakaan yang signifikan. Data yang dianalisis merupakan data primer dari Polrestabes Bandung yang difokuskan pada kejadian di sekitar Pasar Induk Gedebage. Analisis menunjukkan adanya fluktuasi jumlah kecelakaan, dengan kasus tertinggi terjadi pada tahun 2024, Nilai AEK pada tahun 2023 - 2024 melebihi ambang batas UCL sebesar 59,60, sehingga kawasan Pasar Induk Gedebage dikategorikan sebagai black spot. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan beberapa langkah penanganan, seperti perbaikan infrastruktur jalan, penambahan fasilitas keselamatan, peningkatan pengawasan, penegakan hukum, dan sosialisasi kepada pengguna jalan. Upaya-upaya ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas di lokasi penelitian.</p>LENI RUT HANATHAHIR SASTRODININGRAT
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08246250ANALISIS KEBUTUHAN PARKIR PADA RUMAH SAKIT RAMA HADI PURWAKARTA
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4656
<p>Ketersediaan fasilitas parkir yang memadai di rumah sakit berperan penting dalam menunjang kenyamanan pengunjung dan kelancaran operasional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Rama Hadi Purwakarta untuk mengevaluasi kebutuhan dan kinerja parkir serta menyusun strategi perancangan ulang. Data dianalisis untuk memperoleh karakteristik parkir, meliputi akumulasi parkir, volume parkir, durasi parkir, indeks parkir, dan tingkat pergantian kendaraan (turnover), yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil menunjukkan akumulasi maksimum sebesar 330 unit sepeda motor dan 34 unit mobil; volume tertinggi 878 sepeda motor dan 192 mobil per hari; durasi rata-rata 2-3 jam (sepeda motor) dan 1-2 jam (mobil); indeks parkir >100% untuk sepeda motor dan 63% untuk mobil; serta nilai turnover 0,615 dan 0,364 kendaraan/SRP/jam. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan perancangan ulang kebutuhan SRP lima tahun ke depan mempertimbangkan pertumbuhan jumlah pengunjung. Rumah Sakit Rama Hadi Purwakarta memiliki kapasitas SRP awal sebesar 369 SRP, terdiri dari 315 SRP untuk sepeda motor dan 54 SRP untuk mobil. Pola penggunaan lahan menunjukan tingginya tingkat penggunaan lahan parkir, terutama untuk kendaraan sepeda motor.</p>Azhar Hudaya HudayaSamun Haris
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08251256Kajian Rute Aman Selamat Sekolah Di SMP Negeri 2 Bandung
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4657
<p>SMP Negeri 2 Bandung, yang berlokasi di jalan sumatera No. 42, merupakan salah satu sekolah menengah pertama favorit di Kota Bandung. Dengan jumlah siswa yang cukup banyak dan lingkungan sekolah yang berada di tengah kawasan kota yang padat. Rute yang paling banyak dilalui oleh siswa SMP2 yaitu rute RE Martadinata – JalanMerdeka – Jalan Aceh – Jalan Kalimantan – Jalan Belitung – Jalan Sumatera, Rute tersebut sudah tersedia Trotoar yang cukup memadai. Dari keenam jalan tersebut sudah memenuhi kriteria RASS. Pada radius 1 km kondisi perlengkapan jalan pada rute Jalan RE Martadinata – Jalan Merdeka – Jalan Aceh – Jalan Kalimantan – Jalan Belitung – Jalan Sumatera Sudah cukup baik, namun ada perlengkapan jalan pada beberapa titik yang rusak, dengan 108 fasilitas baik dan 9 mati/rusak. Berdasarkan hasil Analisis pedestrian didapat rekomendasi fasilitas penyebrangan diantaranya yaitu 4 pelican crossing dengan lapak tunggu dan 1 Jembatan Penyeberangan Orang.</p>HUTAMA ARYA PUTRA RUSADIRANNA KURNIA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08257262Pemetaan Risiko Bahaya Rute Jalan A.H Nasution - Cibiru
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4659
<p>Jalan A.H. Nasution merupakan salah satu jalan arteri primer di Bandung Timur yang berfungsi sebagai penghubung kawasan strategis, seperti Cicaheum, Ujungberung, hingga Cibiru. Tingginya aktivitas di sepanjang jalan ini menjadikannya koridor ekonomi penting, namun kondisi perlengkapan dan geometri jalan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko bahaya untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Analisis dilakukan dengan membagi ruas jalan menjadi tiga segmen, yaitu segmen 1 (STA 0+000–STA 2+400), segmen 2 (STA 2+400–STA 3+000), dan segmen 3 (STA 3+000–STA 5+600). Metode yang digunakan meliputi Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK), Upper Control Limit (UCL), dan pendekatan 5W+1H. Hasil menunjukkan bahwa segmen 1 dan segmen 3 memiliki tingkat risiko bahaya tertinggi, sedangkan segmen 2 relatif lebih rendah. Rekomendasi penanganan meliputi perbaikan perlengkapan jalan, perbaikan trotoar, serta pembangunan median jalan.</p>ANDHIKA AHMAD AL GHIFARITHAHIR SASTRODININGRAT
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08263268KAJIAN PEMAHAMAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA PROYEK GEDUNG X DI CIANJUR
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4660
<p>Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam proyek konstruksi untuk melindungi pekerja, perusahaan, dan lingkungan dari risiko kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman manajemen K3 pada proyek pembangunan Gedung X di Cianjur. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan, penyebaran kuesioner, dan analisis gap terhadap Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012. Hasil observasi menunjukkan bahwa penerapan K3 mencapai tingkat memuaskan dengan persentase 88,52%. Sementara itu, hasil kuesioner dari 30 responden menunjukkan tingkat pemahaman K3 sebesar 94%, termasuk kategori sangat paham. Risiko tertinggi yang ditemukan adalah iritasi kulit, mata, dan pernapasan akibat tidak menggunakan APD yang sesuai. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan, audit rutin, dan penguatan penggunaan APD.</p>FERDY RADIKA PRADANA SKATARINA RINI R
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08269272Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Contract Change Order (CCO) dan Pengaruhnya Terhadap Waktu dan Biaya Pada Studi Kasus Pemeliharaan Gedung di Universitas X
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4661
<p>Penelitian ini mengkaji faktor penyebab Contract Change Order (CCO) dan pengaruhnya terhadap waktu serta biaya pada proyek pemeliharaan gedung di Universitas X. Proyek konstruksi sering mengalami perubahan pekerjaan besar maupun kecil yang berdampak pada kontrak. Data penelitian berasal dari dokumen sekunder seperti RAB, Kurva-S, laporan progres mingguan, berita acara rapat, serta wawancara terhadap narasumber yang ikut andil dalam pelaksanaan proyek serta memahami perubahan kontrak yang terjadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Contract Change Order (CCO) disebabkan oleh item pekerjaan tambah/kurang akibat ketidaksesuaian kondisi lapangan dengan kontrak awal serta permintaan pemilik proyek. Dampak utama Contract Change Order (CCO) berupa kenaikan biaya proyek sebesar 5,3% atau senilai Rp 181.519.139 dibanding kontrak awal. Namun, perubahan ini tidak memperlambat waktu pelaksanaan proyek, tetapi penyelesaian lebih cepat dua minggu dari jadwal rencana.</p>RENTI NUR OKTAVIANIHAZAIRIN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08274280Peran Konsultan Pengawas Konstruksi Dalam Mencapai Target Biaya, Mutu Dan Waktu Pekerjaan Konstruksi
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4663
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran konsultan pengawas konstruksi dalam mencapai target biaya, mutu, dan waktu pekerjaan konstruksi. Dalam penelitian ini, data akan dikumpulkan melalui kuisioner yang disebarkan secara daring atau langsung kepada responden yang terlibat dalam proyek konstruksi. Kuisioner akan berisi pertanyaan mengenai penilaian responden terhadap peran konsultan pengawas konstruksi dalam mencapai target biaya, mutu, dan waktu pekerjaan konstruksi. Pertanyaan juga akan mencakup aspek-aspek lain yang berkaitan dengan kinerja konsultan pengawas konstruksi, seperti kemampuan dalam mengelola proyek, kualitas pengawasan, dan penerapan standar keselamatan kerja. Data yang dikumpulkan melalui kuisioner akan dianalisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif untuk menjawab pertanyaan penelitian. Analisis ini akan memberikan gambaran tentang sejauh mana peran konsultan pengawas konstruksi dalam mencapai target biaya, mutu, dan waktu pekerjaan konstruksi. Dalam kesimpulannya, penelitian ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang peran konsultan pengawas atau konsultan manajemen konstruksi dalam mencapai target biaya, mutu, dan waktu pekerjaan konstruksi dengan menggunakan metode kuisioner. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai acuan dalam meningkatkan kinerja konsultan pengawas konstruksi dan memastikan bahwa proyek konstruksi dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien.</p>NUR AGUNG PRIYATNAHAMBALI SYAFRIE
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08281290Studi Perbandingan Kombinasi Alat Berat pada Pekerjaan Galian dan Timbunan: Studi Kasus Kabupaten Batang Hari
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4664
<p>Pekerjaan galian dan timbunan merupakan tahapan penting dalam konstruksi, khususnya pada awal pembangunan. Keberhasilan pekerjaan ini dipengaruhi oleh pemilihan kombinasi alat berat yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis durasi dan biaya pekerjaan tanah berdasarkan lima alternatif kombinasi alat berat yang terdiri dari excavator, dump truck, dan bulldozer. Studi dilakukan pada Proyek X di Kabupaten Batang Hari, Jambi. Metode penelitian meliputi analisis kontur dan volume menggunakan AutoCAD Civil 3D, perhitungan produktivitas alat berat, estimasi durasi, serta perhitungan biaya operasional berdasarkan harga sewa alat dan upah tenaga kerja setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif kedua menghasilkan waktu pelaksanaan yang lebih cepat dan biaya yang lebih murah dibandingkan alternatif lainnya.</p>SOBRIANSYAH DWI PUTRAKATARINA RINI RATNAYANTI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08291295Instrumen Penilaian Kesiapsiagaan Stakeholder Terhadap Bahaya Rip Current
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4666
<p>Pantai merupakan destinasi wisata unggulan di Indonesia dengan tingkat kunjungan yang tinggi, namun kondisi tersebut juga meningkatkan potensi risiko kecelakaan laut akibat rip current. Dalam kerangka manajemen bencana, fase kesiapsiagaan merupakan aspek penting untuk mengurangi dampak sebelum kejadian. Penelitian ini bertujuan menyusun instrumen penilaian kesiapsiagaan stakeholder terhadap bahaya rip current di kawasan pantai. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap penelitian terdahulu dan pedoman internasional maupun nasional. Hasil sintesis menunjukkan bahwa terdapat empat parameter utama kesiapsiagaan, yaitu: (1) kualitas dan kapasitas SDM, (2) edukasi dan kampanye bahaya, (3) sarana dan peralatan pendukung, serta (4) tanggap darurat dan penutupan pantai. Berdasarkan parameter tersebut, dirumuskan 18 indikator penilaian yang mencakup aspek pelatihan teknis, penyuluhan, rambu peringatan, peralatan keselamatan, kolaborasi komunitas, hingga dokumentasi insiden. Instrumen ini diharapkan menjadi acuan untuk mengukur kesiapsiagaan stakeholder pesisir, memperkuat sistem keselamatan wisata bahari, dan menjadi dasar validasi empiris pada penelitian selanjutnya.</p>ADITYA HARRI SANTOSAYESSI NIRWANA KURNIADI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08296301ANALISIS EFEKTIVITAS RAMBU PERINGATAN DALAM MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN PENGUNJUNG PANTAI PANGANDARAN TERHADAP BAHAYA RIP CURRENT
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4667
<p>Pantai Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup populer di Indonesia yang memiliki potensi bahaya rip current. Kurangnya pemahaman pengunjung mengenai bahaya tersebut menandakan perlu adanya rambu peringatan yang efektif sebagai media edukasi dan pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas rambu peringatan dalam meningkatkan kesiapsiagaan pengunjung terhadap bahaya rip current di Pantai Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif melalui survei lapangan dan penyebaran kuesioner kepada 100 responden. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis deskriptif dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden sadar akan adanya bahaya rip current, namun sedikit yang memahami caranya menyelamatkan diri dari rip current. Rambu peringatan yang ada dinilai sudah cukup efektif dalam meningkatkan kewaspadaan, meskipun masih terdapat kelemahan pada aspek bahan yang digunakan, ukuran rambu, dan warna.</p>DITYA SETYA IRAWANYESSI NIRWANA KURNIADI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08302307Pengendalian Risiko Kecelakaan Kerja pada Proyek X
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4669
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan potensi risiko kecelakaan kerja menggunakan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) pada Proyek Pembangunan Gedung X di Kabupaten Indramayu. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara kepada tenaga ahli K3, dan penyebaran kuesioner kepada 35 pekerja aktif. Penilaian risiko dilakukan berdasarkan tingkat keparahan dampak dan kekerapan terjadi risiko, yang diklasifikasikan menggunakan matriks risiko. Hasil penelitian yang mencakup 13 jenis pekerjaan dan 94 identifikasi risiko terdiri dari 46 risiko kategori rendah dan 48 risiko kategori sedang. Pengendalian risiko mengacu pada hirarki pengendalian, mulai dari eliminasi, substitusi, rekayasa teknis, administrasi, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD).</p>MUHAMAD HAFIZH SIDIQKATARINA RINI RATNAYANTI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08309314Mitigasi Kebakaran Pada Pelaksanaan Proyek X
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4670
<p>Kebakaran pada tahap konstruksi gedung merupakan salah satu risiko yang dapat menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa. Risiko ini umumnya disebabkan oleh penggunaan material mudah terbakar, aktivitas pekerjaan yang menghasilkan panas, serta keterbatasan sarana proteksi kebakaran di lokasi proyek. Penelitian ini menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) dalam mengidentifikasi potensi bahaya serta pedoman acuan yang digunakan merujuk pada Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya kebakaran berada pada pekerjaan pengelasan, penyimpanan material mudah terbakar, serta instalasi listrik sementara. Upaya mitigasi yang direkomendasikan meliputi penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), penempatan material mudah terbakar pada lokasi terpisah dengan ventilasi baik, pelatihan tanggap darurat kebakaran bagi pekerja, serta inspeksi rutin terhadap instalasi listrik. Dengan penerapan strategi pengendalian risiko tersebut, tingkat risiko kebakaran dapat diturunkan ke level yang dapat diterima sehingga mendukung terciptanya lingkungan kerja konstruksi yang lebih aman.</p>DAFFA AUGUSTAKATARINA RINI RATNAYANTI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08315319ANALISIS PENURUNAN FONDASI STRAUSS PILE PADA PROYEK PEMBANGUNAN BASEMENT GEDUNG SEKERTARIAT DAERAH JAWA BARAT
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4672
<p>Pembangunan basement Gedung Sekretariat Daerah Jawa Barat dilakukan pada lokasi dengan kondisi tanah yang memerlukan analisis geoteknik mendalam, namun proyek tersebut berjalan tanpa perlakuan perbaikan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan penurunan fondasi bangunan basement dengan dan tanpa penggunaan fondasi tiang Strauss (Strauss Pile) menggunakan pemodelan numerik PLAXIS 3D. Analisis dilakukan pada tiga skenario kondisi tanah: Under Consolidated (UC), Normally Consolidated (NC), dan Over Consolidated (OC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fondasi Strauss Pile secara signifikan mengurangi penurunan. Pada kondisi tanah UC, penurunan maksimal berkurang dari 53 cm menjadi 21,5 cm1. Pada kondisi NC, penurunan berkurang dari 32,4 cm menjadi 3,9 cm2. Sementara pada kondisi OC, penurunan berkurang dari 7,44 cm menjadi 2 cm3. Studi ini mengonfirmasi efektivitas krusial fondasi tiang dalam meminimalkan risiko penurunan berlebih, terutama pada tanah lunak yang belum dan sedang terkonsolidasi.</p>MUHAMMAD FEBRI ALFEN ADDAKHILIKHYA IKHYA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08321326Perbaikan Tanah Lunak Menggunakan Metode Controlled Modulus Columns (CMC) Di Tol Balikpapan Dengan Pendekatan 2D
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4674
<p>Tanah lunak di wilayah Kalimantan Timur, khususnya pada proyek Tol Balikpapan, memiliki karakteristik daya dukung rendah, penurunan besar, dan waktu konsolidasi yang lama. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerusakan konstruksi jika tidak dilakukan perbaikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode Controlled Modulus Columns (CMC) dalam mereduksi penurunan dan mempercepat konsolidasi tanah. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak Plaxis 2D menggunakan Hardening Soil Model, disertai Load Transfer Platform setebal 1,5 m. Variasi parameter yang dikaji meliputi spasi 1 m, 2 m, 3 m, diameter 0,2 m, 0,5 m, 0,7 m, dan kedalaman CMC 6 m, 8 m, 10 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan CMC mampu menurunkan besaran penurunan dari 0,744 m menjadi 0,234 m serta mempercepat waktu konsolidasi dari 2726 hari menjadi 1272 hari. Dengan demikian, metode CMC terbukti efektif meningkatkan kinerja tanah lunak pada pembangunan infrastruktur jalan tol.</p>MUHAMMAD ADITYA ERWANSYAHDIAN ASTRIANI ARWAN ILYAS
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08327332Pengaruh Variasi Diameter terhadap Deformasi Vertikal Fondasi Tiang Energi pada Tanah Lempung Menggunakan Metode Numerik
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4680
<p>Peningkatan kebutuhan energi berkelanjutan mendorong pemanfaatan fondasi tiang energi yang berfungsi ganda sebagai elemen struktur dan penukar panas, namun aspek geoteknik seperti deformasi vertikal pada tanah lempung masih menjadi tantangan, terutama terkait variasi dimensi tiang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi diameter tiang energi terhadap deformasi vertikal pada tanah homogen lempung dengan kondisi muka air tanah berada di permukaan. Metode yang digunakan adalah melalui pemodelan numerik berbasis PLAXIS 2D tipe axisymmetric. Tiang energi sedalam 26 m ditempatkan pada lapisan lempung setebal 52 m dengan variasi diameter 0,5 m; 1,0 m; dan 1,5 m, serta melibatkan siklus pemanasan–pendinginan. Hasil menunjukkan bahwa semakin besar diameter tiang, deformasi vertikal semakin kecil; misalnya pada diameter 0,5 m deformasi mencapai 1,07 mm (pemanasan), sedangkan pada diameter 1,5 m berkurang menjadi 0,13 mm. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan diameter optimal untuk meningkatkan stabilitas fondasi tiang energi sekaligus menjaga efisiensi termal.</p>MUHAMMAD ZUFARI BUSTAMIDESTI SANTI PRATIWI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08333337KAJIAN POTENSI LIKUIFAKSI PADA TANAH VULKANIK MENGGUNAKAN METODE ANALITIK YOUD DAN IDRISS (STUDI KASUS: KABUPATEN PANGANDARAN, JAWA BARAT)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4682
<p>Kabupaten Pangandaran merupakan wilayah dengan risiko seismik tinggi akibat aktivitas subduksi dan sejarah gempa signifikan, termasuk peristiwa tahun 2006. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik tanah vulkanik dan potensi likuifaksi di wilayah tersebut. Metode yang digunakan meliputi analisis data Standard Penetration Test (SPT) berdasarkan pendekatan empiris Youd dan Idriss (2001) serta Boulanger dan Idriss (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah vulkanik di pesisir Pangandaran didominasi oleh lapisan pasir lanauan lepas (1–15 m), pasir kasar lepas (1,5–6 m), dan lempung plastis lunak (5–8,5 m). Nilai N-SPT rendah (0–8) pada kedalaman 0–6 meter mengindikasikan kerentanan tinggi terhadap likuifaksi. Hasil perhitungan faktor keamanan (FS) menunjukkan bahwa lapisan dangkal pada BH-01 (6 m), BH- 02 (1,5 m), dan BH-03 (0,25 m) berpotensi mengalami likuifaksi (FS < 1,0), sementara lapisan lebih dalam stabil (FS > 1,2). Kombinasi nilai N-SPT rendah, kandungan material vulkanik, dan kondisi kejenuhan air menjadi faktor kritis pemicu likuifaksi. Diperlukan tindakan perkuatan tanah pada lapisan rentan untuk mitigasi risiko gempa masa depan.</p>FAKHRI AKBARDESTI SANTI PRATIWI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08338343Evaluasi Tanah Lunak pada Pembangunan Jalan Tol Binjai – Pangkalan Brandan Ruas Binjai – Langsa dengan Pendekatan Model Numerik 3 Dimensi
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4684
<p>Pembangunan Jalan Tol Binjai – Pangkalan Brandan menghadapi tantangan geoteknik berupa tanah lunak yang memiliki daya dukung rendah, kompresibilitas tinggi, dan waktu konsolidasi yang lama. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan perbaikan tanah menggunakan metode hidrolik berupa preloading dan Prefabricated Vertical Drain (PVD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi metode tersebut dalam mempercepat konsolidasi tanah lunak menggunakan perangkat lunak PLAXIS 3D dengan model Hardening Soil. Pemodelan dilakukan terhadap beberapa variasi spasi PVD (1 m, 1,5 m, dan 2 m) serta kedalaman drainase (50% dan 100% dari kedalaman lapisan tanah lunak) dengan pola segiempat berdasarkan data parameter yang digunakan saat pemodelan menggunakan data PVD settlement plate. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan PVD secara signifikan mempercepat waktu konsolidasi dibandingkan preloading konvensional saja, dengan variasi spasi 1 m dan kedalaman 100% memberikan hasil paling optimal. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis untuk perbaikan tanah pada proyek infrastruktur di wilayah dengan kondisi tanah serupa.</p>ALI HAIDAR BAQIRDESTI SANTI PRATIWI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08345350Evaluasi Kapasitas Aksial Tiang Pancang Menggunakan Metode Analitik Pada Proyek Pembangunan Gedung Parkir Apartemen Louvin Jatinangor
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4685
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas aksial tiang pancang pada proyek pembangunan gedung parkir Apartemen Louvin Jatinangor. Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Ensoft APILE berdasarkan data uji SPT, serta diverifikasi dengan hasil pengujian lapangan Pile Driving Analyzer (PDA) yang diolah menggunakan metode CAPWAP. Tiang pancang berukuran 50 × 50 cm dengan kedalaman 8,5 m dianalisis sebagai objek penelitian. Hasil perhitungan dengan Ensoft APILE menunjukkan daya dukung izin sebesar 94,82 ton, sedangkan hasil CAPWAP memberikan nilai lebih tinggi yaitu 128,70 ton. Perbandingan menunjukkan persentase 73,68% dengan deviasi 26,32%. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa Ensoft APILE cenderung menghasilkan estimasi yang lebih rendah, namun tetap cukup representatif terhadap kondisi aktual di lapangan. Temuan ini dapat dijadikan acuan awal dalam perencanaan fondasi sebelum dilakukan verifikasi uji lapangan.</p>HERVIN ELFRIZAL NOUVALDYDESTI SANTI PRATIWI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08351356Evaluasi Potensi Likuefaksi Berdasarkan Data N-SPT dengan Perkuatan Grouting Menggunakan Plaxis 2D
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4687
<p>Potensi likuefaksi pada tanah pasir jenuh merupakan salah satu permasalahan di daerah rawan gempa. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi potensi likuefaksi pada kondisi eksisting dan efektivitas perkuatan grouting sebagai upaya mitigasi. Analisis dilakukan menggunakan Plaxis 2D berbasis metode elemen hingga (FEM) dengan data tanah berdasarkan data N-SPT hingga kedalaman 20 m dan timbunan setinggi 6 m. Hasil analisis kondisi eksisting didapatkan bahwa tanah pada kedalaman 0–8 m mengalami potensi likuefaksi dengan nilai rasio tegangan air pori (ru) > 0,7, sedangkan lapisan lebih dalam relatif stabil. Perkuatan dilakukan menggunakan kolom grouting berdiameter 0,9 m, spasi 2D, kedalaman 8 m, serta mutu material fc’ 67 MPa. Hasil menunjukkan nilai ru pada seluruh lapisan tanah turun di bawah 0,7, sehingga potensi likuefaksi dapat dihilangkan. Dengan demikian, perkuatan grouting terbukti efektif sebagai solusi teknis dalam mitigasi likuefaksi pada tanah pasir jenuh.</p>NABILAH TESA RIANTIDESTI SANTI PRATIWI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08357362ANALISIS NUMERIK STABILITAS LERENG DENGAN SISTEM GROUND ANCHOR PADA TANAH LEMPUNG DAN BATUAN SLATE DENGAN PENDEKATAN SOIL MODEL MOHR-COULOMB
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4690
<p>Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah dengan topografi ekstrem, seperti Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena, menghadapi tantangan besar terkait stabilitas lereng akibat kondisi tanah lempung dan batuan slate. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng dengan dan tanpa sistem perkuatan ground anchor, serta mengevaluasi pengaruh variasi perkuatan terhadap nilai faktor keamanan lereng. Analisis dilakukan secara numerik menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D dengan pendekatan soil model tanah Mohr-Coulomb. Variasi yang diteliti meliputi spasi ground anchor (1,5 m dan 2 m), sudut pemasangan (30° dan 45°), serta panjang fix length (5 m dan 13 m). Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan ground anchor secara signifikan meningkatkan faktor keamanan lereng dibandingkan kondisi tanpa perkuatan. Model Hardening Soil memberikan nilai faktor keamanan yang umumnya lebih tinggi dibandingkan model Mohr-Coulomb. Kombinasi parameter paling efektif diperoleh pada konfigurasi spasi 1,5 m, sudut 45°, dan panjang fix length 13 m. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis dalam desain perkuatan lereng di daerah dengan kondisi geoteknik serupa.</p>BINTANG PAHLA GUNAWANYUKI ACHMAD YAKIN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08363367ANALISIS PERBANDINGAN DESAIN TEBAL PERKERASAN LENTUR DAN KAKU MENGGUNAKAN MDPJ 2024 (STUDI KASUS : RUAS JALAN LOPANG – BANTEN LAMA, KOTA SERANG)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4691
<p>Ruas jalan Lopang – Banten Lama merupakan salah satu rute penting yang menghubungkan wilayah Lopang dengan kawasan bersejarah Banten Lama di Kota Serang. Jalan ini memiliki lebar sekitar 7 meter dan panjang sekitar 7,216 km, serta saat ini telah menggunakan perkerasan kaku. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan tebal perkerasan jalan dengan menggunakan dua alternatif, yaitu perkerasan lentur dan perkerasan kaku, serta membandingkan biaya material dari kedua jenis perkerasan tersebut. Metodologi yang digunakan mengacu pada Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) Tahun 2024. Data yang digunakan dalam perencanaan meliputi Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR), nilai CBR tanah dasar dan harga satuan. Hasil perencanaan perkerasan lentur menunjukkan susunan lapisan sebagai berikut: AC-WC 40 mm, AC-BC 60 mm, Lapis Fondasi Agregat Kelas A 150 mm, Lapis Fondasi Agregat Kelas B 150 mm, Stabilisasi Tanah Dasar 300 mm dan untuk perkerasan kaku dirancang dengan tebal pelat beton sebesar 200 mm, lapis Lean Mix Concrete 125 mm, Lapis Fondasi Agregat Kelas A 200 mm, lapis Stabilisasi Tanah Dasar 400 mm, sambungan tie bars dan dowel menggunakan D18 mm dan Ø33 mm. Dari hasil analisis biaya material, perkerasan lentur sebesar Rp321.889 per meter2, sedangkan perkerasan kaku sebesar Rp280.359 per meter2. Namun, dengan mempertimbangkan umur rencana 40 tahun untuk perkerasan lentur dan 40 tahun untuk perkerasan kaku serta pertumbuhan lalu lintas ke depan, maka perkerasan kaku dinilai lebih ekonomis dalam jangka panjang. Terlebih lagi pada ruas jalan Lopang-Banten Lama merupakan kawasan industri kayu yang memiliki lalu lintas berat. Oleh karena itu, perkerasan kaku lebih direkomendasikan untuk digunakan karena lebih tahan terhadap beban berat berulang, dan biaya pemeliharaan yang lebih rendah dibandingkan perkerasan lentur.</p>IZHAR ABDUL AZIZELKHASNET ELKHASNET
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08369374PERBANDINGAN NILAI INDEKS KONDISI PERKERASAN KAKU MENGGUNAKAN METODE APLIKASI SURVEI KONDISI PERKERASAN JALAN (SKPJ) DAN METODE KONVENSIONAL
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4694
<p>Kerusakan jalan di Indonesia menimbulkan kerugian ekonomi dan masalah keselamatan, sehingga memerlukan metode pemeliharaan efektif, salah satunya melalui Indeks Kondisi Perkerasan (IKP). IKP memiliki rentang nilai 0 hingga 100, di mana 100 adalah kondisi terbaik. Penelitian ini membandingkan akurasi dan efisiensi metode pengamatan konvensional dengan aplikasi Survei Kondisi Perkerasan Jalan (SKPJ), dengan fokus pada nilai IKP jalan Ibrahim Ajie. Hasilnya menunjukkan perbedaan penilaian antara kedua metode. Aplikasi SKPJ memberikan nilai IKP ratarata 70, mengklasifikasikan kondisi jalan sebagai "Baik" dan merekomendasikan pemeliharaan berkala. Sebaliknya, metode konvensional menghasilkan IKP rata-rata 68, yang dikategorikan "Sedang" dan membutuhkan peningkatan struktural. Meskipun terdapat perbedaan penanganan yang direkomendasikan, dapat disimpulkan bahwa aplikasi SKPJ menawarkan cara yang cepat dan mudah untuk melakukan penilaian, dengan hasil IKP yang tidak jauh berbeda dari metode konvensional. Kesimpulannya, Jalan Ibrahim Ajie memerlukan pemeliharaan berkala dan peningkatan struktural di beberapa titik.</p>NAUFAL FARRASRANNA KURNIA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08375380Perancangan Jalur Kereta Api Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan – Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara dengan Autodesk Civil 3D
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4697
