https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/issue/feed Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2022-01-28T08:05:16+00:00 Arsyad Ramadhan Darlis sneto@itenas.ac.id Open Journal Systems <p class="has-text-align-left has-black-color has-text-color"><strong>Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2021</strong> yang keempat akan diadakan secara virtual dengan tema “<strong>Peranan Teknologi di Smart Grid, ICT-IoT dan Otomasi dalam menunjang Industri 4.0</strong>”. Seminar ini diadakan 2 tahun sekali sejak tahun 2015 dan merupakan sarana bagi peneliti untuk berdiskusi, bertukar pikiran serta mempublikasikan hasil penelitian.</p> <p class="has-text-align-left has-black-color has-text-color">Penyelenggara kegiatan Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) Tahun 2021 adalah Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional Bandung, bekerja sama dengan Pengelola <a href="https://ejurnal.itenas.ac.id/index.php/elkomika"><strong>Jurnal ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, &amp; Teknik Elektronika</strong></a> Jurnal Terakreditasi Sinta 2,<strong> </strong><a href="https://ejurnal.itenas.ac.id/index.php/mindjournal"><strong>MIND Journal: Multimedia artificial Intellegent Networking Database</strong></a> Jurnal Terakreditasi Sinta 4, dan<strong> </strong><a href="https://ejurnal.itenas.ac.id/index.php/rekaelkomika_pkm)"><strong>Jurnal Reka Elkomika Pengabdian Kepada Masyarakat </strong></a>yang telah ber ISSN dan terindeks GARUDA beserta Google Scholar. Dengan demikian, artikel yang terpilih dapat diterbitkan di salah satu jurnal tersebut dengan ketentuan yang berlaku.</p> <p class="has-text-align-left has-black-color has-text-color"><img src="https://eproceeding.itenas.ac.id/public/site/images/arsyaddarlis/mceclip0.jpg" /></p> https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/711 Analisis Distribusi Temperatur dan Laju Aliran Fluida Kerja pada Untai FASSIP-01 Mod.2 2022-01-27T02:31:23+00:00 NATHANIEL EZER PUTRA DARMAWAN ezermaster20@gmail.com GIARNO ezermaster20@gmail.com DEDY HARYANTO ezermaster20@gmail.com AINUR ROSIDI ezermaster20@gmail.com G. B. HERU K ezermaster20@gmail.com MULYA JUARSA ezermaster20@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Untai FASSIP-01 loop merupakan fasilitas yang dimiliki oleh PRTKRN BATAN-BRIN</em><em> yang digunakan untuk meneliti fenomena sirkulasi alam. Untai FASSIP-01 loop telah mendapatkan dua kali modifikasi karena beberapa eksperimen sebelumnya menunjukkan hasil yang tidak optimal. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran temperatur dan laju aliran fluida kerja sebelum dilakukannya eksperimen. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi dengan menggunakan software ANSYS versi 19.2. Simulasi akan menggunakan model 2 dimensi dan mengkondisikan temperatur WHT pada temperatur 80<sup>o</sup>C, serta memvariasikan temperatur WCT pada temperatur 5<sup>o</sup>C, 10<sup>O</sup>C, 15<sup>O</sup>C dan 20<sup>O</sup>C. Berdasarkan hasil simulasi didapatkan bahwa perubahan temperatur terbesar hanya terjadi di outlet WHT dan WCT, sedangkan untuk laju aliran tercepat adalah dari outlet WCT hingga inlet WHT. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa laju aliran yang baik adalah ketika variasi temperatur water cooling tank berada pada 15 <sup>o</sup>C</em><em>, dengan perbandingan laju minimumnya adalah 0,0000031 m/s dan laju aliran maksimumnya adalah 0,013 m/s.