FTSP https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp <p>Prosiding Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan</p> en-US FTSP PERENCANAAN PERKERASAN LENTUR PADA PENINGKATAN RUAS JALAN LENGKONG – TANGGEUNG (SEGMEN 1) KABUPATEN SUKABUMI BERDASARKAN METODE MDPJ 2017 DAN Pt T-01-2002-B https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1370 <p>Ruas Jalan Lengkong – Tanggeung merupakan salah satu trase jalan yang termasuk kedalam program pembangunan wilayah Jawa Barat Tengah Selatan. Ruas jalan ini memiliki lebar jalan eksisting 4 meter dan lebar bahu jalan 1 meter. Berdasarkan statusnya, Ruas Jalan Lengkong – Tanggeung adalah Jalan Kabupaten yang termasuk kedalam Jalan Kolektor Primer. Hasil perencanaan berdasarkan metode MDPJ 2017 menghasilkan nilai CESA 13.095.487 lss/lajur/UR, maka Lapis Permukaan AC-WC 40 mm, AC-BC 60 mm, AC-Base 75 mm, Lapis Fondasi CTB 150 mm, Agregat Kelas A 150 mm untuk semua segmen jalan. Berdasarkan hasil perencanaan menggunakan metode Pt T 01-2002-B menghasilkan nilai CESA 6.711.464 lss/lajur/UR, maka tebal lapis permukaan AC-WC 50 mm, AC-BC 80 mm, lapis pondasi CTB 160 mm, dan Agregat Kelas A 180 mm untuk segmen 1, sedangkan untuk segmen 2 s/d 5 tebal Agregat Kelas A 150 mm.</p> <p>&nbsp;</p> <hr> <p>Lengkong – Tanggeung road section is one of the road routes that is included in the South Central West Java regional development program. This road section has an existing road width of 4 meters and a shoulder width of 1 meter. Based on status, Lengkong – Tanggeung Road is a Regency Road that is included in the Primary Collector Road. The results of the planning based on the 2017 MDPJ method produce a CESA value of 13,095,487 lss/lane/UR, then the Surface Layer AC-WC 40 mm, AC-BC 60 mm, ACBase 75 mm, CTB Foundation Layer 150 mm, Aggregate Class A 150 mm for all road segments. Based on the results of planning using the Pt T 01-2002-B method, the CESA value is 6.711.464 lss/lane/UR, then the surface layer thickness is 50 mm AC-WC, 80 mm AC-BC, 160 mm CTB foundation layer, and Class A aggregate. 180 mm for segment 1, while for segments 2 to 5 the thickness of Class A Aggregate is 150 mm.</p> RIZKY TAUFIK FIRDZIAWAN THAHIR SASTRODININGRAT MUDJIYONO Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 1 11 Evaluasi Apill Pada Simpang Bersinyal Dibandingkan Dengan Software PTV Vissim 9 (Studi Kasus: Simpang Soekarno Hatta - Ibrahim Adjie Kota Bandung) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1371 <p>Simpang jalan Soekarno Hatta – Ibrahim Adjie di Kota Bandung merupakan salah satu<br>contoh prasarana penghubung transportasi darat yang sering mengalami masalah kemacetan. Dengan adanya hal tersebut, salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di simpang adalah dengan cara mengatur ulang waktu siklusnya. Tujuan penelitian ini dilakukan dengan cara mengatur ulang waktu siklus simpang jalan Ibrahim Adjie - Soekarno Hatta kota Bandung dengan menggunakan metode MKJI 1997 yang mendapatkan hasil sebesar 116 detik. Setelah mendapatkan hasil waktu siklus, tahap selanjutnya adalah mengetahui kinerja simpang dengan parameter panjang antrian dan waktu tundaan yang mana hasil panjang antrian terbesar adalah simpang jalan Ibrahim Adjie (Utara) sebesar 125 meter dan waktu tundaan sebesar 45 detik, dan hasil panjang antrian terkecil adalah lengan simpang jalan Soekarno Hatta (Barat) sebesar 76 meter dan waktu tundaan sebesar 53 detik. Sedangkan hasil menggunakan software PTV Vissim 9 panjang antrian terbesar adalah lengan simpang jalan Soekarno Hatta (Timur) sebesar 270 meter dan waktu tundaan sebesar 130 detik, dan panjang antrian terkecil adalah lengan simpang jalan Ibrahim Adjie (Selatan) sebesar 115 meter dan waktu tundaan sebesar 56 detik. Dari hasil perhitungan menggunakan metode MKJI 1997 dan pemodelan menggunakan Software PTV Vissim 9 didapatkan perubahan panjang antrian dan waktu tundaan yang lebih baik dari kondisi eksisting.</p> <hr> <p><br>The Soekarno Hatta – Ibrahim Adjie intersection in the city of Bandung is one example of land transportation connecting infrastructure that often experiences congestion problems. With this, one solution to reduce congestion at the intersection is to reset the cycle time. The purpose of this study was to reset the cycle time of the Ibrahim Adjie - Soekarno Hatta intersection in Bandung city using the 1997 MKJI method which got a result of 116 seconds. After getting the results of the cycle time, the next step is to determine the performance of the intersection with the parameters of queue length and delay time where the result of the largest queue length is the Ibrahim Adjie intersection (North) of 125 meters and a delay time of 45 seconds, and the smallest queue length results are arms. Soekarno Hatta (West) intersection is 76 meters and the delay time is 53 seconds. While the results using the PTV Vissim 9 software, the largest queue length is the Soekarno Hatta intersection arm (East) of 270 meters and the delay time of 130 seconds, and the smallest queue length is the Ibrahim Adjie intersection arm (South) of 115 meters and the delay time of 56 second. From the results of calculations using the 1997 MKJI method and modeling using Vissim 9 PTV Software, it was found that changes in queue length and delay time were better than the existing conditions.</p> M. AFDAEL FOTRAMANAG ELKHASNET Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 12 21 DAMPAK KENDARAAN OVERLOAD TERHADAP UMUR RENCANA JALAN https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1372 <p>Kualitas sistem transportasi di suatu wilayah, salah satunya ditentukan oleh tingkat pelayanan jalan yang dilewati oleh setiap kendaraan, baik itu kendaraan ringan maupun kendaraan berat yang melebihi beban (Overloading) dari kelas jalan yang sudah ditetapkan. Semua itu mengakibatkan kerusakan jalan yang lebih cepat dari umur rencana yang sudah ditentukan pada awal perencanaan. Kendaraan berat yang menyebabkan kerusakan pada Jalan Pasar Balong Kadipaten dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kendaraan berat dengan muatan normal dan kendaraan berat dengan muatan berlebih (Overloading), pada masing-masing kendaraan tersebut berbeda nilai Ekivalen Standard Axle (ESA). Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini ada 2, yaitu pengumpulan data sekunder dan pengumpulan data primer. Data data yang diperoleh yaitu, data gambar jalan, data LHR tahun 2019, data berat kendaraan yang diperoleh dari Survei lapangan dengan mewawancarai pengendara terhadap isi muatan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa persentase muatan berlebih dapat menurunkan umur rencana. Angka ekivalen atau VDF untuk muatan normal selama umur rencana 20 tahun yaitu sebesar 58.024.455,15 Lss/UR/ LR sedangkan angka ekivalen atau VDF untuk muatan berlebih selama umur rencana 20 tahun yaitu sebesar 96.782.775,85 Lss/UR/ LR. Nilai Traffic Design diperkirakan akan berakhir pada umur rencana sebesar 6,26 tahun atau sebesar 62.6% dari 20 tahun yang direncanakan.</p> <hr> <p><br>The quality of the transportation system in an area, one of which is determined by the level of road service that is passed by each vehicle, both light vehicles and heavy vehicles that exceed the load (Overloading) of the road class that has been determined. All of this results in road damage that is faster than the design life that has been determined at the beginning of planning. Heavy vehicles that cause damage to Pasar Balong Kadipaten Street can be divided into two, namely heavy vehicles with normal loads and excessive heavy vehicles (Overloading). Each of the vehicles has a different Axle Standard Equivalent (ESA) value. There are 2 data collections carried out in this study, namely secondary data collection and primary data collection. The data obtained are road image data, 2019 LHR data, vehicle weight data obtained from field surveys by interviewing drivers about the content of the load. The calculation results show that the percentage of overload can reduce the design life. The equivalent figure or VDF for normal loads during the 20 year design life is 58.024.455,15Lss/UR/LR while the equivalent number or VDF for over loads during the 20 year design life is 96.782.775,85 Lss/UR/LR. The value of Traffic Design is estimated to end at the planned life of 6.26 years or 62.6% of the planned 20 years.</p> BAYU PRIYANDA ELKHASNET Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 22 30 ANALISIS STABILITAS STATIK PADA TUBUH BENDUNGAN CIPANAS, KECAMATAN UJUNG JAYA, KABUPATEN SUMEDANG, PROVINSI JAWA BARAT https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1373 <p>Bendungan Cipanas adalah bendungan urugan batu yang digunakan untuk kebutuhan irigasi, kebutuhan air baku dan Pembangkit Listrik Tenaga air (PLTA) dengan daya tampung sebesar 250,81 juta ????3. Selain manfaat, bendungan dapat menimbulkan bahaya berupa kerugian materi dan korban jiwa. Untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan dari pengoperasian bendungan, maka dilakukan analisa stabilitas statik pada bendungan. Analisa dilakukan untuk mengetahui desain bendungan telah memenuhi syarat atau tidak dengan menggunakan software yaitu PLAXIS 2D LE 2021. Analisa berupa pemodelan bendungan pada kondisi setelah konstruksi, muka air normal, muka air maksimum, surut secara cepat, pembuntuan pada sistem drainase dan pada saat terjadi erosi. Hasil analisa yang diperoleh berupa nilai faktor keamanan. Nilai faktor keamanan terkritis terjadi ketika bendungan mengalami pembuntuan pada sistem drainase yaitu sebesar 1,720. Faktor keamanan harus memenuhi kriteria yang mengacu pada SNI 8064:2016, dimana nilai faktor keamanan yang diperoleh dari analisa harus lebih besar daripada kriteria minimum yang disyaratkan.</p> <hr> <p><br>Cipanas dam is a rock backfill dam used for irrigation needs, raw water needs and hydroelectric power plants (hydropower) with a capacity of 250.81 million ????3. In addition to benefits, dams can pose a danger in the form of material losses and casualties. To avoid the dangers posed by the operation of the dam, the analysis of static stability of the dam. The analysis was carried out to determine whether the dam design was qualified or not by using software, namely PLAXIS 2D LE 2021. Analysis in the form of modeling the dam on the condition after construction, normal water level, maximum water level, receding rapidly, blockage in the drainage system and in the event of erosion. The results obtained in the form of analysis of the value of the safety factor. The value of the critical safety factor occurs when the dam is blocked in the drainage system is equal to 1.720. The safety factor must meet the criteria referred to SNI 8064: 2016, where the value of the safety factor obtained from the analysis must be greater than the minimum required criteria.</p> DIMAS SUGIHARTI SRI HETTY SUSANTIN Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 31 41 Studi mengenai Prediksi Kuat Tekan Reactive Powder Concrete (RPC) menggunakan Formulasi Dreux Gorisse https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1374 <p>Salah satu beton modifikasi yang telah banyak diteliti dan bersifat ultra-high strength ductile concrete adalah Reactive Powder Concrete (RPC). Perancangan campuran RPC masih menggunakan metode trial and error. Apabila perancangan campuran RPC dapat dilakukan dengan menggunakan metode perancangan campuran untuk beton biasa seperti metode Dreux Gorisse, maka RPC akan lebih mudah dirancang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode perancangan campuran beton biasa, yaitu metode Dreux Gorisse, untuk dapat diaplikasikan pada perancangan campuran RPC. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis data sekunder hasil uji kuat tekan RPC umur 28 hari yang diambil dari beberapa jurnal rujukan. Analisis data sekunder dilakukan dengan menggunakan formulasi Dreux Gorisse yang telah dimodifikasi untuk campuran RPC. Hasil analisis menunjukkan kedekatan antara nilai kuat tekan prediksi dengan nilai kuat tekan hasil uji, sehingga dapat disimpulkan bahwa RPC dapat dirancang menggunakan formulasi Dreux Gorisse.</p> <p>&nbsp;</p> <hr> <p>One of the modified concrete that has been widely researched and is ultra-high strength ductile concrete is Reactive Powder Concrete (RPC). RPC mix design still using the trial and error method. If the RPC mix design can be done using a mix design method for ordinary concrete such as the Dreux Gorisse method, then the RPC will be easier to design. This study aims to develop an ordinary concrete mixtures designing method, such as the Dreux Gorisse method, to be applied to the RPC mixtures. The study was conducted by analyzing secondary data from the 28-day RPC compressive strength test taken from several reference journals. Secondary data analysis was performed using a modified Dreux Gorisse formulation for the RPC mixtures. The results of the analysis show the proximity between predictive compressive strength value and actual compressive strength value, so it can be concluded that the RPC can be designed by using the Dreux Gorisse formulation.</p> THOBIE DARMARINDRA DWIAMIRTA PRIYANTO SAELAN Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 42 53 TINJAUAN EVAPOTRANSPIRASI ACUAN MUSIM KEMARAU DI KOTA BANDUNG https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1375 <p>Kebutuhan air tanaman dapat didefinisikan sebagai jumlah air yang dibutuhkan untuk memenuhi kehilangan air yang terjadi akibat adanya penguapan oleh sinar matahari. Proses hilangnya air pada suatu lahan yang ditumbuhi tanaman disebut evapotranspirasi. Evapotranspirasi menyebabkan kehilangan air yang cukup besar sehingga perlu dihitung angka kehilangannya. Nilai evapotranspirasi dapat dicari dengan beberapa metode, salah satu cara menghitung nilai evapotranspirasi di Indonesia ialah menghitung berdasarkan Standar Perencanaan Irigasi KP-01 dengan menggunakan rumus Penman FAO Corrected dan menurut SNI 7745:2012 menggunakan rumus Penman-Monteith. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode penghitungan evapotranspirasi acuan yang tepat dengan membandingkan metode KP-01 dan SNI dengan tanaman hidroponik berupa padi, bawang daun dan tanaman sri gading dengan menggunakan data klimatologi periode Januari-Desember tahun 2021. Dalam penelitian ini menunjukkan nilai ET0-KP sebesar 5,41 mm/hari memiliki nilai yang lebih besar dari pada nilai ET0-SNI sebesar 5,22 mm/hari dan nilai ET0-a sebesar 2,6 mm/hari, maka dalam penelitian ini metode Standar Perencanaan Irigasi KP-01 lebih disarankan untuk digunakan dalam menghitung nilai evapotranspirasi acuan karena memiliki nilai yang lebih besar.</p> <hr> <p><br>Plant water requirements can be defined as the amount of water needed to meet water losses that occur due to evaporation by sunlight. The process of water loss in an overgrown land is called evapotranspiration. Evapotranspiration causes a large enough water loss so it is necessary to calculate the loss rate. The evapotranspiration value can be found by several methods, one way to calculate the evapotranspiration value in Indonesia is to calculate it based on the KP-01 Irrigation Planning Standard using the Penman FAO Corrected formula and according to SNI 7745:2012 using the Penman-Monteith formula. This study aims to determine the appropriate reference evapotranspiration calculation method by comparing the KP-01 and SNI methods with hydroponic plants such as rice, leeks and Sri Gading plants using climatological data for the January-December 2021 period. This research demonstrates the value of ET0-KP is 5.41 mm/day greater than the value of ET0-SNI which is 5.22 mm/day and value ET0-a is 2,6 mm/day. This research recommended that Standar Perencanaan Irigasi KP-01 more acurate in calculating the value of reference evapotranspiration because it has a greater value.</p> BALGIS GUSTHAELA ALLDERA FRANSISKA YUSTIANA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 54 67 EFEKTIVITAS PENERAPAN JALUR SEPEDA KAWASAN KOTA BANDUNG https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1376 <p>Peran transportasi di Kota Bandung sangat berpengaruh untuk membantu mobilitas penduduk itu sendiri. Pertambahan penduduk di Kota Bandung ini menyebabkan peningkatan mobilitas terus bertambah dengan halnya sarana transportasi berupa kendaraan yang menimbulkan beberapa dampak negatif. Untuk terwujudnya kota yang ramah lingkungan yaitu dengan memilih sepeda sebagai transportasi alternatif. Namun dalam kenyataan fasilitas dalam bersepeda masih kurang efektif dikarenakan jalur sepeda yang dirasa tidak aman. Permasalahan yang diangkat dan juga menjadi penelitian yakni seberapa besar tingkat efektivitas penerapan jalur sepeda di kawasan Kota Bandung. Batasan penelitian ini meliputi pengambilan data di Jalan Buah Batu dan Jalan Ir. H. Juanda. Perhitungan efektivitas menggunakan metode BLOS (Bicycle Level Of Service). Berdasarkan hasil penelitian Jalan Buah Batu didapat nilai BLOS -1,08 dimana ≤ 1,5 dikategorikan A artinya jalan tersebut sangat baik untuk sepeda, Jalan Ir. H. Juanda didapat nilai BLOS 2,75 berada pada rentang 2,5 – 3,5 dikategorikan C artinya jalan cukup baik untuk pesepeda. Untuk meningkatkan nilai BLOS ini, yaitu ketika volume lalu lintas saat menurun atau dikatakan kondisi jalan sedang sepi dan menaikkan lebar jalan.