<p>Pemindahan ibu kota negara ke Ibu Kota Nusantara (IKN) memerlukan sistem transportasi andal dan terintegrasi, termasuk konektivitas antara Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Penelitian ini merancang trase jalur kereta api yang menghubungkan kedua simpul tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 60 Tahun 2012 menggunakan Autodesk Civil 3D. Jalur dirancang sepanjang 65,080 km dengan single track, lebar sepur 1435 mm, dan kelas jalan rel III. Alinyemen horizontal terdiri dari 21 lengkung (7 tanpa peralihan dan 14 dengan peralihan), sedangkan lengkung vertikal menggunakan radius 8.000 meter dengan landai penentu 20‰. Volume galian tercatat 50.906.010,77 m³ dan timbunan 1.054.230,76 m³. Kebutuhan material mencakup 109.000 bantalan beton, 218.000 Pandrol Clip, dan 236.002,25 m³ balas.</p>FARASQIA SALSABILASOFYAN TRIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08381385Pengaruh Aspal Yang Disubstitusi Dengan Butiran Limbah Plastik LDPE Pada Campuran AC - WC Terhadap Kajian Marshall
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4702
<p>Permasalahan kerusakan jalan akibat peningkatan beban latu lintas mendorong pengengengan matenal perkerasan yang memiliki daya dukung tinggi dan durabilitas balk. Salah satu pendekatan yang dilakan adalah pemanfaatan limbah plastik Low Density Polyethylene (LDPE) sebagai substitusi pada campuran aspal beton jenis Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC), Penelitian ini mengkaji pengaruh substtusi butiran limbah plastik LDPE pada campuran aspal beton lapis aus (AC-WC) dengan kadar 0%, 3%, 3%, dan 6%. Pengujian Marshall menunjukkan bahwa penambahan LDPE 396 meningkatkan nilal stabilitas, flow, Marshall Quotient (MO), serta parameter volumetrik (VIM, VFA, VMA) tanpa menurunkan stabillitas campuran, sedangkan kadar 696 menurunkan performa akibat kelebilhan aditit. Milai Kadar Aspal Optimum ditemukan sebesar 6,375% untuk 0% LDPE dan 6,796 796 untuk 3% LDPE. Parameter marshall yang diperoleh pada kadar 3% LDPE dengan stabilitas 1653 kg serta nilai flow 3,15. Oleh karena itu, penggunaan LDPE sebagai bahan aditif dalam campuran AC-WC mampu memperbaiki kekuatan dan ketahananan mekanis campuran.</p>MOCH NAUFAL HAJJAM ASNANBARKAH WAHYU WIDIANTO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08386391ANALISIS KINERJA LALU LINTAS PADA KAKI FLYOVER JALAN SUPRATMAN – JALAN JAKARTA DENGAN METODE GELOMBANG KEJUT
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4705
<p>Pertumbuhan penduduk dan mobilitas tinggi di Kota Bandung meningkatkan volume lalu lintas, menyebabkan kemacetan, terutama di kaki flyover Jalan Supratman – Jalan Jakarta yang memiliki simpang tanpa sinyal dan penyempitan menjadi satu lajur. Penelitian ini menganalisis kinerja lalu lintas pada titik penyempitan menggunakan model Greenshields dan metode gelombang kejut (shockwave), dengan data volume, kecepatan, dan geometrik jalan pada waktu non-sibuk (11.00–13.00 WIB) dan waktu sibuk (17.00–19.00 WIB). Hasil menunjukkan kapasitas segmen dua lajur (1.758,63 smp/jam) lebih besar dari segmen satu lajur (1.669,03 smp/jam), memicu terbentuknya gelombang kejut mundur bentukan (−0,979 km/jam), mundur pemulihan (−5,31 km/jam), dan maju bentukan (4,91 km/jam). Semakin tinggi arus lalu lintas, antrean semakin panjang dan waktu pemulihan lebih lama; misalnya arus 1.697,70 smp/jam menghasilkan antrean 100,06 m dengan pemulihan 6,13 menit, sedangkan arus 1.750 smp/jam menghasilkan antrean 557,26 m dengan pemulihan 11,30 menit.</p>DWINA SHAFA APSARISOFYAN TRIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08393398Penanganan Persimpangan Cimalaka Kabupaten Sumedang Dengan PTV - VISSIM
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4707
<p>Keberadaan gerbang tol Cisumdawu memberikan dampak bagi lalu lintas pada daerah sekitar, terutama pada Simpang Tiga Jalan Nasional Cimalaka Kabupaten Sumedang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pada persimpangan eksisting berdasarkan parameter kinerja lalu lintas menggunakan simulasi PTV-VISSIM. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara survei di lapangan selama 3 jam pada pagi hari. Hasil simulasi didapat angka panjang antrean (Qlen) sebesar 35,42 meter, lama tundaan (delay) sebesar 26,88 det/smp, dan tingkat pelayanan (LOS) dikategori E atau padat, hasil yang didapat dinilai kurang baik, maka dilakukan perencanaan alternatif dengan memodifikasi simpang menggunakan APILL atau bundaran, sehingga hasil yang didapat apabila simpang dimodifikasi dengan APILL yaitu angka panjang antrean (Qlen) sebesar 51,85 m, tundaan (delay) 50,11 det/smp, dan tingkat pelayanan (LOS) F atau sangat padat, dan hasil simulasi simpang dengan Bundaran didapat angka panjang antrean (Qlen) 26,69 m, tundaan (delay) 9,76 det/smp, dan tingkat pelayanan (LOS) C. Dapat disumpulkan bahwa peningkatan menggunakan Bundaran juah lebih efektif.</p>RISQY OKTRINALDISOFYAN TRIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08399404Penetapan Tarif Tol Minimum Pada Jalan Tol Ciranjang - Padalarang
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4709
<p>Penetapan tarif tol merupakan aspek krusial dalam menilai kelayakan proyek jalan tol. Penelitian ini mengkaji Jalan Tol Ciranjang–Padalarang melalui indikator Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Weighted Average Cost of Capital (WACC), serta penghematan Biaya Operasi Kendaraan (BOK) sebagai dasar tarif tol. Metode penelitian mencakup analisis arus kas investasi, penentuan tarif berbasis BOK, dan uji sensitivitas terhadap tarif serta volume lalu lintas. Hasil menunjukkan proyek memiliki BCR > 1, namun IRR belum melampaui WACC + 2%. Nilai penghematan BOK mencapai Rp 2.970/km dengan rekomendasi tarif maksimum Rp 2.386/km. Analisis sensitivitas menegaskan kelayakan dapat dicapai dengan kenaikan tarif 10%, sehingga tarif awal Rp 2.200/km dianggap realistis. Dengan demikian, penetapan tarif tol berperan penting dalam menjamin kelayakan finansial investasi jalan tol.</p>ISMAIL MU’AFAKATARINA RINI RATNAYANTI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08405409PERBANDINGAN ASPEK SINYAL TERHADAP KINERJA TUNDAAN DAN ANTREAN DI PERSIMPANGAN DENGAN PTV VISSIM
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4710
<p>Persimpangan merupakan elemen penting dalam jaringan jalan karena menjadi titik temu antar ruas jalan yang memungkinkan pergerakan kendaraan dan pejalan kaki dalam berbagai arah. Kinerja simpang bersinyal sangat dipengaruhi oleh pengaturan aspek sinyal lalu lintas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja simpang bersinyal terhadap variasi aspek sinyal menggunakan simulasi mikroskopik pada PTV Vissim. Simulasi yang dilakukan menggunakan Simpang Jalan Jawa – Jalan Sunda yang merupakan data sekunder. Analisis dilakukan dengan mengukur panjang antrean dan tundaan pada empat variasi sinyal: redred/ amber-green-amber, red-green-amber, red-green-flashing green-amber dan red-greenflashing green. Hasil menunjukkan skenario red-green-flashing green menghasilkan rata-rata tundaan terendah (28,00 detik) dan antrean rata-rata 92,06 meter, secara sistem tetap menunjukkan kinerja lalu lintas yang baik. Skenario ini dinilai optimal karena meningkatkan efisiensi waktu tanpa mengurangi kapasitas simpang</p>WAFI GHAFARA ARABYSOFYAN TRIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08410413Penentuan Titik Netral pada Tiang Pancang sebagai Batas Transisi Negative skin Friction ke Tahanan Selimut Positif
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4711
<p>Penggunaan tiang pancang pada tanah lunak sering menghadapi masalah negative skin friction (NSF), yaitu gaya geser negatif akibat penurunan tanah yang lebih besar dibandingkan penurunan tiang. NSF menambah beban aksial (dragload) sehingga dapat mengurangi kapasitas dukung efektif. Salah satu aspek penting dalam fenomena ini adalah titik netral (neutral plane), yaitu kedalaman di mana gaya geser negatif berakhir dan berubah menjadi tahanan selimut positif. Penelitian ini bertujuan menentukan kedalaman titik netral menggunakan metode kurva beban–tahanan (load–resistance distribution method) berdasarkan data hasil Standard Penetration Test (SPT). Analisis dilakukan pada tiang tunggal berdiameter 0,6 m dengan panjang 25 m. Hasil menunjukkan titik netral berada pada kedalaman 14 m dengan total gaya negatif (Qnsf) sebesar 128,74 kN. Kurva beban–tahanan memperlihatkan bahwa di atas titik netral bekerja gesekan negatif, sedangkan di bawahnya terjadi kontribusi tahanan selimut positif. Temuan ini menegaskan pentingnya penentuan titik netral dalam perencanaan tiang pancang pada tanah lunak.</p>MUHAMMAD ARIEF SALEHYUKI ACHMAD YAKINN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08415418PEMODELAN MECHANICALLY STABILIZED EARTH WALL PADA KONSTRUKSI LERENG RAMP JALAN TOL CAKUNG DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA 3D
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4713
<p>Mechanically Stabilized Earth Wall atau dinding MSE merupakan sistem penahan tanah yang terdiri dari lapisan tanah timbunan yang diperkuat secara internal dengan elemen geosintetik untuk meningkatkan stabilitas lereng timbunan. Hasil penelitian berupa evaluasi bidang gelincir, nilai faktor keamanan, dan nilai deformasi lateral pada lereng timbunan dengan perkuatan dinding MSE untuk memanfaatkan efisiensi ruang di wilayah yang padat akan permukiman seperti di Cakung, Jakarta Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bidang gelincir dan nilai faktor keamanan pada lereng timbunan, serta nilai deformasi lateral yang terjadi pada dinding MSE. Spesifikasi elemen geosintetik dimodelkan dengan menggunakan panjang geosintetik 6 meter, kuat tarik 75 kN, dan spasi vertikal 50 cm yang memperoleh nilai faktor keamanan global sebesar 1,917 pada kondisi long term dan deformasi lateral sebesar 4,83 cm pada kondisi long term yang mana nilai-nilai tersebut sudah memenuhi persyaratan SNI 8460 Tahun 2017.</p>RENAL SAYYIDAN AKBARINDRA NOER HAMDHAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08419424PEMANFAATAN MORTAR BUSA PADA TIMBUNAN DIATAS TANAH LUNAK
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4715
<p>Tanah lunak sering menjadi kendala utama dalam pembangunan infrastruktur karena memiliki daya dukung rendah dan kompresibilitas tinggi. Penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan mortar busa sebagai timbunan ringan terhadap stabilitas konstruksi di atas tanah lunak dengan metode numerik menggunakan PLAXIS 3D. Analisis dilakukan pada timbunan setinggi 10 dengan kuat tekan minimum mortar busa 2000 kPa serta proporsi material 75% mortar busa +25% tanah timbunan dengan 100 % tanah timbunan. Parameter tanah diperoleh dari hasil uji Standard Penetration Test (SPT) di proyek Terminal Batu Bara Keramasan, Palembang. Hasil pemodelan menujukkan bahwa adanya proporsi mortar busa mengurangi penurunan tanah dasar secara signifikan serta meningkatkan nilai faktor keamanan (SF) dibandingkan 100% tanah timbunan. Selain itu, penggunaan mortar busa memberikan waktu konsolidasi yang lebih cepat dan menghasilkan kondisi lereng yang stabil. Dengan demikian, mortar busa efektif sebagai alternatif material timbunan pada konstruksi jalan diatas tanah lunak.</p>DIANA PERTIWIIMAM ASCHURI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08425429PEMODELAN PENURUNAN KONSOLIDASI TANAH LUNAK DENGAN MODEL SOFT SOIL MENGGUNAKAN PLAXIS 2D
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4717
<p>Tanah lunak dengan kompresibilitas tinggi dan permeabilitas rendah sering menjadi penyebab terjadinya penurunan tanah yang signifikan, khususnya pada wilayah pesisir seperti Jakarta Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perilaku konsolidasi tanah lunak akibat pembebanan timbunan dengan pendekatan numerik menggunakan Soft Soil Model (SSM) pada perangkat lunak PLAXIS 2D. Data tanah diperoleh dari hasil penyelidikan geoteknik berupa bor log pada lokasi proyek jalan tol di Jakarta Utara. Pemodelan dilakukan pada kondisi eksisting dengan tahapan analisis meliputi initial phase, pemberian beban timbunan, hingga proses konsolidasi alami sesuai karakteristik tanah lunak. Hasil analisis menunjukkan bahwa penurunan vertikal (settlement) yang terjadi cukup besar dengan waktu konsolidasi yang panjang, hal ini disebabkan oleh rendahnya permeabilitas dan sifat kompresibilitas tanah. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pembangunan di atas tanah lunak memerlukan perhatian khusus karena berisiko terhadap kestabilan dan umur layan konstruksi yang direncanakan.</p>FADYA DAMA YAAFIINDRA NOER HAMDHAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08430435KAJIAN SIFAT INDEKS PROPERTIES, KEPADATAN KERING DAN KADAR AIR OPTIMUM TANAH LEMPUNG DENGAN CAMPURAN LIMBAH PLASTIK POLYPLANE
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4719
<p>Tanah lempung memiliki daya dukung rendah, plastisitas tinggi, serta mudah mengalami perubahan volume akibat fluktuasi kadar air sehingga tidak memenuhi syarat teknis sebagai lapisan dasar konstruksi. Salah satu upaya perbaikannya adalah stabilisasi mekanis dengan memanfaatkan limbah plastik polypropylene (PP) yang sulit terurai di lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan limbah plastik terhadap sifat fisis tanah asli dan sifat mekanis tanah campuran, khususnya pada uji pemadatan. Metode yang digunakan meliputi pengujian laboratorium terhadap sifat fisis tanah asli (kadar air, berat isi, berat jenis, serta batas Atterberg) dan sifat mekanis melalui pemadatan Standard Proctor metode A. Variasi plastik yang ditambahkan adalah 1,5%, 2%, 5%, dan 10% dari berat kering tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisis hanya dikarakterisasi pada tanah asli, sedangkan pada sifat mekanis penambahan limbah plastik mampu meningkatkan MDD dan menghasilkan kadar air optimum yang lebih baik pada persentase tertentu. Campuran dengan kadar plastik optimum menghasilkan pemadatan yang lebih stabil, sementara penambahan berlebih justru menurunkan kinerja akibat distribusi partikel yang tidak merata. Temuan ini menunjukkan bahwa limbah plastik PP berpotensi sebagai bahan perbaikan tanah lunak sekaligus mendukung pengelolaan limbah berkelanjutan.</p>FIRDHAN FATIHATUR ROZAKDESTI SANTI PRATIWI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08437441Evaluasi Penurunan Jalur Kereta Api Lintas Cikampek – Cirebon Berdasarkan Penyelidikan Tanah CPT dengan Plaxis 3D
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4721
<p>Segmen jalur rel Cikampek–Cirebon mengalami penurunan berulang akibat kondisi tanah dasar yang didominasi lempung lunak, sehingga diberlakukan perbaikan sementara dan penurunan kecepatan menjadi 80 km/jam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi besarnya penurunan, faktor keamanan, serta waktu konsolidasi pada kondisi eksisting tanpa perkuatan, baik akibat beban kereta maupun gempa. Analisis dilakukan dengan metode numerik menggunakan PLAXIS 3D, dengan parameter tanah hasil korelasi CPT. Beban kereta dimodelkan sebagai beban statis ekuivalen dengan pendekatan Profillidis pada kecepatan 80 km/jam, sedangkan beban gempa dimodelkan secara pseudostatik. Hasil analisis menunjukkan penurunan sebesar 0,7031 m dengan waktu konsolidasi sekitar 1265 hari, serta faktor keamanan hanya 1,264, masih di bawah syarat minimum regulasi. Untuk kondisi gempa, faktor keamanan tidak memenuhi kriteria bahkan menunjukkan potensi keruntuhan. Dengan demikian, kondisi eksisting tetap tidak aman dan memerlukan metode perbaikan tanah yang lebih efektif.</p>ADI AKBARDESTI SANTI PRATIWIDICKY ARISIKAM
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08442446Analisis Stabilitas Bendung Studi Kasus Bendung Peusangan
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4722
<p>Bendung Peusangan merupakan salah satu infrastruktur penting yang berfungsi untuk mengatur aliran air dan mendukung kebutuhan irigasi. Stabilitas bendung menjadi faktor utama untuk menjamin keberlanjutan fungsi dan keamanan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas Bendung Peusangan dengan menggunakan metode elemen hingga melalui perangkat lunak Plaxis 2D. Analisis dilakukan dengan memodelkan kondisi geometri bendung serta parameter tanah berdasarkan data hasil penyelidikan lapangan dan laboratorium. Parameter yang dianalisis meliputi distribusi tegangan, deformasi, serta faktor keamanan terhadap potensi keruntuhan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa bendung masih berada pada kondisi stabil dengan nilai faktor keamanan yang memenuhi standar perencanaan. Namun demikian, terdapat indikasi konsentrasi tegangan dan deformasi pada area tertentu yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut dalam perencanaan perkuatan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan dan pemeliharaan Bendung Peusangan, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian stabilitas bendungan menggunakan metode numerik.</p>HADI NUR FADILLAIMAM ASCHURI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08447450PENGARUH PENAMBAHAN ABU SISA PEMBAKARAN SAMPAH RUMAH TANGGA UNTUK SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PADA PRODUKSI BETON GEOPOLIMER
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4731
<p>Penelitian ini mengevaluasi pengaruh penggantian agregat halus (pasir) dengan abu hasil pembakaran sampah rumah tangga pada kekuatan tekan beton geopolimer berbasis abu terbang (fly ash). Beton geopolimer dipilih karena ramah lingkungan dan dapat mengurangi ketergantungan pada semen Portland konvensional. Substitusi abu sampah dilakukan pada kadar 0% dan 25%. Metode penelitian meliputi pengujian sifat material (berat jenis, kadar lumpur, analisis saringan), pencampuran campuran beton geopolimer dengan variasi substitusi, pembuatan silinder uji (Ø10×20 cm) dan pengujian kuat tekan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil uji menunjukkan bahwa penambahan abu sampah secara konsisten menurunkan kekuatan tekan beton. Kuat tekan maksimum (28 hari) dicapai pada 0% substitusi (33,44 MPa), dan terendah pada 20% (13,22 MPa). Penurunan kekuatan ditengarai akibat reaksi alkali-silika dan kandungan mineral montmorillonit dalam abu yang menyebabkan ekspansi dan retakan. Substitusi moderat (<25%) dapat dijadikan alternatif penggunaan limbah sampah. Rekomendasi penelitian selanjutnya mencakup penggunaan aditif atau perlakuan lain untuk mengendalikan efek reaktif abu tersebut</p>ARI RAFIF BHADRIKAEUNEKE WIDYANINGSIH
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08451454SERBUK KACA SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL POWDER PADA SELF COMPACTING CONCRETE
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4741
<p>Self compacting concrete mampu mengisi seluruh ruang dalam cetakan bekisting serta mengalir melewati hambatan pada struktur yang menggunakan tulangan tanpa perlu proses pemadatan menggunakan alat vibrator beton. Serbuk kaca sebagai substitusi parsial terhadap fly ash pada self compacting concrete dipilih karena sifatnya yang pozzolanik, tidak porous, serta mampu meningkatkan performa beton. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Material Konstruksi Institut Teknologi Nasional Bandung dengan variasi substitusi serbuk kaca sebesar 0%, 25%, dan 50% dari total fly ash. Pengujian meliputi analisis material, perencanaan campuran menggunakan metode Okamura dan SNI 03-2834-2000, serta uji kuat tekan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi 25% serbuk kaca memberikan kuat tekan optimum sebesar 61,96 MPa, meningkat 7,58% dibandingkan beton tanpa substitusi (57,26 MPa). Namun, pada substitusi 50% terjadi penurunan kuat tekan menjadi 46,75 MPa akibat berkurangnya reaksi pozzolanik fly ash. Kesimpulannya, penggunaan serbuk kaca dapat meningkatkan kuat tekan beton SCC pada kadar tertentu, dengan persentase optimum pada 25% substitusi terhadap fly ash.</p>HAIKAL ARDANI SANTOSOBERNARDINUS HERBUDIMAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08456460Kajian Karakteristik Kuat Tekan Pada Beton Berbasis Semen Terhadap Pengaruh Pembakaran
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4743
<p>Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kuat tekan beton berbasis semen Portland sebelum dan setelah terpapar suhu tinggi simulasi kebakaran. Metode eksperimen melibatkan pembuatan sampel silinder beton (diameter 10 cm, tinggi 20 cm) dengan mutu rencana fc'30 MPa, variasi durasi pembakaran (0, 30, 60, 90, 120 menit), serta pengujian kuat tekan pada umur 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa beton berbasis semen mengalami penurunan kuat tekan rata-rata 15,63 %. Hal ini membuktikan beton berbasis semen memiliki kelemahan terhadap api yang dapat mengakibatkan penurunan terhadap nilai kuat tekan.</p>Yasser Gillan EmersonEuneke Widyaningsih
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08461465Kajian Kinerja Struktural Beton Bertulang dan Struktur Kayu dalam Desain Bangunan Hotel
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4745
<p>Penelitian ini membandingkan respons struktur sistem beton bertulang dan rangka kayu gergajian Bangkirai pada Hotel X Ciater, dengan analisis ETABS 22.0 berdasarkan beban mati, gempa statik dan dinamik (SNI 1726:2019), serta desain kayu (SNI 7973:2023). Evaluasi meliputi kapasitas lentur dan geser balok, interaksi lentur-tekan kolom, waktu getar alami, gaya geser dasar, distribusi lateral, simpangan antar-lantai, lendutan, dan efektivitas penampang. Hasil menunjukkan balok kayu memiliki rasio lentur 0,76–0,87 dan geser 0,22–0,58; balok beton 0,42–0,80 (lentur) dan 0,23–0,53 (geser). Kolom kayu berinteraksi lenturtekan rasio 0,37–0,84; beton 0,36–0,88. Waktu getar kayu ≈ 0,63 s, beton ≈ 0,94 s, sehingga gaya geser dasar kayu 500 kN jauh lebih rendah daripada beton 2258 kN. Meskipun lendutan dan simpangan kayu lebih tinggi, keduanya memenuhi batas δ_izin dan 0,025 h. Rangka kayu Bangkirai terbukti efisien, ringan, dan kompetitif secara seismik.</p>BAIZAL FIRMANSYAHNESSA VALIANTINE
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08466471Respons Struktur Gedung Supermarket Di Soreang
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4747
<p>Pertumbuhan populasi dan peningkatan aktivitas ekonomi di daerah Soreang, Kabupaten Bandung, telah memicu pembangunan infrastruktur modern, termasuk gedung-gedung komersial seperti supermarket. Penelitian ini membahas respons struktur gedung supermarket yang berlokasi di Soreang terhadap beban gempa sesuai dengan ketentuan SNI 1726:2019. Penilitian ini dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS 21. Analisis struktur dilakukan dengan menggunakan metode response spectrum untuk mengevaluasi respons struktur bangunan meliputi simpangan antar lantai, gaya geser dasar, dan efek PDelta. Hasil analisis menunjukkan seluruh parameter berada pada batas aman sesuai dengan peraturan. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa struktur supermarket yang dianalisis memiliki kinerja yang aman dan layak untuk menghadapi gempa rencana.</p>MUHAMMAD RAIHAN TSANI TSANIERMA DESIMALIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08472477Evaluasi Perilaku Struktur Jembatan Box Girder Pracetak pada Fly Over Pusdikpom Kota Cimahi
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4749
<p>Jembatan merupakan infrastruktur vital dalam jaringan transportasi, sehingga inovasi pada desain dan metode konstruksi diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi. Penelitian ini menganalisis perilaku struktur jembatan box girder pracetak dengan studi kasus pada Fly Over Pusdikpom Kota Cimahi (bentang 25 m). Metode penelitian meliputi perhitungan manual berdasarkan SNI 1725:2016 dan analisis struktur menggunakan SAP2000. Hasil menunjukkan rasio kapasitas pracetak sebesar 0,89, dengan lendutan akhir 16,9 mm. Metode ini memenuhi persyaratan kekuatan dan kelayakan layanan, dengan perbedaan utama pada gaya prategang dan lendutan akhir.</p>Adefta Ginda HefnandaEuneke Widyaningsih
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08478483RESPON STRUKTUR GEDUNG SERBAGUNA DENGAN MATERIAL BETON BERTULANG
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4752
<p>Pembangunan gedung bertingkat di Indonesia terus meningkat seiring kebutuhan fasilitas publik, sementara kondisi geologis menjadikan Indonesia wilayah rawan gempa. Oleh karena itu, aspek keselamatan struktur menjadi prioritas utama dalam perencanaan. Beton bertulang banyak digunakan karena memiliki kekuatan tinggi, ekonomis, dan mudah dikerjakan. Untuk menilai kinerja struktur terhadap gempa, metode analisis respons spektrum sesuai SNI 1726:2019 digunakan karena mampu menggambarkan perilaku struktur lebih akurat dibanding metode statik ekivalen. Penelitian Putri dkk. (2021) juga menunjukkan bahwa analisis respons spektrum dapat memberikan gambaran kinerja struktur beton bertulang secara lebih detail. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons struktur gedung beton bertulang melalui analisis respons spektrum dengan pemodelan menggunakan ETABS v22, mengacu pada SNI 1726:2019, SNI 2847:2019 dan SNI 1727:2020. Parameter yang ditinjau meliputi periode struktur, modal participant mass ratio, simpangan antar lantai, gaya geser dasar, dan efek P-Delta. Hasil analisis menunjukkan seluruh parameter memenuhi ketentuan, sehingga struktur dinyatakan aman terhadap beban gempa rencana.</p>AKMAL RAMDANI WIJAYAERMA DESIMALIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08484489KUAT TEKAN BETON SELF COMPACTING CONCRETE DENGAN MENGGUNAKAN SERBUK GRANIT SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL PASIR
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4754
<p>Self Compacting Concrete (SCC) adalah inovasi beton yang mampu mengalir dan memadat sendiri tanpa bantuan alat pemadat, sehingga ideal untuk struktur dengan geometri kompleks dan area sempit. Salah satu tantangan dalam pengembangan SCC adalah ketersediaan material seperti pasir. Serbuk granit, limbah industri hasil pemotongan batu granit, berpotensi sebagai material substitusi ramah lingkungan karena bentuknya yang halus dan kandungan silika tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh serbuk granit sebagai substitusi parsial terhadap pasir dalam campuran SCC terhadap kuat tekan beton. Variasi dilakukan dalam pendekatan serbuk granit menggantikan pasir pada variasi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Selain itu, diuji juga kombinasi penggunaan serbuk granit sepenuhnya menggantikan pasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi serbuk granit terhadap pasir optimal pada 50% dengan kuat tekan 65,86 MPa, meningkat 11,5% dari beton normal.</p>ILHAM FAUZAN ADITYABERNARDINUS HERBUDIMAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08491495PEMODELAN PERBAIKAN TANAH LUNAK DENGAN CONTROLLED MODULUS COLUMN MENGGUNAKAN PLAXIS 2D
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4757
<p>Indonesia menghadapi tantangan geoteknik signifikan akibat tanah lunak dengan kompresibilitas tinggi dan permeabilitas rendah, seperti yang ditemukan pada proyek Jalan Tol Cisumdawu Seksi 6A. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Controlled Modulus Column (CMC) dalam mereduksi penurunan tanah dan mengoptimalkan waktu konstruksi. Metodologi yang digunakan adalah pemodelan numerik dengan perangkat lunak PLAXIS 2D pada data pengeboran BH-09 yang memiliki ketebalan tanah lunak 10 meter. Analisis dilakukan dengan menggunakan diameter 0,5 m, spasi 1,5D, dan kedalaman 10 m. Hasil analisis menunjukkan bahwa CMC mampu mereduksi penurunan hingga 50,26% dan mempersingkat waktu konsolidasi hingga 97,82%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan tanah menggunakan CMC mampu meningkatkan stabilitas tanah dan mempercepat durasi proyek secara signifikan.</p>HELMY NUGRAHA IRAWANINDRA NOER HAMDHAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08497502ANALISIS STABILITAS LERENG TANAH VULKANIK AKIBAT PEMBEBANAN KOMBINASI
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4735
<p>Lereng tanah vulkanik di Cianjur rusak akibat gempa November 2022 (5,6 M) dan curah hujan tinggi. Penelitian ini mengevaluasi stabilitas lereng pada kondisi kombinasi hujan dan gempa menggunakan PLAXIS 2D dengan model Mohr-Coulomb dan Hardening Soil. Hasil menunjukkan penurunan signifikan faktor keamanan di bawah batas SNI 8460:2017 (SF > 1,5). Model Mohr- Coulomb menghasilkan gelincir dangkal dan penurunan faktor keamanan drastis, sedangkan Hardening Soil menunjukkan keruntuhan progresif dengan deformasi lebih besar dan realistis. Analisis saturasi dan suction menunjukkan hujan meningkatkan saturasi hingga 100% dan menurunkan suction menjadi 0 kN/m², sehingga lereng menjadi kritis. Studi ini menegaskan pentingnya kajian geoteknik untuk menentukan tindakan perkuatan lereng pada wilayah rawan bencana.</p>IRA RIZKI NADILAYUKI ACHMAD YAKIN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08503508Evaluasi Potensi Likuefaksi Sebelum dan Setelah Perbaikan Tanah Menggunakan Metode Analitik Youd dan Idriss (2001) di Daerah Yogyakarta
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4759
<p>Likuefaksi merupakan fenomena hilangnya kekuatan geser tanah akibat peningkatan tekanan air pori berlebih yang disebabkan oleh beban siklik (beban gempa), yang dapat menimbulkan kerusakan serius pada infrastruktur. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, untuk mengevaluasi potensi likuefaksi sebelum dan sesudah perbaikan tanah menggunakan metode dynamic compaction, menggunakan metode analitik yang dikembangkan oleh Youd dan Idriss (2001) untuk menghitung safety factor (SF). Data penelitian diperoleh dari uji Standard Penetration Test (SPT) pada sepuluh titik borlog, lima sebelum perbaikan dan lima setelah perbaikan. Hasil menunjukkan bahwa potensi likuefaksi terbesar terdapat pada lapisan tanah pada kedalaman 0–6 meter dengan nilai SF < 1 sebelum perbaikan. Setelah dilakukan dynamic compaction, terjadi peningkatan SF sebesar 44%–514%. Kesimpulannya, dynamic compaction terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan tanah dan mengurangi risiko likuefaksi di lokasi penelitian.</p>NAZIFA NURUL KHAIURNNISADESTI SANTI PRATIWI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08509514ANALISIS STABILITAS LERENG BATUAN GALIAN MENGGUNAKAN MATERIAL MODEL HOEK BROWN PADA PLAXIS 2D