</em></p> <p><strong>K</strong><strong>ata Kunci</strong>:<em> FASSIP-01 Mod.2, </em><em>sirkulasi alam</em><em>, </em><em>persebaran </em><em>temperatur, </em><em>laju aliran</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>The FASSIP-01 loop is a facility owned by </em><em>PRTKRN BATAN-BRIN</em><em> which is used to do research on natural-circulation phenomenon. The FASSIP-01 loop has modified for two times as because the previous experiments shown the not optimum results. The purpose of this research is to find out the deployment temperatures and flow rate before experiment will be done. The method for this research will be used simulation by using ANSYS software version 19.2. The FASSIP-01 loop will draw into 2-dimensional model and vary the condition of the WHT temperature at 80<sup>O</sup>C, and varies the WCT temperature at 5<sup>o</sup>C, 10<sup>O</sup>C, 15<sup>O</sup>C and 20<sup>O</sup>C. Based on simulation results, known that the largest temperature changes only occur at the outlet of the heating tank and cooling tank, while the fastest flow rate is from the outlet of the cooling tank to the inlet of the heater tank. From the simulation results, it can be concluded that a good flow rate is when the temperature variation of the water cooling tank is at 15<sup>o</sup>C, with a minimum flow rate 0.0000031 m/s and a maximum flow rate of 0.013 m/s.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: FASSIP-01 Mod.2, natural-circulation, temperature deployment, flow rate</em></p> <p> </p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/712 Perancangan Sepeda Listrik 350 W dengan Metode VDI 2221 untuk Ibu Rumah Tangga Perumahan 2022-01-27T02:44:25+00:00 SALMAN ALFARIDZI KINABALU SIREGAR salman_s_a_k_s@mhs.itenas.ac.id SYAHRIAL salman_s_a_k_s@mhs.itenas.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>K</em><em>endaraan listrik dapat menggantikan kendaraan berbahan bakar minyak, salah satunya adalah sepeda listrik. Sepeda listrik adalah sepeda yang digerakkan oleh motor listrik. Dalam penelitian ini, akan dirancang sebuah sepeda listrik menggunakan metode VDI 2221 yang digunakan untuk merancang sepeda listrik berdasarkan perbandingan kebutuhan, kenyamanan dan fungsionalitas pada bagian pemilihan komponen dan desainnya. Hasil perancangannya yaitu sepeda listrik berkecepatan maksimal 25 km/jam menggunakan motor BLDC 350 W dan baterai lithium ion 48 V 10 Ah, serta terdapat desain 3Dnya. Hasil dari simulasi jalan datar (headwind 25,7 km/jam) pemakaian daya motor 348 W dan baterai 418 W dan simulasi jalan menanjak (grade 4%) pemakaian daya motor 389 W dan baterai 461 W. Kesimpulannya, kapasitas motor dan baterai pada perancangan sepeda listrik dapat digunakan di area komplek perumahan.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>baterai li-ion, kemiringan jalan, kendaraan listrik, metode VDI 2221, motor BLDC</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Electric vehicles can replace oil-fueled vehicles, one of </em><em>the example</em><em> is electric bicycle. An electric bicycle is a bicycle that is driven by an electric motor. In this study, an electric bicycle will be designed using the VDI 2221 method which is used to design an electric bicycle based on a comparison of needs, comfort and functionality in the component selection and </em><em>its </em><em>design. The result </em><em>is</em> <em>the </em><em>design of an electric bicycle with a maximum speed of 25 km/h using a 350 W BLDC motor and a 48 V 10 Ah lithium ion battery, and there is a</em><em>lso</em><em> 3D design. The results of a flat road simulation (headwind 25</em><em>,</em><em>7 km/hour) using 348 W motor power and 418 W battery</em><em> and </em><em>uphill road simulation (grade 4%) using 389 W motor power and 461 W battery. In conclusion, the motor and battery capacity in </em><em>electric </em><em>bicycle design can be used in residential complex areas.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>li-ion battery, road grade, electric vehicle, VDI 2221 method, BLDC motor</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/713 Pemanfaatan Sensor Suhu DS18B20 sebagai Penstabil Suhu Air Budidaya Ikan Hias 2022-01-27T03:25:12+00:00 RIZQY NURUL IKHSAN rizqynurul33@gmail.com NIKEN SYAFITRI rizqynurul33@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Ikan hias menjadi perbincangan masyarakat pada masa pandemi ditambah lagi banyaknya kasus pemutusan hubungan kerja membuat masyarakat mulai tertarik untuk memulai bisnis budidaya ikan hias seperti ikan Cupang. Suhu air yang baik untuk menunjang proses metabolisme ikan berkisar 24˚C - 26˚C