</p> <hr> <p><br>The role of transportation in the city of Bandung is very influential to help the population density itself. This negative population growth in the city of Bandung causes an increase in growth that continues to increase with various means of transportation in the form of vehicles that cause several impacts. To realize an environmentally friendly city, namely by choosing a bicycle as alternative transportation. But in reality the facilities in cycling are still less effective because the bicycle paths are deemed unsafe. The problem raised and also a research is how big the level of application of bicycle lanes in the Bandung City area. The limitations of this research include data collection on Jalan Buah Batu and Jalan Ir. H. Juanda. Calculation of effectiveness using the BLOS (Bicycle Level Of Service) method. Based on the research on Jalan Buah Batu, a BLOS score of -1.08 was obtained where 1.5 was categorized as A, meaning that the road was very good for bicycles, Jalan Ir. H. Juanda got a BLOS score of 2.75 in the range of 2.5 – 3.5 categorized C, meaning the road is quite suitable for cyclists. To increase the BLOS value, the most influencing factors are decreasing the volume factor value and increasing the road width.</p> IHZAR AMAL MAHDAN ELKHASNET Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 68 77 Analisis Tingkat Kebisingan Akibat Lalu Lintas Pada Kawasan Kampus Itenas Bandung https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1377 <p>Jalan PH.H Mustofa merupakan jalan nasional di Kota Bandung yang memiliki volume lalu lintas yang tinggi. Kondisi wilayah pada jalan tersebut didominasi oleh lingkungan perkantoran dan pendidikan. Hal tersebut berbanding lurus dengan kebisingan yang terjadi akibat kendaraan, sehingga mempengaruhi produktifitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan yang terjadi pada ruas Jalan PH.H Mustofa Bandung. Lokasi yang menjadi titik penelitian yaitu Kampus Itenas Bandung, berjarak 24meter dari ruas jalan tersebut. Data sekunder yang diambil secara langsung berupa data kebisingan, volume dan kecepatan kendaraan. Dalam penelitian ini data dianalisis menggunakan rumus CRTN (Calculation of Road Traffic Noise) dan analisis regresi linier. Pengukuran tingkat kebisingan dilakukan selama 10 jam dari pukul 07.00 – 17.00. Hasil tingkat kebisingan yang diperoleh dengan menggunakan alat Sound Level Meter nilai paling tinggi sebesar 73.45 dB pada T1 pukul 16.00 – 17.00 dan paling rendah sebesar 58.63 dB pada T3 pukul 08.00 – 09.00. Tingkat kebisingan dengan metode CRTN yang paling tinggi sebesar 72.41 dB pada T1 pukul 16.00-17.00 dan paling rendah sebesar 68.85 pada T3 pukul 09.00 – 10.00. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat kebisingan yang terjadi pada kawasan Kampus Itenas belum memenuhi standar mutu baku tingkat kebisingan menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.48 tahun 1996 tentang baku mutu kebisingan 55 dB untuk kawasan persekolahan atau sejenisnya.</p> <hr> <p><br>Jalan PH.H Mustofa is a national road in the city of Bandung which has a high traffic volume. The condition of the area on the road is dominated by the office environment and education. This is directly proportional to the noise that occurs due to vehicles, thus affecting the productivity of the community. This study aims to determine the level of noise that occurs on Jalan PH.H Mustofa Bandung. The location that became the research point was Itenas Bandung Campus, 24 meters away from the road segment. Secondary data taken directly in the form of noise data, volume and vehicle speed. In this study, the data were analyzed using the CRTN (Calculation of Road Traffic Noise) formula and linear regression analysis. Noise level measurements were carried out for 10 hours from 07.00 – 17.00. The results of the noise level obtained by using the Sound Level Meter tool have the highest value of 73.45 dB on T1 at 16.00 - 17.00 and the lowest value of 58.63 dB at T3 at 08.00 - 09.00. The highest noise level using the CRTN method is 72.41 dB on T1 at 16.00-17.00 and the lowest is 68.85 at T3 at 09.00 - 10.00. Based on the results of the study, it was found that the noise level that occurred in the Itenas Campus area did not meet the noise level standard according to the Decree of the State Minister of the Environment No.48 of 1996 concerning the 55 dB noise quality standard for school areas or the like.</p> RIVALDO ZORDIN OKA PURWANTI Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 78 87 DENGAN PERKUATAN GEOTEXTILE DI KABUPATEN SUMEDANG https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1378 <p>Tanah timbunan tinggi yang dijadikan tujuan konstruksi untuk jalan di daerah kabupaten sumedang perlu adanya perkuatan. Perkuatan yang dipilih untuk timbunan tinggi pada penelitian ini menggunakan geosintetik berjenis geotextile. Pemodelan dilakukan dengan dua kondisi yaitu tanpa perkuatan dengan proses penimbunan setiap bench atau ketinggian 6 m dan setiap 2 m. Hasil faktor keamanan antara proses pemadatan 2 m lebih tinggi dibandingkan proses pemadatan setiap 6 m tetapi tidak signifikan kenaikannya. Pemodelan perkuatan dengan geotextile menggunakan kuat tarik 50 kN/m dengan panjang rencana 30 m serta variasi jarak <br>mulai dari 1 m, 1.5 m dan 2 m dilakukan untuk mendapatkan perilaku perkuatan geotextile. Hasil faktor keamanan yang didapat dengan perkuatan geotextile berbanding terbalik dengan jarak. Semakin kecil jarak maka faktor keamanan yang didapat meningkat, tetapi peningkatan faktor keamanan pada jarak tersebut tidak signifikan. Berdasarkan hasil keseluruhan bahwa kenaikan faktor keamanan dengan perkuatan geotextile meningkat dibandingkan tanpa perkuatan tetapi tidak signifikan dan faktor keamanan yang didapat belum memenuhi kriteria SNI. Faktor keamanan dengan perkuatan geotextile akan meningkat ditentukan oleh kualitas tanah timbunan dan proses konsolidasi setiap penimbunan yang dilakukan.</p> <hr> <p><br>High embankment soil which is used as a construction purpose for roads in the Sumedang Regency area needs treatment. The reinforcement selected for the high embankment in this study uses a geosynthetic type of geotextile. The modeling was carried out in two conditions, namely without reinforcement with the process of stockpiling every bench or height of 6 m and every 2 m. The result of the safety factor between the 2 m compaction process was higher than the 6 m compaction process but the increase was not significant. Reinforcement modeling with geotextile using a tensile strength of 50 kN/m with a design length of 30 m and variations in distance from 1 m, 1.5 m and 2 m were carried out to obtain the geotextile reinforcement behavior. The results of the safety factor obtained with geotextile reinforcement are inversely proportional to the distance. The smaller the distance, the safety factor obtained increases, but the increase in the safety factor at that distance is not significant. Based on the overall results that the increase in the safety factor with geotextile reinforcement increased compared to without reinforcement but was not significant and the safety factor obtained did not meet the SNI criteria. The safety factor with geotextile reinforcement will increase, which is determined by the quality of the embankment soil and the consolidation process for each filling that is carried out.</p> SELVIANA RHEINA EFFENDI DIAN ASTRIANI Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 88 99 ANALISIS FLUKTUASI AIR PRODUKSI PDAM TIRTAWENING KOTA BANDUNG WILAYAH DISTRIBUSI BANDUNG TIMUR https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1379 <p>Pengunaan air bersih pasti akan selalu berfluktuasi berdasarkan musim , setiap minggu bahkan setiap jam pada satu harinya dikarenakan adanya perbedaan karakteristik penggunaan air dan penduduk dari masing masing wilayah tersebut. Fluktuasi pengguaan air adalah keadaan tidak seimbang dari penggunaan air oleh konsumen pada suatu wilayah, pada kondisi penggunaan air bisa mencapai maksimum tetapi disaat tertentu dan sebaliknya dapat mencapai kondisi minimum, dimana kondisi ini bergantung dari jenis kegiatan atau aktivitas masyarakat pada wilayah tersebut. PDAM Tirtawening adalah PDAM yang terletak di kota bandung, PDAM Tirtawening memanfaatkan sumber air yang berasal dari mata air, air permukaan dan air tanah. PDAM Tirtawening mendistribusikan air pada 3 wilayah di kota Bandung yaitu Bandung timur, Bandung utara dan Bandung barat, tercatat pada akhir taun 2021 terdapat sebanyak 175.062. Pada penelitian ini, akan dilakukan perhitungan fluktuasi air produksi PDAM Tirtawening dengan memperhitungkan fluktuasi debit produksi, kebocoran, dan kebutuhan.</p> <hr> <p>&nbsp;</p> <p>The use of clean water will always fluctuate based on the season, every week and even every hour in one day due to differences in the characteristics of water use and the population of each region. Fluctuations in water use are an unbalanced state of water use by consumers in an area, under conditions that water use can reach a maximum but at a certain time and vice versa it can reach a minimum condition, where this condition depends on the type of activity or community activity in the area. PDAM Tirtawening is a PDAM located in the city of Bandung, PDAM Tirtawening utilizes water sources from springs, surface water and ground water. PDAM Tirtawening distributes water in 3 areas in the city of Bandung, namely East Bandung, North Bandung and West Bandung, recorded at the end of 2021 as many as 175,062. In this study, the calculation of fluctuations in water produced by PDAM Tirtawening will be carried out by taking into account fluctuations in production discharge, leakage, and demand.</p> Ario Jati Al Fauzan Fransiska Yustiana Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 100 111 ANALISIS KINERJA OPERASIONAL TERMINAL NILAM SEBAGAI TERMINAL PETI KEMAS DI PELABUHAN TANJUNG PERAK, SURABAYA https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1380 <p>Berdasarkan proyeksi yang dilakukan oleh kerjasama antara Kemenko Maritim dan Sumber Daya dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak pada tahun 2030 dan 2035 akan melonjak tinggi. Sebagai salah satu terminal yang menangani kegiatan bongkar muat peti kemas terbesar dibanding terminal lainnya, perlu dilakukan analisis kinerja operasional terminal Nilam guna mengantisipasi melonjaknya arus peti kemas. Penelitian ini memperhitungan rasio kerja kapal di tambatan, kinerja TKBM, kinerja kegiatan bongkar muat peti kemas, dan kinerja utilitas dan fasilitas terminal, yang dilakukan berdasarkan Peraturan Jenderal Perhubungan Laut Nomor HK 103/2/2/DJPL-17 dan buku Perencanaan Pelabuhan oleh Bambang Triadmodjo. Hasil analisis menunjukan pada tahun 2020 terminal Nilam memiliki beberapa kinerja yang kurang baik, seperti BCH, BSH, dan YOR. Dengan memperhitungkan arus peti kemas tahun 2035 dan dwelling time sebesar 7 hari, terjadi peningkatan YOR sebesar 486,232% sehingga sangat diperlukan perluasan lapangan penumpukan dan pengurangan dwelling time pada terminal Nilam.</p> <hr> <p><br>Based on the projections made by a collaboration between the coordinating ministry for maritime affairs and resources with the agency for the assessment and application of technology, the container’s flow in tanjung perak port would peak in 2030 and 2035. As one of the terminals in Tanjung Perak Port that handles the loading and unloading of containers the largest compared to other terminals, the operational performance of the Nilam Terminal needs to be analyzed to anticipate the high flow of containers. This study calculates the work ratio of ships at moorings, TKBM performance, container loading and unloading activity performance, and utility and terminal facilities performance which is calculated based on the General Regulation of Sea Transportation Number HK 103/2/2/DJPL-17 and for the calculation of YOR using the Perencanaan Pelabuhan book by Bambang Triadmodjo (2009). The analysis results show that in 2020 the Nilam terminal has several poor performance, such as BCH, BSH, and YOR. By considering the container flow in 2035, there is an increase in YOR of 486,232%, it is necessary to expand the container field and increase the effectiveness of loading and unloading work at the Nilam terminal.</p> YOEL RIHI YATI MULIATI Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 112 122 Analisis Kinerja Pelayanan Operasional Penumpang Pada Terminal Jambrud Di Pelabuhan Tanjung Perak https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1381 <p>Terminal Jambrud merupakan terminal utama yang melayani kegiatan penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak sehingga memiliki total penumpang pelayaran yang meningkat setiap tahunnya. Dengan mempertimbangkan Rencana induk Pelabuhan Tanjung Perak dimana arus penumpang 5 tahun dari 2021 yang akan melonjak tinggi, maka diperlukan analisis kinerja pelayanan operasional pada Terminal Jamrud terhadap standar kinerja guna menjamin kelancaran transportasi penumpang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sampai berapa lama Pelabuhan dapat dimanfaatkan sesuai Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Perak, dengan menghitung perkiraan arus kapal, arus penumpang, dan nilai BOR. Dari hasil perhitungan dan proyeksi arus kapal, penumpang, dan nilai BOR didapat bahwa nilai BOR terminal Jamrud memenuhi standar sampai tahun 2032, namun untuk tahun 2033 dan seterusnya nilai BOR tidak memenuhi syarat yang sebesar 70%. Sehingga waktu operasional untuk tahun 2033-2038 perlu ditingkatkan yang sebelumnya 15 jam/hari menjadi 18 jam/hari agar nilai BOR tidak melebihi 70% atau standar yang sudah ditentukan.</p> <hr> <p><br>Jamrud Terminal is the main terminal that serves passenger activities at Tanjung Perak Port, so it has a total cruise passengers that increases every year. Taking into account the Tanjung Perak Port master plan, where the 5-year passenger flow from 2021 will soar, it is necessary to analyze the operational service performance at Jamrud Terminal against performance standards to ensure smooth passenger transportation. This study aims to determine how long the port can be used according to the Tanjung Perak Port Master Plan, by calculating the estimated ship flow, passenger flow, and BOR value. From the results of calculations and projections of ship flows, passengers, and BOR values, it is found that the BOR value of the Jamrud terminal meets the standards until 2032, but for 2033 and beyond the BOR value does not meet the requirements of 70%. So the operational time for the years 2033-2038 needs to be increased from 15 hours/day to 18 hours/day so that the BOR value does not exceed 70% or a predetermined standard.</p> RIFKI MUFFADOL YATI MULIATI Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 123 134 Program Pemeliharaan Jalan Menggunakan Model Deteriorasi IRI HDM-III https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1382 <p>Tingkat pelayanan jalan pada kondisi perkerasan akan menurun jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama. Salah satu penurunan tingkat layanan kondisi lapisan perkerasan ditandai dengan adanya kerusakan pada suatu struktur lapisan perkerasan jalan. Untuk itu, tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menentukan jenis pemeliharaan jalan yang tepat dengan berbagai permasalahan pada kondisi perkerasan lentur dengan memprediksi kondisi perkerasan jalan menggunakan persamaan model Deteriorasi IRI HDM-III. Dalam persamaan model Deteriorasi IRI HDM-III, data utama yang digunakan dalam persamaan ini adalah nilai IRI (International Roughness Index) yang pada penelitian ini di dapat dari survei fungsional perkerasan di ruas jalan poros Samarinda – Bontang kawasan Desa Tanah Datar menggunakan aplikasi android Roadbump Pro. Untuk mempermudah peneliti, ruas jalan ditinjau sepanjang 5 km mulai dari STA 15+000 hingga STA 20+000. Hasil dari pengujian dan analisa data nilai IRI menggunakan aplikasi Roadbump Pro, sangat mempengaruhi dalam memprediksi kondisi perkerasan jalan untuk 5 tahun mendatang yaitu dari tahun 2022 hingga 2026. Pada penelitian ini program pemeliharaan dan penanganan jalan diasumsikan menggunakan 2 (dua) skenario, yaitu skenario do something dan do nothing agar memudahkan peneliti dalam memprediksi kapan perkerasan jalan harus dilakukan penanganan dan pemeliharaan yang tepat dan efektif sehingga membutuhkan dana yang lebih murah.</p> MULIA DESTIAWATI HERMAWAN RANNA KURNIA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 156 160 ANALISIS PERILAKU PENGGUNAAN SUMBER DAYA AIR DAN ENERGI SERTA PANGAN MAHASISWA ITENAS TERHADAP PERUBAHAN IKLIM https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1383 <p>Permintaan global akan air, energi, dan makanan didorong oleh peningkatan populasi yang cepat, urbanisasi, dan perubahan iklim di perkirakan akan meningkat lebih dari 50% pada tahun 2050. Maka dari itu, pola pemakaian air, energi dan pangan masyarakat harus di perhatikan karena banyaknya faktor yang harus di perbaiki mengenai penggunaan air, energi, dan pangan. Masyarakat juga harus bisa menangani adanya perubahan iklim yang terjadi karena perubahan iklim terjadi tidak hanya karena fenomena alam tetapi ada faktor perilaku manusia itu sendiri. Hasil penelitian menunjukan penggunaan sumber daya air, energi dan pangan sudah cukup baik karena hanya 2 atribut pertanyaan yang berada di kuadran 1 yang perlu di tingkatkan. Sementara tingkat kinerja mahasiswa sudah baik dalam pemanfaatan serta penghematan sumber daya air, energi dan pangan seperti mencuci peralatan dapur menggunakan keran, menggunakan kendaraan umum, tidak menyalakan lampu disiang hari, mematikan alat elektronik setelah dipakai, memakai penampungan air, dan tidak memasak makanan setiap harinya.</p> <hr> <p><br>Global demand for water, energy, and food driven by rapid population increase, urbanization, and climate change is expected to increase by more than 50% by 2050. Therefore, the pattern of people's water, energy and food use must be considered because of the large number of people who use water, energy and food. factors that must be improved regarding the use of water, energy, and food. The community must also be able to handle climate change that occurs because climate change occurs not only because of natural phenomena but also human behavior factors. The results showed that the use of water, energy and food resources was quite good because only 2 question attributes in quadrant 1 needed to be improved. Meanwhile, the level of student performance is good in the utilization and saving of water, energy and food resources such as washing kitchen utensils using the faucet, using public transportation, not turning on the lights during the day, turning off electronic devices after use, using water reservoirs, and not cooking food every day.