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4761
<p>Stabilitas lereng batuan galian merupakan faktor penting dalam perencanaan infrastruktur, terutama di wilayah dengan kondisi geologi kompleks. Salah satu metode analisis numerik yang banyak digunakan adalah metode elemen hingga (Finite Element Method) dengan perangkat lunak PLAXIS 2D. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng batuan galian dengan menggunakan Soil Model Hoek- Brown. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari proyek Tol Probolinggo–Banyuwangi, dengan parameter utama berupa kuat tekan uniaksial (UCS) batuan siltstone sebesar 27 MPa. Pemodelan dilakukan dengan geometri lereng kedalaman galian 36 meter dan menggunakan metode shear strength reduction untuk mendapatkan nilai faktor keamanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan lereng batuan yang diperoleh dari Soil Model Hoek-Brown berada di atas 1,5 sehingga memenuhi kriteria stabilitas menurut SNI 8460:2017. Pola bidang gelincir yang terbentuk cenderung berbentuk melengkung (circular failure), sesuai dengan karakteristik massa batuan yang dimodelkan secara homogen. Penelitian ini menegaskan bahwa Soil Model Hoek-Brown dapat digunakan secara efektif dalam menganalisis kestabilan lereng batuan galian.</p>DIANRA MALIKA YASMINEINDRA NOER HAMDHAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08515519Pengaruh Beban Dinamik Mesin pada Tanah Lempung Lunak terhadap Penurunan Fondasi Tipe Fleksibel Menggunakan Metode Numerik
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4764
<p>Penelitian ini menganalisis respons fondasi dangkal terhadap beban dinamis mesin untuk menjaga stabilitas struktur dari getaran industri. Tujuannya adalah menganalisis penurunan fondasi dangkal akibat variasi frekuensi beban dinamis mesin, dengan fokus pada fondasi flexible type di tanah soft clay. Metode yang digunakan adalah simulasi numerik berbasis metode elemen hingga dengan perangkat lunak PLAXIS 2D, memodelkan interaksi tanah-fondasi di bawah beban harmonik mesin TFO twisting 350 rpm (frekuensi 12 Hz). Variabel yang dikaji meliputi pengaruh redaman dan muka air tanah pada fondasi flexible type di tanah soft clay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fondasi flexible type pada tanah soft clay tanpa redaman dan dengan muka air tanah mengalami penurunan terbesar. Kesimpulannya, desain fondasi mesin harus mempertimbangkan karakteristik frekuensi beban dinamis dan penerapan redaman untuk meminimalkan penurunan struktural, terutama pada fondasi flexible type di tanah soft clay dengan muka air tanah.</p>MUHAMMAD RIZKI BIHALALIKADESTI SANTI PRATIWI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08521526Analisis Kedalaman Fixity Point dan Kapasitas Lateral Berdasarkan Variasi Panjang dan Diameter Tiang
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4769
<p>Penelitian ini membahas analisis perilaku tiang pancang terhadap beban lateral dengan fokus pada dua parameter utama, yaitu kedalaman fixity point dan kapasitas lateral. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak ENSOFT LPile dengan variasi panjang serta diameter tiang Ø400 mm, Ø600 mm, dan Ø800 mm. Nilai fixity point awal ditentukan dari tiang sepanjang 40 m, kemudian digunakan sebagai acuan dalam penentuan variasi panjang. Hasil analisis menunjukkan bahwa diameter tiang berpengaruh dominan terhadap kedalaman fixity point maupun kapasitas lateral, di mana semakin besar diameter menghasilkan fixity point yang lebih dalam dan kapasitas lateral yang lebih tinggi. Sebaliknya, variasi panjang tiang memberikan pengaruh yang terbatas setelah melewati kedalaman fixity point awal. Hasil ini menegaskan bahwa pemilihan diameter tiang merupakan faktor utama dalam perencanaan fondasi pancang yang efektif dan aman dalam menahan beban lateral, sekaligus memberikan masukan praktis bagi perencana struktur dalam menentukan dimensi tiang yang sesuai.</p>DIANI MUHARANI YUSUFYUKI ACHMAD YAKIN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08527532Pengendalian Muka Air Tanah Menggunakan Vacuum Drain Terhadap Stabilitas Lereng Galian
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4785
<p>Muka air tanah yang tinggi kerap membatasi stabilitas lereng galian karena menaikkan tekanan pori dan menurunkan tegangan efektif. Kajian ini menilai efektivitas vacuum drain sedalam 30 meter sebagai strategi pengendalian muka air tanah untuk meningkatkan faktor keamanan pada galian bertahap. Pemodelan dilakukan secara numerik dengan PLAXIS dua dimensi (model Mohr– Coulomb), tahapan konstruksi direpresentasikan bertahap, dan kinerja dinilai melalui prosedur reduksi φ–c terhadap kriteria desain yang berlaku. Hasil menunjukkan kondisi tanpa pengendalian tidak konsisten memenuhi batas rancangan, sedangkan penerapan vacuum drain menghasilkan peningkatan faktor keamanan yang merata pada seluruh tahapan, menyeimbangkan perbedaan kinerja antar sisi lereng. Secara mekanistik, perbaikan terkait penurunan tekanan air pori yang menaikkan tegangan efektif dan kapasitas geser pada bidang gelincir kritis. Metode ini direkomendasikan untuk lokasi serupa dengan pengendalian mutu pemasangan dan pemantauan piezometrik yang tertib; batasan jangka pendek dan tanpa beban gempa disarankan diuji lanjut.</p>ROBIN SATRIO HENDRAYANTOINDRA NOER HAMDHAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08533536PERBAIKAN TANAH LUNAK MENGGUNAKAN EPS GEOFOAM SEBAGAI PENGGANTI MATERIAL TIMBUNAN
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4786
<p>Perkembangan infrastruktur di Indonesia memerlukan metode perbaikan tanah yang efektif, khususnya pada tanah lunak dengan daya dukung rendah dan potensi penurunan tinggi. Salah satu material alternatif yang dapat digunakan adalah Expanded Polystyrene (EPS) geofoam. Penelitian ini mengkaji penerapan EPS geofoam pada pembangunan jalan hauling di area pertambangan Keramasan, Sumatra Selatan. Analisis dilakukan terhadap kombinasi tanah dan EPS geofoam 50% pada tinggi timbunan 10 m, dengan pemodelan menggunakan PLAXIS 3D. Parameter yang diamati meliputi penurunan tanah, waktu konsolidasi, dan nilai safety factor. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan EPS geofoam mampu mereduksi penurunan tanah sebesar 66,26% serta mempercepat waktu konsolidasi hingga 70.56%. Selain itu, terjadi peningkatan safety factor sebesar 94,41%.</p>SALSABILLA SUSDEVANIIMAM ASCHURI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08537542Analisis Kinerja Struktur Gedung Menggunakan Fluid Viscous Damper dengan Variasi Pola Pemasangan terhadap Respon Dinamik
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4794
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasangan Fluid Viscous Damper (FVD) terhadap kinerja seismik struktur gedung. Analisis dilakukan pada tiga model struktur: tanpa FVD, dengan FVD variasi 1, dan dengan FVD variasi 2. Metode analisis yang digunakan adalah time history analysis dengan input gempa El Centro, Iwate–Japan, dan New Zealand. Parameter yang dianalisis meliputi periode alami struktur, gaya geser dasar, simpangan antar lantai, modal partisipasi massa, dan level kinerja berdasarkan ATC-40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan FVD menurunkan periode alami struktur hingga 63,05%, meningkatkan gaya geser dasar hingga 85,17%, serta mengurangi simpangan antar lantai sehingga memenuhi batas izin yang ditetapkan. Modal partisipasi massa mencapai lebih dari 90%, bahkan 100% pada arah tertentu dengan FVD. Level kinerja struktur berada pada kategori Immediate Occupancy (IO) baik sebelum maupun sesudah pemasangan FVD, namun variasi 2 memberikan kinerja lebih optimal dibanding variasi 1.</p>MAHFUDZ ADIBNESSA VALIANTINE DIREDJA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08550555Perkuatan Dinding Secant Pile Menggunakan Ground Anchor dengan Pendekatan Node to Node Anchor dan Embedded Beam
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4795
<p>Pembangunan Stasiun Pompa Ancol Sentiong di Jl. RE. Martadinata memerlukan galian dalam setinggi 8.7 m yang diperkuat dengan dinding secant pile dan sistem penunjang ground anchor untuk menjaga stabilitas serta meminimalkan kedalaman secant pile. Penelitian ini menganalisis kinerja perkuatan ground anchor melalui pemodelan Plaxis 2D dengan pendekatan node to node anchor sebagai free length dan embedded beam sebagai bonded length, berdasarkan output faktor keamanan, deformasi lateral, dan gaya aksial maksimum pada ground anchor. Hasil analisis memperoleh nilai faktor keamanan > 1.5 sesuai SNI 8460:2017, dengan kondisi bagian Selatan lebih stabil karena berada pada lapisan tanah yang lebih kaku. Deformasi lateral dinding sedikit melebihi batas izin 0.5%, yaitu sebesar 0.53% di sisi Utara dan 0.51% di sisi Selatan. Gaya aksial maksimum tercatat 497.4 kN di sisi Utara dan 448.6 kN di sisi Selatan, masih berada di bawah kapasitas tarik angkur yaitu 632.8 kN sehingga sistem perkuatan ground anchor dinyatakan aman.</p>DEFRILY PUTRIA DIYANTIINDRA NOER HAMDHAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08556561PENGARUH MODULUS KEHALUSAN PASIR PADA KINERJA SELF COMPACTING CONCRETE
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4798
<p>Self Compacting Concrete (SCC) merupakan inovasi beton yang mampu memadat tanpa pemadatan mekanis, sehingga meningkatkan efisiensi pelaksanaan konstruksi sekaligus kualitas beton. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kinerja SCC adalah modulus kehalusan (FM) pasir sebagai agregat halus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi FM pasir terhadap workability dan kuat tekan beton SCC. Metode penelitian bersifat eksperimental, menggunakan tiga jenis pasir yaitu pasir Galunggung (FM 3,4), pasir Cimalaka (FM 3,7), dan pasir Garut (FM 3,8). Mix design menggunakan metode kombinasi Okamura dan SNI 03-2834-2000 dengan faktor air semen (FAS) 0,28, serta dilakukan pengujian kuat tekan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar FM pasir, kuat tekan beton SCC cenderung meningkat. Pada umur 28 hari, kuat tekan rata-rata yang diperoleh adalah 57,26 MPa (Galunggung), 69,29 MPa (Cimalaka), dan 74,27 MPa (Garut). Dengan demikian, modulus kehalusan pasir berpengaruh signifikan terhadap kinerja beton SCC, terutama dalam meningkatkan kuat tekan pada umur tertentu.</p>HAMKA AHMAD ALBANNABERNARDINUS HERBUDIMAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08562565Kajian Skema Pembiayaan Proyek Menggunakan Bank Syariah
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4800
<p>Penelitian ini mengkaji penerapan skema pembiayaan proyek konstruksi menggunakan bank syariah dengan objek Pembangunan Gedung Kantor PT PLN (Persero) Area Payakumbuh. Keterbatasan modal awal kontraktor menyebabkan kebutuhan pembiayaan eksternal yang dipenuhi melalui mekanisme bagi hasil. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan metode campuran yang menggabungkan simulasi arus kas proyek dan wawancara dengan pihak bank. Simulasi dilakukan untuk menilai sensitivitas arus kas terhadap besaran nisbah bagi hasil dalam dua kondisi, yaitu proyek dengan down payment dan proyek tanpa down payment, sedangkan wawancara memberikan pemahaman mengenai kebijakan dan fleksibilitas pembiayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek dengan down payment menghasilkan saldo kas akhir yang lebih tinggi karena sebagian kebutuhan modal dapat ditutupi sejak awal, sedangkan proyek tanpa down payment menunjukkan ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi risiko eksternal karena mekanisme bagi hasil menyesuaikan dengan laba bersih. Penelitian ini menegaskan bahwa skema bank syariah mampu memberikan pilihan pembiayaan yang adaptif sesuai kondisi awal proyek dan potensi risiko yang dihadapi.</p>SATRIA MAHARDIKAHAZAIRIN HAZAIRIN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08567571STUDI KOMPARASI BIAYA MATERIAL BETON GEOPOLIMER DENGAN BETON KONVENSIONAL
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4801
<p>Pembangunan gedung bertingkat membutuhkan material konstruksi yang efisien sekaligus ramah lingkungan. Beton konvensional berbasis semen Portland diketahui berkontribusi besar terhadap emisi karbon, sehingga beton geopolimer yang memanfaatkan limbah industri fly ash muncul sebagai alternatif berkelanjutan. Penelitian ini membandingkan biaya material beton konvensional dan beton geopolimer dengan mutu rencana f’c 25 MPa pada elemen balok dan kolom struktur gedung tiga lantai. Metode penelitian meliputi pengujian material penyusun beton, perhitungan kebutuhan volume, serta analisis harga material per 1 m³. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya material beton geopolimer lebih tinggi dibandingkan beton konvensional. Meskipun demikian, beton geopolimer memiliki keunggulan teknis dan prospek signifikan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.</p>BINTANG FAWWAZAEUNEKE WIDYANINGSIHRATIH DEWI SHIMA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08572576Analisis Penentuan Harga Jual Rumah Pada Perumahan X
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4804
<p>Penelitian ini menganalisis kelayakan ekonomi dan penentuan harga penjualan rumah tipe 36 di perumahan X, Komponen biaya yang dianalisis meliputi biaya perolehan lahan, perizinan, konstruksi, dan infrastruktur. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan mengevaluasi data investasi menggunakan metode Payback Period (PP), Internal Rate of Return (IRR), dan Benefit Cost Ratio (BCR). Hasil analisis menunjukkan proyek ini layak secara ekonomi dengan margin keuntungan minimal 4,56%. Pada tingkat ini, proyek mencapai IRR sebesar 5,75% (setara MARR), BCR 1, dan PP selama 5 tahun. Analisis kepekaan mengonfirmasi margin 4,56% sebagai ambang batas kritis, di mana penurunan harga akan membuat proyek tidak layak. Margin ini menjadi dasar penentuan harga jual minimal.</p>RISYAD HAIKAL GUNAWANKATARINA RINI RATNAYANTI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08577581Analisis Skema Pembiayaan PT X Dalam Pelaksanaan Proyek Pengeboran Air Tanah Dalam Menggunakan Bank Syariah
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4805
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis skema pembiayaan proyek pengeboran air tanah dalam pada PT X melalui bank syariah, khususnya dalam kondisi tanpa down payment (DP). Analisis dilakukan dengan membandingkan indikator keuangan berupa saldo kas akhir, Return on Equity (ROE), dan Effective Rate of Loan (ERL). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menyusun simulasi cashflow proyek yang dibiayai menggunakan skema pembiayaan syariah.</p>MUHAMMAD NAUFAL RIFQIHAZAIRIN HAZAIRIN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08582586Kajian Risiko Pekerjaan Struktur Beton Bertulang Pada Proyek X di Kota Bandung
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4806
<p>Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis risiko kecelakaan kerja pada Proyek X di Kota Bandung menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 40 responden yang terdiri dari pekerja, HSE officer, engineer, dan security proyek. Analisis risiko dilakukan dengan mengukur frekuensi dan dampak potensi bahaya sesuai pedoman Permen PUPR No. 10 Tahun 2021. Hasil menunjukkan mayoritas potensi risiko tergolong rendah hingga sedang. Rekomendasi pengendalian meliputi penggunaan alat pelindung diri lengkap, pelaksanaan tool box meeting secara rutin, pemasangan rambu-rambu keselamatan, serta pengawasan ketat terhadap penggunaan alat berat dan pekerjaan berisiko tinggi. Studi ini memberikan acuan penting dalam meningkatkan manajemen keselamatan kerja konstruksi, khususnya untuk proyek rumah ibadah, guna meminimalkan kecelakaan kerja dan menjamin kelancaran pelaksanaan proyek.</p>MUHAMMAD FARREL FAUZANSYAH TJAJAKATARINA RINI RATNAYANTI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08588592KAJIAN DAMPAK DAN TEKNIK PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR PADA RAWA
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4807
<p>Ekosistem rawa pasang surut di Indonesia berperan penting secara ekologis dan ekonomis, namun terancam oleh daya rusak air. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk kerusakan utama, menganalisis strategi pengendalian, mengevaluasi efektivitas pengelolaan masa lalu, serta mengkaji hubungannya dengan emisi gas rumah kaca. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan narrative literature review terhadap jurnal, laporan teknis, dan dokumen kebijakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerusakan utama berupa intrusi air laut yang meningkatkan salinitas, keasaman ekstrem akibat oksidasi pirit, degradasi gambut yang menimbulkan amblesan dan kebakaran, serta peningkatan banjir pasang dan hujan. Strategi pengendalian seperti pendekatan vegetatif, fisik-hidrologi, kimiawi, dan kelembagaan tidak efektif secara tunggal, sehingga diperlukan pendekatan terpadu yang adaptif. Restorasi rawa terbukti penting, tidak hanya untuk menjaga keberlanjutan ekosistem, tetapi juga sebagai strategi mitigasi emisi karbon.</p>DAMARA SUBRATABUDI TRIADI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08593598KAJIAN DAMPAK DAN TEKNIK PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR PADA SUNGAI
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4808
<p>Daya rusak air menjadi isu kritis di Indonesia, memicu frekuensi dan magnitudo bencana seperti banjir dan erosi. Studi literatur ini bertujuan menganalisis dinamika tersebut dengan menelaah tiga aspek utama: penyebab, dampak, dan upaya pengendalian. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebabnya bersifat multifaktor, berakar dari kombinasi perubahan iklim dengan aktivitas antropogenik seperti deforestasi dan urbanisasi. Dampak utamanya adalah degradasi morfologi sungai yang berujung pada peningkatan risiko bencana hidrologis. Evaluasi teknik pengendalian menyimpulkan bahwa tidak ada solusi tunggal; pendekatan struktural efektif namun berbiaya tinggi, sementara non-struktural dan vegetatif esensial untuk keberlanjutan. Kesimpulan utama studi ini adalah bahwa upaya pengendalian paling efektif harus bersifat terpadu, mengkombinasikan berbagai jenis pendekatan dari hulu hingga hilir Daerah Aliran Sungai.</p>RAKA MIFTAH RAHMATULGINABUDI TRIADI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08599604PENGEMBANGAN APLIKASI OPTIMASI PENAMPANG KOLOM BETON BERTULANG MENGGUNAKAN PYTHON
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4811
<p>Desain kolom beton bertulang yang efisien memerlukan optimasi dimensi dan tulangan untuk mengurangi biaya material sambil mempertahankan kekuatan struktur. Penelitian ini mengembangkan aplikasi Python dengan GUI Flet untuk analisis dan optimasi otomatis penampang kolom beton bertulang berdasarkan SNI 2847:2019. Aplikasi dilengkapi fitur perhitungan kapasitas nominal, visualisasi diagram interaksi, dan tata letak tulangan dengan analisis biaya material real-time. Optimasi menggunakan pendekatan iteratif brute-force untuk mengevaluasi kombinasi dimensi dan konfigurasi tulangan. Pengujian dilakukan pada lima studi kasus pembebanan toren air dengan validasi menggunakan SpColumn. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi menghasilkan desain kolom dengan distribusi tulangan simetris, rasio kapasitas mendekati 1, dan validasi akurasi tinggi (selisih 0,38%-2,15% terhadap SpColumn). Analisis ekonomis menunjukkan variasi biaya material Rp 141.378 hingga Rp 1.563.529, dengan desain optimal kolom 340×340 mm (8D22) memberikan solusi cost-effective sebesar Rp 1.306.088 untuk desain universal. Aplikasi ini dapat menjadi alat bantu yang mengintegrasikan aspek struktural dan ekonomis dalam perencanaan kolom beton bertulang.</p>BERNAT AHMAD PATRIA SYAFIUDDINKAMALUDIN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08605610Pengaruh Ukuran Maksimum Kerikil Pada Campuran Beton Memadat Mandiri (Self Compacting Concrete)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4812
<p>Kualitas self compacting concrete dipengaruhi oleh bahan penyusunnya salah satunya yaitu agregat kasar. Ukuran maksimum agregat kasar berpengaruh terhadap workabilitas dan kuat tekan beton. Pembuatan self compacting concrete dalam penelitian ini menggunakan agregat kasar jenis kerikil. Perancangan beton menggunakan gabungan SNI 03-2834 2000 dan simple mix design Okamura. Parameter yang ditetapkan ukuran maksimum agregat kasar sebesar 10 mm dan 20 mm, jumlah agregat kasar sebesar 50% volume padat, jumlah agregat halus 40% volume mortar, fly ash 20% dari total powder, kadar superplasticizer 1,8% dari total powder serta faktor air semen sebesar 0,28. Hasil pengujian yang telah dilakukan sebagai berikut. Nilai slump flow didapat dengan diameter 590 mm dicapai oleh beton dengan penggunaan kerikil ukuran maksimum 10 mm dan 550 mm penggunaan kerikil ukuran maksimum 20 mm. kuat tekan yang didapat sebesar 52,06 MPa dengan penggunaan kerikil maksimum 10 mm dan 63,04 MPa dengan penggunaan kerikil ukuran maksimum 20 mm.</p>MUHAMMAD SABRI HUDABERNARDINUS HERBUDIMAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08611616STUDI PERSENTASE KADAR FLY ASH PAITON PADA KINERJA BETON HIGH VOLUME FLY ASH
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4770
<p>Fly ash merupakan material yang berasal dari sisa pembakan batubara yang tidak terpakai, Fly Ash mempunyai kadar bahan semen yang tinggi dan mempunyai sifat pozzolanic, memiliki ukuran yang kecil yaitu 45 μm di mana lebih kecil dari ukuran semen yaitu 75 μm, ukuran kecil tersebut dapat mengisi rongga pada beton sehingga membuat beton memiliki nilai kuat tekan yang tinggi. Pemanfaatan fly ash bahkan sampai kadar lebih dari 50% sebagai pengganti semen atau dikenal dengan High Volume Fly Ash Hareth (dalam Solikin dkk, 2022) Persentase fly ash yang digunakan pada penelitian ini adalah sebesar 0%, 30%, 50%, dan 70%. hasil uji kuat tekan pada substitusi persentase fly ash didapatkan kuat tekan terbesar pada persentase 50% fly ash dengan kuat tekan 35,82 MPa dan terkecil pada persentase 70% fly ash dengan kuat tekan 26,12 MPa</p>VINISA GHIFA RACHMANIBERNARDINUS HERBUDIMAN
Copyright (c) 2025
2026-09-092026-09-09618622PENANGANAN KONDISI PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4772
<p>Perkerasan jalan merupakan infrastruktur penting yang mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan volume lalu lintas dan beban kendaraan menyebabkan penurunan kualitas perkerasan lentur, ditandai dengan kerusakan seperti retak, deformasi, dan permukaan tidak rata. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi perkerasan lentur menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) serta memberikan rekomendasi penanganan sesuai tingkat kerusakan. Studi kasus dilakukan pada ruas jalan di SWK Bojonegoro, Kota Bandung. Metode PCI digunakan untuk menilai kerusakan struktual dan visual. Hasil penelitian menunjukkan beberapa segmen berada pada kategori baik dan cukup baik berdasarkan PCI. Hasil penilaian menggunakan metode PCI dapat menjadi acuan dalam strategi pemeliharaan yang efektif dan efisien</p>NIFFAH ROFFIFAHANDREAN MAULANA
Copyright (c) 2025
2026-09-092026-09-09623628STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH SUBSTITUSI SERBUK LIMBAH BAN KARET PADA ASPAL TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN AC-WC
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4775
<p>Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia berdampak pada bertambahnya volume limbah ban bekas yang sulit terurai secara alami. Salah satu solusi pemanfaatan limbah ini adalah penggunaan serbuk ban karet (crumb rubber) sebagai bahan tambahan dalam campuran aspal beton lapis aus (AC-WC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi serbuk limbah ban karet pada aspal terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC. Variasi kadar crumb rubber yang digunakan adalah 0%, 3%, dan 6% terhadap berat aspal Pen 60/70. Pengujian meliputi uji karakteristik agregat dan aspal sesuai SNI, uji Marshall untuk menentukan kadar aspal optimum (KAO). Hasil menunjukkan KAO untuk kadar rubber 0% sebesar 6,375% dan kadar rubber 3% sebesar 6,5%.</p>IKHSAN NANDA PRATAMABARKAH WAHYU WIDIANTO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08629633Pengaruh Optimasi Waktu Hijau Dalam Meningkatkan Kinerja Simpang Bersinyal Dengan Simulasi PTV Vissim
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4777
<p>Kemacetan pada simpang bersinyal di kawasan perkotaan sering terjadi akibat ketidakseimbangan distribusi waktu sinyal terhadap volume lalu lintas. Penelitian ini menganalisis pengaruh perubahan waktu siklus terhadap kinerja simpang bersinyal menggunakan metode analitis PKJI 2023 dan simulasi mikroskopik dengan PTV Vissim. Lokasi penelitian adalah Simpang P.H.H. Musthofa–Cimuncang, Kota Bandung. Skenario waktu siklus bervariasi antara 50% hingga 150% dari siklus awal. Hasil simulasi menunjukkan siklus optimal sebesar 97 detik (120% dari siklus awal) dengan tundaan rata-rata 22,85 detik/kendaraan, lebih rendah 26,5% dibanding kondisi eksisting (31,10 detik). Temuan ini membuktikan bahwa optimasi waktu hijau mampu meningkatkan efisiensi kinerja simpang.</p>FIDRI MUHAMMAD RENDRASOFYAN TRIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08634639Penerapan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 60 Tahun 2012 Tentang Perancangan Teknis Jalan Rel Menggunakan Autodesk Civil 3D
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4780
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 60 Tahun 2012 dalam perancangan jalur kereta api menggunakan perangkat lunak Autodesk Civil 3D. Fokus utama adalah membandingkan hasil perhitungan manual dengan hasil dari Civil 3D untuk aspek alinemen horizontal, alinemen vertikal, dan peninggian jalan rel. Proses dimulai dengan mengubah file XML bawaan Civil 3D yang sebelumnya menggunakan standar luar negeri (standar Tiongkok) menjadi standar nasional sesuai regulasi Indonesia. Parameter teknis yang digunakan mengacu pada ketentuan geometrik, seperti radius minimum, gradien maksimum, dan superelevasi maksimum. Data topografi dijadikan dasar untuk pembuatan model permukaan dan trase lintasan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa hasil perancangan dari Civil 3D memiliki tingkat kesesuaian tinggi dengan metode manual, terutama dalam aspek radius tikungan, panjang transisi, dan nilai peninggian rel. Penelitian ini menegaskan pentingnya penyesuaian standar perancangan agar output digital sesuai dengan regulasi nasional.</p>DEIQBAL MAULANASOFYAN TRIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08640644ESTIMASI EMISI KARBON DI AREA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT (Studi Kasus: Perkebunan Kelapa Sawit di Panglejar, Subang)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4782
<p>Perkembangan industri membawa dampak negatif, khususnya kerusakan lingkungan. Peningkatan emisi karbon menyebabkan ketidakstabilan iklim. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi emisi karbon yang diserap oleh vegetasi kelapa sawit di perkebunan Panglejar, Kecamatan Sariater, Kabupaten Subang, dengan memanfaatkan metode remote sensing dan menggunakan data cita satelit Landsat. Estimasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan model Light Use Efficiency (LUE) melalui pemrosesan data dari NDVI, LAI, fAPAR, PAR, GPP, NPP di platform Google Earth Engine (GEE). Data yang digunakan berupa citra Landsat 5 tahun 1990 dan Landsat 8 tahun 2024. Proses pengolahan data mencakup koreksi radiometrik, kalibrasi, perhitungan indeks vegetasi, serta estimasi emisi karbon berdasarkan parameter biofisik vegetasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan dalam pelepasan emisi karbon oleh tanaman kelapa sawit selama periode pengamatan. Pada tahun 1990, estimasi emisi karbon di lokasi penelitian mencapai 70.853 ton CO2, sedangkan pada tahun 2024 mengalami peningkatan sebesar 72.578 ton CO2. Dengan demikian perkebunan kepala sawit dianggap mampu menjaga keseimbangan lingkungan sama seperti fungsi hutan utuh</p>ADIETYA NICKO HARMIYADISONI DARMAWAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08646655ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TANAMAN TEBU DI KABUPATEN MAJALENGKA MENGGUNAKAN ALGORITMA RANDOM FOREST
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4784
<p>Kabupaten Majalengka memiliki potensi untuk mengembangkan tanaman tebu, tetapi belum didukung oleh pemetaan kesesuaian lahan yang berbasis data spasial secara sistematis.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan tebu dengan menggunakan algoritma Random Forest pada platform Google Earth Engine (GEE). Parameter utama yang dianalisis meliputi suhu permukaan, pH tanah, kemiringan lereng, dan tekstur tanah.Data sampel dikumpulkan, diseimbangkan, dan dibagi menjadi data latih serta data uji. Model Random Forest dilatih dengan menggunakan 598 Dataset dan menghasilkan akurasi sebesar 93,90% serta nilai Kappa 0,90. Analisis feature importance menunjukkan bahwa suhu adalah parameter yang paling dominan dalam klasifikasi.Hasil penelitian ini memberikan informasi spasial yang dapat digunakan sebagai dasar untuk perencanaan pengembangan lahan tebu secara efisien dan berkelanjutan. </p>RIFQI AZIS NURMADHANIHARY NUGROHO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08656661Aplikasi Machine Learning pada GEE untuk Prediksi Produktivitas Tanaman Teh Menggunakan EVI dari Citra Sentinel‒2A
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4791