sehingga diperlukan pengatur suhu, namun pengatur suhu air di pasaran saat ini tidak stabil untuk mempertahankan suhu 24˚C - 26˚C. Timbul gagasan untuk menghasilkan pengatur suhu yang lebih sesuai yakni pengimplementasian sensor suhu DS18B20. </em><em>Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental meliputi perancangan sistem, perancangan hardware, perancangan software, realisasi alat, pengujian alat, serta evaluasi alat. Pengukuran suhu menggunakan sensor DS18B20 mendekati nilai sebenarnya karena memiliki error relatif kecil yakni 0,2˚C dan akurasi 99%. Implementasi alat menghasilkan jumlah ikan yang bertahan sampai dengan usia siap jual bertambah empat kali lipat dari jumlah awal, menunjukkan alat berfungsi dengan baik dan dapat meningkatkan kualitas budidaya ikan Cupang.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong> <em>: Pengatur Suhu&nbsp; Air, Sensor DS18B20, Arduino, Budidaya Ikan, Cupang.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Ornamental fish became topic public discussion during pandemic and the cases of termination employment made people interested in starting an ornamental fish cultivation business such as Betta fish. A good water temperature to support the fish metabolic process ranges from 24˚C - 26˚C so a temperature controller is needed, but the water temperature regulator on the market is unstable to maintain a temperature of 24˚C - 26˚C . The idea is produce more suitable temperature controller namely the implementation of the DS18B20 temperature sensor. This research uses experimental methods including system design, hardware design, software design, tool realization, tool testing, tool evaluation. Temperature measurement close to the actual value because it has relatively small error 0.2˚C and accuracy 99%. Amount fish that survive until is ready for sale increased four times from the initial number, indicating the tool was functioning properly and could improve the quality of Betta fish culture.</em></p> <p><strong><em>Keywords </em></strong><em>: Water Temperature Controller, DS18B20 Sensor, Arduino,&nbsp; Fish Culture, Betta</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/714 Karakteristik Temperatur Tangki Pemanas dan Bilangan Reynolds Selama Aliran Sirkulasi Alam pada Untai Uji FASSIP-02 2022-01-27T03:31:07+00:00 ANDREA SHEVALADZE A. A andrea.alamin83@gmail.com GIARNO juars@batan.go.id ADHIKA ENGGGAR juars@batan.go.id DEDY HARYANTO juars@batan.go.id AINUR ROSIDI juars@batan.go.id G.B. HERU K. juars@batan.go.id ADEK TASRI andrea.alamin83@gmail.com MULYA JUARSA juars@batan.go.id <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p><em>Untai Uji FASSIP-02 merupakan fasilitas sistem pendingin pasif yang mengunakan prinsip sirkulasi alam. Salah satu bagian pada Untai Uji FASSIP-02 adalah Water Heating Tank (WHT) yang memiliki empat buah pemanas sebagai sumber kalor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi perubahan temperatur air dalam tangki pemanas, yang terbagi dalam kondisi pemanasan transien dan tunak juga memperoleh bilangan Reynolds. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variasi setting temperatur air dalam tangki pemanas sebesar 40<sup>o</sup>C, 50<sup> o</sup>C, dan 60<sup> o</sup>C. Hasil penelitian menunjukkan setting temperatur 40<sup>o</sup>C lama waktu pemanasan transien adalah 1422 detik, pada 50<sup>o</sup>C adalah 2327 detik, dan 60<sup>o</sup>C adalah 3249 detik. Sedangkan perbedaan temperatur air antara bagian pipa masuk dan pipa keluar dari tangki pemanas menunjukkan semakin besarnya temperatur air dalam tangki pemanas maka semakin besar pula perbedaan temperaturnya. Sedangkan peningkatan temperatur air berbanding lurus dengan peningkatan bilangan Reynolds, dimana mulai temperatur 50<sup>o</sup>C aliran masuk ke rejim turbulen rentang 5191 dan 7286.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: FASSIP-02, tangki pemanas, sirkulasi alam, bilangan Reynolds, pendingin pasif.