</p> Lorentius Dimas Dwiavista Putra Fransiska Yustiana Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 135 146 PEMETAAN DAERAH SANGAT RAWAN BANJIR PADA KAWASAN TERBANGUN PADA KECAMATAN BALEENDAH DAN KECAMATAN DAYEUHKOLOT KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1385 <p>Kabupaten Bandung khususnya Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Dayeuhkolot yang paling terjadi adalah banjir. Di Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Dayeuhkolot mengalami pembangunan yang sangat padat sehingga sering terjadinya banjir. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran daerah sangat rawan banjir terhadap kawasan terbangun pada Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Dayeuhkolot di Kabupaten Bandung. Data yang digunakan berbagai peta, yaitu, curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng dan penggunaan lahan, ketinggian, dan jaringan sungai. Metode yang digunakan dengan memberi pembobotan dan skoring pada data peta serta melakukan analisis spasial berupa overlay. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan ternyata sebaran daerah sangat rawan terhadap kawsan terbangun pada Kecamtan Baleendah 514,74 Ha, dan pada Kecamatan Dayeuhkolot 287,70 Ha</p> <hr> <p><br>Bandung Regency especially Baleendah Subdistrict and Dayeuhkolot Subdistrict which occurred the most was flooding In Baleendah and Dayeuhkolot sub-districts the development is very dense causing frequent flooding Based on this the purpose of this study was to determine the distribution of areas very prone to flooding to the built area in Baleendah District and Dayeuhkolot District in Bandung Regency The data used are various maps namely rainfall soil type slope and land use elevation and river network The method used is by giving weighting and scoring to the map data and performing spatial analysis in the form of overlays Based on the results of the study it was found that the distribution of the area is very vulnerable to built-up areas in Baleendah District 514 74 Ha and in Dayeuhkolot District 287 70 Ha</p> APRILANA MUHAMAD YUSUF FIRDAUS Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 161 166 ESTIMASI AEROSOL OPTICAL DEPTH (AOD) SECARA TIME SERIES MENGGUNAKAN CITRA SATELIT MODIS https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1386 <p>Polusi Udara menjadi isu lingkungan yang penting karena merupakan faktor yang dapat menurunkan kualitas kehidupan manusia. Aktivitas manusia seperti penggunaan lahan, urbanisasi dan pembakaran bahan bakar fosil telah mengubah kualitas kimia atmosfer. Aktivitas ini menyebabkan terjadinya banyak aerosol dan gas rumah kaca ke atmosfer. Aerosol merupakan campuran partikel padat dan cair yang sangat kecil yang tersuspensi di atmosfer. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persebaran AOD di pulau Sumatera dengan menggunakan citra MODIS secara time series yang akan diolah dengan platform Google Earth Engine (GEE). Penelitian ini menggunakan Single View Method dengan algoritma Dark Target (DT) dari data MODIS AOD MCD19A2 dengan resolusi spasial 1 km dan resolusi temporal 1 hari. Metodologi dalam penelitian ini dimulai dari studi literatur, pengumpulan data pengolahan hingga analisis AOD di pulau Sumatera. Hasil penelitian ini berupa persebaran Aerosol dan nilai AOD di pulau Sumatera, dimana pada bulan September 2015 terjadi peningkatan AOD yang menyebar di beberapa Provinsi di Pulau Sumatera.</p> OKARIUS NELSON BHATO SONI DARMAWAN Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 167 177 ANALISIS SPASIAL KAWASAN RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BANDUNG (Studi Kasus: Kecamatan Pangalengan dan Kecamatan Pasirjambu) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1387 <p>Berdasarkan (Jabarprov) Kabupaten Bandung terletak di dataran tinggi yang dikelilingi oleh gunung-gunung dan bukit-bukit. Karena letaknya yang berada pada perbukitan terjal wilayah ini sering terkena bencana tanah longsor. Berdasarkan pemberitaan Tribun News tanggal 20 April 2021, telah terjadi kejadian longsor di Kecamatan Pangalengan yang mencakup tiga wilayah desa yaitu, Desa Pulosari, Desa Lumajang, dan Desa Margamulya. Kecamatan Pangalengan dan Kecamatan Pasirjambu merupakan Kecamatan yang sering terdampak bencana tanah longsor. Menurut Kementrian ESDM, tingkat kerentanan tanah longsor juga semakin tinggi dengan meningkatnya aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebaran daerah rawan longsor menggunakan sistem informasi geografis di Kecamatan Pangalengan dan Kecamatan Pasirjambu. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis batuan, jenis tanah, dan curah hujan. Metode yang digunakan yaitu metode overlay dan pembobotan yang mengacu pada Puslittanak 2004. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 4 kondisi area rawan longsor uaoti sangat rendah dengan luas 300,98 Ha, kondisi rendah dengan luas 5455,96 Ha, kondisi sedang dengan luas 26162,27 Ha, dan kondisi tinggi dengan luas 11225,73 Ha.</p> APRILANA HAMDI YUWAFI Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 192 195 SISTEM INFORMASI RUANG TERBUKA HUJAU DI SUB WILAYAH KOTA BOJONAGARA BERBASIS WEBGIS https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1388 <p>Sub wilayah kota (SWK) Bojonagara merupakan wilayah yang secara geografis berada dalam wilayah pelayanan satu subpusat pelayanan kota. SWK Bojonagara termasuk pada wilayah dengan kepadatan tinggi di Kota Bandung. Hal tersebut akan mengakibatkan adanya aktivitas yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan termasuk terjadinya penyimpangan pemanfaatan pola ruang. RTH menjadi salah satu komponen ekosistem kota yang kurang diperhatikan. Adapun dalam penelitian ini untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu: Identifikasi kondisi eksisting kesesuaian lahan ruang terbuka hijau tahun 2022 menurut RDTR di SWK Bojonagara menggunakan WebGIS dan memvisualisasikan sebaran RTH di SWK Bojonagara. Metode SIG menjelaskan ketersediaan RTH berdasarkan sebarannya dan dilakukan observasi di lapangan. Hasil dari data yang didapatkan dapat ditunjukan bahwa kondisi eksisting RTH taman unit lingkungan/kota dan pemakaman di SWK Bojonagara, yaitu sebesar luas sesuai 32,26 Ha presentase 0,05% terhadap luas kota dan 0,37% terhadap luas SWK. Di visualisasikan dalam bentuk WebGIS yang terdapat fitur yang membantu users untuk mengakses dengan mudah.</p> APRILANA ILHAM HAFIDZ ALAMSYAH Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 196 201 IDENTIFIKASI ZONA NILAI TANAH PADA KAWASAN RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN SUMEDANG https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1389 <p>Kecamatan Sumedang Utara dan Kecamatan Sumedang Selatan merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Sumedang yang memiliki tingkat kejadian bencana tanah longsor tertinggi di Kabupaten Sumedang. Potensi terjadinya tanah longsor di Kecamatan Sumedang Utara dan Kecamatan Sumedang Selatan didapatkan pada tingkat kerawanan sedang, tinggi dan sangat tinggi. Bencana tanah longsor dapat menyebabkan perubahan nilai tanah dan memengaruhi perubahan ZNT. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi korelasi antara ZNT dengan KRB longsor. Untuk mengetahui korelasi tersebut dilakukan analisis korelasi koefisien pearson dan proses overlay antara Peta ZNT, Peta KRB Longsor, dan Peta Administrasi Kecamatan Sumedang Utara dan Kecamatan Sumedang Selatan. Hasil dari penelitian ini didapatkan pada Kecamatan Sumedang Utara ZNT di KRB longsor pada kelas tinggi memiliki korelasi yang sangat lemah dikarenakan hasil koefisien korelasi didapat r = -0.13 dan pada ZNT di KRB longsor pada kelas sangat tinggi memiliki korelasi yang kuat dikarenakan hasil koefisien korelasi didapat r = 0.82 dan berdasarkan 20 (dua puluh) titik validasi mengalami rata-rata kenaikan nilai tanah sebesar 13 %. Sedangkan pada Kecamatan Sumedang Selatan ZNT di KRB tanah longsor pada kelas tinggi memiliki korelasi yang sangat lemah dikarenakan hasil koefisien korelasi yang didapat adalah r = -0.25 dan pada ZNT di KRB tanah longsor pada kelas sangat tinggi memiliki korelasi yang kuat dikarenakan hasil koefisien korelasi yang didapat adalah r = -0.73 dan berdasarkan hasil 17 (tujuh belas) titik validasi, rata-rata kenaikan nilai tanah pada 15 (lima belas) titik validasi sebesar 7 % dan pada 2 (dua) titik validasi lainnya mengalami penurunan dengan rata-rata sebesar 5%.</p> APRILANA Dandi Ardian Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 202 207 Identifikasi Status Hak Tanah Pada Kawasan Rawan Banjir di Kabupaten Bandung Barat https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1390 <p>Kecamatan Ngamprah dan Kecamatan Padalarang merupakan bagian dari wilayah Kawasan Bandung Barat (KBB). Pada tahun 2019 ada 10 kejadian bencana alam yang terdiri dari banjir bandang di dua kecamatan di Kabupaten Bandung Barat,6 kejadian banjir bandang di Kecamatan Ngamprah dan 4 kejadian banjir di Kecamatan Padalarang. Daerah yang mengalami bencana banjir akan mengalami perubahan dalam bentuk luasan bidang tanah. Status Hak Tanah berperan penting dalam mengetahui keberadaan bidang tanah yang terkena bencana banjir. Status hak tanah tersebut berupa Hak Milik. Pada penelitian ini akan dikaji status hak milik pada kawasan yang terdampak rawan banjir dan sangat rawan banjir. Data yang digunakan adalah Peta Administrasi Kabupaten Bandung Barat, Peta Kawasan Rawan Bencana dan Peta Status Hak Tanah. Metode penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode Overlay. Dari hasil penelitian Kecamatan Ngamprah memiliki bidang hak milik sebanyak 11735 dengan luas ±157.057 Ha persentase bidang hak milik di kelas rawan banjir sebesar 3%. Sedangkan bidang hak milik di kelas sangat rawan banjir mempunyai persentase sebesar 0%. Kecamatan Padalarang memiliki bidang hak milik sebanyak 12063 dengan luas ±323.2 Ha persentase bidang hak milik di kelas rawan banjir sebesar 16%, sedangkan bidang hak milik sebanyak 1447 dengan luas ±22.6 Ha di kelas sangat rawan banjir memiliki persentase sebesar 4%.</p> APRILANA ASSYIFA IGHA PRATIWI Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 208 213 IDENTIFIKASI ZONA NILAI TANAH PADA KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR DI KABUPATEN BANDUNG BARAT (STUDI KASUS: KECAMATAN PADALARANG DAN KECAMATAN NGAMPRAH) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1391 <p>Pada Kecamatan Padalarang dan Ngamprah tidak dapat dibantah akan adanya suatu potensi terjadinya bencana. Salah satu jenis bencana yang terjadi pada Kecamatan Padalarang dan Ngamprah yaitu bencana banjir. Bencana banjir yang terjadi pada Kecamatan Padalarang dan Ngamprah merupakan banjir yang terjadi karena tingginya intensitas curah hujan. Dampak bencana banjir tidak hanya dapat memberikan dampak buruk kepada masyarakat, akan terapi bencana juga dapat mempengaruhi Zona Nilai Tanah. Zona Nilai Tanah dapat dikatakan sebagai area yang memiliki nilai tanah yang relatif sama. Secara umum pada kawasan rawan bencana banjir, nilai tanah akan mengalami penurunan. Maka dalam penelitian ini akan dikaji mengenai korelasi antara Zona Nilai Tanah dengan kawasan rawan bencana banjir di Kecamatan Padalarang dan Ngamprah. Proses yang dilakukan untuk mengetahui korelasi tersebut yaitu proses overlay antara Peta Zona Nilai Tanah, Peta kawasan rawan bencana banjir, dan Peta Administrasi Kecamatan Padalarang dan Ngamprah. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Zona Nilai Tanah dan Kawasan Rawan Bencana banjir pada Kecamatan Ngamprah dan Padalarang tidak memiliki korelasi. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil korelasi menggunakan metode korelasi pearson, hasil yang didapat menyatakan bawah besar nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 yang dimana dapat simpulkan bawah tidak terdapat korelasi antara Zona Nilai Tanah dengan kawasan rawan bencana banjir</p> <hr> <p>&nbsp;</p> <p>In Padalarang and Ngamprah sub-districts, it is undeniable that there is a potential for a disaster to occur. One type of disaster that occurred in Padalarang and Ngamprah sub-districts was a flood. The flood disaster that occurred in Padalarang and Ngamprah Districts was a flood that occurred due to the high intensity of rainfall. The impact of the flood disaster can not only have a negative impact on the community, but disaster therapy can also affect the Land Value Zone. The Land Value Zone can be said to be an area that has relatively the same land value. In general, in flood-prone areas, land value will decrease. So in this study, we will examine the correlation between the Land Value Zone and floodprone areas in Padalarang and Ngamprah Districts. The process carried out to determine the correlation is the overlay process between the Land Value Zone Map, the flood-prone area map, and the Padalarang and Ngamprah District Administration Map. From the results of the study, it was found that the Land Value Zone and Flood Prone Areas in Ngamprah and Padalarang Districts did not have a correlation. This can be seen based on the results of the correlation using the Pearson correlation method, the results obtained indicate that the significance value is greater than 0.05 which can be concluded that there is no correlation between the Land Value Zone and flood-prone areas.</p> APRILANA Absar Harid Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 204 2019 IDENTIFIKASI STATUS HAK TANAH PADA DAERAH RAWAN LONGSOR DI KABUPATEN SUMEDANG (Studi Kasus : Kecamatan Sumedang Utara dan Kecamatan Sumedang Selatan) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1392 <p>Kabupaten Sumedang sebagian besar wilayahnya pegunungan termasuk Kecamatan Sumedang Selatan dan Kecamatan Sumedang Utara. Kecamatan Sumedang Selatan memiliki luas 9.251,27 Ha dan Kecamatan Sumedang Utara 3.040,17 Ha. Bencana tanah longsor merupakan bencana alam yang sangat serius yang dapat menyebabkan kerusakan dan pemilik hak atas tanah kehilangan haknya untuk menguasai, menggunakan, atau memanfaatkan tanahnya. Karena tanahnya berpindah ataupun hilang sebagian atau seluruhnya akibat longsor, hal ini dapat menyebabkan hapusnya tanah. Berdasarkan rumusan masalah, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran status hak milik beserta luas status hak milik yang terdapat pada kawasan rawan bencana longsor di Kecamatan Sumedang Utara dan Kecamatan Sumedang Selatan. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu peta administrasi Kabupaten Sumedang, peta status hak tanah dan peta KRB longsor. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu overlay. Status hak tanah di kawasan rawan bencana tanah longsor di Kecamatan Sumedang Utara dan Kecamatan Sumedang Selatan yang digunakan dua kelas klasifikasi kawasan rawan bencana tanah longsor yaitu tinggi dan sangat tinggi. Status hak yang digunakan yaitu hak milik dikarenakan hak milik bersifat, terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis menujukkan bahwa terdapat status hak milik atas tanah pada kawasan rawan bencana tanah longsor yang tersebar di semua tingkat kerawanan, pada Kecamatan Sumedang Utara dan Kecamatan Sumedang Selatan.</p> <hr> <p><br>Sumedang Regency is mostly mountainous, including South Sumedang District and North Sumedang District. South Sumedang District has an area of 9,251.27 Ha and North Sumedang District 3,040.17 Ha. Landslide is a very serious natural disaster that can cause damage and land rights owners lose their rights to control, use, or utilize their land. As the soil is displaced or partially or completely lost due to landslides, this can lead to soil erosion. Based on the problem formulation, the purpose of this study was to determine the distribution of property rights status along with the extent of property rights status found in landslideprone areas in North Sumedang District and South Sumedang District. The data used in this study are Sumedang Regency administrative maps, land rights status maps and landslide KRB maps. The method used in this research is overlay. The status of land rights in landslide-prone areas in North Sumedang District and South Sumedang District used two classes of classification of landslide-prone areas, namely high and very high. owned by people on land. Based on the results of research and analysis, it shows that there is a status of property rights to land in landslide-prone areas that are spread at all levels of vulnerability, in North Sumedang District and South Sumedang District.</p> Syarif Agoeng Laksamana Alkadrie APRILANA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 220 225 IDENTIFIKASI ZONA NILAI TANAH PADA KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR DI KABUPATEN BANDUNG (STUDI KASUS: KECAMATAN RANCAEKEK DAN KECAMATAN CICALENGKA) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1393 <p>Kecamatan Cicalengka dan Kecamatan Rancaekek dialiri oleh salah satu sungai yaitu Sungai Citarik. Bila curah hujan tinggi, di daerah-daerah tertentu akan terjadi banjir. Banjir menyebabkan perubahan harga tanah yang bisa menyebabkan berubahnya zona nilai tanah di Kecamatan Rancaekek dan Kecamatan Cicalengka. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dikaji mengenai korelasi antara zona nilai tanah dengan kawasan rawan bencana banjir. Untuk mengetahui korelasi tersebut, dilakukan proses overylay antara Peta Zona Nilai Tanah, Peta Kawasan Rawan Bencana Banjir, dan Peta Administrasi Kecamatan Rancaekek dan Cicalengka. Berdasarkan analisis dari hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa korelasi zona nilai tanah dengan kawasan rawan bencana banjir pada Kecamatan Rancaekek dan Kecamatan Rancaekek yaitu tidak berkorelasi dikarenakan hasil dari analisis Pearson menghasilkan nilai signifikan sebesar &gt; 0.05 yang dimana nilai tersebut menunjukan tidak ada korelasi antara luas zona nilai tanah pada kawasan rawan bencana banjir dengan rata – rata nilai interval zona nilai tanah.