<p>Teh merupakan komoditas perkebunan penting di Indonesia sehingga pemantauan produktivitasnya diperlukan untuk mendukung pengelolaan yang efisien. Penelitian ini menguji potensi citra Sentinel-2 dan algoritma Random Forest regression pada platform Google Earth Engine (GEE) untuk mengestimasi produktivitas teh di Perkebunan Kertamanah, Pangalengan. Indeks vegetasi Enhanced Vegetation Index (EVI) diekstraksi dari citra Sentinel-2 periode 2023–2025, kemudian digunakan sebagai variabel prediktor tunggal. Model dievaluasi dengan metrik RMSE, MAE, dan R². Hasil menunjukkan akurasi rendah dengan nilai RMSE 436 kg/ha, MAE 268,173 kg/ha, dan R² hanya 9,2%. Temuan ini menegaskan bahwa EVI saja belum cukup untuk merepresentasikan variasi produktivitas teh, yang juga dipengaruhi faktor agronomis lain. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi variabel tambahan seperti umur tanaman dan kondisi lingkungan untuk meningkatkan kinerja model estimasi produktivitas pada perkebunan teh.</p>SATRIA AJI PRADANADEWI KANIA SARI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08662667ANALISIS POLA PERUBAHAN DAN KORELASI LST DENGAN NDVI DAN NDWI BERDASARKAN CITRA MODIS TAHUN 2003–2024 (Studi Kasus: Kota Palangkaraya)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4796
<p>Urbanisasi yang pesat dan dinamika tutupan lahan yang cepat telah mengubah lingkungan perkotaan menjadi lahan terbangun yang cenderung menyerap panas, yang mana dapat memicu munculnya fenomena Urban Heat Island (UHI). Fenomena ini, bersama dengan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH), dapat menimbulkan berbagai dampak negatif lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola perubahan dan korelasi LST dengan NDVI dan NDWI dari tahun 2003–2024 dengan memanfaatkan data MODIS dan aplikasi Google Earth Engine. Penelitian ini memanfaatkan dataset Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), dan Normalized Difference Water Index (NDWI) 8-harian dari citra satelit MODIS untuk periode 2003–2024. Data diekstraksi dan diproses menjadi nilai rata-rata tahunan menggunakan platform Google Earth Engine (GEE) sesuai dengan batas administrasi area studi. Selanjutnya, analisis dilakukan melalui visualisasi time series, peta sebaran, dan Scatter plot korelasi untuk mengidentifikasi pola perubahan dan hubungan antar variabel. Hasil analisis menunjukkan tren kenaikan LST di Kota Palangkaraya sebesar (0,3˚C). Dinamika perubahan NDVI di Kota Palangkaraya mengalami tren penurunan sebesar (-0,02). Dinamika perubahan NDWI di Kota Palangkaraya mengalami tren penurunan sebesar (-0,002). Korelasi LST-NDVI pada Kota Palangkaraya (r = -0,54) menunjukkan korelasi negatif yang sedang. Sedangkan korelasi LST-NDWI pada Kota Palangkaraya (r = -0,87) menunjukkan korelasi negatif yang sangat kuat.</p>MUHAMMAD FAIZA ABDURRAHMANSONI DARMAWAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08668683ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI KABUPATEN CIREBON MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2A
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4797
<p>Kabupaten Cirebon sebagai wilayah pesisir di Jawa Barat mengalami perubahan garis pantai yang signifikan akibat proses alami dan aktivitas manusia. Penelitian ini menganalisis perubahan garis pantai di delapan kecamatan pesisir menggunakan citra satelit Sentinel-2A tahun 2019 dan 2024. Metode BILKO digunakan untuk delineasi batas darat dan perairan, sedangkan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dengan parameter Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR) diterapkan untuk menghitung perubahan. Hasil menunjukkan dominasi akresi di Kecamatan Losari (33,62%), Pangenan (17,69%), dan Kapetakan (17,44%), sementara abrasi tertinggi terjadi di Losari (39%) dan Gebang (29,26%). Temuan ini menjadi dasar penting untuk pengelolaan wilayah pesisir dan mitigasi dampak aktivitas manusia</p>A. M. AFLAH KUSNADITHONAS I. MARYANTO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08685690PEMANTAUAN GARIS PANTAI DI WILAYAH PESISIR CIREBON TAHUN 2019 DAN 2024 Seminar Mansoer dan FTSP EXPO 2025
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4799
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di wilayah pesisir Cirebon pada periode 2019 dan 2024 dengan memanfaatkan citra Sentinel-2 yang diolah menggunakan platform Google Earth Engine (GEE) dengan algoritma Support Vector Machine (SVM). Tahapan penelitian terdiri dari preprocessing citra (cropping, cloud removal, perhitungan MNDWI), klasifikasi darat-air dengan SVM, pengujian akurasi, ekstraksi garis pantai, serta pengamatan dan visualisasi perubahan garis pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi klasifikasi melebihi 99% setiap tahunnya. Perubahan garis pantai berbeda-beda di setiap daerah, dengan akresi lebih mendominasi di Kecamatan Astanajapura dan Pangenan, sementara abrasi terjadi di Kecamatan Gebang.</p>ANDREA AKBARDEWI KANIA SARI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08691697Aplikasi Support Vector Machine (SVM) untuk Pemetaan Garis Pantai Berbasis Sentinel-2A di Pantai Patimban, Subang
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4802
<p>Garis pantai merupakan batas yang dinamis karena dipengaruhi oleh faktor alami seperti abrasi, akresi, dan pasang surut, serta aktivitas manusia. Perubahan garis pantai dapat berdampak pada ekosistem pesisir, infrastruktur, dan kehidupan masyarakat, sehingga pemantauan yang akurat sangat diperlukan. Penelitian ini menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) untuk klasifikasi citra satelit Sentinel-2A dalam memetakan garis pantai Pantai Patimban pada tahun 2024. SVM dipilih karena kemampuannya dalam mengklasifikasikan data multispektral secara akurat, bahkan pada area dengan karakteristik spektral kompleks. Proses klasifikasi menghasilkan delineasi garis pantai yang presisi dengan akurasi lebih dari 97%. Validasi dilakukan menggunakan citra resolusi tinggi dari Google Earth Pro, memastikan keandalan hasil klasifikasi. Panjang garis pantai hasil ekstraksi pada tahun 2024 tercatat sebesar 43,60 km. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SVM merupakan metode yang efektif untuk mendukung analisis spasial dalam pemantauan lingkungan pesisir secara berkelanjutan</p>MUHAMAD MUKTI ISKANDARDEWI KANIA SARI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08698703PEMETAAN GARIS PANTAI DI PESISIR KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN ALGORITMA RANDOM FOREST BERBASIS GOOGLE EARTH ENGINE DAN CITRA SENTINEL-2A
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4810
<p>Perubahan garis pantai merupakan indikator penting dinamika wilayah pesisir yang dipengaruhi oleh faktor alami maupun aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas algoritma Random Forest dalam mengidentifikasi perubahan garis pantai berbasis citra Sentinel-2A pada wilayah pesisir Kota Semarang selama periode 2016– 2024. Proses klasifikasi menggunakan Google Earth Engine dengan memanfaatkan indeks NDWI dan Band multispektral citra sebagai variable input untuk klasifikasi dua kelas (air dan daratan), yang digunakan untuk ekstraksi garis pantai. Hasil klasifikasi menunjukkan peningkatan luas perairan sebesar ±494,33 ha dan penurunan luas daratan sebesar ±500,19 ha, mengindikasikan adanya pergeseran garis pantai ke arah darat. Evaluasi akurasi model dilakukan melalui data uji, referensi Dynamic World V1, dan interpretasi visual citra resolusi tinggi, menunjukkan nilai F1-micro lebih dari 90% untuk seluruh tahun pengamatan. Penelitian ini menunjukkan metode klasifikasi Random Forest efektif dalam pemantauan perubahan garis pantai berbasis citra satelit yang relevan untuk wilayah pesisir yang dinamis seperti Kota Semarang.</p>Siti Ridhatul ListawiyahDewi Kania Sari
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08704709Penggunaan Random Forest dalam Pemetaan Garis Pantai di Pesisir Kabupaten Karawang berdasarkan Sentinel-1 (TAHUN 2020−2024)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4577
<p>Pesisir utara Kabupaten Karawang merupakan wilayah dinamis yang rentan terhadap perubahan garis pantai akibat faktor alam dan aktivitas manusia. Penelitian ini menganalisis pola perubahan garis pantai pada pesisir menggunakan citra Sentinel-1 tahun 2020 dan 2024 dengan pendekatan klasifikasi Random Forest berbasis nilai backscatter VV. Hasil dari klasifikasi Random Forest menunjukkan akurasi yang tinggi dan konsisten, dengan Overall Accuracy sebesar 99,9% (2020) dan 99,7% (2024), serta nilai Kappa masing-masing 0,98 dan 0,99. Validasi menggunakan Google Earth Pro menunjukkan akurasi sempurna dengan Overall Accuracy 100% dan Kappa 1 pada kedua tahun. Panjang garis pantai yang terklasifikasi adalah 81,66 km. Informasi ini penting untuk mengidentifikasi wilayah yang rentan maupun stabil, sehingga dapat mendukung perencanaan tata ruang dan mitigasi bencana pesisir secara lebih tepat sasaran. Kata kunci: Garis Pantai, Sentinel, Akresi, Abrasi, Random Forest</p>JOHANES BINTANG PARULIANDEWI KANIA SARI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08710716ANALISIS KESESUAIAN PEMANFAATAN RUANG LAUT TERHADAP RENCANA JARING SERAT OPTIK BAWAH LAUT
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4578
<p>Pembangunan kabel serat optik bawah laut Di Provinsi Maluku, memerlukan perizinan mengenai pemanfaatan ruang laut. yang sesuai dengan dokumen RZWP-3-K yang diatur oleh Perda No.1 Tahun 2018 Mengenai RZWP-3-K 2018-2038. SIG dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi rencana jalur yang melewati pola ruang dan berpotongan dengan struktur ruang dalam RZWP-3-K. Proses ini dilakukan dengan menggunakan teknik overlay identity dan overlay intersect. Hasil pemrosesan data menunjukkan bahwa rencana jalur kabel serat optik melewati kawasan pariwisata sepanjang 6.757 km, kawasan pemanfaatan air laut selain energi sepanjang 0.617, kawasan perikanan sepanjang 2.039, dan kawasan transportasi sepanjang 1.390. Serta, berpotongan dengan sistem jaringan energi sebanyak 1 tititk, sistem jaringan telekomunikasi sebanyak 1 titik, dan sistem jaringan transportasi sebanyak 8 titik. Hasil analisis kesesuaian pemanfaatan ruang laut sesuai dengan Perda RZWP-3-K Provinsi Maluku 2018- 2038 menunjukkan bahwa rencana jalur kabel serat optik harus memperoleh izin karena melewati kawasan pariwisata dan kawasan pemanfaatan air laut selain energi. Untuk objek pada struktur ruang laut seperti sistem jaringan energi dan sistem jaringan telekomunikasi yang berpotongan dengan rencana jalur, perlu dilakukan koordinasi terkait keselamatan dan keamanan dari objek-objek tersebut. Kata kunci: Kabel Serat Optik, Overlay, Pemanfaatan Ruang Laut, RZWP-3-K, SIG.</p>DEYAN LISYO RAMADHAYANISUMARNO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08718723Kajian Kolam Pelabuhan Pengumpan Lokal Berbasis Batimetri Di Pelabuhan Pas Ipa Maluku Utara
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4580
<p>Kedalaman kolam pelabuhan merupakan parameter kunci keselamatan dan kontinuitas operasi tambat. Penelitian ini menganalisis kedalaman kolam pelabuhan berdasarkan hasil survei batimetri di Pelabuhan Pas Ipa (Mangoli Barat, Kepulauan Sula). Pelabuhan tersebut ditetapkan sebagai pelabuhan pengumpan lokal dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN). Hasil menunjukkan kedalaman eksisting 2,2–4,2 m (LWS/ Lowest Water Spring) dengan rerata sekitar 3,3 m (LWS). Jika dibandingkan dengan kebutuhan keselamatan untuk kapal acuan draft ±4,0 m, kedalaman minimal ideal 4,4 m (LWS) (draft + clearance 10%) (Maryam dkk., 2019; International Hydrographic Organization, 2020). Dari sisi regulatif, KP 432/2017 menetapkan batas kedalaman maksimal pengerukan untuk pengumpan lokal 5,0 m (LWS); kondisi eksisting berada di bawah batas tersebut (Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, 2017). Temuan ini mengindikasikan kebutuhan pengerukan menuju ≥4,4 m (LWS) (ideal keselamatan) dan ≤5,0 m (LWS). Hasil ini dapat membantu mengelola kolam pelabuhan, sehingga keamanan kapal berlabuh dapat terjaga. Kata kunci: batimetri, LWS, keselamatan pelayaran, pelabuhan pengumpan lokal.</p>RIZKY RAMADHAN EDIAN NOOR HANDIANI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08724729Integrasi Data Point Cloud dari Foto Udara dan Terrestrial Mobile Mapping System Untuk Optimalisasi Pemodelan 3D di Kawasan Perkotaan
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4582
<p>Pesatnya perkembangan kota memerlukan pemetaan tiga dimensi yang cepat, murah, dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan data point cloud dari foto udara berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan Terrestrial Mobile Mapping System (TMMS) berbasis kamera aksi untuk membuat model tiga dimensi perkotaan secara utuh. Studi dilakukan di satu blok perumahan di Kelurahan Sukamiskin, Kota Bandung, dengan data meliputi point cloud dari foto udara, TMMS, titik uji posisi, dan titik uji dimensi. Integrasi data point cloud menggunakan metode target to target pada perangkat lunak Cloud Compare. Hasil integrasi berupa validasi posisi menghasilkan RMSE sebesar 0,127 meter, sedangkan validasi dimensi menghasilkan RMSE 0,050 meter. Bila dianalisis lebih lanjut, akurasi ini dapat memenuhi standar Level of Detail (LoD) kelas 4 berdasarkan CityGML. Meskipun demikian, beberapa area masih belum termodelkan dengan optimal. Oleh karena itu, diperlukan integrasi dengan teknologi pemetaan lain sehingga menghasilkan model tiga dimensi perkotaan secara utuh.</p>AI SITI ROHMAHSUMARNO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08730736Mengkaji Metode Orthoretifikasi Pada Citra Resolusi Sangat Tinggi Satelit Worldview-2 HD Untuk Keperluan Peta Dasar Pendaftaran Tanah (Studi Kasus Kota Cirebon)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4584
<p>Dalam pelaksanaan pendaftaran tanah, salah satu komponen penting yang dibutuhkan adalah peta dasar. Kualitas peta dasar sangat ditentukan oleh ketelitian geometriknya. Oleh karena itu, pemanfaatan citra satelit resolusi sangat tinggi dapat menjadi salah satu alternatif penyediaan peta dasar dengan cakupan luas. MAXAR Technologies mengeluarkan produk terbaru berupa citra satelit dengan resolusi spasial lebih tinggi yang mereka beri nama High Definition (HD), namun hal ini tetap harus di koreksi geometri untuk meningkatkan ketelitian geometrinya sesuai dengan ketentuan ketelitian peta dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji akurasi geometrik citra satelit WorldView-2 HD dari hasil ortorektifikasi menggunakan metode RPC, Toutins, Compute from GCP, dan AVHRR untuk keperluan peta dasar pendaftaran tanah. lokasi kajian di Wilayah penelitian ini difokuskan di Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dari keempat metode yg di kaji hanya metode Compute from GCP yang dapat digunakan karena data WordlView 2 HD tidak mempunyai data orbit satelit. Hasil ortorektifikasi menggunakan metode Compute from GCP menghasilkan RMSE 0,0639m dan CE90 0.0917 sehingga masuk ke peta dasar skala 1:1.000 level 1.</p>ARYA ABDILLAH RAHIMRIKA HERNAWATI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08737743ANALISIS KETELITIAN PETA FOTO UNTUK PENGUMPULAN DATA FISIK PENDAFTARAN SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BANDUNG BARAT (STUDI KASUS: DESA WANGUNHARJA . KAB. BANDUNG BARAT)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4585
<p>Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan program strategis pemerintah untuk memberikan kepastian hukum kepemilikan tanah. Penggunaan teknologi drone/UAV dalam pengumpulan data fisik PTSL menjadi inovasi penting untuk mempercepat pemetaan bidang tanah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan dan ketelitian peta foto dalam pengumpulan data fisik PTSL di Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Data diperoleh dari pengukuran lapangan menggunakan metode pengamatan satelit dan data dari Kantor Pertanahan. Metode penelitian meliputi uji ketelitian menggunakan 5 titik Independent Control Point (ICP) dan analisis ketelitian pengukuran fotogrametris terhadap 25 bidang sampel. Parameter yang diuji meliputi ketelitian horizontal melalui Circular Error 90% (CE90) dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan nilai CE90 sebesar 0,448 meter yang memenuhi standar Juknis PTSL (≤0,5 meter) dengan tingkat akurasi "Akurat", dimana 68% bidang memenuhi toleransi luas dan 72% titik koordinat memenuhi toleransi posisi.</p>MOHAMAD FADEL FIRDAUS SOPANDISONI DARMAWAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08745755Identifikasi Rip Current Berdasarkan Data Citra Google Earth di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4587
<p>Bahaya rip current di area wisata Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta mengakibatkan korban jiwa cukup tinggi. Rip Current adalah arus balik dari pesisir menuju laut lepas yang berpotensi membahayakan aktivitas pesisir. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kejadian rip current di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, dengan menggunakan citra Google Earth tahun 2007, 2013, 2017, 2019, dan 2023. Identifikasi dilakukan secara visual melalui pola aliran laut dan perbedaan warna gelombang pecah. Selanjutnya, analisis dihubungkan dengan data kecelakaan laut periode 2018–2024 dan kondisi morfologi berdasarkan data Batimetri Nasional (BatNas). Hasil penelitian menunjukkan rip current di Pantai Drini teridentifikasi pada semua data citra dan kejadian laka laut di lokasi tersebut sebanyak 35 kasus. Hasil analisis morfologi pantai dengan punggungan dan lembah bawah laut turut memengaruhi pembentukan rip current, meskipun resolusi BatNas yang rendah membatasi analisis detail. Temuan ini menegaskan kemampuan data citra satelit dan morfologi untuk membentu mitigasi risiko rip current.</p>DANISTI HAJAR AULIADIAN NOOR HANDIANI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08757762Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam Pemetaan Kerentanan Longsor
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4589
<p>Tanah longsor merupakan bencana alam yang mengancam kehidupan dan infrastruktur, sehingga memerlukan pemetaan kerentanan yang akurat untuk mitigasi risiko. Penelitian ini menguraikan penerapan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai pendekatan metodologis dalam pemetaan kerentanan longsor. Metode AHP digunakan untuk melakukan analisis multi-kriteria terhadap faktor pengkondisi longsor seperti kemiringan lereng, curah hujan, dan jenis batuan melalui teknik perbandingan berpasangan dengan skala penilaian 1-9. Tahapan metodologi AHP meliputi penyusunan struktur hierarki, penilaian kriteria dan alternatif, penentuan bobot prioritas, serta uji konsistensi logis menggunakan Consistency Ratio (CR). Keunggulan AHP terletak pada kemampuannya mengintegrasikan elemen kualitatif dan kuantitatif dalam satu sistem analisis yang terstruktur dan konsisten. Hasil pembobotan AHP dapat diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui teknik overlay berbobot untuk menghasilkan peta kerentanan longsor. Metode AHP menyediakan kerangka sistematis dan objektif dalam penyusunan peta kerentanan longsor sebagai dasar pengambilan keputusan mitigasi bencana. Kata kunci: Tanah longsor, Analytical Hierarchy Process, pemetaan kerentanan, analisis multi -kriteria</p>DENDI JUNIANSYAH PUTRADEWI KANIA SARI
Copyright (c) 2026 Prosiding FTSP Series
2026-09-082026-09-08763767Aplikasi Pengindraan Jauh untuk Memantau Kualitas Udara NO2 di Kota Jakarta (2019–2020)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4597
<p>Jakarta merupakan salah satu kota dengan tingkat pencemaran udara tertinggi di dunia, terutama dipengaruhi emisi antropogenik. Penelitian ini menganalisis konsentrasi Nitrogen Dioksida (NO₂) periode 2019–2020 menggunakan data satelit Sentinel-5P Level-3 melalui Google Earth Engine (GEE), serta divalidasi dengan data lapangan dari lima stasiun kualitas udara di Jakarta. Analisis dilakukan melalui pemetaan distribusi spasial, deret waktu musiman (Juni– September), dan uji akurasi menggunakan RMSE, NRMSE, MBE, serta koefisien korelasi Pearson. Hasil menunjukkan penurunan signifikan konsentrasi NO₂ pada 2020 dibandingkan 2019, dengan nilai tertinggi 134,7 μmol/m² (Juni 2019) turun menjadi 97,2 μmol/m² (Juni 2020). Validasi menghasilkan RMSE 7, NRMSE 32%, MBE 0,00, dan korelasi sedang (r = 0,58), yang masih dapat diterima untuk analisis spasial. Temuan ini menegaskan peran dominan aktivitas manusia terhadap emisi NO₂ di Jakarta serta menunjukkan potensi Sentinel-5P sebagai sumber data untuk pemantauan kualitas udara perkotaan secara berkelanjutan. </p>GarnidaSari Dewi Kania
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08768773PEMETAAN KERENTANAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BANDUNG BARAT MENGGUNAKAN ALGORITMA RANDOM FOREST BERBASIS GOOGLE EARTH ENGINE
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4598
<p>Tanah longsor merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bandung Barat yang memiliki topografi perbukitan, curah hujan tinggi, dan tekanan penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan memetakan kerentanan tanah longsor menggunakan algoritma Random Forest berbasis Google Earth Engine. Data yang digunakan meliputi citra Sentinel-2A, peta geologi, jenis tanah, penggunaan lahan, DEM, curah hujan, serta data historis kejadian longsor. Model Random Forest dilatih menggunakan data longsor dan non-longsor, kemudian dilakukan klasifikasi menjadi lima kelas kerentanan dengan metode Natural Breaks. Hasil penelitian menunjukkan kelas kerentanan sangat rendah sebesar 20,88%, rendah 28,40%, sedang 24,44%, tinggi 16,40%, dan sangat tinggi 9,88%. Evaluasi menghasilkan akurasi 80% dan validasi lapangan menunjukkan kesesuaian 78,33%. Variabel paling berpengaruh adalah kerapatan vegetasi, curah hujan, dan kemiringan lereng. Penelitian ini menegaskan bahwa Random Forest efektif dalam memetakan kerentanan tanah longsor dan dapat menjadi acuan mitigasi bencana di Kabupaten Bandung Barat.</p>GHIAST AZRU MAULIDAN SUTIA RAHAYUDEWI KANIA SARI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08774780MODEL SEBARAN AREA BANJIR ROB DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN INDRAMAYU BERBASIS CITRA SATELIT SENTINEL-1 MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH ENGINE
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4599
<p>Sebagian wilayah pesisir Indramayu, khususnya Kecamatan Kandanghaur, Pasekan, dan Cantigi, kerap mengalami banjir rob yang bersifat periodik dan meluas, terutama saat curah hujan tinggi bersamaan dengan pasang laut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan sebaran area banjir rob menggunakan citra Sentinel-1 dan Google Earth Engine (GEE). Data yang digunakan berupa citra sebelum dan saat kejadian banjir pada 14 November 2024 dan 13 Desember 2024. Analisis dilakukan dengan metode change detection berdasarkan perbedaan nilai backscatter, kemudian diuji menggunakan berbagai threshold (1.0–1.40). Validasi hasil dilakukan dengan 100 titik sampel acak serta evaluasi akurasi melalui confusion matrix. Hasil penelitian menunjukkan luas genangan terbesar pada threshold 1.0 namun cenderung overestimasi, sedangkan threshold optimal adalah 1.25 (73%) pada 14 November dan 1.20 (74%) pada 13 Desember. Penelitian ini menegaskan potensi Sentinel-1 SAR berbasis GEE dalam mendukung pemetaan banjir rob dan mitigasi bencana wilayah pesisir.</p>MUHAMMAD IVAN SETIANTODIAN N HANDIANI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08781786IDENTIFIKASI AREA BANJIR ROB KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK 2022-2024 MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH ENGINE (GEE)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4610
<p>Banjir rob menjadi masalah serius di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Sebagai wilayah pesisir yang rentan, dampak yang ditimbulkan meliputi kerusakan infrastruktur dan kerugian pada sektor pertanian dan perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran banjir rob dan menyusun rekomendasi mitigasi menggunakan data citra satelit dan teknologi penginderaan jauh. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan citra satelit Sentinel-2 dari platform Google Earth Engine (GEE). Prosesnya mencakup pemotongan citra sesuai batas administrasi dan pemilihan citra dengan tutupan awan rendah. Penelitian ini juga menggabungkan band-band spektral dengan indeks NDWI untuk identifikasi area perairan. Klasifikasi tutupan lahan menggunakan algoritma Random Forest, yang dilatih dengan data latih (70%) dan divalidasi dengan data uji (30%), menghasilkan model dengan akurasi lebih dari 80%. Hasil penelitian berupa peta identifikasi rob yang akurat, menunjukkan genangan air terkonsentrasi di wilayah pesisir dan meluas ke daratan. Identifikasi spasial ini mengungkapkan bahwa banjir rob secara langsung memengaruhi area vegetasi dan infrastruktur bangunan. Kesimpulannya, kombinasi data satelit dan algoritma klasifikasi terbukti efektif untuk memetakan dampak bencana.</p>LUCKY DWI PAMUNGKASHARY NUGROHO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08788796Kajian Penurunan Permukaan Tanah di Jakarta Utara Tahun 2022-2025
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4611
<p>Penurunan muka tanah (land subsidence) merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang signifikan di kawasan pesisir Jakarta Utara, khususnya akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penurunan muka tanah menggunakan citra Sentinel-1A dengan metode Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR) dari tahun 2022-2025, diolah menggunakan software SNAP dan dianalisis menggunakan software ArcGIS. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa terjadi penurunan muka tanah dengan nilai mulai dari -0,005 hingga -0,222 m per tahun. Pada tahun 2022 didapatkan nilai rata-rata sebesar -0,078 m/tahun, pada tahun 2023 didapatkan nilai rata-rata sebesar -0,005 m/tahun, pada tahun 2024 didapatkan nilai rata-rata sebesar -0,178 m/tahun dan terakhir pada tahun 2025 didapatkan nilai rata-rata sebesar -0,049 m/tahun.</p>MUHAMMAD FAUZAN NASRULLAHDIAN NOOR HANDIANI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08797802PEMANTAUAN DEFORMASI GUNUNG API DENGAN METODE DIFFERENTIAL INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR (DInSAR) PERIODE TAHUN 2019–2024 (Studi Kasus: Gunung Merapi, Gunung Sinabung, Gunung Ijen, dan Gunung Awu)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4615
<p>Manifestasi dari keberadaan gunung api tentunya memiliki dampak secara langsung terhadap lingkungan baik itu positif atau negatif, salah satu dampak negatifnya adalah bahaya letusan gunung api. Pemantauan aktivitas gunung diperlukan untuk mengetahui status gunung mulai dari aktif normal, waspada, siaga hingga awas, untuk dilakukannya tindakan preventif atau evakuasi apabila ada bencana letusan. Dalam pelaksanaan monitoring deformasi ini menggunakan metode Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR), yaitu suatu metode teknologi penginderaan Jauh yang menggunakan citra hasil dari satelit radar. Pada penelitian ini menggunakan data citra sentinel-1, yang diproses secara cloud computing pengolahan DInSAR melalui laman ASF Alaska. Hasil pemantauan deformasi pada Gunung Merapi, Gunung Sinabung, Gunung Ijen, dan Gunung Awu, didapatkan Gunung Merapi mengalami aktivitas deformasi inflasi pada periode 2019, 2020, 2023, dan 2024 dengan nilai rata-rata sebesar 0.00548335 m - 0.0340384 m. Sedangkan aktivitas deformasi deflasi terjadi pada periode 2021 dan 2022 dengan rata-rata deflasi sebesar -0.0247824 m - -0.05256405 m. Selanjutnya Gunung Sinabung mengalami aktivitas deformasi inflasi pada periode 2019, 2020, 2023, dan 2024 dengan nilai rata-rata sebesar 0.01156355 m - 0.0226108 m. Sedangkan aktivitas deformasi deflasi terjadi pada periode 2021 dan 2022 dengan rata-rata sebesar -0.030459 m - -0.04549775 m. Berikutnya, Gunung Ijen mengalami aktivitas deformasi inflasi pada periode tahun 2020, 2022, 2023, dan 2024 dengan nilai rata-rata sebesar 0.00121845 m - 0.0126187 m. Sedangkan aktivitas deformasi deflasi terjadi pada periode 2019 dan 2021 dengan rata-rata sebesar -0.02245965 m - -0.03785745 m. Selanjutnya, Gunung Awu mengalami aktivitas deformasi inflasi pada periode tahun 2019, 2020, 2021, 2023, dan 2024 dengan nilai rata-rata sebesar 0.00424515 m - 0.0232712 m. Sedangkan aktivitas deformasi deflasi terjadi pada periode 2022 dengan rata-rata sebesar - 0.0525549 m. Dari hasil tersebut terjadi beberapa kesesuaian aktivitas dengan data catatan aktivitas vulkanik dari Gunung Merapi, Gunung Sinabung, Gunung Ijen, dan Gunung Awu pada periode 2019–2024.</p>NADYA LUTHFIYAH AMALIASONI DARMAWAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08803823Pengembangan Aplikasi Urban Heat Island, Normalized Difference Vegetation Index, Dan Normalized Difference Water Index Menggunakan Google Earth Engine
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4616
<p>Urbanisasi memicu fenomena Urban Heat Island (UHI) yang berdampak pada vegetasi dan ketersediaan air sehingga diperlukan alat pantau geospasial terintegrasi. Penelitian ini mengembangkan aplikasi berbasis Google Earth Engine (GEE) untuk memantau UHI, Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), dan Normalized Difference Water Index (NDWI) di Indonesia menggunakan citra MODIS. Aplikasi dirancang melalui survei kebutuhan pengguna, dengan pengembangan utama berupa integrasi NDVI, NDWI, dan fitur heat zone calculation. Fitur eksisting seperti slider, chart, click on map, dan data selection disesuaikan untuk mendukung integrasi tersebut. Evaluasi menggunakan System Usability Scale (SUS) dengan 30 responden menunjukkan aplikasi mampu memvisualisasikan ketiga indeks secara interaktif dengan skor 82,2 (Grade A/“Best Imaginable”). Hasil ini menegaskan kelayakan dan efektivitas aplikasi sebagai sarana pendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan tata ruang kota serta mitigasi dampak perubahan iklim di Indonesia</p>RIFA FARUQ HIDAYATSONI DARMAWAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08824829ANALISIS PENURUNAN MUKA TANAH (LAND SUBSIDENCE) DI PULAU JAWA BAGIAN UTARA MENGGUNAKAN DATA CORS TAHUN 2021-2025