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>The FASSIP-02 Test Strand is a passive cooling system facility that uses the natural circulation principle. One part of the FASSIP-02 Test Strand is the Water Heating Tank (WHT) which has four heaters as heat sources. This study aims to characterize the change in water temperature in the heating tank, which is divided into transient and steady heating conditions and also obtains Reynolds number. The research method was carried out experimentally with variations in the water temperature setting in the heating tank of 40<sup>o</sup>C, 50<sup>o</sup>C, and 60<sup>o</sup>C. The results showed that setting a temperature of 40<sup>o</sup>C, the transient heating time was 1422 seconds, at 50oC it was 2327 seconds, and at 60oC was 3249 seconds. While the difference in water temperature between the inlet pipe and the outlet pipe from the heating tank shows the greater the water temperature in the heating tank, the greater the temperature difference. Meanwhile, the increase in water temperature is directly proportional to the increase in Reynolds number, where starting at a temperature of 50<sup>o</sup>C the inflow to the turbulent regime ranges from 5191 and 7286.</em></p> <p><em>&nbsp;</em><strong><em>Keywords: </em></strong><em>FASSIP-02, heating tank, natural circulation, Reynolds number, passive cooling.</em></p> <p>&nbsp;</p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/715 Perbandingan Mass Flow Rate Fluida Kerja Sirkulasi Alam pada Untai FASSIP-01 Mod.2 2022-01-27T03:44:38+00:00 DWIKI TRESNA ABDULLAH dwikiabdullah28@gmail.com GIARNO dwikiabdullah28@gmail.com ADHIKA ENGGAR dwikiabdullah28@gmail.com DEDY HARYANTO dwikiabdullah28@gmail.com AINUR ROSIDY dwikiabdullah28@gmail.com G. B. HERU K dwikiabdullah28@gmail.com MULYA JUARSA dwikiabdullah28@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Untai FASSIP-01 merupakan salah satu fasilitas untuk melihat dan mengkaji laju aliran fenomena sirkulasi alam dalam skala besar. Fenomena Natural Circulation dapat terjadi pada untai FASSIP-01 sebelumnya, namun flow rate yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan karena terdapat cacat pada desain yang mengakibatkan fluid losses. Modifikasi dilakukan untuk mendapatkan kecepatan aliran yang diinginkan atau sesuai dengan perhitungan sebelumnya. Modifikasi kedua ini akan menggantikan desain untai FASSIP-01, dimana pada modifikasi kedua ini untai FASSIP-01 akan didesain dengan penampang yang lebih sedikit. Modifikasi desain ini dilakukan untuk mengatasi kekurangan tersebut. Tujuan penelitian adalah menentukan laju aliran sirkulasi alami berdasarkan beberapa fluida kerja yang difokuskan pada laju aliran massa. Metode penelitian ini adalah dengan analisis dengan mengkaji data simulasi dari jurnal mengenai karakteristik fluida kerja tersebut, yaitu H<sub>2</sub>O dan Glycerine. Selanjutnya dilakukan perhitungan dan didapatkan data Mass Flow Rate fluida yang bekerja lebih optimal untuk diopersaikan pada untai FASSIP-01. Hasil menunjukkan bahwa H<sub>2</sub>O memiliki Mass Flow Rate yang lebih kecil dibandingkan dengan Glycerine yang menunjukkan bahwa H<sub>2</sub>O memiliki potensi yang lebih baik untuk digunakan sebagai fluida kerja sirkulasi alam pada untai FASSIP-01.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>laju aliran massa, fluida kerja, untai FASSIP-01</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>The FASSIP-01 loop is one of the facilities to view and assess the flow rate of natural circulation phenomena on a large scale. Natural Circulation phenomena can occur in the previous FASSIP-01 loop, but the flow rate obtained is not as expected because there are defects in the design that result in fluid loss. Modifications are made to obtain the desired flow velocity or in accordance with the previous calculations. This second modification will replace the FASSIP-01 strand design, where in this second modification the FASSIP-01 loop will be designed with a smaller cross section. This design modification was made to overcome these shortcomings. The purpose of this research is to determine