</p> <hr> <p>&nbsp;</p> <p>Cicalengka and Rancaekek sub-districts are fed by one of the rivers, namely the Citarik River. If the rainfall is high, in certain areas there will be flooding. Floods cause changes in land prices which can cause changes in land value zones in Rancaekek District and Cicalengka District. Therefore, in this study, the correlation between land value zones and flood-prone area will be studied. To find out the correlation, an overylay process was carried out between the Land Value Zone Map, the Flood Hazard Area Map, and the Rancaekek and Cicalengka District Administration Maps. Based on the analysis of the results of this study, it can be concluded that the correlation between land value zones and floodprone areas in Rancaekek District and Rancaekek District is not correlated because the results of Pearson's analysis produce a significant value of &gt; 0.05 which shows no correlation between area land value zones in flood-prone areas with the average interval value of the land value zone.</p> APRILANA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 226 231 IDENTIFIKASI STATUS HAK TANAH PADA DAERAH RAWAN BANJIR DI KABUPATEN BANDUNG (STUDI KASUS: KECAMATAN RANCAEKEK DAN KECAMATAN CICALENGKA) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1394 <p>Kacamatan Cicalengka dan Kecamatan Rancaekek merupakan daerah yang sering terdampak banjir. Status hak tanah yang sudah berubah dari bentuk asalnya karena pristiwa alam dapat dikategorikan sebagai tanah musnah. Penelitian ini mengkaji jenis hak milik yang terdampak rawan banjir dan sangat rawan banjir. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu peta administrasi Kabupaten Bandung, peta status hak tanah dan peta kawasan rawan bencana. Metode penelitian yang dilakukan salah satunya dengan menggunakan metode overlay, dari hasil penelitian Kecamatan Rancaekek memiliki bidang hak milik sebanyak 9042 bidang dengan luas bidang 1097 Ha. Luas bidang hak milik rawan banjir sebesar 513 Ha dan luas bidan sangat rawan banjir sebesar 584. Pada Kecamatan Cicalengka memiliki bidang hak milik sebanyak 6001 bidang hak milik dengan luas 965 Ha. Luas bidang hak milik rawan banjir sebesar 527 Ha dan luas bidang sangat rawan banjir sebesar 438 Ha. Status hukum hak atas tanah di Kecamatan Rancaekek dan Kecamatan Cicalengka yang terkena bencana banjir adalah tidak hapus. Hal ini karena objek tanah masih ada, tetapi dapat merelokasi tempat dari kawasan bencana menuju kawasan yang lebih aman dari bencana banjir.</p> <hr> <p><br>Cicalengka and Rancaekek sub-districts are areas that are often affected by floods. The status of land rights that have changed from their original form due to natural events can be categorized as destroyed land. This study examines the types of property rights that are affected by flood-prone and highly flood-prone areas. The data used in this study are administrative maps of Bandung Regency, maps of land rights status and maps of disaster-prone areas. One of the research methods is using the overlay method. From the results of the research, Rancaekek District has 9042 property rights fields with an area of 1097 Ha. The area of flood-prone property rights is 513 Ha and the area of the midwife is very prone to flooding is 584. In Cicalengka District, there are 6001 property rights fields with an area of 965 Ha. The area of flood-prone property rights is 527 ha and the area of very floodprone areas is 438 ha. The legal status of land rights in Rancaekek and Cicalengka sub-districts that were affected by the flood disaster is not abolished. This is because the land object is still there, but can relocate the place from the disaster area to a safer area from flooding.</p> APRILANA Visga Mulya Rajib Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 232 237 Pembangunan Geodatabase Urban Heat Island di Indonesia https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1395 <p>Fenomena Urban Heat Island (UHI) merupakan suatu fenomena yang banyak dikaji oleh para pengkaji iklim di dunia, termasuk di Indonesia. Fenomena ini ditandai dengan semakin meningkatnya suhu kawasan pusat kota dibandingkan dengan kawasan di sekitarnya. Berdasarkan beberapa penelitian diketahui bahwa fenomena ini merupakan salah satu sumber utama yang menyebabkan terjadinya peningkatan suhu bumi atau pemanasan global. Fenomena ini terus meningkat seiring dengan terjadinya urbanisasi dan pertumbuhan kota. Untuk membantu pemerintah dalam mengatasi hal ini oleh karena itu, perlu adanya suatu geodatabase mengenai Urban Heat Island di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi data dan atribut apa saja yang dibutuhkan dalam mengidentifikasi fenomena Urban Heat Island yang terjadi di Indonesia. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan studi literatur, setelah itu melakukan identifikasi kebutuhan pengguna berdasarkan peraturan perundang-undangan dan juga penelitian sebelumnya, normalisasi data, perancangan geodatabase, dan analisis. Hasil akhir dari penelitian ini adalah rancangan geodatabase model konseptual, logikal, dan fisikal yang dapat digunakan oleh stakeholder dalam pembangunan dan perencanaan berkelanjutan di Indonesia.</p> <hr> <p><br>The phenomenon of Urban Heat Island (UHI) is a phenomenon that is widely studied by climate researchers in the world, including in Indonesia. This phenomenon is characterized by the increasing temperature of the downtown area compared to the surrounding area. Based on several studies, it is known that this phenomenon is one of the main sources that causes an increase in the earth's temperature, or global warming. This phenomenon continues to increase along with urbanization and urban growth. To assist the government in overcoming this, therefore, it is necessary to have a geodatabase regarding the Urban Heat Island in Indonesia which aims to identify what data and attributes are needed to identify the Urban Heat Island phenomenon that occurs in Indonesia. The methodology used in this study begins with collecting literature studies; after that, to identify user needs based on laws and regulations as well as previous research; data normalization, geodatabase design, and analysis. The final result of this research is the design of a conceptual, logical, and physical geodatabase model that can be used by stakeholders in sustainable development and planning in Indonesia.</p> HESTI MASROAH TUANG SONI DARMAWAN Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 238 246 SISTEM INFORMASI GEOGRAFI POTENSI PERTANIAN DI KECAMATAN KASOMALANG KABUPATEN SUBANG https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1396 <p>Sektor pertanian memiliki peranan yang penting antara lain untuk meningkatkan pendapatan, penyedia lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya alam. Sesuai anjuran dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 78 ayat 1 dan 2 bahwa setiap desa harus memiliki sistem informasi yang dikembangkan oleh pemerintah serta setiap desa memiliki kesempatan yang sama untuk membangun desa sesuai dengan potensinya. Sesuai dengan rancangan program Pemprov Jawa Barat mengenai satu desa satu usaha Kecamatan Kasomalang perlu mengoptimalkan sumber daya alam yang berpotensi dengan tujuan untuk membantu kemandirian desa. Namun, di Kecamatan Kasomalang belum memiliki sistem informasi berupa peta mengenai potensi pertanian. Kegiatan penelitian yang dilakukan yaitu membuat Sistem Informasi Geografis mengenai potensi setiap desa di Kecamatan Kasomalang. Penelitian ini menggunakan Citra Satelit SPOT 7 dengan resolusi 1,5 meter dengan metode digitasi untuk pemetaan dan analisis yang digunakan yaitu teknik Location Qoutient (LQ) untuk mengindentifikasi potensi desa di Kecamatan Kasomalang. Komoditas padi yang tersebar di empat desa yaitu Desa Pasanggarahan dengan nilai LQ 1.28, Desa Sindangsari dengan nilai LQ 1.16, Desa Bojongloa dengan nilai LQ 1.26, dan Desa Kasomalang Wetan nilai LQ 1.24. Sementara untuk komoditas jagung hanya berpotensi di Desa Sindangsari dengan nilai LQ 4.82. Sama halnya dengan komoditas singkong hanya berpotensi di Desa Sukamelang dengan nilai panen 4.38. Sedangkan untuk potensi komoditas Nanas tersebar di Desa Tenjolaya dengan nilai LQ 2.02, Desa Sukamelang dengan nilai LQ 2.41, dan Desa Kasomalang Kulon dengan nilai LQ 3.04.</p> APRILANA RESNA RIZKIANI Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 247 252 SISTEM INFORMASI GEOGRAFI POTENSI PERKEBUNAN DI KECAMATAN CIJAMBE KABUPATEN SUBANG https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1397 <p>Kecamatan Cijambe merupakan satu daerah yang memiliki potensi dari sektor perkebunan sebagai sentra ekonomi mayoritas masyarakatnya. Dalam proses pengembangannya, Kecamatan Cijambe belum memiliki peta sebaran potensi perkebunan. Adanya pembuatan peta potensi perkebunan dan penelitian tentang potensi perkebunan dapat membantu menunjang pihak desa dalam menyajikan informasi secara geospasial. Data yang digunakan adalah Peta Batas Administrasi skala 1 : 25.000 tahun 2021, Citra Satelit SPOT 7 tahun 2021, Peta Penggunaan Lahan skala 1 : 25.000 tahun 2017, dan Data Hasil Panen tahun 2021. Metode yang digunakan, adalah metode overlay, ground check, klasifikasi potensi yang dimana setiap parameter di query dan clip, dan menggunakan metode perhitungan Location Quotient (LQ) unuk mengetahui komoditas yang berpotensi. Hasil penilitian ini teridentifikasi bahwa Desa Cimenteng memiliki potensi perkebunan kopi dengan luas 10 ha dengan produksi 4,5 ton per tahun. Desa Cikadu memiliki potensi perkebunan aren dengan luas 15 ha dengan produksi 10500 ton per tahun. Desa Cirangkong memiliki potensi perkebunan cengkeh dengan luas 10 ha dengan produksi 4,5 ton per tahun. Desa Bantarsari memiliki potensi perkebunan kelapa dengan luas 6 ha dengan produksi 6120 butir per tahun. Desa Sukahurip memiliki potensi perkebunan kelapa dengan luas 8 ha dengan 9600 butir per tahun. Desa Tanjungwangi memiliki potensi perkebunan kelapa dengan luas 2 ha dengan 2060 butir per tahun. Desa Gunungtua memiliki potensi perkebunan kelapa dengan luas 1 ha dengan 1200 butir per tahun. Desa Cijambe memiliki potensi perkebunan cengkeh dengan luas 10 ha dengan produksi 4,5 ton per tahun.</p> APRILANA Shafira Nurpatika Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 253 258 PEMETAAN DAERAH RAWAN KRIMINALITAS PADA WILAYAH HUKUM POLRES CIREBON KOTA TAHUN 2018 - 2021 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1398 <p>Pemetaan daerah rawan kriminalitas pada wilayah hukum Polres Cirebon Kota tahun 2018- 2021 mengacu pada sebaran kriminalitas pada wilayah hukum Polres Cirebon Kota berdasarkan tindak pidana menggunakan metode Kernel Density Estimation pada tahun 2018 - 2021. Keberadaan Kota Cirebon pada posisi strategis perkembangan kota yang pesat, namun perkembangan tersebut menghadapi berbagai persoalan yaitu menanggapi kasus kriminalitas. Tujuan dari penelitian ini adalah sebaran daerah rawan kriminalitas pada wilayah hukum polres Cirebon kota berdasarkan tindak pidana dengan menggunakan metode Kernel Density Estimation berdasarkan tahun 2018 - 2021 sehingga menjadi peta menggunakan Sistem Informasi Geografis. Data spasial dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) sehingga dapat digunakan dalam berbagai macam kebutuhan, misalnya analisis spasial yang menghasilkan informasi spasial atau peta yang digunakan sebagai acuan atau alat bantu dalam pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan. Kesimpulan yang di dapat berdasarkan metode Kernel Density Estimation didapat daerah rawan kriminalitas di wilayah hukum Polres Cirebon Kota yang memiliki kasus kriminalitas tertinggi atau dalam zona merah yaitu Kecamatan kejaksan dan Kecamatan Pekalipan, daerah dengan kasus kriminalitas sedang atau dalam zonasi sedang yaitu Kecamatan Kesambi dan Kecamatan Lemahwungkuk, dan daerah dengan kasus kriminalitas rendah atau dalam zonasi sangat rendah yaitu Kecamatan Harjamukti. Kasus kriminalitas yang terjadi didominasi oleh pencurian kendaraan bermotor. Pola sebaran dari kasus kriminalitas di wilayah hukum Polres Cirebon Kota yaitu acak pada tahun 2019 dan tahun 2021 lalu pola sebaran pada tahun 2018 dan 2020 mengelompok. Berdasarkan hasil scatter pengujian terhadap seberapa kuatnya hubungan antara 2 (dua) variabel didapatkan bahwa hubungan antara waktu kejadian dengan jumlah kejadian dikategorikan kedalam tidak memiliki hubungan sama sekali. Trend dari kasus kriminalitas ditemukan bahwa kasus kejadian meningkat pada tahun 2019 - 2020 dan menurun pada tahun 2020 - 2021, dalam hal ini pada tahun 2020 - 2021 dipengaruhi oleh kasus pandemi covid 19 yang masuk ke Indonesia dan membuat semua aktivitas menurun, analisis pada kejadian kriminalitas di setiap tahun menunjukkan bahwa kasus kriminalitas masih terjadi pada daerah jangkauan dari kantor polisis, dalam hal ini kantor polisi masih belum berperan dalam melaksanakan tugasnya yaitu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.</p> APRILANA Dendi Haris R Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 259 264 Analisis Spasial Sebaran Lahan Permukiman Yang Berpotensi Teraliri Erupsi Lahar Gunung Tangkuban Parahu (Studi Kasus: Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1399 <p>Zona Kawasan Rawan Bencana Gunung Tangkuban Parahu dijelaskan bahwa terdapat asumsi yaitu adanya erupsi pada gunung tersebut pada pra-sejarah dan menunjukan bahwa jatuhan piroklastik yang tersingkat di daerah Lembang yang diasumsikan sebagai hasil erupsi magmatic Tangkuban parahu termuda, berumur berkisar antara 17.700 dan 8.700 tahun silam. Meskipun letusan magmatis tersebut terjadi pada zaman pra-sejarah dan juga data geologi mengatakan bahwa erupsi Gunung Tangkuban Parahu tidak menghasilkan awan panas, dimana awan panas juga merupakan salah satu bahan utama pembentuk lahar, kemungkinan terjadinya awan panas yang diikuti terbentuknya lahar perlu diantisipasi. Erupsi/letusan gunung berapi yang mengeluarkan lava atau lahar adalah bencana alam yang cukup beresiko tinggi dan dapat berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat seperti korban jiwa, kerugian ekonomi dan kerusakan sumber daya alam terutama pada kawasan permukiman warga. Aliran lahar tersebut dapat dipetakan dan dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Salah satunya adalah potensi bahaya aliran lahar pada permukiman yang bertampalan jalur aliran lahar tersebut. Pada pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG), jalur aliran lahar yang telah dibuffer 50m sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR NOMOR 28/PRT/M/2015, dioverlay dengan penggunaan lahan permukiman lalu dianalisis hingga menghasilkan Peta Sebaran Lahan Permukiman pada Kecamatan Lembang yang Berpotensi Teraliri Lahar Erupsi Gunung Tangkuban Parahu. Peta tersebut dapat menghantarkan informasi berupa tingkat bahaya dari kawasan permukiman yang dilalui aliran lahar, luas wilayah yang berpotensi terkena bencana sehingga meminimalisir kerugian pada wilayah tersebut. Pada Kecamatan Lembang, terdapat 3 prediksi aliran lahar yang mengalir kearah selatan batas Kecamatan Lembang dengan Kota Bandung. Pada Kecamatan Lembang 3 prediksi aliran lahar tersebut berpotensi mengaliri permukiman pada 5 Desa. Desa-desa tersebut diantaranya Desa Cikahuripan, Desa Jayagiri, Desa Cikole, Desa Cibogo dan Desa Langensari. Peta sebaran permukiman pada Kecamatan Lembang yang merupakan hasil dari penelitian, akan memberikan informasi spasial berupa luasan dari sebaran permukiman mana saja pada Kecamatan Lembang yang berpotnesi terdampak bahaya tersebut.</p> APRILANA M MUJAHID ADITYA FIDERA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 265 271 Penentuan Daerah Rawan Kebakaran Hutan Di Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur Dengan Metode Fuzzy Logic https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1400 <p>Kabupaten Alor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk salah satu wilayah di Indonesia berpotensi terjadinya bencana kebakaran hutan. Penelitian ini bertujuan memetakan kerawanan kebakaran hutan di Kabupaten Alor menggunakan pendekatan Fuzzy Logic. Metode overlay Fuzzy operator OR dan AND akan dibandingkan dengan peta potensi bahaya kebakaran hutan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD-NTT) di tahun 2000. Adapun, parameter penentu kerawanan kebakaran adalah suhu permukaan tanah, curah hujan, fungsi Kawasan hutan, jenis tanah, dan tutupan lahan. Hasilnya menunjukkan pendekatan Fuzzy logic operator OR memiliki kemiripan cukup besar dengan peta BPBD, dimana menunjukkan kelas kerawanan tinggi mencapai 93,17% atau sebesar 268.517,872 ha dari total luas wilayah Kabupaten Alor. Wilayah termasuk kelas kerawanan tinggi, yaitu Kecamatan Alor Barat Daya dan Barat Laut, Alor Selatan, Alor Tengah Utara, Alor Timur dan Timur Laut, Kabola, Lembur, Mataru, Pantar, Pantar Barat dan Barat Laut, Pantar Tengah, Pantar Timur, Pulau Pura, Pureman, dan Kecamatan Telukmutiara.</p> Arief Fauzy Saptari Dian N. Handiani Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 272 277 KEMAMPUAN RTH SEBAGAI PENYERAP EMISI GAS CO2 KENDARAAN BERMOTOR PADA KAWASAN PERDAGANGAN DAN JASA KINGS (BLOK BALONGGEDE) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1401 <p>Kawasan perdagangan dan jasa Kings – Balonggede di Kecamatan Regol, Bandung, merupakan kawasan yang ramai. Belum terintegrasinya transportasi umum memicu penggunaan kendaraan bermotor pribadi yang tinggi sehingga emisi gas CO2 yang dikeluarkan juga tinggi. Untuk menyerap emisi gas tersebut perlu disediakannya RTH perkotaan yang mempunyai fungsi salah satunya sebagai pembersih udara dari polusi dengan menyerap gas CO2 dan menghasilkan O2. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan arahan RTH publik untuk menyerap gas CO2 kendaraan bermotor di kawasan perdagangan dan jasa Kings – Balonggede. Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa proses, yaitu perhitungan jumlah kendaraan bermotor, perhitungan emisi gas CO2 menggunakan software Mobilev 3.0, perhitungan kebutuhan RTH tambahan untuk menyerap emisi, dan menyediakan arahan pengembangan wilayah. Teknik analisis untuk menentukan arahannya secara deskriptif dengan menambahkan dan mengoptimalkan lahan potensial dan pemilihan vegetasi yang tinggi dalam mereduksi gas CO2 kendaraan bermotor. Hasil yang diperoleh adalah emisi yang dikeluarkan di kawasan studi sebesar 1.978,89 ton/tahun, dimana untuk menyerap keseluruhan emisi membutuhkan 1,67 Ha. Akan tetapi, untuk mendekati angka 1,67 Ha, sehingga perlu adanya penambahan lahan RTH yang bisa didapatkan dari lahan potensial RTH dan pengoptimalan jalur hijau.</p> DWI HARI SAPUTRA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 278 286 Analisis Kebutuhan Sarana Prasarana Penunjang Pengembangan Kawasan Minapolitan Kec. Wanasalam Lebak, Banten https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1402 <p>Kecamatan Wanasalam merupakan bagian kecamatan di Kabupaten Lebak yang ditetapkan sebagai kawasan minapolitan. Terdapat kondisi sarana prsarana yang tidak memadai seperti TPI Tanjung Panto tidak berfungsi dan terdapat kondisi jalan rusak di depan komplek PPI Binuangeun maupun jalan lingkungan permukiman masyarakat sekitar pelabuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan sarana prasarana penunjang pengembangan kawasan minapolitan Kecamatan Wanasalam. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian campuran (mix method). Disimpulkan pada kawasan minapolitan dibutuhkan pembangunan sarana gedung laboratorium dan cold storage, nelayan membutuhkan lembaga masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, kebutuhan luas lelang TPI yang belum mencukupi, kebutuhan es yang belum tercukupi, nelayan membutuhkan lembaga keuangan yang mudah diakses, dibutuhkan pengembangan industri pengolahan, pemisahan fasilitas bengkel perahu, kebutuhan perbaikan jalan dan perbaikan pelayanan PDAM.</p> ANTO HERMAWAN Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 287 295 Hubungan Kebijakan Saat Pandemi Covid-19 Terhadap Perekonomian UMKM Sudirman Street Kota Bandung https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1403 <p>Kota Bandung memiliki banyak tempat pusat kuliner yang dapat menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung seperti pusat kuliner Sudirman Street Kota Bandung. Setelah terjadinya pandemi Covid-19 di Indonesia khususnya di Kota Bandung pemerintah melakukan kebijakan bagi pedagang UMKM sehingga mengalami penurunan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebijakan saat pandemi Covid-19 terhadap perekonomian UMKM di Sudirman Street Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dari hasil penyebaran kuesioner dan observasi dengan pengolahan data melakukan uji two way anova serta melakukan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan peningkatan pendapatan, penurunan pendapatan dan omzet sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Sedangkan hasil hubungan kebijakan pada saat pandemi Covid-19 pengaturan tempat dan pengaturan waktu ada hubungan terhadap pendapatan serta hasil yang telah dilakukan variabel kondisi jumlah pengunjung menjadi faktor yang hanya memiliki hubungan dengan penurunan pendapatan yang berada di Sudirman Street Kota Bandung.</p> SHANYA MAHARANI PW AKHMAD SETIOBUDI Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 296 302 Pengaruh Pembangunan Jalan Lingkar Laladon-Dramaga Terhadap Alih Fungsi Lahan Pertanian Dan Dampak Pada Produktivitas Padi Di Kecamatan Dramaga https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1404 <p>Pembangunan infrastruktur dapat memberikan dampak yang signifikan pada suatu kawasan baik secara positif maupun negatif. Salah satu dampak negatif yang dihasilkan dari pembangunan infrastruktur adalah beralih fungsinya lahan pertanian yang merupakan tempat memproduksi padi. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh pembangunan Jalan Lingkar Laladon - Dramaga terhadap alih fungsi lahan pertanian dan dampak pada produktivitas padi di Kecamatan Dramaga. Terdapat beberapa analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan yang telah ditetapkan seperti Teknik overlay, uji validitas data dan model rantai markov. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa penggunaan lahan pertanian pada tahun 2029 terus mengalami penurunan dalam hal luasan. Perlu adanya intervensi dari pemangku kepentingan guna menghentikan atau memperlambat terjadinya penurunan luasan lahan pertanian yang ada dengan mempertimbangkan ketahanan pangan suatu daerah.</p> <hr> <p><br>The development of an infrastructure can have a significant impact on an area, both positively and negatively. One of the negative impacts resulting from infrastructure development is the shift in the function of agricultural land which is a place to produce rice. The purpose of this research is to identify the effect of the construction of the Laladon - Dramaga Ring Road on the conversion of agricultural land and effect of paddy producivities in Dramaga District. There are several analyzes used to answer the goals that have been set, such as overlay techniques, data validity tests and Markov chain models. Based on the results of the analysis that has been carried out, it can be seen that the use of agricultural land in 2029 continues to decline in terms of area. There needs to be intervention from stakeholders to stop or slow down the decline in the area of existing agricultural land by considering the food security of an area.</p> ISRO SAPUTRA` RICKY MUHAMMAD RIZKY Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 303 313 Identifikasi Pengaruh Curah Hujan Terhadap Kondisi Arus Lalu Lintas Berdasarkan Data Berbasis Online Google Traffic https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1405 <p>Perubahan curah hujan dapat mempengaruhi kondisi arus lalulintas di suatu ruas jalan yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti jalan yang licin, penurunan visibilitas pengendara dan munculnya genangan air. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh curah hujan terhadap kondisi arus lalu lintas berdasarkan data berbasis online. Data diolah menggunakan analisis konfigurasi lalulintas, one-ways ANOVA, korelasi bivariate pearson dan regresi linier sederhana. Data curah hujan dan kondisi arus lalulintas dibagi menjadi 2 kelompok yaitu weekdays dan weekend. Berdasarkan hasil kompilasi data dan analisis, diketahui bahwa setiap ruas jalan memiliki karakter kondisi arus lalulintas yang berbeda-beda. Pada hari weekdays pengaruh curah hujan lebih signifikan dibandingkan saat weekend, hal tersebut disebabkan pada hari weekdays jalan lebih padat sehingga turunnya hujan dapat mengakibatkan perubahan yang lebih signifikan terhadap kondisi arus lalulintas. Curah hujan juga berpengaruh terhadap peningkatan kemacetan pada mayoritas jalan-jalan utama di Kecamatan Batununggal.</p> DENI RAMDHANI ISRO SAPUTRA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 314 319 DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KAWASAN BANTEN LAMA TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT LOKAL https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1406 <p>Pariwisata merupakan suatu kegiatan yang secara otomatis melibatkan masyarakat, sehingga kegiatan pariwisata dapat membawa berbagai manfaat terhadap masyarakat setempat baik itu manfaat seacara langsung dan tidak langsung. Provinsi Banten terdapat pariwisata situs peninggalan kepurbakalaan dari Kesultanan Banten di Kawasan Banten Lama Kota Serang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari pengembangan pariwisata di Kawasan Banten Lama sebelum dan sesudah pengembangan terhadap perekonomian masyarakat lokal yang meliputi pendapatan masyarakat, kondisi tenaga kerja, dan pergeseran mata pencaharian. Metode yang digunakan adalah campuran mix method berdasarkan data yang didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner, wawancara, selain itu metode triangulasi sebagai keabsahan data penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, pengaruh peningkatan pendapatan di pengaruhi karena adanya pengaruh jumlah wisatawan yang bertambah dan pembangunan sarana dan prasarana pelengkap yang disediakan oleh pemerintah daerah Kota Serang.</p> FAJRIN AL-FALAQI BAHRULIANA AKHMAD SETIOBUDI Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 321 329 FAKTOR–FAKTOR PEMILIHAN KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA DJUANDA BANDUNG DAN SEKITARNYA SEBAGAI TUJUAN BERSEPEDA BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1407 <p>Salah satu aktivitas yang banyak diminati masyarakat ketika berkunjung ke Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda adalah bersepeda. Kontur tanah yang tidak rata di Kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dapat memacu adrenalin pengguna sepeda sehingga harus lebih berhati-hati ketika bersepeda. Meskipun begitu, pemandangan alam yang indah nan asri serta udara khas bandung tentunya membuat lelah selepas mengayuh sepeda seketika hilang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor–faktor pemilihan lokasi kawasan Taman Hutan Raya Djuanda Bandung dan sekitarnya sebagai tujuan bersepeda. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian dengan metode pendekatan deskriptif. Metode deskriptif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang lebih luas (Sugiyono, 2013:29). Metode deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini untuk menjawab rumusan masalah yaitu faktor–faktor apa saja yang menentukan pemilihan lokasi kawasan Taman Hutan Raya Djuanda Bandung dan sekitarnya sebagai tujuan bersepeda. Berdasarkan hasil tanggapan responden pengguna sepeda faktor pemilihan lokasi Kawasan Taman Hutan Raya Djuanda Bandung dan Sekitarnya sebagai tujuan bersepeda didominasi oleh faktor Cuaca dan Lingkungan, Kondisi Rute Menyenangkan, Parkir Sepeda, dan Tantangan Fisik Perjalanan. Persepsi dari pengguna sepeda diharapkan dapat memacu semangat masyarakat untuk menghidupkan gaya hidup bersepeda.</p> <p>&nbsp;</p> <hr> <p>One of the activities that many people are interested in when visiting the Ir. H. Djuanda Forest Park is cycling. The uneven contours of the land in the Ir. H. Djuanda Forest Park can spur the adrenaline of cyclists so they must be more careful when cycling. Even so, the beautiful and beautiful natural scenery and typical Bandung air certainly make the fatigue after pedaling a bicycle disappear instantly. This research was conducted with the aim of knowing the factors of location selection of the Djuanda Bandung Forest Park area and its surroundings as a cycling destination. In conducting this research, researchers used a research approach with a descriptive approach method. Descriptive method is a research method used to describe or analyze a research result but without intending to make broader conclusions (Sugiyono, 2013: 29). The descriptive method used in this study is to answer the formulation of the problem, namely what factors determine the location selection of the Djuanda Bandung Forest Park area and its surroundings as a cycling destination. Based on the results of the responses of bicycle user respondents, the location selection factor for the Bandung Djuanda Forest Park and its surroundings as a cycling destination is dominated by weather and environmental factors, pleasant route conditions, bicycle parking, and the physical challenge of travel. Perceptions from cyclists are expected to spur public enthusiasm to revive the cycling lifestyle.</p> ISMU ALFI Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 330 338 PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR TERHADAP PERSEPSI MENGENAI KEBERADAAN INDUSTRI DI KORIDOR JALAN RAYA CIMAREME KABUPATEN BANDUNG BARAT https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1408 <p>Adanya keberadaan industri dapat meningkatkan kualitas hidup karena dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian yakni mengidentifikasi pengaruh kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar terhadap persepsi mengenai keberadaan industri di Koridor Jalan Raya Cimareme. Metode yang digunakan yakni analisis regresi berganda dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian disimpulkan terdapat pengaruh kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar terhadap persepsi mengenai keberadaan industri di Koridor Jalan Raya Cimareme dengan persentase 51,6%. Rekomendasi bagi penelitian ini yaitu industri seharusnya melakukan pembekalan mempersiapkan masyarakat sekitar untuk bekerja berupa membuka pelatihan khusus untuk meningkatkan skill masyarakat sekitar untuk siap bekerja, memperdulikan terhadap program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan sehingga bisa untuk mensejahterakan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar seperti tingkat pendidikan masyarakat, kesehatan, pendapatan dan kepemilikan fasilitas hidup, serta mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan.</p> <hr> <p><br>The existence of industry can improve the quality of life because it can create new jobs, increase income and people's welfare. The purpose of the research is to identify the influence of the socio-economic conditions of the surrounding community on the perception of the existence of industry in the Cimareme Highway Corridor. The method used is multiple regression analysis and data collection techniques using a questionnaire. The results of the study concluded that there was an influence of the socio-economic conditions of the surrounding community on the perception of the existence of industry in the Cimareme Highway Corridor with a percentage of 51.6%. The recommendation for this research is that the industry should conduct debriefing to prepare the surrounding community for work in the form of opening special training to improve the skills of the surrounding community to be ready to work, paying attention to sustainable community empowerment programs so that they can prosper the socio-economic conditions of the surrounding community such as the level of community education, health, income and ownership of living facilities, as well as reducing the negative impacts caused.</p> REZZA AHMAD FAUZIE SADAR YUNI RAHARJO Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 339 347 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI PRIBADI MENUJU PUSAT PERBELANJAAN KOTA BANDUNG https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1409 <p>Kota Bandung dikenal sebagai tempat yang memiliki lokasi rekreasi, tempat pusat perbelanjaan. Salah satu tempat wisata belanja yang menimbulkan kemacetan di Kota Bandung yaitu pusat perbelanjaan Mall Paris Van Java (PVJ). BPS Kota Bandung kendaraan di Kota Bandung tahun 2018 berjumlah 1.738.672 unit yang artinya hampir setiap penduduk memiliki kendaraan pribadi dan mayoritas penduduk di Kota Bandung lebih sering menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan suatu perjalanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi pribadi menuju pusat perbelanjaan Mall PVJ. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menggunakan analisis logit biner faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi pribadi menuju pusat perbelanjaan Mall Paris Van Java (PVJ) yang berpengaruh yaitu faktor dari kendaraan mobil yaitu kepemilikan kendaraan, jumlah penumpang, biaya bensin, biaya parkir dan alasan memilih menggunakan kendaran pribadi dibandingkan angkutan umum.</p> <p><br>The city of Bandung is known as a place that has recreational locations, shopping centers. One of the shopping attractions that causes congestion in the city of Bandung is the Paris Van Java Mall (PVJ) shopping center. BPS Bandung City vehicles in Bandung City in 2018 amounted to 1,738,672 units, which means that almost every resident has a private vehicle and the majority of residents in Bandung City more often use private vehicles to travel. This study was conducted to identify the factors that influence the choice of private transportation mode to the PVJ Mall shopping center. Based on research that has been carried out using binary logit analysis, the factors that influence the choice of private transportation modes to the Paris Van Java Mall (PVJ) shopping center that influence the factors of the car are vehicle ownership, number of passengers, gasoline costs, parking fees and reasons for choosing using private vehicles instead of public transportation.</p> CINDY CITRA HUSADA RATNA AGUSTINA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 348 356 PENGARUH GENDER DAN PERSEPSI TERHADAP PEMILIHAN MRT SEBAGAI MODA TRANSPORTASI YANG RAMAH LINGKUNGAN BAGI MASYARAKAT DKI JAKARTA DAN SEKITARNYA https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1411 <p>Transportasi massal yang ramah lingkungan di Jakarta semakin beragam contohnya KRL, LRT dan MRT. Dalam menentukan moda transportasi yang digunakan sehari – hari banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. Perbedaan gender adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi seseorang untuk melakukan pemilihan moda. Menurut sebuah survei yang dilakukan di Jabodetabek wanita lebih dominan menggunakan transportasi publik. Sudut pandang pemikiran seseorang memberikan pengaruh kepada seseorang dalam menentukan moda transportasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh gender dan persepsi terhadap pemilihan MRT sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode analisis regresi logit biner. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh gender dalam pemilihan moda, wanita cenderung memiliki sudut pandang yang berkaitan dengan lingkungan sedangkan pria cenderung berkaitan dengan teknologi dan inovasi. Faktor yang mempengaruhi sudut pandang seseorang dalam pemilihan moda terbagi menjadi dua yaitu jenis kelamin dan kepemilikan kendaraan.