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4619
<p>Penurunan muka tanah merupakan permasalahan serius yang berdampak pada wilayah Indonesia, khususnya di kawasan utara Pulau Jawa. Fenomena ini telah tercatat secara signifikan di kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, dan Pekalongan, menyebabkan kerusakan infrastruktur, peningkatan risiko banjir rob, dan tantangan dalam penataan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola perubahan penurunan muka tanah di wilayah utara Pulau Jawa dalam rentang waktu 2021–2025 berdasarkan data yang diperoleh dari sistem Continuously Operating Reference Station (CORS). Data GNSS diolah menggunakan perangkat lunak GAMIT untuk estimasi posisi harian, kemudian dilanjutkan dengan GLOBK untuk memperoleh kecepatan vertikal. Metode Precise Point Positioning (PPP) dan Kalman Filtering digunakan guna meningkatkan akurasi data serta meminimalisir gangguan atmosfer dan pergeseran tektonik.Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh titik pengamatan mengalami penurunan muka tanah (subsidence) dengan kecepatan vertikal berkisar antara –5,15 mm/tahun hingga –9,94 mm/tahun. Stasiun CPAI (Pati) mencatat penurunan tertinggi sebesar –9,94 mm/tahun, sedangkan penurunan terendah tercatat di stasiun CREM (Madura) sebesar –5,15 mm/tahun. Secara spasial, wilayah pantura Jawa seperti Jakarta Utara, Cirebon, Semarang, dan Surabaya menunjukkan tingkat penurunan yang lebih signifikan dibandingkan wilayah lainnya. Evaluasi kualitas data menunjukkan bahwa seluruh hasil pengolahan memenuhi kriteria teknis, yaitu Fract < 0,10 dan WRMS < 10 mm, yang mengindikasikan bahwa estimasi posisi dan kecepatan yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan dapat diandalkan untuk analisis spasial dan pengambilan kebijakan mitigasi secara berkelanjutan.</p>TEDY MAS BUDIMANSONI DARMAWAN
Copyright (c) 2025
2026-09-092026-09-09831850Penerapan Sistem Informasi Geografis Untuk Analisis Penetapan Kantor Cabang Penyelenggara Layanan Pos Universal (Studi Kasus : Regional I PT Pos Indonesia)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4621
<p>Penetapan Kantor Cabang Penyelenggara Layanan Pos Universal (KCP LPU) di PT Pos Indonesia perlu memperhatikan aspek jarak dan aksesibilitas sesuai PP Nomor 17 Tahun 2018 yang menjadi acuan Badan Pemeriksa Keuangan. Dalam peraturan tersebut, kriteria penetapan KCP LPU mencakup cakupan wilayah, jumlah penduduk, jarak, serta aksesibilitas. Analisis dilakukan dengan metode network analysis dan overlay pada perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek jumlah penduduk memiliki tingkat kelayakan paling tinggi dibandingkan aspek lainnya, dengan 11 dari 11 KCP usulan di wilayah urban dan 657 dari 662 KCP usulan di wilayah rural memenuhi kriteria. Namun, ketika penilaian dilakukan berdasarkan seluruh kriteria secara menyeluruh, jumlah KCP yang memenuhi persyaratan menjadi 4 dari 11 KCP di wilayah urban dan 368 dari 662 KCP di wilayah rural. Hal ini menunjukkan metode penilaian ini menghasilkan jumlah KCP usulan dengan tingkat kelayakan paling rendah dibandingkan dengan penilaian terhadap masing-masing kriteria.</p>AULIA PUTRI MAHARANISUMARNO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08851856PEMANFAATAN UAV UNTUK PEMETAAN SUNGAI CIKAPUNDUNG
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4622
<p>Sungai Cikapundung berperan penting dalam sistem hidrologi Kota Bandung, namun tertekan oleh aktivitas manusia dan urbanisasi. Penelitian ini memanfaatkan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk menghasilkan ortofoto beresolusi tinggi guna mendukung pemantauan kondisi sungai. Akuisisi citra dilakukan menggunakan DJI Mavic 3 Enterprise pada ketinggian 70 meter dengan jalur terbang mengikuti morfologi sungai. Data diproses menggunakan perangkat lunak fotogrametri untuk menghasilkan ortofoto yang tergeoreferensi dan dianalisis di Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk keperluan visualisi dan pembuatan peta. Hasil menunjukkan UAV mampu menyediakan data detail dan akurat, memudahkan identifikasi kondisi fisik sungai. Teknologi ini efektif untuk pemantauan berkala, perencanaan pengelolaan, dan mitigasi permasalahan lingkungan sungai.</p>MUHAMMAD DIMAS SANTOSO PUTRADEWI KANIA SARI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08857862Pemetaan Spasial Tindak Kriminalitas dan Faktor Sosial Ekonomi di Jawa Barat Tahun 2024 dengan Pendekatan Moran’s I dan LISA
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4626
<p>Provinsi Jawa Barat dengan populasi lebih dari 50 juta jiwa menghadapi dinamika sosial ekonomi yang kompleks, seperti kepadatan penduduk, kemiskinan, pengangguran terbuka, dan indeks pembangunan manusia, yang berpotensi memengaruhi tingkat kriminalitas. Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Nasional tahun 2024, tercatat 43.616 kasus dengan tingkat kejahatan 86,63 per 100.000 penduduk. Penelitian ini menerapkan Exploratory Spatial Data Analysis (ESDA) dengan pendekatan Global Moran’s I dan Local Indicator of Spatial Association (LISA) untuk menganalisis pola spasial kriminalitas di 27 kabupaten/kota Jawa Barat. Hasil menunjukkan wilayah perkotaan cenderung memiliki tingkat kriminalitas tinggi hingga sangat tinggi, dengan Kota Sukabumi mencatat angka tertinggi (266,04 per 100.000 penduduk), sedangkan kabupaten relatif rendah hingga sangat rendah, dengan Kabupaten Tasikmalaya terendah (12,7 per 100.000 penduduk). Analisis autokorelasi spasial mengindikasikan pola sebaran acak dengan beberapa klaster lemah. Temuan ini memberikan dasar penting bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk merumuskan strategi pencegahan kriminalitas yang lebih terarah pada wilayah perkotaan dan daerah rawan.</p>LISMA HERMAWANTIDEWI KANIA SARI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08863869Analisis Perbandingan Perhitungan Volume dengan Variasi Interval Grid Menggunakan Perangkat Lunak Surfer Berdasarkan Data Multibeam Echosounder
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4627
<p>Survei batimetri menggunakan Multibeam Echosounder (MBES) menghasilkan data beresolusi tinggi yang krusial untuk perhitungan volume pengerukan di area pelabuhan. Penelitian ini menganalisis perbandingan hasil perhitungan volume dari data batimetri dengan variasi interval grid (5, 10, dan 15 meter) terhadap data acuan MBES beresolusi 0,2 meter. Studi kasus dilakukan di area kolam Pelabuhan Curah Cair Kabil, Kota Batam, dengan menggunakan perangkat lunak Surfer untuk kalkulasi volume. Hasil perhitungan dianalisis berdasarkan standar toleransi American Society for Testing and Materials (ASTM) sebesar 2,78%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval grid 5 dan 10 meter menghasilkan selisih volume yang masih berada dalam batas toleransi ASTM. Sementara itu, pada area dengan morfologi dasar laut yang kompleks interval grid 15 meter menghasilkan selisih yang signifikan dan tidak dapat diterima. Penelitian ini menyimpulkan bahwa data dengan interval grid hingga 10 meter dapat menjadi alternatif yang efisien untuk perhitungan volume. </p>MUHAMMAD FARELL KAMAL AMDITRADIAN NOOR HANDIANI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08870875Aplikasi Algoritma Random Forest untuk Pemetaan Badan Sungai Citarum Menggunakan Citra Sentinel-2
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4628
<p>Perubahan morfologi sungai akibat aktivitas antropogenik dan proses alamiah perlu dipantau secara berkala untuk mendukung pengelolaan sumber daya air yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bentuk dan menghitung luas serta lebar badan Sungai Citarum tahun 2024 menggunakan algoritma Random Forest pada citra Sentinel-2 berbasis Google Earth Engine. Lokasi penelitian membentang dari Kecamatan Klari dan Ciampel, Kabupaten Karawang hingga Kecamatan Babakancikao, Sukasari, dan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta dengan panjang ±10 km. Metode klasifikasi menggunakan algoritma Random Forest yang diperkuat indeks NDWI, MNDWI, AWEIsh, AWEInsh dan band spektral B2, B3, B4, B8, B11, B12 untuk membedakan badan air dari non-air. Hasil penelitian menunjukkan luas badan sungai sebesar 1.864.304 m² dengan rata-rata lebar 98,7 m pada tahun 2024. Uji akurasi klasifikasi menunjukkan akurasi keseluruhan 96% dan nilai Kappa 0,93 yang masuk kategori “Sangat Kuat”. Feature importance menunjukkan bahwa indeks AWEInsh (9,9%) dan band SWIR2/B12 (12,2%) memberikan kontribusi tertinggi klasifikasi badan air. Penelitian ini menunjukkan efektivitas algoritma Random Forest dan platform GEE dalam pemetaan badan sungai dengan akurasi tinggi, sehingga bisa digunakan sebagai dasar pemantauan perubahan badan sungai secara spasial dan temporal.</p>OKTORIDO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08877883INTEGRASI DATA TLS DAN DATA LIDAR SMARTPHONE UNTUK PEMODELAN 3D CANDI CANGKUANG
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4629
<p>Dokumentasi digital berbasis model 3D menjadi salah satu metode penting dalam pelestarian cagar budaya karena mampu merekam bentuk geometris secara presisi dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akurasi dan efektivitas pemodelan 3D Candi Cangkuang menggunakan dua teknologi berbeda, yaitu Terrestrial Laser Scanner (TLS) Trimble X7 dan sensor LiDAR pada smartphone iPhone 13 Pro dengan aplikasi 3DScanner dan Polycam. Metode evaluasi dilakukan dengan menghitung nilai RMSE, serta melakukan analisis perbandingan menggunakan metode Cloud-to-Cloud (C2C), Mesh-to-Mesh, dan Multiscale Model to Model Comparison (M3C2) melalui perangkat lunak CloudCompare. Hasil menunjukkan bahwa TLS menghasilkan model dengan akurasi tertinggi (RMSE ±1 mm), namun kurang fleksibel dalam akuisisi data. Sementara itu, LiDAR smartphone menunjukkan efisiensi waktu dan kemudahan penggunaan dengan tingkat deviasi rata-rata masih dalam batas wajar (±2–5 cm). Di antara kedua aplikasi, Polycam memberikan hasil yang lebih stabil dan cakupan area yang lebih luas dibandingkan 3DScanner. Kesimpulannya, LiDAR smartphone memiliki potensi besar sebagai alternatif efisien untuk dokumentasi 3D, khususnya jika dikombinasikan dengan TLS untuk meningkatkan kualitas hasil akhir.</p>DERIL SANDI SUSANTOGUSTI AYU JESSY KARTINI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08884893Zonasi Konservasi Situs Cagar Budaya Gua Aul: Kajian Awal Berbasis Foto Udara dan Regulasi Cagar Budaya
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4630
<p>Gua Aul di Kabupaten Ciamis merupakan situs prasejarah yang menyimpan temuan arkeologis penting berupa artefak dan fosil, sehingga ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya melalui Keputusan Bupati Ciamis Tahun 2023. Namun, hingga kini belum tersedia aturan zonasi yang jelas untuk perlindungan kawasan. Penelitian ini bertujuan menyusun peta zonasi area konservasi Gua Aul dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan hasil penelitian sebelumnya. Data yang digunakan berupa foto udara hasil akuisisi drone, dokumen regulasi, serta laporan ekskavasi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX. Proses penyusunan dilakukan melalui tahapan digitasi, layouting, dan analisis spasial. Hasil penelitian menghasilkan peta zonasi sederhana yang membagi kawasan ke dalam tiga kategori, yaitu zona inti, zona penyangga, dan zona pengembangan. Peta ini menjadi dasar awal untuk pengambilan kebijakan pelestarian, sekaligus menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan agar pengelolaan Gua Aul dapat berkelanjutan tanpa mengurangi nilai arkeologis dan potensi pengembangan kawasan.</p>FILAH HANIFAN FATHURACHMANGUSTI AYU JESSY KARTINI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08894899Pengembangan As Built Drawing untuk Dokumentasi Masjid Al-Syuro Cipari
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4631
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan kondisi aktual Masjid Al-Syuro Cipari, Kabupaten Garut, melalui pembuatan As-Built Drawing berbasis data point cloud. Data diperoleh dari pemindaian menggunakan Terrestrial Laser Scanner (TLS) Leica RTC 360 sebanyak 21 scan world dan Handheld Laser Scanner (HLS) BLK2GO. Proses pengolahan mencakup registrasi dengan metode cloud-to-cloud (ICP), filtering, georeferensi pada sistem koordinat WGS84 UTM Zona 48S, serta impor data ke Archicad 28. Hasil pemodelan 3D kemudian digunakan sebagai dasar pembuatan gambar teknis berupa denah, tampak, dan potongan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa As-Built Drawing yang dihasilkan mampu merepresentasikan kondisi aktual masjid dengan akurasi tinggi (RMSE < 0,005 m), meskipun terdapat keterbatasan pada area yang sulit terjangkau pemindaian. Dokumen ini berfungsi sebagai arsip digital sekaligus acuan konservasi dan restorasi, serta menjadi dasar pengembangan monitoring jangka panjang melalui pemindaian berkala</p>MAHMUDA SALIM ASHSHIDIQGUSTI AYU JESSY KARTINI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08900905PEMODELAN 3D CANDI CANGKUANG MENGGUNAKAN TLS UNTUK PENYUSUNAN PROTOTIPE TUR VIRTUAL INTERAKTIF
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4632
<p>Candi Cangkuang merupakan salah satu bangunan peradaban hindu yang ada di Jawa Barat. Candi Cangkuang memiliki sejarah dan bentuk bangunan arkeolog yang penting. Untuk pelestarian bangunan cagar budaya dilakukan dengan pembuatan dokumentasi berbentuk prototipe website tur virtual dari hasil data pemindaian menggunakan alat Terrestrial Laser Scanner (TLS) Trimble X7. Metode yang digunakan yaitu akuisisi data TLS, Registrasi, Filtering, Meshing, tur virtual. Tujuan penelitian ini untuk melestarikan dan mendokumentasi digitalisasi dari bangunan Cagar Budaya yang ada di Indonesia khususnya di Jawa Barat. Hasil penelitian ini berupa bentuk model tiga dimensi, analisis akuisisi dan pengolahan data, analisis umpan balik, dan uji validasi model tiga dimensi. Pada penelitian ini menyatakan bahwa bentuk model tiga dimensi dari pengolahan data point cloud Terrestrial Laser Scanner (TLS) dapat di jadikan tur virtual. Dengan metode rr-registration dari alat Trimble X7 yang diolah mendapatkan hasil RMS 1,28731 mm, dengan selisih ukuran rata-rata antara di lapangan dengan di model 3D yaitu di 1 cm, sehingga hampir menyerupai bentuk sebenarnya di lapangan. Umpan balik responden terhadap website menjadi saran untuk perkembangan prototipe website tur virtual. Uji statistik terkait dengan prototipe website tur virtual Candi Cangkuang terdiri dari uji validitas dan reabilitas yang befungsi untuk memastikan kelayakan website. Berdasarkan hasil uji validitas dan uji reliabilitas, prototipe website tur virtual Candi Cangkuang termasuk ke dalam kategori baik</p>MOHAMAD FADHL RAMIREZGUSTI AYU JESSY KARTINI
Copyright (c) 2025
2026-09-092026-09-09907919ANALISIS PERUBAHAN GEOMETRIK CANDI CANGKUANG BERDASARKAN PERBANDINGAN DATA TAHUN 2006 DAN 2025
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4633
<p>Candi Cangkuang merupakan salah satu situs cagar budaya penting yang merepresentasikan warisan sejarah dan kebudayaan di wilayah Tatar Sunda. Seiring berjalannya waktu, struktur geometrik candi berpotensi mengalami perubahan akibat faktor alami seperti pelapukan dan cuaca, serta faktor manusia. Oleh karena itu, pemantauan kondisi geometrik secara berkala sangat penting untuk menjaga kelestarian cagar budaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan geometrik Candi Cangkuang dengan memanfaatkan teknologi Terrestrial Laser Scanner (TLS) berdasarkan data hasil pemindaian tahun 2006 dan 2025. Metode ini memungkinkan akuisisi data point cloud resolusi tinggi dan pembuatan model 3D secara akurat, sehingga perubahan bentuk dan dimensi candi dapat terdeteksi secara detail. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan pada beberapa bagian struktur candi yang kemungkinan disebabkan oleh proses pelapukan material dan pengaruh lingkungan sekitar. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam perencanaan konservasi dan pelestarian cagar budaya secara berkelanjutan, serta memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam bidang pelestarian warisan budaya Indonesia</p>MUHAMMAD RAFLI RACHMANSYAHGUSTI AYU JESSY KARTINI
Copyright (c) 2025
2026-09-092026-09-09920932Penerapan Terrestrial Mobile Mapping Menggunakan Kamera Aksi Untuk Pemetaan Model Tiga Dimensi Perkotaan
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4634
<p>Perkembangan teknologi pemetaan tiga dimensi mendorong penggunaan Terrestrial Mobile Mapping System (TMMS) berbasis kamera aksi sebagai alternatif efisien dan terjangkau. Penelitian ini menerapkan TMMS menggunakan kamera aksi untuk pemodelan 3D perkotaan serta menganalisis kerapatan point cloud dan ketelitian geometrik. Lokasi penelitian di Jl. Layar dan Jl. Loncat Indah, Kec. Arcamanik menggunakan data video, titik kontrol (GCP) dan titik uji (ICP). Pengolahan menggunakan algoritma Structure from Motion (SFM) dan Multi-View Stereo (MVS), serta CloudCompare untuk pembersihan noise dan rekonstruksi mesh. Hasil menunjukkan TMMS berbasis kamera aksi dapat digunakan untuk pemodelan 3D dengan kerapatan point cloud 2.550,02/m³, namun terdapat kekosongan data akibat keterbatasan sudut pandang dan akuisisi satu lintasan. Uji ketelitian geometrik menunjukkan RMSE horizontal 0,063 meter dan RMSE vertikal 0,051 meter, memenuhi standar nasional pemetaan skala besar untuk aplikasi pemetaan 3D perkotaan</p>REGIANA ZALFA SALSABILASUMARNO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08933938PENERAPAN FOTOGRAMETRI JARAK DEKAT UNTUK PEMODELAN 3D DALAM GEDUNG DENGAN MENGGUNAKAN KAMERA SMARTPHONE
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4635
<p>Tingginya kebutuhan akan data dan teknologi untuk akuisisi data yang mampu merepresentasikan model 3D dalam gedung agar dapat menunjang kebutuhan layanan aplikasi SIG di dalam gedung, maka dibutuhkan alternatif metode atau teknologi yang mampu melakukan akuisisi data dengan lengkap dan akurat. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk akuisisi data 3D dalam gedung adalah fotogrametri jarak dekat. Penggunaan kamera smartphone untuk akuisisi data pemodelan 3D dapat menjadi solusi baru untuk teknologi akuisisi data yang praktis dan berbiaya murah. Pemodelan hasil akuisisi data dapat dilakukan dengan menggunakan algoritma SfM pada perangkat lunak Pix4D Mapper. Hasil penerapan fotogrametri jarak dekat untuk pemodelan 3D dalam gedung dengan menggunakan kamera smartphone yang dilakukan di masjid Nurul Hidayah menunjukan bahwa data hasil akuisisi mampu merepresentasikan objek dengan bentuk, tekstur, dan detail yang cukup baik, serta memiliki akurasi geometri sebesar 0.160 meter. Hasil pemodelan 3D dengan metode fotogrametri jarak dekat menggunakan kamera smartphone dapat memenuhi standar LoD 4 sesuai dengan akurasi geometri yang dihasilkan dan standar LoD 3 sesuai dengan kelengkapan representasi objek yang dihasilkan.</p>WULANDARI MAHA REZASUMARNOTEDY IMANUEL SELAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08939945PRIORITAS SKEMA KERJA SAMA PEMANFAATAN ASET MILIK NEGARA UNTUK PENGEMBANGAN HUNIAN VERTIKAL DI KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN METODE AHP
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4636
<p>Permasalahan kebutuhan perumahan, keterbatasan lahan, dan anggaran pemerintah mendorong perlunya alternatif kerja sama dengan sektor swasta melalui pemanfaatan aset negara. Namun, belum terdapat kejelasan skema kerja sama yang paling relevan untuk mendukung pengembangan hunian vertikal secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan skema kerja sama yang paling sesuai diterapkan di Kota Bandung menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis Analytic Hierarchy Process (AHP). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner perbandingan berpasangan kepada responden dari kalangan pemerintah dan akademisi. Lima alternatif skema dibandingkan, yaitu Sewa, Pinjam Pakai, Bangun Guna Serah (BGS), Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), dan Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI), dengan enam kriteria evaluasi utama. Hasil menunjukkan bahwa skema KSP memiliki bobot tertinggi (0,305), diikuti oleh BGS (0,267), KSPI (0,258), dan Sewa (0,185), dengan nilai rasio konsistensi < 0,1. Dengan demikian, skema KSP dinilai paling prioritas untuk penyediaan hunian vertikal secara kolaboratif.</p>ALLYA NASYWA HIDAYAH MUCHTARASADAR YUNI RAHARJO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08947952Persepsi Pengunjung dan Pelaku Ekonomi Kreatif terhadap Ruang Publik Di Koridor Jalan Braga Kota Bandung
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4637
<p>Ruang publik memainkan peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi kreatif, terutama di kawasan bersejarah seperti Koridor Jalan Braga Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi pengunjung dan pelaku ekonomi kreatif terhadap kondisi ruang publik pada koridor tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah mixed-method, yakni pendekatan kuantitatif melalui skoring persepsi pengunjung menggunakan skala Likert dan pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap pelaku ekonomi kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung merasa cukup nyaman terhadap suasana keramaian dan fasilitas umum yang tersedia, namun terdapat kekurangan pada aspek kebersihan, keamanan, dan kenyamanan visual. Di sisi lain, pelaku ekonomi kreatif menilai bahwa ruang publik belum sepenuhnya mendukung aktivitas mereka karena keterbatasan ruang, dan dukungan infrastruktur seperti pencahayaan dan area parkir. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penataan ulang ruang publik dengan mempertimbangkan ppersepsi dua kelompok pengguna utama ini.</p>ARIF BUDIMAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08953959Pola Perembetan Urban Sprawl di Metropolitan Cekungan Bandung
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4638
<p>Urban sprawl, sebagai manifestasi dari urbanisasi yang tidak terencana, ditandai oleh ekspansi kawasan perkotaan ke wilayah pinggiran dengan pola pembangunan yang acak, berkepadatan rendah, dan terfragmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola perembetan urban sprawl di Cekungan Bandung menggunakan metode Shannon’s Entropy. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Cisarua, Solokan Jeruk, dan Saguling mengalami perubahan dari pola urban sprawl leapfrog tahun 2017 menjadi ribbon development pada tahun 2024, yang menunjukkan bahwa pembangunan mulai mendekati jalan arteri primer. Di sisi lain, Kecamatan Baleendah, Katapang, dan Pameungpeuk mengalami perubahan dari pola konstelasi pada tahun 2017 menjadi pola konsentris pada tahun 2024, mengindikasikan bahwa pembangunan semakin mendekat ke pusat kota.</p>ARRSYA INDIRA RESTUYANTI BUDIYANTINI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08960965Kinerja Pelayanan Kereta Api Commuter Line Merak
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4639
<p>Kereta Api Commuter Line Merak melayani lebih dari 4 juta penumpang pada tahun 2024. Namun, prasurvei menunjukkan adanya kesenjangan antara kinerja pelayanan dan harapan penumpang, khususnya terkait suhu dalam perjalanan dan tempat duduk prioritas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketercapaian pelayanan berdasarkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No. 63 Tahun 2019, dengan metode campuran melalui strategi sequential exploratory. Hasil analisis deskriptif kualitatif menunjukkan bahwa beberapa fasilitas belum memenuhi standar, seperti petunjuk jalur evakuasi (visual dan audio), informasi gangguan keamanan, informasi stasiun (visual), dan kondisi suhu. Sementara itu, hasil analisis skoring menunjukkan bahwa secara umum aspek pelayanan tergolong dalam kategori baik, meskipun masih terdapat kekurangan pada elemen-elemen tertentu.</p>BERLIAN ADHI GRAHASONY HERDIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-092026-09-09966971Aksesibilitas Halte Trans Siginjai Jambi Koridor II Bandara Sultan Thaha Saifudin – Sengeti di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4640
<p>Pertumbuhan penduduk di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi meningkatkan kebutuhan transportasi publik yang efektif, khususnya pada Koridor II BRT Trans Siginjai (Bandara Sultan Thaha Saifudin – Sengeti). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi cakupan pelayanan halte Trans Siginjai berdasarkan radius ideal 400 meter terhadap permukiman penduduk. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait dan dianalisis menggunakan metode buffer dan network analysis pada software ArcGIS 10.8. Hasil analisis buffer menunjukkan bahwa cakupan radius pelayanan halte hanya 31,1% dari total wilayah studi, dengan permukiman sebesar 21,9%. Analisis jaringan menunjukkan 90,5% permukiman dalam radius pelayanan memiliki akses jaringan jalan yang memadai menuju halte, namun masih terdapat 9,5% yang belum aksesibel. Penelitian ini menyimpulkan perlunya peningkatan jaringan jalan dan penambahan halte baru untuk meningkatkan efektivitas layanan transportasi publik di wilayah studi.</p>DALIYAH EL SHAFIRARATNA AGUSTINA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08973977TIPOLOGI URBAN SPRAWL DI KECAMATAN BOJONGSOANG, KABUPATEN BANDUNG
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4641
<p>Urban sprawl merupakan fenomena penyebaran kawasan terbangun secara tidak terkendali dari pusat kota ke wilayah pinggiran dengan ciri kepadatan bangunan rendah, pembangunan tidak terintegrasi, serta pemisahan fungsi lahan. Fenomena ini kerap terjadi di kawasan periurban, termasuk wilayah Bojongsoang yang mengalami tekanan urbanisasi akibat lokasinya sebagai kawasan pinggiran kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipologi urban sprawl di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial dan skoring berdasarkan data tahun 2024 dari lima indikator: kepadatan penduduk, kepadatan bangunan, jarak ke pusat kota, bangunan dalam jangkauan jaringan jalan, dan pola pembangunan lompatan katak. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa seluruh desa di wilayah studi mengalami gejala urban sprawl, namun Desa Tegalluar, Buahbatu, dan Cipagalo menunjukkan gejala sprawl dalam kategori tinggi. Indikator yang paling menentukan dalam pola sprawl di kawasan ini adalah kepadatan penduduk, jarak ke pusat kota, dan bangunan dalam jangkauan jaringan jalan</p>DEWI NUR ASSYIFAWIDYA SURYADINI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08978984POTENSI PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN INDEKS HIJAU BIRU INDONESIA STUDI KASUS: KECAMATAN GEDEBAGE KOTA BANDUNG
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4642
<p>Berdasarkan Perda RDTR Kota Bandung No.29 Tahun 2024-2044 Kecamatan Gedebage direncanakan dikembangkan menjadi pusat pelayanan kedua Kota Bandung bagian Timur yang bertujuan mengurangi kepadatan di pusat kota dan meratakan pembangunan ke wilayah timur. Kini pertumbuhan penduduk serta pembangunan di Kecamatan Gedebage semakin bertambah, yang menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH), ini berdampak pada keseimbangan lingkungan. Berdasarkan Kebijakan Penataan Ruang RTH harus mencakup minimal 30% dari luas wilayah. Penelitian bertujuan untuk merumuskan potensi penyediaan RTH berdasarkan Indeks Hijau Biru Indonesia (IHBI) sesuai pedoman yang ada saat ini. Hasil analisis digunakan untuk menentukan kelurahan yang di prioritaskan dalam peningkatan RTH IHBI guna memperbaiki kualitas dan kuantitas RTH di Kecamatan Gedebage. Hasilnya berdasarkan RTH IHBI Kelurahan Rancabolang dan Kelurahan Rancanumpang menjadi perhatian utama karena ketersediaan RTH eksisting sangat rendah, kemudian diikuti Kelurahan Cimincrang dan Kelurahan Cisaranten Kidul, masing-masing kelurahan memiliki potensi pengembangan melalui RTH IHBI. Adapun konsep pengembangan RTH dapat dilakukan dengan menerapkan Urban Green Infrastructure</p>ENNI LINDIA MAYONADEWI TSABITAH
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08985989Identifikasi Penerapan Standar Pelayanan Minimum pada Trans Metro Bandung Koridor 3
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4643
<p>Perkembangan jumlah penduduk Kota Bandung sejalan dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang tinggi yang mengisi jalanan Kota Bandung dan menyebabkan peningkatan kebutuhan akan sistem transportasi publik yang efektif, khususnya pada Koridor 3 Trans Metro Bandung (Cicaheum-Sarijadi). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi ketercapaian pelayanan Trans Metro Bandung koridor 3 berdasarkan standar pelayanan minimum sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan RI No. PM 10 Tahun 2012. Data Primer diperoleh dari observasi, dan dokumentasi pada beberapa aspek yang mencakup fasilitas terkait dan dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis deskriptif kualitatif menunjukkan bahwa masih terdapat fasilitas yang belum optimal sehingga tidak memenuhi standar pelayanan minimum, yaitu pada aspek keselamatan, dan aspek kenyamanan. Penelitian ini menyimpulkan perlu adanya perbaikan serta peningkatan fasilitas secara menyeluruh untuk meningkatkan layanan transportasi publik pada wilayah studi.</p>FADILA RISTIANTI VIANYSADAR YUNI RAHARJO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-08990995Analisis Potensi Lokasi Sarana Pendidikan Menggunakan Metode Weighting Overlay di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4644