the natural circulation flow rate based on several working fluids that monitor the mass flow rate. This research method is to analyze journal simulation data regarding the characteristics of the working fluid, namely H<sub>2</sub>O and Glycerin. Furthermore, calculations are carried out and the data obtained for the Mass Flow Rate of the fluid that works more optimally to be operated on the FASSIP-01 loop. </em><em>The results show that H2O has a smaller Mass Flow Rate than Glycerine which indicates that H<sub>2</sub>O has a better potential to be used as a natural circulation working fluid in the FASSIP-01 loop.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: m</em><em>ass flow rate, working fluids, FASSIP-01 loop</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/717 Analisis Simulasi 3D Pengaruh Variasi Temperatur WCT Terhadap Laju Aliran Massa pada Untai FASSIP-01 Mod.2 Menggunakan ANSYS 2022-01-27T04:54:10+00:00 SONI ABIDIN sonyabidin89@gmail.com DEDY HARYANTO sonyabidin89@gmail.com GIARNO sonyabidin89@gmail.com AINUR ROSIDI sonyabidin89@gmail.com G.B. HERU K sonyabidin89@gmail.com AINUL GHURRI sonyabidin89@gmail.com I.M WIDIYARTA sonyabidin89@gmail.com SUSYADI sonyabidin89@gmail.com MULYA JUARSA sonyabidin89@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Untai FASSIP-01 Mod.02 merupakan fasilitas eksperimen untuk uji sistem pendingin teras reaktor yang bersifat pasif. Fasilitas&nbsp; eksperimen dibuat untuk mempelajari fenomena Sirkulasi Alam, yang bersirkulasi tanpa adanya bantuan energi dari luar pada sistem pendingin teras reaktor. Untai uji FASSIP-01 Mod.2 dirancang dengan design baru agar dapat mengurangi kerugian energi. Alat uji ini dirancang dengan skala medium yang nantinya diharapkan dapat digunakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia apabila didapatkan hasil yang diinginkan. Makalah ini membahas hasil simulasi tentang pengaruh variasi temperatur Water Cooling Tank terhadap laju aliran massa berbasis FLUENT sebagai acuan sebelum dilakukannya eksperimen. Fluida kerja yang digunakan dalam simulasi ini adalah air dengan variasi temperatur pada WCT 5</em><em>º</em><em>C, 10</em><em>º</em><em>C, 15</em><em>º</em><em>C, 20</em><em>º</em><em>C, 25</em><em>º</em><em>C, 30</em><em>º</em><em>C dan temperatur pada Water Heating Tank sebesar 90</em><em>º</em><em>C. Berdasarkan simulasi ini didapatkan hasil laju aliran massa, Wall Heat Flux, kecepatan aliran, dan karakteristik aliran.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>sirkulasi alami, sistem pendingin pasif, FASSIP-01 Mod.02, laju aliran massa, simulasi CFD, FLUENT</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>FASSIP-01 Mod.01 loop is a facility for the cooling system in the reactor core which is passive. The experimental facility is designed to study the phenomenon of Natural Circulation, which circulates without the help of external energy in the reactor core cooling system. FASSIP-01 Mod.2 loop is designed with a new design in order to reduce energy losses. This test equipment is expected to be designed on a medium scale which can later be used in Nuclear Power Plants in Indonesia if the desired results are obtained. This paper discusses the results of simulations on the effect of variations of Water Cooling Tank on FLUENT-based mass flow rates as a start before experimental experiments. The working fluid used in this simulation is water with variations of temperatures at WCT 5ºC, 10ºC, 15ºC, 20ºC, 25ºC, 30ºC and Water Heating Tank temperature is 90ºC. </em><em>Based on this simulation, the results obtained are mass flow rate, Wall Heat Flux, flow velocity, and flow characteristics.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>natural circulation, passive cooling system, FASSIP-01 Mod.02, mass flow rate, CFD simulation, FLUENT</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/718 Hubungan antara Sifat Kelistrikan terhadap Kualitas Produk Hand Sanitizer 2022-01-27T05:14:04+00:00 SUTANTO sutanto@elektro.pnj.ac.id TOTO SUPRIYANTO sutanto@elektro.pnj.