</p> <hr> <p><br><br>Environmentally friendly mass transportation in Jakarta is increasingly diverse, for example KRL, LRT and MRT. In determining the mode of transportation used daily, many factors can influence it. Gender differences are one of the factors that can influence a person to make a choice of mode. According to a survey conducted in Greater Jakarta, women are more dominant in using public transportation. A person's point of view has an influence on someone in determining the mode of transportation. This study aims to identify the influence of gender and perception on the selection of the MRT as an environmentally friendly mode of transportation for the people of Jakarta and its surroundings. This type of research is descriptive research with a quantitative approach using binary logit regression analysis method. The results of this study indicate the influence of gender in the choice of modes, women tend to have a point of view related to the environment and men tend to have a point of view related to technology and innovation. Factors that affect a person's point of view in choosing a mode are divided into two, namely gender and vehicle ownership.</p> JESSICA FELICIA FRANSZ RATNA` AGUSTINA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 357 366 STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA SEIN FARM DI KECAMATAN CIBIRU, KOTA BANDUNG https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1412 <p>Sein Farm merupakan destinasi wisata yang berada di Kecamatan Cibiru, Kota Bandung yang berlokasi di kaki Gn. Manglayang dan sawah abadi Cibiru serta memiliki 6 (enam) atraksi yang menjadikan daya tarik wisata untuk digemari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan destinasi wisata Sein Farm di Kecamatan Cibiru, Kota Bandung untuk meningkatkan daya tarik wisata. Berdasarkan pernyataan diatas, peneliti melakukan penelitian dengan metode Skala Likert dan SWOT. Sampel yang digunakan yaitu wisatawan yang telah berkunjung ke Sein Farm. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sein Farm memiliki strategi di kuadran II, yang artinya pengelola perlu melakukan penambahan strategi agar dapat menanggulangi ancaman yang datang. Strategi tersebut berupa pemerintah seharusnya mengalokasikan dana khusus kepada Sein Farm, melaksanakan protokol kesehatan dengan ketentuan yang telah diberikan oleh pemerintah, melakukan promosi kreatif mengenai keunikan dan kemenarikan atraksi di Sein Farm pada media sosial, dan Meningkatkan keunikan dan kemenarikan atraksi dengan memanfaatkan potensi yang ada.</p> <hr> <p><br><br>Sein Farm is a tourist destination located in Cibiru District, Bandung City which is located at the foot of Mt. Manglayang and Cibiru eternal rice fields and has 6 (six) attractions that make it a tourist attraction to be loved by the public. This study aims to analyze the development strategy of the Sein Farm tourist destination in Cibiru District, Bandung City to increase tourist attraction. Based on the statement above, the researcher conducted a study using the Likert Scale and SWOT methods. The samples used are tourists who have visited Sein Farm. The results showed that Sein Farm has a strategy in quadrant II, which means that managers need to add strategies in order to overcome the threats that come. The strategy is in the form of the government should allocate special funds to Sein Farm, implement health protocols with the provisions that have been given by the government, carry out creative promotions regarding the uniqueness and attractiveness of attractions at Sein Farm on social media, and increase the uniqueness and attractiveness of attractions by utilizing the existing potential.</p> MUHAMMAD DWI UTAMA SONY HERDIANA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 367 376 Pengaruh Kegiatan Wisata Pulau Saronde Terhadap Pendapatan Masyarakat Dan Penyerapan Tenaga Kerja Di Kecamatan Ponelo Kepulauan, Provinsi Gorontalo https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1413 <p>Pariwisata merupakan salah satu sektor yang mampu memberikan pengaruh terhadap pendapatan dan penyerapan tenaga kerja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan wisata Pulau Saronde terhadap pendapatan dan penyerapan tenaga kerja di Kecamatan Ponelo Kepulauan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kuantitatif, statistik deskriptif, analisis pendapatan riil dan analisis perubahan nilai uang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan wisata Pulau Saronde memiliki pengaruh terhadap pendapatan, dengan pendapatan tertinggi sebesar Rp 2.100.000-2.500.000 per bulan sementara untuk penyerapan tenaga kerja kepada masyarakat Kecamatan Ponelo Kepulauan memiliki kontribusi sebesar -61,76%.</p> SIRAJUDDIN LIPUTO SADAR YUNI RAHARJO Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 377 382 ANALISIS RISIKO BENCANA BANJIR KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1414 <p>Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat rawan bencana cukup tinggi. Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang terjadi di Indonesia. Menurut BNPB (2014), frekuensi kejadian bencana terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun terutama yang berkaitan dengan bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, tsunami, angin topan, dan lainya. Melihat belum adanya penelitian tentang analisis risiko bencana banjir di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko bencana banjir di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif yang mengungkapkan bencana alam banjir yang disertai angka-angka pada penjelasannya. Hasil yang didapatkan yaitu tingkat ancaman, tingkat kerentanan, tingkat kapasitas, dan tingkat risiko bencana banjir. Hasil tingkat risiko bencana banjir yaitu klasifikasi sedang merupakan klasifkasi yang tersebar di seluruh desa/ kelurahan di Kecamatan Jatinangor.</p> <p><br>Indonesia is one of the countries with a fairly high level of disaster-prone. Flood disaster is one of the natural disasters that occur in Indonesia. According to BNPB (2014), the frequency of disaster events continues to increase from year to year, especially those related to hydrometeorological disasters such as landslides, floods, tsunamis, hurricanes, and others. Seeing that there is no research on flood risk analysis in Jatinangor District, Sumedang Regency, so this study aims to identify the level of flood risk in Jatinangor District, Sumedang Regency. The method used is descriptive quantitative which reveals flood natural disasters accompanied by numbers in the explanation. The results obtained are the level of threat, level of vulnerability, level of capacity, and level of flood risk. The results of the flood risk level, namely the moderate classification, are the classifications that are spread across all villages in Jatinangor District.</p> SLAMET SUGIANTO Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 383 390 IDENTIFIKASI PUSAT PERTUMBUHAN SEPANJANG KORIDOR BANDARA INTERNASIONAL MINANG KABAU MENUJU KOTA PARIAMAN https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1415 <p>Kecamatan Nan Sabris, Kecamatan Ulakan Tapakis, dan Kecamatan Batang Anai merupakan bagian dari Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatra Barat. pengembangan wilayah adalah bagian penting dalam pembangunan nasional, dengan harapan hasil pembanguanan dapat terdistriibusikan dan teralokasai ke tiingkat daerah-daerah. Dengan menciptakan hirarki pusat pengembangan wilayah, maka proses pertumbuhan dan pembangunan wilayah dapat dipercepat. Antara simpul satu dengan simpul lainnya terdapat hubungan fungsional yang diwujudkan adanya arus barang dan perjalanan penduduk. Dengan adanya hubungan yang erat antara kawasan perkotaan dengan wilayah sekitarntya maka akan menciptakan keseimbangan, penyebaran perkembangan wilayah. Akibat dari keterkaitan penyerapan dan pelayanan distribusi dalam suatu wilayah yang terjadi sehingga akan terciptanya hirarki pusat-pusat pelayanan dalam wilayah tersebut yang dapat menjadi pusat pertumbuhan serta dengan penyebaran simpul-simpul pertumbuhan dari pusat-pusat pertumbuhan utama. Berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 maka didasari oleh Undang-Undang yang tertulis dapat mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus dalam percepatan pembangunan terutama dalam pembangunan ekonomi daerah. Metode analisis yang terpilih untuk menjadi acuan dalam penelitian ini adalah analisi skalogram, analisis indeks sentralitas, dan deskriptif kuantitatif.</p> <hr> <p><br><br>Nan Sabris, Ulakan Tapakis, and Batang Anai Subdistrict are part of Padang Pariaman Regency, West Sumatra Province. Regional development is an important part of national development, because it is hoped that the results of development can be distributed and allocated to the regional level. By creating a hierarchy of regional development centers, the process of regional growth and development can be accelerated. Between one node and another there is a functional relationship that is manifested by the flow of goods and the journey of residents. With a close relationship between urban areas and their surrounding areas, it will create a balance and spread regional development. As a result of the linkage of absorption and distribution services in an area that occurs so that a hierarchy of service centers in the region will be created which can become growth centers and with the spread of growth nodes from the main growth centers. With the Law no. 32 of 2004 opens opportunities for local governments to focus more on regional development, especially regional economic development. The analytical method used in this research is scalogram analysis, index analysis</p> AZMI RAMADHAN SADAR YUNI RAHARJO Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 391 397 IDENTIFIKASI BENTUK PENERAPAN PELESTARIAN OBJEK WISATA SEJARAH BERKELANJUTAN LOKASI STUDI: BENTENG SUROSOWAN SERANG, BANTEN https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1417 <p>Pengembangan pariwisata yang berkelanjutan terhadap objek wisata harus memperhatikan keempat aspek yang sangat penting, salah satunya adalah aspek lingkungan. Objek wisata sejarah Benteng Surosowan Banten berkaitan erat dengan aspek lingkungan, sehingga dalam pengembangannya tentu perlu lebih diperhatikan agar mengandung konsep berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan metode pattern matching antara kondisi eksisting dan teori atau pendapat para ahli terkait pengembangan pariwisata berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pihak BPCB selaku pengelola sudah mencoba menerapkan konsep berkelanjutan, tetapi kurangnya SDM menjadi kendala utama dalam kegiatan perlindungan dan pengelolaan terhadap kondisi lingkungan di sekitar Benteng. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata berkelanjutan di Benteng Surosowan Banten perlu ditingkatkan lagi agar objek cagar budaya dapat dilestarikan dan dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya</p> <hr> <p><br>The development of sustainable tourism for tourism objects must pay attention four important aspects, one of which is environmental aspect. The historical tourism object of Fort Surosowan Banten is closely related to environmental aspects, so that in its development certainly needs to be paid more attention to contain concept of sustainability. This study uses qualitative analysis with a pattern matching method between existing conditions and theories or opinions of experts related to sustainable tourism development. Based on the results of the research that has been done, the BPCB as manager has tried to apply the concept of sustainability, but the lack of human resources is the main obstacle in protecting and managing environmental conditions around the Citadel. This shows that the development of sustainable tourism in Fort Surosowan Banten needs to be further improved so that cultural heritage objects can be preserved and can be enjoyed by the next generation.</p> SALSABILA AULIA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 501 604 STUDI KELAYAKAN DESA CIPADA KECAMATAN CIKALONG WETAN KABUPATEN BANDUNG BARAT SEBAGAI DESA WISATA https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1418 <p>Desa Cipada terletak di kecamatan Cikalong Wetan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Dalam pengembangan sebuah desa menjadi desa wisata, tak seluruhnya berhasil. Terdapat beberapa desa yang mengalami kegagalan dan tak mampu memanfaatkan potensi wisata yang tersedia. Hanya 10% yang berhasil dalam pengembangan desa menjadi desa wisata. Kegagalan diakibatkan karena tidak memperhatikan komponen pembentuk desa wisata serta sikap dan perilaku masyarakat Desa Cipada. Tujuan studi ini yaitu melihat kelayakan Desa Cipada sebagai desa wisata. Metode ini menggunakan skoring untuk menentukan kelayakan desa. Metode ini melihat aspek daya tarik, fasilitas pendukung, infrastruktur, aksesbilitas serta aspek sosial masyarakat. Pemberian nilai 0-4 disetiap aspeknya dengan bobot berdasarkan tingkat kepentingan pariwisata yaitu layak dikembangkan, belum layak serta tidak layak dikembangkan. Berdasarkan perhitungan skoring Desa Cipada belum layak untuk dikembangkan sebagai desa wisata dengan perolehan sebesar 61,08%. Penyebab Desa Cipada belum layak dijadikan sebagai desa wisata karena masih terdapat aspek-aspek yang belum memenuhi kriteria.</p> Nabila Vita Kamila AKHMAD SETIOBUDI Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 425 431 Identifikasi Dampak Rencana Pembangunan Interchange Jalan Tol Jogja-Solo Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan di Wilayah Sekitarnya https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1419 <p>Pembangunan interchange Prambanan-Manisrenggo sebagai interchange terbesar dan terintegrasi oleh dua gerbang tol menjadi faktor pendorong terjadinya perubahan penggunaan lahan wilayah di sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kemungkinan dampak dari adanya perubahan penggunaan lahan di sekitar pembangunan interchange Prambanan-Manisrenggo jalan Tol Jogja-Solo. Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya pembangunan interchange Prambanan-Manisrenggo diperkirakan meningkatkan luas lahan permukiman, berkurangnya luasan lahan sawah dan perkebunan campuran yang menyebabkan berkurangnya resapan air, dan adanya masyarakat terisolir dari daerah asal. Pembangunan interchange Prambanan-Manisrenggo tersebut dapat berdampak positif bagi masyarakat dan pemerintah untuk menggali inovasi dalam mengembangkan potensi yang dimiliki dan dapat meminimalisir dampak negatif yang akan timbul.</p> <hr> <p><br>The construction of Prambanan-Manisrenggo interchange as the largest interchange and integrated by two toll gates become the driving factor of the land use changes to the surrounding area. The research aims to identify the probability impacts of the land use changes to the surrounding area of the construction of Prambanan-Manisrenggo interchange, the freeway of Jogja-Solo. The analysis indicated that the construction of Prambanan-Manisrenggo interchange was estimated increasing to the area of the residential land. The deficiency of field land and mixed plantations which causes reduced water infiltration, and the presence of isolated communities from the origin area. The construction of Prambanan-Manisrenggo interchange have a positive impact for the communities and the government to explore innovations in developing their potential and minimize the arising negative impacts.</p> LUSI DAMAYANTI HUNTORO SADAR YUNI RAHARJO Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 432 442 Perbedaan Persepsi Pengunaan Damri Bandung Raya Sebelum Pandemi dan Masa Pandemi Covid-19 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1420 <p>Penggunaamoda transportasi umum dimasa kini merupakan salah satu bentuk dari kemajuan teknologi yang memudahkan manusia dalam beraktifitas untuk menuju lokasi tujuan. Salah satu moda transportasi publik andalan di Kota Bandung saat ini adalah Bus Damri. Faktor biayaayang relatif murah, dan jarak tempuh yang cukup jauh serta kapasitasnya yang cukup banyak menjadikan angkutan umum Bis Damri lebih unggul daripada jenis angkutan umum lainnya. Daerah kabupaten Bandung bagian Timur merupakan salah satu kabupaten bandung yang memiliki tingkat penduduk yang tinggi, sehingga membuat penduduk Kabupaten Bandung bagian Timur banyak dalam menggunakan transportasi umum. Bus Damri menjadi moda yang paling diminati untuk menuju pusat kota selain kenyamanan terhindar juga dari kemacetan.Penurunan yang terjadi pada pengguna bus damri di masa pandemi ini cukup tinggi. Penurunan tertinggi terjadi pada bulan Juli tahun 2020 yaitu sebesar 21.185 penumpang dibandingkan dengan bulan Juli pada tahun 2019 sebelum adanya pandemic Covid-19. Hal tersebut membuat kerugian yang cukup tinggi pada pengelola perum Damri Bandung Raya. Walaupun terjadi penurunan jumlah penumpang yang cukup tinggi, masih banyak pengguna bus Damri yang tetap memilih untuk melakukan moda transportasi ini dengan didasari beberapa alasan. Terdapat beberapa persepsi bagi mereka yang tetap menggunakan bus Damri pada masa pandemic demi mencapai ke lokasi tujuan.</p> Muhammad Farhan Dwitama Byna Kameswara Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 443 454 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI KENDARAAN PRIBADI DAN BUS KARYAWAN PEKERJA PABRIK KECAMATAN CIKARANG UTARA MENUJU TEMPAT KERJA (STUDI KASUS: KECAMATAN CIKARANG UTARA MENUJU KAWASAN INDUSTRI JABABEKA) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1421 <p>Kemacetan merupakan salah satu permasalahan perkotaan yang sering terjadi di Indonesia, tak terkecuali di Kecamatan Cikarang Utara. Kecamatan Cikarang Utara menjadi daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang paling pesat diantara wilayah di Kabupaten Bekasi lainnya. Selain memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat, Cikarang Utara juga mengalami kenaikan penduduk yang bisa dikatakan massive baik dari dalam kota maupun luar kota sehingga pergerakan dalam kota menjadi meningkat dan terlebih lagi dengan adanya kegiatan Industri Jababeka diindikasikan mengakibatkan terjadinya kemacetan pada ruas jalan menuju Kawasan Industri Jababeka yang dapat dilihat dari kepadatan lalu lintas pada jam berangkat kerja dan jam pulang kerja. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mereduksi angka kemacetan tersebut adalah dengan cara mengidentifikasi faktor pemilihan moda transportasi masyarakat pada suatu wilayah tersebut, dengan diketahuinya faktor pemilihan moda transportasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pembuatan kebijakan terkait manajemen lalu lintas. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor pemilihan moda pekerja pabrik Kecamatan Cikarang Utara menuju Kawasan Industri Jababeka, pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner melalui media sosial, dengan metode analisis statistik deskriptif dan tabulasi silang. Adapun hasil analisis dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat 8 variabel yang mempengaruhi pekerja pabrik Kecamatan Cikarang Utara dalam pemilihan moda transportasi menuju Kawasan Industri Jababeka.</p> Muhammad Luthfi Nursetiadi RATNA AGUSTINA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 455 465 Evaluasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) RW.05 Mekarjaya, Kelurahan Sukamiskin, Kota Bandung https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1422 <p>Kelurahan Sukamiskin merupakan salah satu penerima program KOTAKU yang diprioritaskan penanganannya berlokasi di RW 05 Mekarjaya karena permasalahan pada sarana air bersih, drainase dan jalan lingkungan, serta sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keberhasilan program KOTAKU di RW 05 Mekarjaya Kelurahan Sukamiskin. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan yaitu efektivitas atau ketercapaian program, analisis tingkat kepuasan masyarakat, serta analisis dampak program menggunakan metode before after comparisons dan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil analisis menunjukan bahwa tiga dari tujuh aspek kumuh belum tercapai berdasarkan capaian keberhasilan program, karena hanya empat program yang diprioritaskan penanganannya. Terealisasinya pelaksanaan dan anggaran program sesuai dengan target atau rencana yang ditetapkan. Masyarakat memberikan nilai puas terhadap program KOTAKU. Program KOTAKU dinilai berhasil memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mampu memberikan perubahan menjadi lebih baik setelah pelaksanaan program. Rekomendasi penelitian ini adalah pemeliharan terhadap program yang diterima masyarakat agar tetap berfungsi dengan baik dan program lanjutan untuk memenuhi tujuh aspek kumuh.</p> CANDRA MUHAMAD APRIANCA SADAR YUNI RAHARJO Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 466 477 Unggulnya Tingkat Walkability Kawasan Perdagangan Dari Kawasan Pendidikan Timika https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1423 <p>Walkability adalah adanya perhatian khusus terhadap faktor-faktor seperti dengan adanya perumahan, pertokoan, tempat bekerja, fasilitas sekolah serta akses menuju kendaraan umum yang saling terkoneksi dengan jalur pejalan kaki. Pada kondisi eksisting jalur pejalan kaki di kawasan Pendidikan dan kawasan perdagangan Timika masih terdapat pedagang kaki lima, kendaraan yang menggunakan jalur pejalan kaki dan adanya fasilitas pejalan kaki yang belum sesuai sehingga menggangu kegiatan pejalan kaki. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui tingkat walkability dan tingkat kepuasan pejalan kaki pada kawasan pendidikan dan kawasan perdagangan Timika. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode Global Walkability Index yang dilakukan dengan melakukan observasi pada kawasan yang ditentukan dan juga berdasarkan tingkat kepuasan pejalan kaki dengan menggunakan 9 parameter. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pada kawasan perdagangan Timika memiliki tingkat walkability dan tingkat kepuasan diatas rata-rata dan kawasan pendidikan Timika memilki tingkat walkability berada di bawah rata-rata. Hal ini menujukan secara secara umum kepuasan pejalan kaki terhadap variabel keselamatan dan keamanan &amp; kenyamanan dan daya tarik lebih mendominasi pada kawasan Timika di bandingkan kawasan pendidikan Timika. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan untuk meningkatkan kinerja pada kawasan pendidikan dan kawasan perdagangan Timika</p> <hr> <p>.</p> <p>Walkability is the presence of special attention to factors such as housing, shops, workplaces, school facilities and access to public transportation that are interconnected with pedestrian paths. In the existing condition of the pedestrian path in the Education and trading area of Timika, there are still street vendors, vehicles using pedestrian paths and the presence of pedestrian facilities that are not yet suitable so that it interferes with pedestrian activities. This study was conducted to determine the level of walkability and the level of satisfaction of pedestrians in the education and trading areas of Timika. Measurements were made using the Global Walkability Index method which was carried out by observing the specified area and also based on the level of pedestrian satisfaction using 9 iparameters. The results of this study found that the Timika trading area has a walkability level and satisfaction level above the average and the Timika education area has a walkability level below the average. This shows that in general pedestrian satisfaction with the variables of safety &nbsp;and&nbsp; security&nbsp; &amp;&nbsp; comfort&nbsp; and attractiveness dominates the Timika trade area compared to the Timika education area. The results of this study are expected to be input for improving performance in the education area and trade iarea of Timika.</p> RAYMOND SN FAOT Byna Kameswara Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 478 489 Pemenuhan Kebutuhan Dasar Tempat Evakuasi Bencana Kawasan Gunung Galunggung Dalam Upaya Mitigasi Bencana Yang Berkelanjutan (Studi Kasus: Kecamatan Sukaratu) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1424 <p>Secara geografis, Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan akan bencana alam terutama bencana gunung berapi, sehingga memerlukan upaya manajemen mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian tempat evakuasi bencana dan kebutuhan dasar sarana dan prasarana ketika terjadi bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian mix methods, yaitu menggabungkan analisis kualitatif untuk memberikan penjelasan berdasarkan hasil pengolahan data, dan analisis kuantitatif untuk melihat pemenuhan kebutuhan dasar sarana dan prasarana ada Tempat evakuasi bencana. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis deskriptif untuk mengkaji kondisi eksiting tempat evakuasi bencana, dan komparatif untuk membandingkan kondisi sarana dan prasarana pada tempat evakuasi bencana dengan peraturan dan standar yang ditetapkan. Kebutuhan dasar sarana dan prasarana yang diteliti diantaranya adalah prasarana air minum, prasarana sanitasi, pelayanan kesehatan, penerangan, keamanan, sarana pendidikan, sarana peribadatan, sarana bermain, sarana trasnportasi, dan sarana telekomunikasi. Berdasarkan hasil analisa, diketahui bahwa kondisi sarana dan prasarana tempat evakuasi bencana pada kawasan bencana Gunung Galunggung belum dapat dikatakan baik. Kondisi tersebut memunculkan rekomendasi pemenuhan sarana dan prasarana dengan penyediaan jumlah unit sarana dan prasarana yang sesuai, dan menjadi masukan untuk instansi terkait pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana khususnya tempat evakuasi bencana Gunung Galunggung.</p> <hr> <p>&nbsp;</p> <p>Being located on the Pacific Ring of Fire (an area with a high degree of tectonic activity), Indonesia has to cope with the constant risk of earthquakes, floods, tsunamis and volcanic eruptions. This research aims to identify the suitability of the evacuation site and the basic needs of facilities and infrastructure when a disaster occurs. The research method used is a mixed method, which combines qualitative analysis to provide an explanation based on the results of data processing, and quantitative analysis to see the fulfillment of basic needs for facilities and infrastructure in refugee camps. The analytical method used in this research is a descriptive analysis method to examine the existing conditions of the refugee camps, and comparative to compare the conditions of the facilities and infrastructure at the refugee camps with the established regulations and standards. The basic needs of the facilities and infrastructure studied include drinking water infrastructure, sanitation infrastructure, health service assistance, lighting, security, educational facilities, worship facilities, playing facilities, transportation facilities, and telecommunications facilities. Based on the results of the analysis, the facilities and infrastructure of the refugee camps in the Mount Galunggung disaster area are not in a good condition. This condition bring out some recommendations for the fulfillment of facilities and infrastructure by providing the appropriate number of facilities and infrastructure units, and becomes information input for relevant agencies to provide assistance in meeting the needs of facilities and infrastructure, especially at the Mount Galunggung disaster evacuation site. This condition brings out some recommendations for the fulfillment of facilities and infrastructure by providing the appropriate number of facilities and infrastructure units, and become an input information for relevant agencies, in order to provide assistance for the needs of facilities and infrastructure, especially at the Mount Galunggung disaster evacuation site.</p> Zulfikar Sidiq Byna Kameswara Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 490 500 Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Pada Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1425 <p>Ruang terbuka hijau dibentuk dengan berbagai peraturan dan standar yang ada guna memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau yang ada diperkotaan. Kebutuhan akan lahan terbangun untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia mengakibatkan konversi tipe penutupan lahan, sehingga ruang terbuka hijau yang terdapat pada suatu wilayah di Kabupaten Bandung mengalami penurunan. Maka perlu ada suatu arahan menanggulangi permasalahan agar kekurangan kebutuhan ruang terbuka hijau bisa terpenuhi sesuai dengan ketentuan standar ruang terbuka hijau yang di tetapkan khususnya Kecamatan Margaasih. Penelitian ini bertujuan mengetahui rahan rekomendasi penyediaan RTH publik Kecamatan Margaasih Metode analisis dan pendekatan penelitian yang di gunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Dengan perhitungan kebutuhan RTH publik menggunakan perhitungan berdasarkan kriteria luasan minimal masing masing RTH publik dari permen PU No. 05/prt/m/2008. RTH publik di Kecamatan Margaasih masih belum terpenuhi jumlahnya. Penggunaan ruang terbuka hijau publik yang ada hanya berupa Pemakaman, Taman RT/RW, dan Taman Lingkungan yang tersebar di Kecamatan Margaasih itu sendiri.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Green open space is formed with a variety of existing regulations and standards to meet the needs of existing green open spaces in urban areas. The need for builtup land to meet the needs of human life has resulted in the conversion of land cover types, so that green open space in an area in Bandung Regency has decreased. So there needs to be a direction to overcome the problem so that the lack of green open space needs can be met in accordance with the provisions of the green open space standards set for Bandung Regency, especially Margaasih District. This study aims to determine the difference between the level of existing availability and the need for public green open space, potential vacant land for the development of public green open space, and recommendations for providing public green open space in Margaasih District. The data collection method used is the primary observation method and literature study. While the analytical method and research approach used is descriptive quantitative research. By calculating the need for public green open space using a calculation based on the criteria for the minimum area of each public green open space from the Minister of Public Works Regulation No. 05/prt/m/2008. The number of public green open spaces in Margaasih Sub-district has not yet been fulfilled. The use of existing public green open spaces is only in the form of Cemeteries, RT/RW Parks, and Environmental Parks scattered in Margaasih District itself. The majority of its use is for people to relax and gather.</p> NAUFAL GUNADIREJA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 413 424 Potensi Community Based Tourism (CBT) Sebagai Upaya Optimalisasi Pengembangan Agrowisata Desa Cihideung https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1429 <p>Industri pariwisata telah berkembang pesat. Banyak jenis kegiatan wisata yang bisa dikembangkan melalui potensi wilayahnya yang dapat menjadi aktivitas perekonomian. Adanya partisipasi masyarakat dalam perencanaan adalah salah satu prinsip wisata berkelanjutan dalam segi sosial. Dengan adanya perlibatan masyarakat secara langsung dan pemberdayaan masyarakat berperan penting dalam tingkat keberhasilan pengembangan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi Community Based Tourism dalam upaya optimalisasi agrowisata di Desa Cihideung untuk dapat mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumenteri dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa Aksesibilitas berada pada tigkatan tertinggi dan Atraksi berada pada tingkatan terendah dalam tahapan partisipasi masyarakat sebagai potensi Community Based Tourism.</p> ANNISA HERDIANI Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 510 515 ANALISIS PENENTUAN DESA PUSAT PERTUMBUHAN DI KECAMATAN PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1430 <p>Desa Cihanjuang Rahayu dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bandung Barat ditempatkan sebagai Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) yang memiliki fungsi sebagai pusat permukiman untuk melayani kegiatan skala antar desa, namun Desa Cihanjuang Rahayu sebagai pusat pelayanan lingkungan masih memiliki hambatan dan kendala. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah penentuan Desa Pusat Pertumbuhan di Kecamatan Parongpong agar dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki sehingga berdampak positif pada daerah Hinterlandnya. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan analisis gravitasi, analisis skalogram serta analisis potensi desa. Hasil keterkaitan antar analisis menunjukkan bahwa Desa Cihanjuang memiliki potensi dan peluang dijadikan sebagai Desa Pusat Pertumbuhan di Kecamatan Parongpong.</p> SU’UD MUFADHDHAL HALWAN Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 516 521 STRATEGI PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DI DESA LINGGAR, KECAMATAN RANCAEKEK https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1431 <p>Air bersih merupakan sebuah kebutuhan pokok yang senantiasa digunakan untuk memenuhi kegiatan penduduk pada suatu wilayah. Namun kecenderungan perubahan musim, pada suatu daerah menyebabkan kekurangan air bersih seperti yang dirasakan penduduk di Desa Linggar. Desa Linggar merupakan kawasan yang seringkali terdampak kekurangan air bersih pada musim kemarau setiap tahunya, selain itu desa tersebut berdekatan dengan kawasan industri yang memberikan dampak bagi kuantitas air. Selain itu kondisi tinggal penduduk yang berada pada daerah rawan air bersih dan rawan kekeringan menyebabkan sulitnya pemenuhan air bersih. Salah satu potensi sumber air bersih, saat ini tercemar limbah industri sekitar, Sehingga penduduk kesulitan mendapatkan air bersih yang layak digunakan baik untuk mandi, mencuci, kakus, masak dan minum. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas pemenuhan air bersih penduduk di Desa Linggar dengan menggunakan metode analisis AHP. Penelitian ini menggunakan mix method untuk mendapatkan data. Berdasarkan hasil analisis software Expert Choice 11, menunjukan alternatif pemenuhan air bersih yang direkomendasikan di Desa Linggar adalah memaksimalkan pemenuhan air bersih dengan bantuan tangki PDAM. alternatif tersebut menjadi prioritas utama dengan bobot nilai 0.477</p> <hr> <p>&nbsp;</p> <p>Clean water is a basic need that is always used to meet the activities of the population in an area. However, the trend of changing seasons in an area causes a shortage of clean water as felt by residents in Linggar Village. Linggar Village is an area that is often affected by a lack of clean water during the dry season every year, besides that the village is adjacent to an industrial area which has an impact on water quantity. In addition, the living conditions of residents who are in areas prone to clean water and prone to drought make it difficult to fulfill clean water. One of the potential sources of clean water is currently polluted by surrounding industrial waste, so that residents have difficulty getting clean water that is suitable for use both for bathing, washing, toileting, cooking and drinking. This study aims to determine the priority of fulfilling clean water for residents in Linggar Village using the AHP analysis method. This study uses a mix method to obtain data. Based on the results of the Expert Choice 11 software analysis, it shows that the recommended alternative for meeting clean water in Linggar Village is to maximize the fulfillment of clean water with the help of the PDAM tank. the alternative is the main priority with a weight value of 0.477</p> Hendri Ariyanto SONY HERDIANA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 522 532 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASYARAKAT TIDAK MEMILIH LIGHT RAIL TRANSIT DALAM PERJALANAN KERJA https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1432 <p>Pembangunan LRT di Kota Palembang merupakan sebuah langkah yang baik dalam membantu mengurangi permasalahan kemacetan di Kota Palembang dengan pembangunan LRT tidak membuat pelaku perjalanan memilih LRT sebagai moda utama dalam melakukan perjalanan kerja Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang paling mempengaruhi masyarakat sebagai pengguna moda transportasi tidak memilih LRT dalam perjalan kerja di Kota Palembang dengan metode Analytical Hierarchy Process. Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dapat digunakan untuk penentuan prioritas alasan pemilihan moda, Faktor Kemudahan yang meliputi akses untuk mencapai LRT berada di peringkat pertama menjadi faktor yang paling mempengaruhi masyarakat tidak memilih LRT untuk perjalanan kerja dengan persentase 31% dari total 100%.Kemudahan aksesibilitas untuk mencapai suatu moda di era teknologi praktis memang menjadi perhatian dalam Menyusun sistem transportasi.</p> <hr> <p>&nbsp;</p> <p>The construction of the LRT in the city of Palembang is a good step in helping reduce congestion problems in the city of Palembang with the construction of the LRT not making travelers choose the LRT as the main mode of travel. choosing LRT on a work trip in Palembang City using the Analytical Hierarchy Process method. The Analytic Hierarchy Process (AHP) method can be used for prioritizing the reasons for choosing the mode, the convenience factor which includes access to getting to the LRT is ranked first as the factor that most influences people not to choose LRT for work trips with a percentage of 31% of the total 100%. Accessibility to reach a mode in the era of practical technology is indeed a concern in developing a transportation system.</p> Muhammad Freddy Gushan Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 533 539 Identifikasi Fenomena Urbanisasi Di Wilayah Peri Urban Serpong Utara https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1433 <p>Kecamatan Serpong Utara adalah wilayah pinggiran yang memiliki pertumbuhan kawasan yang pesat di Kota Tangerang Selatan. Karakteristik kependudukan dan arahan pengembangan kawasannya mengindikasikan adanya fenomena urbansisasi di Serpong Utara. Fenomena urbanisasi merupakan proses perubahan suatu wilayah menuju karakteristik perkotaan yang meliputi perubahan fisik, sosial dan ekonomi. Kini fenomena urbanisasi telah mengalami pergeseran ke wilayah pinggiran dengan pertumbuhan proses yang lebih cepat. Maka, penelitian terkait identifikasi fenomena urbanisasi di wilayah pinggiran khususnya Kecamatan Serpong Utara yang merupakan wilayah pinggiran dari Jakarta menjadi perlu untuk dilakukan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena urbanisasi yang mungkin terjadi di Kecamatan Serpong Utara sebagai wilayah pinggiran selama tahun 2010 dan 2019. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan dibantu dengan analisis statistik deskriptif. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pada tahun 2010 dan 2019 telah terjadi fenomena urbanisasi di Kecamatan Serpong Utara yang ditandai dengan pertumbuhan pada beberapa aspek, yaitu fisik, sosial dan ekonomi.</p> YANTI BUDIYANTINI ARAFAH ALIA SEKARNINGRUM Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 540 545 Identifikasi Pemanfaatan Fungsi Sosial Taman Superhero Kota Bandung Sebagai Ruang Publik Berdasarkan Keberagaman Pengguna https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1434 <p>Taman sudah bekerja secara optimum apabila telah memenuhi kebutuhan pengguna saat beraktivitas di area taman. Taman yang berfungsi secara optimum dapat diukur dengan melihat pemanfaatan fungsi sosial. Oleh karena itu perlu adanya pengukuran pemanfaatan fungsi sosial untuk meningkatkan kualitas taman guna memberikan kepuasan pengguna saat berada di area taman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan fungsi sosial berdasarkan keberagaman pengguna dan kepuasan pengguna taman saat melakukan aktivitas di area taman. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berdasarkan data yang didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner, wawancara dan observasi lapangan menggunakan Accidental Sampling terhadap pengguna. Berdasarkan hasil penelitian, keberagaman pengguna pada hari weekdays dan weekend memiliki keberagaman yang tinggi. Mayoritas pengguna adalah orang tua serta pengguna yang bersantai. Persepsi kepuasan pengguna sangat puas dengan kenyamanan pada taman, namun terdapat pengguna yang belum puas dengan kondisi keamanan, kebersihan, dan fasilitas pada area taman.</p> SABRINA JULIA PUSPA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 546 555 Persepsi Masyarakat Terhadap Kualitas Pelayanan Ruang Publik di Alun-alun Ujungberung Kota Bandung https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1435 <p>Ruang publik merupakan salah satu elemen kota yang memiliki peran penting bagi masyarakat. Alun-alun Ujungberung merupakan ruang publik yang dipergunakan oleh seluruh masyarakat dan memiliki beberapa fasilitas penunjang. Jika masyarakat menggunakan fasilitas yang ada, masyarakat juga harus merasakan kualitas pelayanan dalam serviceability untuk fasilitas penunjang. Pemanfaatan ruang publik ini masyarakat menilai apakah service untuk fasilitas penunjang telah memiliki tingkat kenyamanan, keamanan, kebersihan, kelengkapan dan kelayakan. Oleh karena itu, perlu melihat persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan ruang publik di Alun-alun Ujungberung Kota Bandung. Dalam menganalisis objek menggunakan metode seven basic tools langkah yang diambil yaitu checksheet, histogram, diagram pareto, dan fishbone. Berdasarkan hasil penelitian persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan ruang publik untuk fasilitas penunjang adanya faktor potensi permasalahan dari kelima dimensi yang ada untuk fasilitas penunjang yaitu di tingkat keamanan dan tingkat kebersihan. Dari kedua dimensi itulah yang harus ditanggulangi terlebih dahulu dari segi fasilitas penunjang di Alun-alun Ujungberung Kota Bandung.</p> ANDIFA MAHARANI RISHA WIDYA SURYADINI Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 556 562 Identifikasi Kualitas Ruang Publik Skywalk Cihampelas https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1437 <p>Skywalk Cihampelas sudah cukup lama beroprasi dan tentunya mengalami<br>perubahan kualitas ruang publik, baik dari segi sarana maupun prasarana. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ruang publik Skywalk Cihampelas berdasarkan persepsi Pedagang Kaki Lima dan pengunjung skywalk. Penelitian ini menggunakan metode survei yang mengumpulkan data melalui kuesioner terhadap responden pengunjung dan Pedagang Kaki Lima. Hasil survei menunjukkan bahwa persepsi pengunjung mengenai kualitas ruang publik skywalk berada pada kondisi cukup baik. Pengunjung menilai kualitas dan fasilitas yang tersedia tidak dalam kondisi baik. Persepsi Pedagang Kaki Lima mengenai kualitas ruang publik skywalk mengalami sedikit kenaikan yaitu berada pada penilaian baik walaupun pedagang mengeluhkan mengenai kondisi fasilitas umum yang menurun.</p> <hr> <p>&nbsp;</p> <p>Skywalk Cihampelas has been operating for quite a long time and of course experienced changes in the quality of public spaces, both in terms of facilities and infrastructure. The purpose of this study was to identify the public space of the Cihampelas Skywalk based on the perceptions of street vendors and skywalk visitors. This study uses a survey method that collects data through questionnaires to respondents from visitors and street vendors. The survey results show that visitors' perceptions of the quality of the skywalk public space are in fairly good condition. Visitors assess the quality and facilities available are not in good condition. The perception of street vendors regarding the quality of the skywalk public space has increased slightly, which is in a good rating although traders complain about the declining condition of public facilities.</p> Theodorus Brian Pamungkas RATNA AGUSTINA Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 574 585 Penentuan Klasifikasi Desa Tangguh Bencana di Desa Padamukti Kecamatan Solokanjeruk https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1438 <p>Bencana alam mengancam daerah–daerah yang beresiko tinggi, termasuk banjir, dan tersebar luas di beberapa wlayah di kabupaten bandung. Salah satunya Desa Tangguh Bencana Desa Padamukti, yang secaara historis sering digenangi oleh luapan sungai cisunggalah. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi upaya mitigasi bencana desa dan menganalisis,klasifikasi desa tangguh bencana, diDesa Padamukti. Penelitian ini memakai metode deskriftif memerlukan ancangan,kualitatif. Manteodea pengambilan informasi yg dipakai merupakan data utama &amp; data sekunder memakai teknik intervu, pengamatan, &amp; pengarsipan. Informasi diolah memalui teknik editing, coding, dan data entry, sehingga dapat menggunakan Pedoman Umum DESTANA pada Peraturan Kementrian Badan Nasonal Penanggulangan Bencana No.1 tahun 2012 mengenai Pedoman Umum Desa Tangguh Bencana, yg memuat soal-soal aspek &amp; indikator desa andal bencana.</p> <hr> <p>&nbsp;</p> <p>Natural disasters are widespread in several areas of Bandung Regency, threatening areas at high risk of flooding and other hazards. One of them, Padamukti village, is a disaster-resistant village which has historically been frequently flooded by the Chisongala River. The purpose of this study was to identify village disaster mitigation efforts and analyze the classification of Padamukti village as a disaster-resilient village. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection methods will be primary and secondary data using interview, observation and documentation techniques. The data is processed using editing, coding and data entry techniques to enable the use of the General Guidelines for the DESTANA National Disaster Management Agency Regulation No. 1 of 2012 concerning General Guidelines for Disaster-Resilient Villages, which includes questions about aspects and indicators of disaster-resilient villages.</p> BRENDAN ARAFAT SANUSI Byna Kameswara Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 586 597 Perencanaan dan Penyusunan Program Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun – Studi Kasus Pengangkutan Limbah Medis PT XYZ https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1439 <p>Peningkatan jumlah rumah sakit akan berdampak kepada bertambahnya jumlah<br>limbah medis, yang mana limbah medis termasuk ke dalam Limbah Bahan<br>Berbahaya dan Beracun (B3). Perlu adanya pengelolaan Limbah B3 yang sesuai<br>dengan regulasi yang berlaku, agar tidak mengakibatkan kerugian materi, dampak\<br>terhadap lingkungan atau manusia, serta memicu terjadinya kedaruratan pengelolaan Limbah B3. Berdasarkan tujuan penelitian ini yaitu, merencanakan serta menerapkan program kedaruratan kegiatan pengolahan Limbah B3 Medis PT. Jasa Medivest dengan mengidentifikasi potensi terjadinya bahaya pada area pengangkutan dan pengolahan limbah medis, mengidentifikasi penerapan sistem tanggap darurat serta menyusun dan menerapkan program kedaruratan pengelolaan limbah B3. Hasil identifikasi potensi bahaya di area tersebut terdapat 5 kegiatan yang memiliki tingkat risiko tinggi berdasarkan identifikasi dengan menggunakan matriks risiko. Dalam merencakan dan menerapkan program kedaruratan limbah B3, PT. Jasa Medivest sudah mengoptimalkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat sehingga apabila terjadi keadaan darurat dapat ditangani dengan optimal.</p> Hani Nur Ramadhani Dehas M. Candra Nugraha Deni Copyright (c) 2022 2022-12-12 2022-12-12 598 603 Perancangan Geometrik Jalan Ruas Teluk Air Putih–Simpang Pasar Besar Menggunakan Software AutoCAD Civil 3D 2018 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1440 <p>Ruas jalan Teluk Air Putih – Simpang Pasar Besar Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan, Padang merupakan penghubung dari setiap kawasan yang ada. Perencanaan geometrik pada penelitian ini menggunakan Software AutoCAD Civil 3D, dengan menggunakan software ini didapatkan waktu yang efisien dalam mendesain pembuatan trase jalan meliputi alinyemen horizontal, alinyemen vertikal, dan volume pekerjaan tanah (galian dan timbunan). Lokasi penelitian ini berada pada wilayah perbukitan, fungsi jalan lokal sekunder dengan kecepatan rencana 50 km/jam, lebar jalan 7,5 meter dan lebar bahu 1 meter dengan masing-masing kemiringan 2% untuk badan jalan dan 4% untuk bahu jalan. Perencanaan geometrik ini dibuat dengan 3 alternatif trase yang dibuat dengan membandingkan panjang trase dan jumlah galian dan timbunan menjadi pertimbangan memilih trase untuk dilanjutkan pada evaluasi pada tahap perhitungan manual agar hasil sofware autocad dan manual sesuai kaidah yang ada. Hasil analisis yang telah dilakukan didapat desain trase jalan dengan panjang 1.640 meter dan jumlah lengkung 2 tikungan pada alinyemen horizontal dengan jenis lengkung full circle dan 6 buah lengkung vertikal dengan jenis lengkung cekung dan cembung. Adapun total untuk volume pekerjaan tanah sebesar 16.032 m3 untuk pekerjaan galian dan 16.387 m3 untuk pekerjaan timbunan.</p> <hr> <p><br><br>Section Roads of Teluk Air Putih – Simpang Pasar Besar at Sangir Districs, South Solok Regency, Padang was a link of every region. Geometric Plan in this study was using AutoCAD Civil 3D Software, which by using this software we will got efficient time in designing road traces includes horizontal alignment, vertical alignment, and volume of soil work (cut and fill). The location of this study is in the hilly area and secondary local function of road with plan speed 50 km/hour, main road width 7,5 meters and roadside width 1 meters, which each slope 2% for main road and 4% for roadside. These geometric road plan is made with 3 alternative traces made by comparing the length of the trace and volume of cut and fill which are considered for choosing a right traces to continue in the manual calculation stage so AutoCAD result dan manual result will be according to existing rules/principal. Result of analysis which has been done and was obtained, 1.640 meters length of road traces design, 2 pieces curve at horizontal alignment with type of curve full circle, 6 pieces curve at vertical alignment with type of curve concave and convex, and total volume of soil work was 16.032 m3 for cut and 16.387 m3 for fill.</p> IRFAN HIELMY ATTHOHARI ELKHASNET Copyright (c) 2022 2022-12-07 2022-12-07 147 155 ESTIMASI AEROSOL OPTICAL DEPTH (AOD) SECARA TIME SERIES MENGGUNAKAN CITRA SATELIT MODIS (STUDI KASUS: PULAU JAWA) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1441 <p>Pencemaran udara di Indonesia, khususnya Pulau Jawa merupakan daerah terburuk dalam kategori kualitas lingkungan secara nasional. Penilaian ini didasarkan pada pengukuran kualitas udara di Pulau Jawa. Pencemaran udara salah satu yang berbahaya akibat emisi kendaraan adalah aerosol. Besarnya pengaruh aerosol terhadap radiasi dapat dinyatakan dalam Aerosol Optical Depth (AOD). Aerosol Optical Depth (AOD) merupakan pengukuran jumlah sinar yang terhamburkan atau terserap oleh partikel di udara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan nilai dan persebaran spasial AOD secara Time Series di Pulau Jawa selama kurun waktu 10 tahun dari tahun 2012-2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah single view method dengan menggunakan citra satelit MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer). Hasil uji statistik nilai AOD bahwa Dark Target (DT) 0,55 dari data MODIS AOD MCD19A2 dengan resolusi spasial 1 km dan resolusi temporal 1 hari memiliki performa yang baik dalam menampilkan nilai AOD di Pulau Jawa dengan nilai uji statistik didapat nilai rata-rata dari data harian, bulanan, dan nilai standar deviasi pada setiap tahunnya. Hasil dari nilai AOD di Pulau Jawa pada tahun 2015 lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai AOD di Pulau Jawa pada tahun 2016. Bulan Juni tahun 2015 nilai rata-rata tertinggi AOD di Pulau Jawa mencapai 0,13237785 mikrometer sedangkan nilai rata-rata terendah pada bulan Januari tahun 2016 sebesar 0,11686589 mikrometer.</p> TEODORA TUPA LEWAR SONI DARMAWAN Copyright (c) 2022 2022-12-07 2022-12-07 178 189 Kajian Tingkat Ramah Pejalan Kaki Pada Pedestrian City Walk Jl. Sunan Kudus Pasca Penataan Kawasan https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/1442 <p>Penataan jalur pedestrian city walk Jl. Sunan Kudus dengan konsep pedestrian friendly merupakan upaya meningkatkan kualitas ruang kota serta mempromosikan aktivitas berjalan kaki sebagai transportasi berkelanjutan. Upaya dilakukan dengan memfasilitasi akses pejalan kaki secara nyaman, aman, dan selamat. Namun, penerapan konsep pedestrian friendly pada penataan pedestrian city walk Jl. Sunan Kudus dipandang belum sepenuhnya ramah bagi pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dengan mengidentifikasi tingkat keramahan jalur pedestrian city walk Jl. Sunan Kudus dalam mendukung aktivitas berjalan kaki. Analisis dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode penilaian rating dari Global Walkability Index. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan perolehan nilai walkability pada masing-masing kondisi dan bagian jalur pejalan kaki. Jalur sisi utara memiliki tingkat keramahan cukup (waiting to walk) sedangkan, sisi selatan memiliki tingkat keramahan kurang (not walkable). Selain itu, walkability pada pagi-siang hari memiliki nilai lebih besar dibandingkan dengan walkability pada sore-malam hari.</p> ISTIQOMAH APRILIYANI WIDYA SURYADINI Copyright (c) 2022 2022-12-07 2022-12-07 563 573