<p>Pendidikan merupakan hak yang harus dipenuhi sebagai warga negara Indonesia maka pemerintah menyediakan serta pemerataan sarana pendidikan yang memadai di setiap wilayah termasuk Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan sarana pendidikan jenjang SLTA serta mengidentifikasi lokasi-lokasi lahan yang ideal untuk pengembangan sarana pendidikan dalam rangka mendukung implementasi kebijakan jalur domisili secara efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan menerapkan teknik weighted overlay untuk menganalisis potensi lahan berdasarkan beberapa parameter spasial, seperti kepadatan penduduk, kemampuan lahan, kesesuaian lahan, rawan bencana, dan keterjangkauan layanan pendidikan eksisting. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengembangan sarana pendidikan yang merata, adaptif, dan mendukung pemerataan akses pendidikan berbasis zonasi di masa yang akan datang.</p>FADLY SETIAWANAKHMAD SETIOBUDI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-089961001KAJIAN HISTORIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TATA RUANG KAWASAN PESISIR KABUPATEN INDRAMAYU
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4645
<p>Perubahan tutupan lahan pesisir menjadi isu penting dalam perencanaan ruang, terutama di wilayah rentan seperti Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menganalisis perubahan tutupan lahan di kawasan pesisir Kabupaten Indramayu selama periode 2018–2024 menggunakan data penginderaan jauh Sentinel-2 dari ESRI Land Cover. Hasil analisis menunjukkan penurunan signifikan pada kelas pertanian campuran (-5.639,27 ha) dan peningkatan pada kelas vegetasi tergenang (+2.756,94 ha) serta perairan campuran (+2.306,49 ha). Dinamika ini mencerminkan tekanan antropogenik dan perubahan lingkungan yang berdampak pada fungsi ekologis kawasan pesisir. Temuan dikaitkan dengan arahan pemanfaatan ruang dalam RTRW dan RZWP3K, menunjukkan perlunya penyesuaian batas kawasan pesisir berdasarkan kondisi biofisik aktual. Kajian ini merekomendasikan integrasi perubahan spasial dalam pembaruan kebijakan tata ruang, guna mendukung pengelolaan pesisir yang adaptif dan berkelanjutan.</p>FARADIBA SALSABILLA PUTERI SANTOSAZULFADLY URUFI
Copyright (c) 2025
2026-09-092026-09-0910031007Identifikasi Aglomerasi Pariwisata Berdasarkan Analisis Spasial (Studi Kasus Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4646
<p>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pola aglomerasi pariwisata terbentuk di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Dalam prosesnya, digunakan teknologi GPS untuk memetakan lokasi wisata, lalu dianalisis dengan metode Sistem Informasi Geografis (SIG). Tahapan yang dilakukan mencakup pemetaan titik wisata (digitasi), analisis sebaran menggunakan Nearest Neighbor Analysis (NNA), serta mengelompokkan titik-titik wisata menggunakan algoritma DBSCAN. Dari analisis NNA, diperoleh nilai Zscore -16,23 yang menunjukkan bahwa objek wisata di Ciater menyebar secara mengelompok (clustered). Hasil dari DBSCAN menunjukkan ada empat pusat aglomerasi: dua besar dan dua kecil, dilihat dari jumlah dan kedekatan lokasi wisata, restoran, dan penginapan yang berada dalam radius kurang dari 1 km. Penelitian ini bermanfaat untuk memahami penyebaran wisata di lapangan dan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan kawasan wisata ke depannya</p>HIKMAL IHSANIYANTI BUDIYANTINI
Copyright (c) 2025
2026-09-092026-09-0910081013KARAKTERISTIK PELAKU DAN KARAKTERISTIK PERJALANAN KERJA DI WILAYAH BANDUNG TIMUR
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4647
<p>Wilayah Bandung Timur mengalami pertumbuhan signifikan sebagai kawasan penyangga Kota Bandung, yang mendorong meningkatnya aktivitas perjalanan kerja masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik pelaku dan perjalanan kerja di wilayah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang berdomisili dan bekerja di Bandung Timur. Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia produktif, didominasi oleh perempuan, memiliki pendidikan menengah atas hingga perguruan tinggi, bekerja di sektor swasta, dan berdomisili di SWK Ujungberung. Sebagian besar responden memiliki kendaraan pribadi dan SIM. Dari sisi perjalanan, mayoritas memiliki waktu tempuh 15– 30 menit, jarak 8–15 km, frekuensi perjalanan kerja 5–6 kali per minggu, dan pengeluaran transportasi lebih dari Rp150.000 per bulan. Temuan ini memberikan gambaran umum mengenai profil pelaku dan pola perjalanan kerja di Bandung Timur yang dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan transportasi wilayah yang perlu memperhatikan karakteristik sosial ekonomi</p>JANI AULIA RAHMANIAR GINANJARRATNA AGUSTINA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0810151020FAKTOR SOSIAL DEMOGRAFIS TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN KAWASAN TEKNOPOLIS KECAMATAN GEDEBAGE
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4648
<p>Perencanaan kawasan Teknopolis di Kecamatan Gedebage merupakan bagian dari upaya pengembangan wilayah Kota Bandung berbasis teknologi dan ekonomi masa depan. Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan sangat penting untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat serta menganalisis pengaruh faktor sosial terhadap pola partisipasi tersebut. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden, dan data dianalisis menggunakan uji chi-square dan koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap bentuk partisipasi, sedangkan pendidikan juga berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan karakteristik sosial dalam merancang proses perencanaan yang lebih inklusif dan partisipatif.</p>KAYLA PUTRISANI CHOTIMISADAR YUNI RAHARJO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0810211026Kajian Tingkat Kepuasan Pengunjung Wisata Religi Masjid Raya Al Jabbar
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4649
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pengunjung terhadap destinasi wisata religi Masjid Raya Al Jabbar berdasarkan pendekatan elemen 6A pariwisata yang mencakup atraksi, amenitas, aksesibilitas, layanan pendukung, aktivitas, dan ketersediaan paket wisata. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 100 responden. Data dianalisis menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen dengan tingkat kepuasan tertinggi adalah atraksi, diikuti oleh amenitas, sedangkan elemen dengan nilai terendah adalah aksesibilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum pengunjung merasa puas, namun terdapat elemen yang masih perlu ditingkatkan kualitasnya untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih optimal.</p>MOHAMMAD ABSHAR ASSAJADENNI LINDIA MAYONA
Copyright (c) 2025
2026-09-092026-09-0910271032Pengaruh Kegiatan Industri terhadap Kualitas Lingkungan Permukiman Berdasarkan Persepsi Masyarakat Sekitar Industri
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4724
<p>Pengembangan kawasan industri merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dimana industri kecil dan menengah (IKM) mengambil peran vital didalamnya. Kota Bandung memiliki potensi besar dengan krativitas dan ekonominya yang berkembang pesat. Meskipun demikian kegiatan industri menjadi sebuah ancaman bagi kualitas lingkungan karena memiliki dampak signifikan terhadap penurunan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kegiatan industri yang mempengaruhi kualitas permukiman. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat yang berada di sekitar kegiatan industri. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan structural equation modelling (SEM) dengan pendekatan partial least square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapangan pekerjaan industri, bahan baku industri, sarana prasarana industri mempengarhii fisik lingkungan permukiman secara langsung.</p>MUHAMMAD FAUZI FAZAR RAMADHANYANTI BUDIYANTINI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0810331038PERILAKU MASYARAKAT BERMUKIM DI WILAYAH SEMPADAN SUNGAI CIKAPUNDUNG KOLOT (Studi Kasus: Kelurahan Maleer Kota Bandung)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4726
<p>Permukiman di kawasan sempadan sungai menjadi isu yang berkembang dalam dinamika tata ruang kota, khususnya di wilayah padat seperti Kelurahan Maleer, Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku masyarakat yang bermukim di sempadan Sungai Cikapundung Kolot berdasarkan pendekatan KAP (Knowledge, Attitude, Practice). Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 146 responden, observasi lapangan, dan wawancara dengan warga serta pihak kelurahan. Data dianalisis menggunakan skala Guttman untuk mengetahui tingkat konsistensi respons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan berada pada kategori berpengaruh (80%), sikap cukup berpengaruh (70%), dan tindakan kurang berpengaruh (61%). Ketimpangan antara ketiga aspek tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi, kurangnya informasi spasial, dan lemahnya peran kelembagaan lokal menjadi hambatan utama perubahan perilaku masyarakat. Studi ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku tidak cukup hanya melalui peningkatan pengetahuan, tetapi memerlukan penguatan peran institusi dan partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan pendekatan perilaku dalam pengelolaan kawasan sempadan, serta menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan kebijakan partisipatif untuk mewujudkan tata ruang permukiman yang berkelanjutan. </p>MUHAMMAD YUSUF BACHTIARSADAR YUNI RAHARJO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0810391044Karakteristik Gentrifikasi di Kawasan Peri-urban
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4728
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik gentrifikasi di kawasan peri-urban yang terjadi di Kecamatan Pare. Metode yang digunakan adalah mixed method dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gentrifikasi di Kecamatan Pare ditandai oleh masuknya pendatang baru dengan latar belakang pekerjaan, keluarga, dan lingkungan yang berbeda, yang mendorong perubahan sosial dan budaya. Selain itu, terjadi perubahan fisik kawasan akibat alih fungsi lahan dan kenaikan harga tanah, terutama di area strategis dekat pusat ekonomi dan pendidikan. Proses ini menimbulkan tekanan terhadap warga lokal berpenghasilan menengah ke bawah.</p>PANDU TEGUH IMANSYAHYANTI BUDIYANTINI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0810451049MARKETING MIX 7P PADA KAWASAN WISATA PANTAI KARANG TARAJE GEOPARK BAYAH DOME MENGGUNAKAN TEKNIK ANALISIS IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4730
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan harapan pengunjung terhadap pelayanan wisata di kawasan Pantai Karang Taraje sebagai salah satu geosite unggulan di Geopark Bayah Dome, Kabupaten Lebak, Banten. Kajian dilakukan dengan pendekatan Marketing Mix 7P yang mencakup tujuh indikator utama: produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada 97 responden wisatawan. Analisis dilakukan menggunakan metode Importance Performance Analysis untuk mengukur kesesuaian antara kenyataan dan harapan dari pengunjung. Hasil pada penelitian ini menunjukan adanya gap negatif pada seluruh indikator 7P, menandakan bahwa pelayanan belum sepenuhnya memenuhi harapan wisatawan. Hasil tersebut menjadi dasar dalam merumuskan strategi perbaikan berbasis peningkatan pada atribut yang berada di Kuadran I yaitu Indikator Promosi dan Harga. Kuadran II Produk, Harga, Tempat, Orang, Proses dan Bukti Fisik. Kuadran III Harga dan Kuadran III Produk, Tempat, Orang dan Bukti Fisik</p>RAJA FAZAR KASTAMMARTAZULFADLY URUFI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0810511056IDENTIFIKASI KEBERAGAMAN POLA RUANG KECAMATAN ARCAMANIK DALAM RENCANA DETAIL TATA RUANG
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4733
<p>Kehilangan waktu yang diakibatkan oleh kemacetan tentu saja dapat diatasi dengan membenahi sistem transportasi. Namun, masalah kemacetan tidak hanya bersumber dari sektor transportasi saja. Salah satu akar masalahnya bisa bersumber dari kesalahan perencanaan tata ruang. Salah satu variabel tata ruang yang dapat mempengaruhi hal tersebut adalah variabel keberagaman dari jenis guna lahannya. Keberagaman guna lahan ini memiliki peran penting untuk memastikan terbangunnya lingkungan perkotaan berkelanjutan dan layak huni. Pada rencana pengembangan Kota Bandung, salah satu dari 8 Sub-Wilayah Kota (SWK) yang direncanakan adalah SWK Arcamanik. Arahan pengembangan dari SWK tersebut adalah sebagai wilayah permukiman yang berkelanjutan. Menggunakan data guna lahan dari rencana pola ruang, akan dilihat apakah benar perencanaan guna lahan di Kecamatan Arcamanik ini sudah mengarah kepada permukiman yang berkelanjutan dilihat dari sifat keberagaman guna lahannya.</p>RAMADIVTA PRATAMA NUGRAHARATNA AGUSTINA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0810571062Preferensi Pengguna WHOOSH dalam Pemilihan Moda Pengumpan di Stasiun KCJB Tegalluar Summarecon
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4736
<p>Stasiun Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Tegalluar di kawasan Summarecon memerlukan konektivitas moda pengumpan menuju pusat Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi preferensi pengguna Whoosh terhadap moda pengumpan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis Crosstab dan Stated Preference. Sebanyak 100 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil Crosstab menunjukkan bahwa variabel usia, biaya perjalanan, dan moda yang digunakan berhubungan dengan atribut pilihan seperti tarif maksimum, kebersihan, dan kelayakan kendaraan. Sementara itu, hasil Stated Preference mengungkapkan bahwa responden mengutamakan moda dengan efisiensi waktu, kenyamanan, keamanan, dan sistem pelayanan yang baik</p>ROSA AZZAHIRA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0810631067KARAKTERISTIK KEGIATAN AGROWISATA SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4739
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik agrowisata serta dampaknya terhadap kesejahteraan petani dan masyarakat lokal di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan agrowisata telah berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani, penurunan angka kemiskinan, serta terbukanya lapangan kerja baru di sektor jasa wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik survei, wawancara, dan analisis data sekunder untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta karakteristik agrowisata yang berkembang. Secara keseluruhan, agrowisata memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan perlu didukung dengan penguatan partisipasi masyarakat serta sinergi antarpemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan dampaknya.</p>TIARA LUTFIAH HAMDUNAKHMAD SETIOBUDI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0810681074PERILAKU PENYEBERANG JALAN DALAM MENYEBERANG DI JALAN ASIA AFRIKA DAN JALAN MERDEKA KOTA BANDUNG
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4742
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku penyeberang jalan di Jalan Asia Afrika dan Jalan Merdeka, Kota Bandung, dengan pendekatan kuantitatif deskriptif berdasarkan data survei terhadap 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penyeberang di Jalan Asia Afrika adalah laki-laki usia 15–25 tahun, sementara di Jalan Merdeka didominasi perempuan dan mahasiswa. Zebra cross menjadi fasilitas yang paling banyak digunakan di kedua lokasi, khususnya oleh kelompok usia muda, karena kemudahan akses dan lokasi strategis di kawasan wisata dan komersial. Sementara itu, penggunaan JPO lebih banyak ditemukan di Jalan Merdeka, terutama oleh usia muda, karena kedekatannya dengan pusat perbelanjaan seperti BIP dan BEC, meskipun masih menghadapi kendala aksesibilitas. Pola asal dan tujuan perjalanan didominasi lokasi strategis seperti Jalan Braga, Alun-Alun, Gedung Merdeka, dan pusat komersial, mencerminkan keterkaitan erat antara perilaku menyeberang dengan tata ruang serta guna lahan dominan di kawasan tersebut, menjadikan kedua ruas jalan ini sebagai koridor vital dalam sistem distribusi aktivitas ekonomi dan sosial kota. </p>VANNYA DARA FADILLAH RUHIYATRATNA AGUSTINA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0810751081Identifikasi Timbulan Lumpur untuk Perbaikan Operasioanal di BLUD Air Minum Kota Cimahi
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4744
<p>BLUD Air Minum Kota Cimahi mengoperasikan instalasi pengolahan air konvensional dengan unit prasedimentasi, koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi. Proses ini menghasilkan lumpur, terutama di unit sedimentasi, yang mengandung polutan yang dapat mengkontaminasi air yang diproduksi. Penelitian ini memprediksi timbulan lumpur untuk menentukan waktu dan durasi pembuangan. Hasil menunjukkan timbulan maksimum mencapai 18,74 m³ pada pukul 19.00, melebihi kapasitas 14,01 m³. Pembuangan direkomendasikan pada pukul 14.00 dengan volume 13,46 m³ dan durasi 134,64 detik. Prediksi ini menjadi dasar operasional agar pembuangan lumpur lebih responsif dan kualitas air tetap terjaga.</p>ADILA SHALAHUDDIN NUR
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0810831087Biochar Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Sebagai Agen Remediasi Penurunan Timbal (Pb) Pada Tanah Sawah: Studi Literatur
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4748
<p>Pencemaran tanah oleh logam berat, khususnya timbal (Pb), menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan lahan sawah karena berdampak pada penurunan kualitas tanah, kesehatan tanaman, serta risiko akumulasi pada rantai makanan. Remediasi diperlukan untuk mengurangi konsentrasi Pb, salah satunya dengan biochar berbasis limbah biomassa. Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah padat yang potensial diolah menjadi biochar melalui pirolisis. Biochar TKKS memiliki struktur berpori, kapasitas tukar kation tinggi, serta mengandung mineral yang mampu mengikat logam berat. Sejumlah penelitian menunjukkan biochar TKKS efektif menurunkan kadar Pb di tanah sekaligus meningkatkan pH, retensi air, dan ketersediaan hara, sehingga memperbaiki kesuburan tanah. Kajian literatur ini membahas potensi biochar TKKS sebagai agen remediasi ramah lingkungan untuk mengurangi pencemaran Pb pada tanah sawah serta mendukung pengelolaan limbah kelapa sawit yang berkelanjutan.</p>ALIFIA BUDIAWARDAIRACHMAWATI SUGIHHARTATI DJRATIH NURJAYANTI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0810881092Sisa Klor Pada Jaringan Distribusi Air Minum
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4751
<p>Ketersediaan air minum yang aman merupakan bagian dari target Sustainable Development Goals (SDGs) 6.1, sehingga kualitas air minum harus dijaga secara konsisten. Salah satu metode pengolahan yang umum digunakan adalah klorinasi, yang berfungsi membunuh mikroorganisme patogen. Namun, keberadaan sisa klor dalam jaringan distribusi air minum perlu diperhatikan karena konsentrasinya dapat menurun akibat reaksi dengan senyawa dalam air maupun kondisi jaringan perpipaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi konsentrasi sisa klor serta dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sisa klor dipengaruhi oleh jarak distribusi, dosis dan lokasi injeksi klor, pH air, serta kondisi kebocoran pipa. Konsentrasi sisa klor yang terlalu rendah (<0,2 mg/L) menurunkan efektivitas desinfeksi, sedangkan konsentrasi tinggi (>0,5 mg/L) berisiko menimbulkan gangguan kesehatan dan pembentukan produk samping berbahaya. Oleh karena itu, pengaturan sisa klor dalam batas aman (0,2–0,5 mg/L) menjadi krusial untuk menjamin keamanan air minum serta keberlanjutan lingkungan</p>AMALIA NURAINIMOHAMAD RANGGA SURURI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0810931098EVALUASI SANITASI DI WILAYAH DUSUN RAWAJATI KABUPATEN KARAWANG DENGAN PENDEKATAN EHRA
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4755
<p>Sanitasi merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kualitas kesehatan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Dusun Rawajati, Kabupaten Karawang, dengan tujuan mengevaluasi kondisi sanitasi dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada 82 KK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat masih memiliki keterbatasan pada PHBS dengan fasilitas sanitasi kurang layak. Sebesar 84% masyarakat Dusun Rawajati masih melakukan BABS. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan fasilitas sanitasi, edukasi perilaku hidup bersih, serta dukungan pemerintah untuk mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan layak huni.</p>CHARISSE NOVERNA ZULFAKANCITRA PHARMAWATI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0810991104Perancangan Evaporator Shell And Tube untuk Pemulihan Limbah Stabilizer Thermal sebagai Upaya untuk Mendukung Pengelolaan Limbah Berkelanjutan
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4762
<p>Pengelolaan limbah industri yang mengandung senyawa kimia berbahaya tetapi bernilai ekonomis, seperti limbah stabilizer thermal, merupakan tantangan penting dalam upaya mewujudkan industri berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem evaporator tipe shell and tube sebagai solusi teknologi untuk pemulihan air dan NH4Cl dari limbah stabilizer thermal. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dimana dilakukan pengumpulan data primer dan sekunder terkait karakteristik fisik dan kimia limbah, perhitungan kebutuhan energi, serta dimensi unit evaporator menggunakan rumus-rumus perpindahan panas dan neraca massa. Hasil perancangan menunjukkan bahwa evaporator tipe shell and tube membutuhkan laju perpindahan kalor sebesar 14.799.823 watt untuk dapat memisahkan air dan NH4Cl dari air limbah melalui proses pemanasan, sehingga menghasilkan produk yang dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali. Luas perpindahan panasnya yaitu sebesar 130 m2 dan diperoleh jumlah tube yang dibutuhkan adalah 227 buah untuk diameter tube 0,0381 dan panjang 6 m dan diameter shell 0.85 m. Teknologi ini tidak hanya mengurangi volume limbah berbahaya yang harus dibuang, tetapi juga mendukung prinsip pemulihan sumber daya dan efisiensi energi dalam pengelolaan limbah industri. Dengan demikian, penerapan evaporator ini berpotensi memberikan dampak positif baik secara lingkungan maupun ekonomi.</p>DEA KANIA PERTIWIMOHAMAD RANGGA SURURI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0811051110Penentuan Jenis Pelayanan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) di Kelurahan Kujangsari, Kota Bandung
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4658
<p>Kelurahan Kujangsari adalah salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, yang memiliki wilayah kumuh seluas 1,3 km2. Dalam menangani masalah kekumuhan terkait pengelolaan air limbah domestik, diperlukan penentuan jenis pelayanan SPALD untuk Kelurahan Kujangsari. Kawasan permukiman kumuh seringkali identik dengan kondisi lingkungan yang lebih. Hal ini terutama disebabkan oleh permasalahan utama terkait ketersediaan infrastruktur lingkungan, khususnya fasilitas sanitasi yang tidak memadai. Sementara itu, menurut Strategi Sanitasi Kota (SSK) Bandung tahun 2020, pengembangan SPALD merupakan bagian dari infrastruktur perkotaan. Sistem ini diprioritaskan bagi wilayah yang tidak memiliki akses ke sistem terpusat, dengan fokus utama pada kawasan kumuh. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menyediakan layanan sanitasi yang merata dan berkelanjutan di perkotaan. Penentuan jenis pelayanan SPALD ini mengacu pada Lampiran 1 PerMenPUPR No.4/2017 tentang Penyelenggaraan SPALD, dengan hasil penentuan yang menunjukkan bahwa SPALD terpusat (SPALD-T) skala permukiman cocok diterapkan di Kelurahan Kujangsari untuk mencapai sanitasi yang aman.</p>DEFA ABDUL BARRINICO HALOMOAN
Copyright (c) 2025 Prosiding FTSP Series
2026-09-082026-09-0811121117EVALUASI SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS LINGKUNGAN DI KELURAHAN CIPAGANTI
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4662
<p>Sanitasi merupakan salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs) target 6.2 yang padatahun 2030 mencapai akses terhadap sanitasi dan kebersihan yang layak dan merata untuk semua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sanitasi lingkungan di Kelurahan Cipaganti melalui pendekatan Environmental Health Risk Assessment (EHRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar masyarakat masih membuang limbah domestik secara langsung ke lingkungan, baik melalui saluran drainase maupun badan air, sehingga meningkatkan risiko pencemaran dan gangguan kesehatan. Melalui analisis SWOT, disusun strategi pengelolaan sanitasi berbasis masyarakat yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan pemerintah daerah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan masyarakat, peningkatan kesadaran lingkungan, serta pembangunan sistem pengelolaan air limbah terpusat yang berkelanjutan untuk mewujudkan permukiman sehat di Kelurahan Cipaganti.</p>DELLA PUTERINICO HALOMOAN
Copyright (c) 2025 Prosiding FTSP Series
2026-09-082026-09-0811181123PENGGUNAAN RAPID SAND FILTER SKALA RUMAH TANGGA DENGAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AIR TANAH DANGKAL DI DESA CITAPEN, KABUPATEN KUNINGAN
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4665
<p>Sistem penyaringan air skala rumah tangga dengan menggunakan media zeolit yang diaktivasi dengan asam laktat, karbon aktif, dan pasir silika dirancang untuk mengurangi kandungan besi (Fe), mangan (Mn), dan kekeruhan pada air sumur di Desa Citapen, Kabupaten Kuningan. Proses aktivasi zeolit dilakukan dengan pemanasan pada suhu 300°C dan perendaman dalam larutan asam laktat untuk meningkatkan kemampuan adsorpsi logam berat. Filter ini dibuat menggunakan metode gravitasi dengan pipa PVC sebagai wadah, dan media disusun berlapis-lapis sesuai dengan SNI No. 6774 Tahun 2008 Tahun Hasil uji laboratorium menunjukkan penurunan kadar Fe dan Mn belum signifikan, konsentrasi Mn dan tingkat kekeruhan air belum memenuhi standar kualitas air bersih. Efisiensi pengolahan untuk parameter kekeruhan dan kandungan Mn masih tergolong kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan analisis hidraulik melalui Tracer Study serta uji Sieve Analysis untuk<br>mengidentifikasi kekurangan pada sistem filtrasi. Hasil dari analisis tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan desain dan kinerja filter agar efisiensi pengolahan air dapat<br>ditingkatkan.</p>EKA WARDHANIFAKHRI ABDURRAFI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0811241124Evaluasi Kinerja IPAL Dengan Unit Anaerobik- Aerobik di RW 17 Melong, Kota CImahi
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4668
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) RW 17 Melong, Kota Cimahi, yang menggunakan sistem kombinasi anaerobik–aerobik dengan media bioball. Evaluasi dilakukan melalui analisis kuantitas debit, waktu detensi, serta kualitas air limbah berdasarkan baku mutu PermenLHK No. 68 Tahun 2016. Hasil pengukuran menunjukkan debit rata-rata air limbah sebesar 2,9 L/s. Seluruh unit pengolahan tidak memenuhi kriteria desain waktu detensi, baik pada unit<br>sedimentasi, anaerobik, maupun aerobik. Dari sisi kualitas, hanya parameter pH dan minyak-lemak yang sesuai dengan baku mutu, sementara TSS, BOD, COD, amoniak, dan total coliform belum memenuhi standar. Kondisi ini mengindikasikan efisiensi penyisihan masih rendah akibat waktu detensi yang tidak sesuai serta adanya permasalahan operasional seperti penumpukan lumpur. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar perbaikan desain dan operasional IPAL domestik di Kota Cimahi.</p>FAKHRI JANNATAN HARITS SUNGKARMOHAMAD RANGGA SURURI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0811251131PENGGUNAAN BIOKOAGULAN CANGKANG TELUR AYAM (GALLUS DOMESTICUS)DALAM MENGATASI PENCEMARAN AIR : REVIEW
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4671
<p>Koagulasi-flokulasi merupakan metode yang umum digunakan dalam pengolahan air untuk mengurangi kekeruhan, TSS, dan TDS. Penggunaan koagulan kimia seperti Polyaluminium Chloride (PAC) dinilai efektif, namun dapat menimbulkan residu logam yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur mengenai pemanfaatan biokoagulan dari cangkang telur ayam ras (Gallus domesticus) sebagai alternatif<br>alami yang lebih ramah lingkungan. Fokus utama pembahasan mencakup efektivitas biokoagulan ini dalam menyisihkan turbiditas, total suspended solids (TSS), dan total dissolved solids (TDS).<br>Cangkang telur ayam mengandung lebih dari 90% kalsium karbonat (CaCO₃) serta memiliki struktur mikropori yang memungkinkan interaksi efektif dengan partikel koloid. Literatur dari tahun 2008 hingga 2023 menunjukkan bahwa biokoagulan ini mampu menurunkan turbiditas hingga >90%, TSS >80%, serta TDS dalam tingkat bervariasi. Selain itu, beberapa studi juga mencatat Logam berat (Fe, Pb, Cr, Zn, Mn) dan senyawa Organik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa cangkang telur ayam memiliki potensi besar sebagai koagulan alternatif yang efektif dan ekonomis, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk standarisasi proses aktivasi dan aplikasi skala luas.</p>GABRIEL TRIO MANGOPOMOHAMAD RANGGA SURURI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0811331138LITERATURE REVIEW: PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN DAN MODEL PREDIKSI KEBISINGAN PADA FASILITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4673
<p>Perkembangan pesat kawasan perkotaan di Indonesia turut meningkatkan intensitas kebisingan lalu lintas, yang menjadi isu penting terutama di zona sensitif seperti lingkungan fasilitas pendidikan. Penelitian ini merupakan studi literatur terhadap sepuluh publikasi (2015–2025) yang memadukan pengukuran kebisingan menggunakan Sound Level Meter (SLM) dengan model prediksi, meliputi CoRTN, ASJ-RTN, Johnson Model, dan regresi. Hasil analisis menunjukkan CoRTN mendominasi penggunaan (70%), dengan selisih hasil prediksi terhadap pengukuran lapangan berkisar ±1,41 hingga ±7,3 dBA. Model ASJ-RTN dan Johnson menunjukkan akurasi cukup baik, sedangkan regresi berbasis data lokal menghasilkan kesesuaian tinggi namun terbatas pada wilayah spesifik. Perbedaan antara prediksi dan data aktual dipengaruhi oleh variabel lalu lintas, geometri jalan, kondisi lingkungan, dan cuaca. Studi ini merekomendasikan pengembangan model prediksi berbasis parameter lokal Indonesia serta eksplorasi teknologi prediksi modern untuk peningkatan akurasi pada area sensitif.</p>GENTA DIHARINASKANCITRA PHARMAWATI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0811391142Potensi Resiko Ekologi Logam Berat Pada Sedimen Dengan Pendekatan Pollution Load Index (PLI) Di Sungai Cisangkuy
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4675
<p>Sungai Cisangkuy, anak sungai dari Sungai Citarum, mengalami pencemaran logam berat akibat limbah industri dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pencemaran logam berat Mn, Fe, Pb, Cu, Cr, dan Cd pada sedimen sungai menggunakan Pollution Load Index (PLI). Analisis konsentrasi logam berat dilakukan dengan metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat masih berada di bawah baku mutu menurut Guidelines for the Protection and Management of Aquatic Sediment Quality in Ontario Tahun 2020. Nilai PLI yang kurang dari 1 menunjukkan kondisi lingkungan sedimen Sungai Cisangkuy belum tercemar oleh kombinasi logam berat tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun ada aktivitas manusia, pencemaran logam berat di<br>sungai ini relatif rendah dan masih dalam batas aman.</p>HELMI HADI PRATOMOETIH HARTATI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0811431149Analisis Risiko Sub Sistem Intake Pada Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4676
<p>Air baku sungai merupakan sumber utama dalam penyediaan air minum, sehingga kualitas dan kuantitasnya sangat menentukan keberlanjutan pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) dengan fokus pada subsistem intake sebagai titik awal pengambilan air. Tahapan penelitian meliputi gambaran sistem penyediaan air, identifikasi bahaya dan analisis risiko, evaluasi tindakan pengendalian, penyusunan rencana perbaikan, serta monitoring operasional. Metode yang digunakan mencakup analisis kuantitas (debit dan tinggi muka air), kualitas air (parameter fisik, kimia, dan biologi), penentuan status mutu air dengan metode Indeks Pencemaran, serta penilaian risiko menggunakan matriks peluang dan dampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa parameter kualitas air melebihi baku mutu, status mutu air sungai berada pada kategori tercemar ringan hingga sedang, dan sejumlah potensi bahaya memiliki tingkat risiko tinggi apabila tidak dilakukan pengendalian. Rekomendasi yang disusun meliputi perbaikan sistem penyaringan, peningkatan frekuensi pemeliharaan, pengawasan sumber pencemar, serta optimalisasi monitoring kualitas air secara real-time.</p>HILAL FAIZ KUSMAHADIIWAN JUWANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0811501154Kajian Mengenai Remediasi Tanah Tercemar Logam Mangan (Mn) Pada Tanah Sawah Menggunakan Biochar Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4678
<p>Pencemaran logam berat pada tanah sawah berpotensi menurunkan produktivitas pertanian dan membahayakan kesehatan manusia akibat akumulasi logam dalam rantai pangan. Mangan (Mn) merupakan unsur mikro esensial, namun pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan toksisitas pada tanaman dan gangguan kesehatan. Biochar tandan kosong kelapa sawit (TKKS) memiliki karakteristik luas permukaan besar, struktur berpori, dan gugus fungsional aktif yang efektif menurunkan bioavailabilitas Mn melalui adsorpsi dan interaksi fisikokimia. Selain itu, aplikasi biochar TKKS juga memperbaiki sifat fisik-kimia tanah serta mendukung pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan, sehingga berpotensi sebagai teknologi remediasi ramah lingkungan .</p>HURRI MURIZQIRACHMAWATI SUGIHHARTATI DJRATIH NURJAYATI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0811551159Studi Kondisi Eksisting Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Di Wilayah Perumahan
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4679
<p>Penelitian ini mengkaji kondisi eksisting sistem pengelolaan air limbah domestik di Kelurahan Dago RW 05, Kota Bandung, dengan fokus pada kesesuaian terhadap PERMEN PUPR No. 4 Tahun 2017. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, wawancara terstruktur, dan kuesioner kepada 100 KK, serta analisis data primer dan sekunder. Hasil menunjukkan 82% masyarakat memiliki akses sanitasi aman, sedangkan 18% tidak memiliki tangki septik, sehingga sebagian limbah dibuang langsung ke badan air. Beberapa tangki septik yang ada tidak memenuhi standar SNI 2398:2017 akibat keterbatasan lahan dan kepadatan penduduk. Kondisi ini berpotensi mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat. Rekomendasi penelitian mencakup peningkatan cakupan akses sanitasi aman, penerapan desain tangki<br>septik sesuai SNI, serta optimalisasi sub-sistem pelayanan, pengumpulan, dan pengolahan pada SPALD-T.</p>ILHAM DWI PUTRANICO HALOMOAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0811611165PEMILIHAN TEKNOLOGI PENGOMPOSAN UNTUK SKALA TPST
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4681
<p>Permasalahan pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi. Berdasarkan data UPTD Persampahan, wilayah pelayanan UPTD II menghasilkan timbulan sampah terbesar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan perencanaan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan penentuan kapasitas, analisis komposisi sampah, dan pemilihan teknologi pengolahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan<br>menentukan teknologi pengomposan terbaik untuk mengolah sampah organik dengan pendekatan perbandingan teknis antar metode, meliputi aerator bambu, takakura, bata terawang, dan drum komposter. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode aerator bambu merupakan pilihan paling optimal karena lebih efisien dalam kebutuhan lahan, kemudahan operasional, dan efektivitas penguraian sampah organik. Dengan perencanaan teknologi yang tepat, diharapkan kinerja TPST dapat maksimal dalam mengurangi timbulan sampah dan mendukung target pengelolaan sampah berkelanjutan di Kabupaten Bekasi.</p>KARENNINA RESARYANA EKA PUTRISITI AINUN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0811661171ONE STAGED COAGULATION UNTUK MENURUNKAN KEKERUHAN DAN SENYAWA ORGANIK AIR BAKU PADA AIR MINUM KOTA CIMAHI
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4683
<p>Parameter kunci yang perlu diperhatikan dalam proses pengolahan air baku adalah kekeruhan dan Natural Organic Matter (NOM). Penelitian ini bertujuan untuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Air Minum Kota Cimahi yang mengolah air menggunakan air baku Sungai Kota Cimahi untuk dapat mengetahui gambaran umum bagaimana respon air baku Sungai Cimahi terhadap metode pengolahan two staged coagulation. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengambilan sampel air baku dari sungai tercemar dan penerapan metode two staged coagulation dengan variasi dosis koagulan Tawas. Parameter yang dianalisis adalah fisika-kimia meliputi pH, temperatur, kekeruhan, dan Chromophoric<br>DOM. Berdasarkan hasil penelitian metode two staged coagualtion belum mampu membantu IPAM Konvensional dalam mengahadapi permasalahan dalam menyisihkan kekeruhan dan organik pada<br>kondisi sungai tercemar. Selanjutnya, analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dosis koagulan Tawas dengan efisiensi penyisihan kekeruhan dan CDOM.</p>MILA DIRGAWATIMELANESYA KAMBU
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0811721178Pengaruh Waktu Detensi Terhadap Efisiensi Penyisihan Parameter Pencemar IPAL Domestik RW 08 Pasir Kaliki
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4686
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh waktu detensi terhadap efisiensi penyisihan parameter pencemar pada IPAL domestik RW 08 Pasir Kaliki, Kota Cimahi. Unit pengolahan yang digunakan adalah Anaerobic Baffled Reactor (ABR) dan Anaerobic Filter (AF). Metode penelitian meliputi pengukuran debit air limbah menggunakan metode benda terapung, perhitungan waktu detensi berdasarkan volume unit dan debit rata-rata, serta analisis kualitas air limbah dengan membandingkan hasil inlet dan outlet terhadap baku mutu PermenLHK No. 68 Tahun 2016. Hasil perhitungan menunjukkan waktu detensi pada kedua unit hanya 3 jam, lebih rendah dibandingkan kriteria desain (ABR ≥ 8 jam dan AF 6–8 jam).<br>Kondisi ini menyebabkan efisiensi penyisihan BOD, COD, amoniak, dan total coliform masih rendah, sedangkan TSS mencapai 95% dan parameter pH, temperatur, serta minyak dan lemak telah sesuai<br>standar. Rendahnya kinerja IPAL dipengaruhi waktu detensi singkat dan akumulasi lumpur, sehingga diperlukan pengaturan debit, penambahan volume unit, serta penyedotan lumpur secara berkala.</p>MOCH REIHAN DASTIN RAMADAHANMOHAMAD RANGGA SURURI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0811791184Proyeksi Kebutuhan Air Minum Di Wilayah Pelayanan IPA Pasirkaliki
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4688
<p>Pertumbuhan penduduk di Kota Cimahi sebesar 1,13% per tahun mendorong peningkatan kebutuhan air bersih yang signifikan. Penelitian ini memproyeksikan kebutuhan air di wilayah pelayanan IPA Pasirkaliki hingga tahun 2042 dengan menggunakan metode least-square sebagai pendekatan terbaik. Hasil proyeksi menunjukkan jumlah penduduk akan mencapai 281.748 jiwa, dengan cakupan pelayanan meningkat dari 31% pada tahun 2024 menjadi 77% pada tahun 2042. Kebutuhan air rata-rata diperkirakan bertambah dari 227 L/detik menjadi 602 L/detik dalam periode tersebut. Perhitungan mempertimbangkan rasio kebutuhan domestik dan non-domestik 80:20 serta target penurunan kehilangan air dari 22% menjadi 15%.</p>MUH.NAUFAL SYAFIQ RAMADHAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0811861191Identifikasi Pengukuran Parameter Fisik Kimia Umum Pada Air Irigasi Di Desa Ciparay, Kabupaten Bandung
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4689
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsentrasi parameter fisik-kimia umum pada air irigasi di Desa Ciparay, Kabupaten Bandung. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, daya hantar listrik (DHL), kekeruhan, dan dissolved oxygen (DO). Pengukuran dilakukan secara in situ pada 34 titik sampel di saluran irigasi dan dua titik di sungai utama. Hasil pengukuran menunjukkan suhu berkisar antara 24,1– 34,6°C, sesuai dengan karakteristik perairan tropis. Nilai DHL bervariasi signifikan dari 0,10 hingga 2.236 μmhos/cm, menunjukkan potensi masalah salinitas pada titik tertentu. Kekeruhan tercatat sangat tinggi (11,41–283 NTU), dimana hanya dua titik yang memenuhi baku mutu (≤25 NTU). Konsentrasi DO berada pada rentang 1,0–5,3 mg/L, sesuai dengan standar minimum (≥1,0 mg/L). Secara umum, tingginya nilai<br>kekeruhan dan variasi DHL menjadi faktor kritis yang dapat mempengaruhi efisiensi irigasi dan kualitas tanah pertanian.</p>MUHAMAD ZAKARIYAMILA DIRGAWATI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0811921197Pengaruh Jarak Distribusi dan Parameter Kualitas Air (Suhu, pH, Coliform) terhadap Sisa Klor pada Jaringan Distribusi PDAM : Studi Literatur
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4692
<p>Kualitas air minum dalam jaringan distribusi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kadar sisa klor yang berperan penting dalam menjaga keamanan mikrobiologis. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur untuk mengkaji hubungan antara jarak distribusi, pH, dan suhu terhadap kadar sisa klor, serta implikasinya terhadap keberadaan coliform/E. coli. Hasil kajian menunjukkan bahwa jarak distribusi berhubungan negatif dengan kadar sisa klor, di mana semakin jauh jarak distribusi, konsentrasi<br>klor residual semakin menurun. Faktor pH dan suhu juga berpengaruh signifikan; pH tinggi mengurangi efektivitas klor, sementara suhu tinggi mempercepat degradasi klor. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya risiko kontaminasi coliform/E. coli ketika sisa klor berada di bawah standar minimum 0,2 mg/L. Oleh karena itu, PDAM perlu mengoptimalkan dosis awal klor, melakukan pemantauan rutin terhadap pH dan suhu, serta menjaga integritas jaringan distribusi untuk menjamin kualitas air minum.</p>MUHAMMAD FARHAN MMOHAMAD RANGGA SURURI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0811981203Pengaruh Konsentrasi PM2,5 Melalui Rasio Indoor/Outdoor: Kajian Literatur
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4693
<p>Particulate Matter (PM) menjadi salah satu dari 10 faktor risiko utama bagi kesehatan manusia. Partikulat halus PM2,5 dapat menembus lebih dalam ke paru-paru hingga mencapai aliran darah.<br>Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji berbagai penelitian terdahulu mengenai konsentrasi PM2,5 melalui rasio Indoor/Outdoor (I/O). Metode yang digunakan berupa telaah penelitian terdahulu melalui artikel nasional dan internasional antara tahun 2013-2024 dengan kata kunci Indoor air quality dan indoor/outdoor. Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas udara dalam ruangan dipengaruhi oleh kualitas udara di luar ruangan, dengan rasio I/O yang bervariasi tergantung pada ventilasi, aktivitas penghuni, desain bangunan, serta sumber polutan di dalam ruangan. Rasio I/O ≥ 1,2 menunjukkan dominasi polutan indoor, sedangkan ≤ 0,8 menunjukkan pengaruh signifikan dari polutan outdoor. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi<br>pengendalian bangunan (ventilasi dan struktur bangunan) untuk mengurangi paparan PM2,5 di dalam ruangan.</p>Muhammad Irham AnshariDidin Agustian Permadi
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0812041209Evaluasi Sistem Operasional Pengolahan Sampah Organik dengan Black Soldier Fly (BSF) Skala Kawasan Studi Kasus di Bank Sampah X
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4696
<p>Black Soldier Fly (BSF) merupakan teknologi pemanfaatan larva spesies Hermetia illucens (H. illucens) sebagai pereduksi sampah. Larva BSF mampu mereduksi sampah organik dalam waktu 12 hari dengan tingkat reduksi 56–70%. Efektivitasnya bergantung pada prosedur operasional yang diterapkan. Evaluasi dilakukan terhadap kesesuaian peralatan dan bahan, langkah kerja, standar pakaian pelindung, serta sistem monitoring dan pengumpulan data di Bank Sampah X dengan acuan standar Dortsman (2021) menggunakan penilaian skala Likert. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem operasional pengolahan sampah organik menggunakan<br>metode Black Soldier Fly (BSF) di Bank Sampah X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian peralatan dan bahan mencapai 69% (baik), langkah kerja 59% (cukup), pakaian pelindung 31% (buruk), dan sistem monitoring sebesar 39% (buruk). Beberapa peralatan pendukung, bahan media pakan, dan tahap pengondisian maupun pengeringan belum tersedia. Proses kerja yang belum optimal berdampak pada rendahnya kualitas monitoring dan pencatatan data.</p>NABILAH ALDILA DZIMARSITI AINUN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0812101214Penentuan Wilayah Prioritas Penanganan Banjir di Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4699
<p>Banjir seringkali menimbulkan kerugian, baik aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Supaya penanganannya tepat sasaran, perlu dilakukan penentuan wilayah prioritas penanganan banjir. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu dengan menggunakan enam parameter dari Peraturan Menteri PUPR No. 12 Tahun 2014. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor tertinggi terdapat pada G4 (283,75), G3 (282,5), dan G2 (278,75). Berdasarkan hasil tersebut, Desa Terusan ditetapkan sebagai wilayah prioritas penanganan banjir. Banjir di desa ini terjadi karena belum tersedianya sistem drainase yang memadai, sehingga air hujan tidak dapat tertangani dengan baik.</p>NURUL MARYAMEKA WARDHANI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0812161221ANALISIS KADAR UNSUR LOGAM PADA RESIDU PADAT HASIL PROSES PIROLISIS (CHAR) LIMBAH PADAT MEDIS DENGAN JARUM SUNTIK MENGGUNAKAN METODE UJI X-RAY FLUORESCENCE (XRF)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4700
<p>Berdasarkan hasil analisis XRF, residu padat dari proses pirolisis limbah medis jarum suntik diketahui masih mengandung beberapa unsur logam dan mineral anorganik, dengan konsentrasi tertinggi adalah kalsium (Ca) sebesar 53.186,6 ppm, diikuti titanium (Ti)<br>sebesar 1.717,6 ppm, kalium (K) sebesar 863 ppm, serta unsur jejak zirkonium (Zr), stronsium (Sr), dan skandium (Sc) dalam jumlah yang lebih kecil. Kandungan kalsium yang dominan berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap kekuatan mortar, sedangkan titanium dapat meningkatkan ketahanan terhadap pengaruh eksternal seperti cahaya UV. Meskipun demikian, keberadaan unsur-unsur tersebut juga perlu diperhatikan dari sisi potensi pelepasan ke lingkungan melalui uji kelarutan, sehingga pemanfaatannya sebagai bahan substitusi mortar harus melalui evaluasi lebih lanjut. Dengan demikian, residu pirolisis limbah medis jarum suntik memiliki potensi ganda, yakni sebagai sumber risiko pencemar jika tidak dikelola dengan tepat, namun juga sebagai bahan alternatif ramah lingkungan dalam konstruksi apabila dimanfaatkan secara terkontrol dan aman.</p>OLIVIA ZAHRA PUJIASTUTIMILA DIRGAWATINOVI FITRIA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0812221226STUDI TIMBULAN FOODWASTE HOTEL DI KOTA BANDUNG
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4701
<p>Hotel merupakan salah satu penghasil sampah sisa makanan terbesar di perkotaan. Pengolahan sampah makanan hotel di Kota Bandung melakukan pengurangan sampah makanan melalui metode Black Soldier Fly (BSF). Black Soldier Fly (BSF) merupakan jenis serangga yang dinilai dapat mengolah sampah organik dengan cara pengolahan sampah yang menjadi produk ramah lingkungan (Biorecycle). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas desain timbulan sampah makanan yang diolah menggunakan BSF, mengidentifikasi parameter desain dan luas area yang dibutuhkan untuk melakukan pengolahan. Sampel sampah ini bersumber dari House Keeping (HK) dan Dapur Hotel yang menghasilkan sampah makanan (foodwaste) yang akan diolah sebesar 222,99 kg/hari.</p>SITI AINUNPEBRIANTI PRABUDITA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0812271232Pemilihan Lokasi Prioritas Perencanaan Penyaluran Air Limbah di Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang Dengan Metode Skoring
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4703
<p>Pertumbuhan volume air limbah domestik di Kabupaten Karawang, khususnya di Kecamatan Tirtamulya yang memiliki risiko sanitasi tinggi, menuntut strategi tepat dalam menentukan lokasi perencanaan fasilitas pengolahan. Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Karawang Tahun 2022, kapasitas infrastruktur sanitasi masih terbatas untuk mengimbangi peningkatan limbah, meskipun angka Buang Air Besar Sembarangan (BABS) telah tercatat 0%. Penelitian ini menggunakan metode skoring dan pembobotan dengan dukungan Sistem Informasi Geografis (SIG), yang mempertimbangkan kriteria ketersediaan lahan, aksesibilitas, jarak ke permukiman, topografi, kepadatan penduduk, serta kondisi<br>infrastruktur sanitasi eksisting. Analisis dilakukan melalui klasifikasi interval lima tingkat untuk menghasilkan pemetaan kondisi yang lebih rinci. Hasil penelitian menunjukkan Desa Kamurang memperoleh skor tertinggi (4,5), sehingga ditetapkan sebagai lokasi prioritas pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik. Rekomendasi ini diharapkan mendukung perencanaan jangka menengah 2024–2031 serta menjadi acuan pengembangan solusi sanitasi berkelanjutan di Kabupaten Karawang.</p>RAFLI AGUS DWI CAHYADIETIH HARTATI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0812331238PENENTUAN SKALA PRIORITAS PENANGANAN GENANGAN DI KECAMATAN CIBEUNYING KIDUL
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4704
<p>Banjir merupakan suatu bencana alam yang tentunya daoat mengganggu kehidupan manusia yang berupa genangan air dari yan terkecil hingga yang terbesar dan tidak tertampung oleh aliran sungai sehingga air meluap ke daratan yang lebih rendah. Berdasarkan rekapitulasi data “Kota Bandung Dalam Angka Tahun<br>2025” menyatakan bahwa di Kota Bandung mengalami kejadian banjir sebanyak 33 kali pada tahun 2024, tiga diantaranya terjadi di Kecamatan Cibeunying Kidul. Kecamatan Cibeunying kidul merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di Kota Bandung. Maka dari itu, terdapat beberapa titik genangan yang terjadi di<br>Kecamatan Cibeunying Kidul, salah satu yang paling banyak terjadi genangan yakni di kelurahan Sukamaju. Tujuan dari penelitian yakni untuk mengetahui perhitungan skala prioritas di Kecamatan Cibeunying Kidul berdasarkan hasil perbandingan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No,12 Tahun 2014 tentang<br>Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan. Metode penelitian ini dilakukan dengan penentuan skala prioritas ini menggunakan dengan perbandingan kondisi genangan/banjir eksisting dengan parameter di Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.12 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan. Oleh karena itu, Kelurahan Sukamaju terpilih menjadi prioritas penanganan banjir karena memiliki nilai tertinggi sebesar 441,25 diantara kelurahan yang lainnya. </p>RIZKY TAUFIQ OKTAVIANETIH HARTATI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0812391244Potensi Akumulasi Logam Berat pada Tanaman Padi: Literature Review
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4706
<p>Padi (Oryza sativa L.) sebagai pangan pokok utama di Indonesia rentan terkontaminasi logam berat akibat pupuk, pestisida, serta aktivitas industri dan domestik. Kontaminasi ini dapat menurunkan kualitas panen dan menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi terus-menerus. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk membandingkan akumulasi logam berat pada padi di lima lokasi: Kangar (Malaysia), Lenjan (Iran), Kedah (Malaysia), Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Wonosobo (Indonesia). Hasil kajian menunjukkan logam esensial (Cu, Zn, Fe, Mn) lebih banyak terakumulasi di akar, sedangkan logam non-esensial (Pb, Cd, Cr, As) ditemukan pada bulir padi di beberapa lokasi. Analisis bioakumulasi<br>(BAF) dan translokasi (TF) mengindikasikan sebagian besar padi berperan sebagai excluder, meskipun di beberapa lokasi terdeteksi potensi akumulasi hingga bulir.</p>ROHIMAHMILA DIRGAWATI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0812461251Analisis Kualitas Air Baku Sungai Cimahi Untuk Sumber Air Minum BLUD Air Minum Kota Cimahi
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4708
<p>Sungai Cimahi merupakan sumber air baku yang dipengaruhi oleh aktivitas domestik, pertanian, dan perkebunan di sekitarnya. Kondisi kualitas air Sungai Cimahi diukur melalui pengukuran lapangan terhadap parameter kekeruhan, pH, dan suhu. Hasil dari pengukuran menunjukkan bahwa kekeruhan berada di rentang 27,61-41,08 NTU. Parameter pH berada pada kisaran 7,0-7,5 sedangkan suhu tercatat antara 21,1- 24,1°C. Berdasarkan temuan tambahan menunjukkan bahwa ammonia, COD, dan total coliform melebihi batas yang telah ditetapkan. Secara keseluruhan, kualitas air Sungai Cimahi belum memenuhi syarat sebagai sumber air baku tanpa pengolahan lebih lanjut, sehingga diperlukan upaya pengendalian pencemaran dan pemantauan berkelanjutan.</p>SALSABILA NURUL SHOFA ANNISAMILA DIRGAWATI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0812521256Evaluasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di Desa Majaserta Kabupaten Bandung Berdasarkan Sanitation Inspections
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4712
<p>Pemenuhan akses terhadap fasilitas sanitasi layak dan aman berperan penting dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Namun, berdasarkan data BPS tahun 2022, hanya 72% rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak, dengan kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Untuk melihat seberapa jauh kondisi sanitasi dan sistem pengelolaan air limbah domestik di wilayah pedesaan, penelitian dilakukan di Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, melalui pendekatan sanitation inspection yang direkomendasikan WHO.<br>Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, serta studi dokumentasi. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar warga masih belum memiliki akses terhadap fasilitas MCK yang memadai dan aman. Dari 10 MCK yang ada, sebagian besar belum dilengkapi dengan tangki septik, sarana cuci tangan dengan sabun, serta belum sepenuhnya memenuhi aspek keamanan, privasi, maupun kebersihan. Sekitar 80% fasilitas masih membuang limbah langsung ke lingkungan tanpa proses pengolahan yang layak, sehingga<br>berisiko menimbulkan pencemaran sumber air bersih dan penyakit berbasis air. Selain itu, 8 dari 10 fasilitas mengalami kerusakan pada bagian penutup lubang atau lempengan. Hasil kajian menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur sanitasi, pembangunan sistem pengolahan limbah cair domestik, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap praktik sanitasi yang aman dan berkelanjutan.</p>SITI EVI FAUZIAHNICO HALOMOAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0812571263ANALISIS VARIASI KETELITIAN PETA DASAR PENDAFTARAN TANAH HASIL ORTHOREKTIFIKASI CITRA SATELIT WORLD VIEW-2 HD
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4714
<p>Peta dasar pendaftaran tanah diperlukan untuk menggambarkan batas bidang secara akurat dan mendukung Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi ketelitian peta dasar hasil ortorektifikasi citra<br>satelit WorldView-2 HD menggunakan metode Rational Function Compute from GCPs pada kawasan datar, bergelombang, homogen, dan heterogen di Kota Cirebon. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui pengolahan citra dengan GCP terdistribusi<br>merata, diikuti analisis akurasi spasial menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) untuk posisi titik, jarak horizontal, dan luasan. Hasil menunjukkan seluruh kawasan memenuhi toleransi posisi horizontal untuk skala 1:5.000, sementara hanya kawasan<br>heterogen yang memenuhi skala 1:1.000. Ketelitian luasan tidak memenuhi batas ±0,5√L di semua kawasan. Disimpulkan bahwa citra WorldView-2 HD layak untuk peta dasar skala 1:5.000 pada area tertentu, dengan implikasi perlunya validasi lapangan dan peningkatan kualitas DEM untuk akurasi luasan.</p>Rizka Awwaludin KamilSoni Darmawan
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0812641282PEMBUATAN GEODATABASE UNTUK PENGELOLAAN LEGER JALAN
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4716
<p>Leger jalan merupakan dokumen teknis yang memuat informasi kondisi dan spesifikasi infrastruktur jalan. Pencatatan leger jalan di Kota Tanjungpinang umumnya masih dilakukan secara manual dalam bentuk dokumen fisik atau file excel. Penelitian ini menggunakan kombinasi metode pendekatan top-down dan<br>bottom-up. Pendekatan top-down digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan sistem secara umum, kemudian dijabarkan menjadi entitas dan atribut sesuai pedoman leger jalan. Sementara itu, pendekatan bottom-up dilakukan dengan memanfaatkan data eksisting guna melengkapi rancangan, sehingga hasil tidak hanya berdasarkan pedoman, tetapi juga kondisi lapangan. Pembangunan geodatabase dilakukan menggunakan perangkat lunak open-source PostgreSQL dan PostGIS. Hasil penelitian menunjukkan geodatabase mampu menyimpan serta mengelola data spasial dan atribut jalan secara terstruktur. Hasil Pengujian membuktikan sistem memiliki validitas dan konsistensi data yang baik serta mendukung pengelolaan aset jalan secara efisien dan sistematis, sekaligus menjadi dasar pengembangan WebGIS.</p>ZURIA HIDAYATSUMARNOTEDY IMANUEL SELAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0812831289ANALISIS KUALITAS DATA PERSIL TANAH UNTUK MENDUKUNG PENDAFTARAN TANAH KABUPATEN LENGKAP DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BEKASI
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4718
<p>Kualitas data persil tanah sangat penting dalam mendukung kepastian hukum pertanahan serta keberhasilan Program Pendaftaran Tanah Kabupaten Lengkap (PTKL). Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, dengan tujuan menganalisis kualitas data spasial bidang tanah serta mengevaluasi kelayakan desa berdasarkan indikator Nilai Desa Lengkap (NDL). Data yang digunakan meliputi peta bidang tanah (SHP), batas administrasi (DWG), citra satelit, dan dokumen pertanahan. Analisis dilakukan melalui pengecekan topologi gap dan overlap, serta perbaikan data KW4, KW5, dan KW6 menjadi KW1 menggunakan AutoCAD Map 3D dan ArcGIS 10.8. Hasil penelitian menunjukkan 3 desa telah memenuhi kriteria NDL, sedangkan 4 desa belum karena terdapat selisih luas persil dengan luas wilayah melebihi ambang batas 0,005%.</p>REINALDI FAUZIMOHAMMAD ABDUL BASYID
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0812911295ANALISIS VARIASI KETELITIAN PETA DASAR PENDAFTARAN TANAH HASIL ORTHOREKTIFIKASI CITRA SATELIT WORLD VIEW-2 HD
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4720
<p>Peta dasar pendaftaran tanah diperlukan untuk menggambarkan batas bidang secara akurat dan mendukung Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi ketelitian peta dasar hasil ortorektifikasi citra<br>satelit WorldView-2 HD menggunakan metode Rational Function Compute from GCPs pada kawasan datar, bergelombang, homogen, dan heterogen di Kota Cirebon. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui pengolahan citra dengan GCP terdistribusi<br>merata, diikuti analisis akurasi spasial menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) untuk posisi titik, jarak horizontal, dan luasan. Hasil menunjukkan seluruh kawasan memenuhi toleransi posisi horizontal untuk skala 1:5.000, sementara hanya kawasan<br>heterogen yang memenuhi skala 1:1.000. Ketelitian luasan tidak memenuhi batas ±0,5√L di semua kawasan. Disimpulkan bahwa citra WorldView-2 HD layak untuk peta dasar skala 1:5.000 pada area tertentu, dengan implikasi perlunya validasi lapangan dan peningkatan kualitas DEM untuk akurasi luasan.</p>Rizka Awwaludin KamilSoni Darmawan
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0812961314PEMODELAN 3D CADASTRE MENGGUNAKAN FOTO UDARA DRONE BERBASIS POINT CLOUD DAN nDSM (Studi Kasus: Kelurahan Sukapura, Kota Cirebon)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4723
<p>Sistem administrasi pertanahan di Indonesia masih berbasis dua dimensi (2D) yang belum mampu menggambarkan kepemilikan secara vertikal, sehingga pengembangan sistem 3D cadastre<br>menjadi kebutuhan penting. Penelitian ini bertujuan membangun model 3D bangunan berbasis point cloud dan normalized Digital Surface Model (nDSM) dari foto udara drone serta mengevaluasi<br>ketelitiannya. Data diperoleh dari drone tipe fixed-wing di Kelurahan Sukapura, Kota Cirebon, kemudian diolah menggunakan Agisoft Metashape dan ArcGIS Pro. Pemodelan berbasis point<br>cloud dilakukan dengan tool LAS Building Multipatch, sedangkan nDSM diperoleh dari selisih DSM dan DTM yang diekstrusi berdasarkan footprint bangunan. Uji akurasi dilakukan dengan<br>membandingkan tinggi model terhadap hasil pengukuran lapangan menggunakan total station, dianalisis dengan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan RMSE point cloud<br>sebesar 1,403 m dan nDSM sebesar 1,429 m. Point cloud memenuhi LOD 2, sedangkan nDSM lebih sesuai pada LOD 1.</p>RYVALDHI DZACKY ANDYTI SUDRAJATSONI DARMAWAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0813151320ANALISIS CONSTRUCTION STAGE PADA BENTANG P4-P5 JEMBATAN PUSDIKPOM KOTA CIMAHI MENGGUNAKAN METODE BALANCED CANTILEVER
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4725
<p>Flyover Pusdikpom Cimahi dibangun untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan keselamatan akibat perlintasan sebidang antara jalan raya dan jalur kereta api. Pada penelitian ini dilakukan analisis struktur pada bentang P4 – P5 menggunakan beton prategang dengan sistem segmental dan metode konstruksi free balanced cantilever. Bertujuan untuk mengevaluasi perilaku struktur jembatan terhadap pembebanan sesuai SNI 1725:2016 serta menganalisis pengaruh tahapan konstruksi (construction stage) terhadap lendutan, tegangan, dan momen lentur yang terjadi. Beton prategang digunakan dengan mutu fc’ = 40 MPa dan baja tendon fy = 41 MPa. Studi ini mencakup analisis gaya prategang, kehilangan gaya prategang, dan evaluasi tegangan maksimum di serat atas maupun bawah penampang girder. Hasil analisis menunjukkan bahwa tegangan yang terjadi selama masa konstruksi tidak melewati batas tegangan izin tarik maupun tekan beton. Kehilangan gaya prategang total adalah 24,9% , yang mendekati estimasi awal sebesar 30%. Metode segmental balanced cantilever terbukti efektif dalam pengendalian momen negatif selama tahap konstruksi.</p>AURELYAN SHANDY HARIEN RAMADHANBERNARDINUS HERBUDIMAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0813221327Pengaruh Perilaku Struktur Jembatan Steel U Girder Sei Padang Dengan Modifikasi Diafragma Belah Ketupat
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4727
<p>Penelitian ini menganalisis pengaruh modifikasi diafragma belah ketupat terhadap perilaku struktur jembatan Steel U Girder Sei Padang dengan membandingkan model eksisting. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Midas Civil dengan parameter utama berupa momen, gaya geser, rasio tegangan lentur dan geser, serta lendutan. Hasil menunjukkan bahwa modifikasi belah ketupat menurunkan momen maksimum dari 62.789,65 kNm menjadi 61.971,85 kNm dan lendutan dari 42,647<br>mm menjadi 41,93 mm, yang mengindikasikan peningkatan kekakuan struktur. Namun, gaya geser maksimum meningkat dari –6.134,34 kN menjadi –6.717,36 kN, sedangkan rasio tegangan geser naik dari 0,7968 menjadi 0,8725. Dengan demikian, modifikasi belah ketupat terbukti lebih efektif dalam mengurangi deformasi dan tegangan lentur, meskipun menimbulkan peningkatan beban geser. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan konfigurasi diafragma memiliki peran penting dalam optimasi desain jembatan agar tercapai keseimbangan antara kekakuan, kekuatan, dan efisiensi struktur.</p>M. FIRMAN NUR ALAMSYAHEUNEKE WIDYANINGSIH
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0813281332Respon Struktur Gedung Rumah Sakit di Kabupaten Bandung
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4729
<p>Perancangan gedung berfokus pada kualitas yang baik, akan mengurangi resiko kerusakan besar pada gedung ketika mengalami gempa dengan intensitas tertentu. Sehingga gedung seperti rumah sakit harus dirancang agar tahan terhadap guncangan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon struktur pada gedung rumah sakit di Kabupaten Bandung terhadap beban gempa dan menilai kesesuaiannya dengan batas yang diizinkan menggunakan software ETABS v22. Parameter analisis struktur yang diteliti berupa modal participating mass rasio, periode struktur, gaya geser dasar, simpangan antar lantai, dan pengaruh P-Δ. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh parameter berada dalam batas yang disyaratkan peraturan, di mana simpangan antar lantai berada di bawah batas izin, gaya geser dasar memenuhi ketentuan minimum, dan nilai koefisien stabilitas (θ) akibat pengaruh P-Δ<br>di bawah batas 0,1. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa gedung rumah sakit yang dianalisis memiliki respon struktur yang aman dan layak terhadap beban gempa rencana.</p>DESANTIO AMAR DHIYA ULHAQERMA DESIMALIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0813331338ANALISIS PERBANDINGAN CASTELLATED BEAM DENGAN VARIASI GEOMETRI BUKAAN DIAMOND DAN HEXAGON TERHADAP PROFIL IWF
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4732
<p>Penggunaan struktur rangka atap baja dalam bangunan industri sangat umum. Adapun inovasi pada struktur baja dengan memodifikasi profil IWF menjadi Castellated Beam. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja struktur rangka atap baja dengan tiga konfigurasi profil, yaitu profil IWF, Castellated Beam diamond, dan Castellated Beam hexagon. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000. Analisis meliputi defleksi maksimum, distribusi tegangan lentur dan geser, serta nilai PMM<br>ratio. Hasil menunjukkan Castellated Beam hexagon 950x300x12x20 memiliki peningkatan modulus plastis hingga 83,31% dan momen inersia hingga 169,24% serta kapasitas lentur meningkat sebesar 114,44% dibandingkan profil IWF 600x300x12x20. Tegangan lentur tertinggi terjadi pada Castellated Beam diamond 800x300x12x20 yaitu 227,1 MPa, sedangkan tegangan geser maksimum terdapat pada Castellated Beam hexagon 950x300x12x20 yaitu 93,2 MPa. Defleksi terbesar terjadi pada profil IWF 600x300x12x20 yaitu<br>35,47 mm dan defleksi terkecil pada profil Castellated Beam Hexagon 950x300x12x20 yaitu 17,27 mm, sementara nilai PMM ratio terkecil juga dimiliki oleh Castellated Beam hexagon 950x300x12x20 yaitu 0,411.</p>GANI AHMADNESSA VALIANTINE DIREDJA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0813391344Pengaruh Peningkatan Infiltrasi Hujan terhadap Suction dan Stabilitas Lereng pada Tanah tak Jenuh
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4734
<p>Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki iklim hujan tropis yang menyebabkan bervariasinya intensitas curah hujan. Salah satu penyebab terjadiya longsoran pada musim hujan<br>disebabkan oleh infiltrasi air hujan yang menyebabkan tanah menjadi jenuh disertai perubahan pada karakteristik tanah terutama kekuatannya. Penelitian ini membahas pengaruh peningkatan infiltrasi hujan terhadap perubahan tekanan air pori negatif dan stabilitas lereng tanah tak jenuh dengan menggunakan metode elemen hingga berbasis Program Plaxis 2D. Analisis dilakukan dengan memvariasikan intensitas curah hujan sebesar 100 mm/hari, 150 mm/hari, dan 200 mm/hari selama durasi 3 (tiga) hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infiltrasi hujan<br>menyebabkan penurunan tekanan air pori negatif (suction) dan faktor keamanan lereng pada tiap skenarionya dengan intensitas 200 mm/hari selama 3 (tiga) hari menghasilkan penurunan yang<br>lebih besar dengan rata – rata penurunan yaitu 4,98% untuk suction dan 2,285% untuk nilai faktor keamanan. Derajat kejenuhan tanah meningkat mendekati 100% karena infiltrasi air hujan.</p>RIZAL AHMAD FAUZIDESTI SANTI PRATIWI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0813451350PENGARUH TINGKAT INFLASI DAN SUKU BUNGA PADA PENGADAAN MATERIAL KONSTRUKSI TERHADAP KAS AKHIR PROYEK
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4738
<p>Pengadaan material dalam proyek konstruksi tidak hanya memerlukan perencanaan teknis yang matang, namun juga strategi finansial yang cermat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jumlah dan waktu pengadaan material terhadap nilai waktu uang (time value of money) sisa anggaran proyek dengan pendekatan nilai masa depan (Future Value). Material yang dianalisis meliputi beton ready mix, baja BJTD 40, bekisting kayu, dan fasad beton pracetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengadaan bertahap lebih menguntungkan apabila inflasi lebih rendah dari bunga simpanan. Sementara itu, pengadaan sekaligus di awal lebih menguntungkan untuk material dengan inflasi lebih tinggi dari bunga simpanan. Namun, untuk material bekisting, keputusan pengadaan juga mempertimbangkan efisiensi pemakaian material di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan aspek teknis dan finansial dalam perencanaan pengadaan material mampu menghasilkan strategi pengadaan dengan sisa anggaran tertinggi.</p>IBNU HASANHAZAIRIN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0813521356Respon Struktur Gedung Rumah Sakit Di Kab. Karawang
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4740
<p>Kabupaten Karawang dilintasi oleh Sesar Baribis atau Patahan Baribis, yang bertanggung jawab atas gempa bumi pada tahun 1834 di Jakarta dengan kekuatan 7 Mw dan menyebabkan kehancuran massal di sekitarnya. Bangunan Gedung Rumah Sakit yang dianalisis merupakan struktur beton bertulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons struktur gedung Rumah Sakit di Kabupaten Karawang menggunakan metode analisis spektrum respons. Pemodelan struktur dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ETABS versi 22, serta mengacu pada SNI 1726:2019 untuk ketahanan gempa dan SNI 2847:2019 untuk<br>perancangan beton bertulang. Parameter yang dianalisis meliputi periode struktur, modal participant mass ratio, simpangan antar lantai, gaya geser dasar, dan efek P-Delta. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh parameter memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam standar yang berlaku. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa struktur gedung Rumah Sakit yang dianalisis memiliki kinerja yang aman dan layak untuk menahan beban gempa.</p>MUHAMMAD FAUZAN MAKARIMERMA DESIMALIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0813571362EVALUASI KINERJA PERSIMPANGAN BERSINYAL DI JALAN P.H.H. MUSTOFA PAHLAWAN, KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN PEDOMAN PKJI 2023 DAN PTV VISSIM
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4746
<p>Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kota Bandung telah meningkatkan penggunaan kendaraan bermotor, sehingga menyebabkan penurunan kinerja simpang, khususnya pada simpang Jalan P.H.H Mustofa – Jalan Pahlawan. Penelitian ini mengevaluasi simpang bersinyal dengan dua pendekatan, yaitu perhitungan manual berdasarkan PKJI 2023 dan simulasi mikroskopis menggunakan PTV VISSIM 11.00, serta membandingkan hasilnya dengan studi terdahulu.Parameter utama yang dianalisis meliputi derajat kejenuhan (DJ), panjang antrean, tundaan, dan tingkat pelayanan (LOS). Hasil perhitungan PKJI<br>menunjukkan DJ = 0,89, panjang antrean rata-rata = 69 m, tundaan = 81 detik, dan LOS F. Sementara itu, hasil simulasi VISSIM menghasilkan nilai lebih rendah, yaitu panjang antrean 40 m dan tundaan 42 detik. Dibandingkan dengan studi terdahulu, PKJI menunjukkan kinerja yang lebih baik pada penelitian sebelumnya (23 m, 30 detik), tetapi hasil VISSIM menunjukkan kondisi eksisting lebih baik pada panjang antrean (40 m) dengan tundaan yang sama (41 detik).</p>SUMIATI DAUD DJAILANSOFYAN TRIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0813631368RESPON STRUKTUR GEDUNG BAJA (STUDI KASUS: HOTEL DI KOTA JAKARTA)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4750
<p>Indonesia terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik utama sehingga memiliki tingkat kegempaan tinggi, termasuk wilayah DKI Jakarta yang dipengaruhi sesar aktif dan zona subduksi. Kondisi ini<br>menuntut perencanaan struktur bangunan yang andal terhadap beban gempa. Penelitian ini menganalisis respon seismik gedung hotel empat lantai berstruktur baja di Jakarta menggunakan perangkat lunak ETABS v22 dengan metode analisis respon spektrum. Pemodelan struktur mengacu pada SNI 1726:2019,<br>SNI 1727:2020, dan SNI 1729:2020, dengan sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK). Analisis meliputi gaya geser dasar, simpangan antar lantai, serta pengaruh P-Delta. Hasil menunjukkan gaya geser dasar sesuai ketentuan minimum, simpangan antar lantai berada di bawah nilai izin, dan koefisien stabilitas (θ) < 0,1. Dengan demikian, struktur baja hotel yang ditinjau dinyatakan aman dan layak terhadap beban gempa rencana sesuai standar perencanaan yang berlaku.</p>SURYA KAMALDUINERMA DESIMALIANAALTIE SANTIKA ARIFIN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0813691374Pemodelan Secant Pile Pada Galian Dalam dengan Menggunakan Elemen Struktur Plate Untuk Konstruksi U-Shaped Girder Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung Pada Sta DK 2+500 Halim Station Section
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4753
<p>Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) pada STA DK 2+500 membutuhkan sistem penahan tanah yang andal untuk galian sedalam 8 m dengan muka air tanah 1,8 m, sehingga dipilih metode secant pile karena efektif menahan tekanan lateral dan mengurangi rembesan air. Analisis dilakukan dengan Plaxis 3D berbasis Finite Element Method (FEM) menggunakan pemodelan elemen plate berparameter rata-rata pada variasi kedalaman 20 m, 33 m, dan 40 m. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan faktor<br>keamanan signifikan sebesar 46,6% dari kedalaman 20 m ke 33 m, sedangkan penambahan kedalaman hingga 40 m hanya meningkatkan 0,15% akibat kondisi tanah yang relatif sama. Pada kedalaman 20 m deformasi lateral sebesar -0,05764 m tidak memenuhi batas izin 0,056 m menurut SNI 8460:2017, sementara pada kedalaman 33 m dan 40 m deformasi berada di bawah batas izin dan faktor keamanan > 1,5, sehingga memenuhi kriteria keamanan. Oleh karena itu, kedalaman minimum optimal secant pile pada STA DK 2+500 adalah 33 m untuk menjamin stabilitas dan keselamatan konstruksi.</p>ABEL NUR HAKKI PUTRA GARDEAINDRA NOER HAMDHAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0813761381Penilaian Kondisi Perkerasan Jalan Dengan Menggunakan Metode RCI Di SWK Cibeunying
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4756
<p>Penilaian kondisi perkerasan jalan merupakan aspek krusial dalam pemeliharaan dan pengelolaan infrastruktur jalan guna mendukung mobilitas dan keselamatan pengguna. Penelitian ini dilakukan di Sub Wilayah Kota Cibeunying Kidul, Kota Bandung dengan tujuan menganalisis kondisi permukaan jalan menggunakan metode Road Condition Index (RCI). Pengukuran RCI dilakukan melalui survei visual dengan interval segmen setiap 100 meter. Untuk arah Cikutra menuju Dipatiukur dengan metode survei secara visual jika dirata-ratakan mendapatkan nilai sebesar 5,8 yang mendapatkan kategori cukup. Nilai RCI terburuk yaitu 4,0 dengan kategori cukup yang terdapat pada STA 0 +000. Sedangkan untuk nilai RCI terbaik yaitu 6,6 dengan kategori baik pada STA 3 + 200 dan 3 + 300. Sedangkan, untuk arah Dipatiukur menuju Cikutra dengan metode survei secara visual jika dirata-ratakan mendapatkan nilai sebesar 5,87 yang mendapatkan kategori cukup. Nilai RCI terburuk yaitu 4,7 dengan kategori jelek yang terdapat pada STA 3 + 300 sampai 3 + 400. Sedangkan untuk nilai RCI terbaik yaitu 7,5 pada STA 0 + 500 dan 0 + 600. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode evaluasi kondisi jalan yang efektif dan efisien menggunakan data kuantitatif dan kualitatif secara terpadu.</p>ROSI AULIA NURFAUZIAHANDREAN MAULANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0813821387PEMANFAATAN CACAHAN LIMBAH PLASTIK PET (POLYETHYLENE TEREPHTHALATE ) PADA CAMPURAN AC – WC TERHADAP PENGUJIAN MARSHALL
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4758
<p>Permasalahan kerusakan pada perkerasan jalan aspal beton (AC) masih menjadi tantangan di Indonesia akibat beban lalu lintas tinggi, iklim tropis, dan mutu material yang belum optimal. Di sisi lain, limbah plastik Polyethylene Terephthalate (PET) terus meningkat dan menimbulkan persoalan lingkungan. Penelitian ini<br>bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi cacahan PET terhadap karakteristik aspal dan parameter Marshall pada campuran Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC). Variasi kadar PET yang digunakan adalah 0%, 3%, dan 6% dari berat aspal Pen 60/70. Hasil pengujian menunjukkan aspal modifikasi dengan<br>3% PET masih memenuhi spesifikasi, sedangkan kadar 6% tidak memenuhi spesifikasi. Karakteristik Marshall menunjukkan bahwa Kadar Aspal Optimum (KAO) pada campuran 0% PET sebesar 6,4%,<br>sedangkan pada campuran 3% PET sebesar 6,6%. Parameter Marshall terbaik diperoleh pada kadar 3% PET dengan stabilitas 1.850 kg dan flow 2,80 mm. Penelitian ini menunjukkan bahwa limbah PET 3% dapat dimanfaatkan sebagai bahan modifikasi aspal untuk meningkatkan kinerja perkerasan sekaligus mengurangi<br>masalah lingkungan.</p>SOFIA MUDZALIFAHBARKAH WAHYU WIDIANTO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0813881392Kinerja Struktur Gedung Fashion Gallery X di Kota Bandung
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4760
<p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja struktur Gedung Fashion Gallery X di Kota Bandung menggunakan metode time history analysis dengan bantuan perangkat lunak ETABS. Analisis<br>mengacu pada SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, dan SNI 2847:2019. Beban yang digunakan meliputi beban mati, beban hidup, serta beban gempa berdasarkan respons spektrum dan rekaman gempa Big Bear City, Christchurch, dan Northwest China. Parameter yang dianalisis adalah gaya geser dasar, simpangan antar lantai, dan tingkat kinerja struktur berdasarkan FEMA 356. Hasil analisis<br>menunjukkan bahwa gaya geser dasar memenuhi persyaratan dan simpangan antar lantai berada di bawah batas izin. Level kinerja struktur pada kedua arah termasuk kategori Life Safety (LS),<br>sehingga bangunan dinyatakan mampu menahan gempa besar tanpa mengalami keruntuhan total, meskipun berpotensi terjadi kerusakan pada elemen non-struktural.</p>ZACHRA KAMILA RAMADHINIERMA DESIMALIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0813931399Analisis Perbaikan Tanah Lunak Menggunakan Stone Column pada PLAXIS 2D dengan Pendekatan Geometri Continuum Model
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4763
<p>Tanah lunak memiliki daya dukung rendah dan cenderung mengalami penurunan besar dalam jangka waktu lama. Salah satu metode perbaikannya adalah Stone Column. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perbaikan tanah lunak menggunakan Stone Column pada PLAXIS 2D dengan pendekatan geometri continuum model, diameter Stone Column = Wall Thickness dalam mengurangi besar dan waktu penurunan. Hasil menunjukkan bahwa tanpa perbaikan terjadi penurunan pada tahap 90 persen konsolidasi sebesar 2,4 m dalam waktu 503 hari, sedangkan setelah diperbaiki dengan Stone Column sebesar 1,12 m dalam waktu 63 hari. Perbaikan tanah lunak menggunakan Stone Column ini mereduksi sebesar 53,3 persen besar penurunan. Hal ini dapat terjadi karena Stone Column memiliki modulus elastisitas yang lebih besar dibandingkan dengan tanah disekitarnya sehingga beban yang diterima oleh Stone Column akan lebih besar daripada tanah disekitarnya yang membuat penurunan pada tanah akan berkurang.</p>MOCHAMAD RIZKY FADILLAHINDRA NOER HAMDHAN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0814001405PENGEMBANGAN APLIKASI OPTIMASI PENAMPANG KOLOM BETON BERTULANG MENGGUNAKAN PYTHON
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4765
<p>Desain kolom beton bertulang yang efisien memerlukan optimasi dimensi dan tulangan untuk mengurangi biaya material sambil mempertahankan kekuatan struktur. Penelitian ini mengembangkan aplikasi Python dengan GUI Flet untuk analisis dan optimasi otomatis penampang kolom beton bertulang berdasarkan SNI 2847:2019. Aplikasi dilengkapi fitur perhitungan kapasitas nominal, visualisasi diagram interaksi, dan tata letak tulangan dengan analisis biaya material real-time. Optimasi menggunakan pendekatan iteratif brute-force untuk mengevaluasi kombinasi dimensi dan konfigurasi tulangan. Pengujian dilakukan pada lima studi kasus pembebanan toren air dengan validasi menggunakan SpColumn. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi menghasilkan desain kolom dengan distribusi tulangan simetris, rasio kapasitas mendekati 1, dan validasi akurasi tinggi (selisih 0,38%-2,15% terhadap SpColumn). Analisis ekonomis menunjukkan variasi biaya material Rp 141.378 hingga Rp 1.563.529, dengan<br>desain optimal kolom 340×340 mm (8D22) memberikan solusi cost-effective sebesar Rp 1.306.088 untuk desain universal. Aplikasi ini dapat menjadi alat bantu yang mengintegrasikan aspek struktural dan ekonomis dalam perencanaan kolom beton bertulang.</p>BERNAT AHMAD PATRIA SYAFIUDDINKAMALUDIN
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0814061411EVALUASI KINERJA LALU LINTAS BUNDARAN GUNTUR KABUPATEN GARUT
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4774
<p>Pertumbuhan jumlah penduduk Kabupaten Garut setiap tahunnya berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah kendaraan bermotor. Peningkatan ini mendorong tingginya mobilitas penduduk yang berakibat timbulnya permasalahan lalu lintas, khususnya kemacetan lalu lintas. Salah satu titik kemacetan yang terjadi yaitu di Bundaran Guntur Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas di Bundaran<br>Guntur pada jam puncak dengan metode mikrosimulasi dengan software PTV Vissim. Analisis kinerja simpang dinilai berdasarkan panjang antrian dan tundaan bundaran. Hasil analisis pada kondisi eksisting menunjukkan rata-rata panjang antrian dan tundaan sebesar 101,67 m dan 88,23 detik dan memiliki tingkat pelayanan F. Dimana hasil tersebut menunjukkan perlunya penanganan simpang lebih lanjut pada Bundaran Guntur Kabupaten Garut.</p>ALFIYYAH NUR FADIYAHANDREAN MAULANA
Copyright (c) 2025
2026-09-102026-09-1014191424ANALISIS QUANTITY TAKEOFF TERHADAP PEMBAGIAN ZONA PADA PEKERJAAN STRUKTUR ATAS PROYEK GEDUNG
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4813
<p>Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Quantity Take-off (QTO) pada pekerjaan struktur atas gedung dengan pembagian zona menjadi 3 wilayah zona. Perhitungan dibantu dengan BIM untuk perhitungan kuantitas pekerjaan. Pemodelan dilakukan menggunakan Tekla Structure, dan perhitungan lainnya dengan bantuan Microsoft Excel. Penelitian ini menghitung kuantitas pekerjaan pada gedung dengan pembagian zona. Pembagian zona dilakukan menjadi zona 1 pada sayap kiri gedung, zona 2 pada sayap kanan gedung dan zona 3 pada bagian tengah gedung. Perhitungan berfokus pada struktur atas gedung yang meliputi pekerjaan struktur beton bertulang (kolom, balok, pelat lantai, dan tangga), dan pekerjaan struktur baja (portal baja dan rangka atap). Hasilnya total jumlah volume pekerjaan bekisting adalah sebesar 7693,93 m2, volume pekerjaan penulangan adalah sebesar 683933,25 kg, volume pekerjaan pengecoran adalah sebesar 1079,31 m3, dan volume pekerjaan baja adalah sebesar 161,418 kg.</p>RIZKI MAULANA SIDIKNESSA VALIANTINE DIREDJARATIH DEWI SHIMA
Copyright (c) 2025
2025-12-032025-12-0314251430Kajian Risiko K3 Pekerjaan Struktur Baja Pada Proyek X
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4776
<p>Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan isu krusial dalam proyek konstruksi, khususnya pada pekerjaan baja yang berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya dan risiko K3, menganalisis tingkat keparahan, frekuensi, serta kemampuan deteksi risiko, dan memberikan rekomendasi pengendalian. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan parameter Severity, Occurrence, dan Detection, menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) dan Action Priority (AP) berdasarkan matriks AIAG & VDA 2019. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi, dan kuesioner. Ditemukan potensi bahaya dengan RPN tertinggi (48) dan kategori AP Medium. Pengendalian risiko mengacu pada Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 melalui rekayasa teknik, prosedur kerja, dan penggunaan APD.</p>ANDITO FERDIKA PRATAMAKATARINA RINI RATNAYANTI
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0814311435Analisis Kinerja Lalu Lintas Bundaran Cibeureum Kota Bandung Menggunakan Metode Bina Marga NO. 09/P/BM/2023 Dan Software Vissim
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4778
<p>Keberadaan simpang APILL di bundaran Cibeureum merupakan upaya pengendalian simpang untuk meminimalkan konflik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas serta kinerja lalu lintas dengan metode Bina Marga dan pemodelan menggunakan Vissim. Berdasarkan hasil analisis dengan metode PKJI 2023 didapatkan kapasitas untuk pendekat utara 771 smp/jam, pendekat selatan 1176 smp/jam, pendekat timur 1 1118 smp/jam, dan pendekat timur 2 464 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan sebesar 0,78 yang menunjukkan kinerja lalu lintas baik. Berdasarkan analisis menggunakan PKJI 2023 didapatkan panjang antrean untuk pendekat utara 33,78 m, pendekat selatan 32,96 m, pendekat timur 1 45,46 m, dan pendekat timur 2 22,2 m. Hasil simulasi dengan Vissim didapatkan panjang antrian untuk pendekat utara 26,91 m,<br>pendekat selatan 47,34 m, pendekat timur 1 35,35 m, dan pendekat timur 2 37,59 m. Rata-rata tundaan sebesar 33,33 det dengan tingkat pelayanan D.</p>SYAYID FATHAMUL HAKIMSOFYAN TRIANA
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0814361441PEMODELAN ANALISIS TANAH LUNAK DENGAN PERKUATAN STONE COLUMN PADA SIMPANG TOL SERANG-PANIMBANG
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4779
<p>Tanah lunak sering menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur karena sifatnya yang memiliki daya dukung rendah dan penurunan konsolidasi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode perkuatan stone column dalam mengurangi penurunan tanah lunak pada lokasi Simpang Susun Rangkasbitung Jalan Tol Serang–Panimbang. Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak PLAXIS 3D dengan<br>mempertimbangkan berbagai variasi diameter dan spasi kolom batu, baik pada kondisi dengan maupun tanpa smear zone. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kondisi eksisting tanpa perkuatan menghasilkan penurunan sebesar 44,1 cm dalam periode 10 tahun, melebihi batas toleransi 25 cm menurut SNI 8460:2017. Perkuatan dengan stone column secara signifikan menurunkan besarnya penurunan, dengan hasil terbaik diperoleh pada konfigurasi diameter 0,5 meter dan spasi 1,5D. Konfigurasi ini menghasilkan penurunan di bawah ambang batas toleransi, baik pada kondisi dengan maupun tanpa smear zone, serta dinilai efisien dari segi<br>biaya dan kemudahan pelaksanaan. Oleh karena itu, konfigurasi tersebut direkomendasikan sebagai solusi perkuatan paling optimal pada proyek ini.</p>Adilmart Mangiring HutabalianIndra Noer Hamdhan
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0814431452Analisis Kapasitas Tampungan Sungai pada Sungai Kalasey, Minahasa, Sulawesi Utara (HEC-RAS 6.6)
https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/4781
<p>Sungai Kalasey yang terletak di Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, dalam beberapa tahun terakhir wilayah sekitar sungai ini sering terdampak banjir. Penelitian ini bertujuan menganalisis debit dengan aplikasi HEC-HMS 4.12 dan melakukan evaluasi kapasitas<br>penampang serta simulasi penanggulangan banjir dengan HEC-RAS 6.6. Perhitungan debit banjir rencana dilakukan menggunakan metode Soil Conservation Service (SCS) berdasarkan curah hujan desain kala ulang 2, 5, 10, dan 25 tahun. Hasil debit maksimum yang diperoleh berturut-turut adalah 45,1 m³/s; 61,3 m³/s; 70,2 m³/s; 79,8 m³/s; dan 86,1 m³/s. Simulasi kondisi eksisting dengan HEC-RAS menunjukkan dari total panjang sungai ±4,3 km, sepanjang ±3,76<br>km mengalami limpasan dengan tinggi maksimum 2,769 meter. Setelah normalisasi penampang, limpasan berkurang menjadi ±1,9 km dengan tinggi 2,15 meter. Penanganan lanjutan dilakukan<br>melalui perencanaan tanggul sepanjang ±1,9 km dengan tambahan freeboard 0,6 meter. Hasil simulasi membuktikan normalisasi dan tanggul efektif mengurangi limpasan.</p>INTAN NURFAZRIATIYATI MULIATI SADLIANDHIKA WICAKSONO SASONGKO
Copyright (c) 2025
2026-09-082026-09-0814531458