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Salah satu bahan untuk menekan penyebaran covid 19 adalah hand sanitizer, karena bersifat disinfektan, praktis dipakai, murah dan mudah diperoleh di apotik atau supermarket. Proses produksi hand sanitizer dilakukan dengan mencampur alkohol 96 % sebanyak 1 liter,&nbsp; aquadest&nbsp; 220 mL, gliserin 98 % sebanyak 12,8&nbsp; mL dan essence pengharum 7,5 mL. Semua bahan diaduk dalam reaktor sekitar 2 menit. Proses diulang&nbsp; dengan variasi volume aquadest 280, 300, 390 dan 620 mL. Dilanjutkan dengan pengukuran kandungan alkohol , tahanan, tegangan dan arus listrik pada setiap produk hand sanitizer. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kandungan alkohol turun dari 80 % menjadi 60 %, tahanan turun dari 20,3 K </em><em>Ω</em><em> menjadi 3,2 K</em><em>Ω</em><em>, tegangan turun dari 0,2 mV menjadi 0,1 mV</em><em>, sedangkan arus listrik meningkat dari 9,9 x 10 <sup>-6 </sup>mA menjadi 3.1 x 10 <sup>-5 </sup>mA. Kandungan alkohol&nbsp; yang direkomendasikan oleh WHO adalah antara 70 % sampai dengan 80 %. Pada kondisi tersebut besar&nbsp; tahanan&nbsp; antara 6,8 K</em><em>Ω</em><em>&nbsp; dan 20,3 K</em> <em>Ω</em><em>, tegangan konstan 0,2 mV </em><em>dan arus listrik&nbsp; antara 2,9 x 10 <sup>-5 </sup>mA dan 9,9 x 10 <sup>-6 </sup>mA.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>hand sanitizer, kandungan alkohol, tahanan, arus listrik</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>One of the ingredients to suppress the spread of COVID-19 is hand sanitizer, because it is a disinfectant, practical to use, cheap and easy to obtain at pharmacies or supermarkets. The hand sanitizer production process is carried out by mixing 1 liter of 96% alcohol, 220 mL of distilled water, 12.8 mL of 98% glycerin and 7.5 mL of fragrance essence. All materials were stirred in the reactor for about 2 minutes. The process was repeated with a water volume variation of 280, 300, 390 and 620 mL. Followed by measuring the alcohol content, resistance and electric current in each hand sanitizer product. The measurement results show that the alcohol content decreased from 80% to 60% and the resistance decreased from 20.3 K to 3.2 KΩ, voltage decreased from 0.2 mV to 0.1 mV, while the electric current increased from 9.9 x 10 <sup>-6</sup> mA to 3.1 x 10 <sup>-5</sup> mA. The alcohol content recommended by WHO is between 70% to 80%. Under these conditions, the resistance is between 6.8 KΩ and 20.3 KΩ, voltage at constant of 0.2 mV and electric current between 2.9 x 10 <sup>-5</sup> mA and 9.9 x 10 <sup>-6</sup> mA.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: hand sanitizer, alcohol content, </em><em>resistance</em><em>, electric current</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/719 Pengukuran Jarak Pada Bel Rumah Otomatis Berbasis NodeMCU dengan Sensor HC-SR04 2022-01-27T05:18:32+00:00 FARADILLA RIZQI TRISANI farasani.dilla24@gmail.com DWI ARYANTA farasani.dilla24@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Teknologi </em><em>dalam sistem otomasi rumah berkembang pesat. Salah satu aspek dari sistem otomasi rumah adalah bel rumah otomatis. Bel tersebut dapat memberikan informasi keberadaan tamu yang akan mengunjungi rumah, dimana tamu tidak perlu lagi menekan tombol bel sekaligus sebagai upaya untuk mengurangi kontak fisik, khususnya karena pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan prinsip kerja HC-SR04 serta penulis ingin mengetahui dan memberitahu batas jarak objek (manusia) yang terdeteksi oleh sensor HC-SR04 pada alat ini. Bel ini menggunakan komponen seperti HC-SR04, NodeMCU, buzzer, LED RGB, LCD, dan aplikasi Blynk. Alat ini akan memberikan notifikasi kepada pengguna melalui perangkat smartphone melalui aplikasi Blynk ketika ada objek (manusia) yang lewat secara horizontal sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. Pengujian dilakukan dengan meletakkan alat pada ketinggian 124 cm dengan posisi horizontal dengan posisi sensor HC-SR04 membentuk sudut kurang dari 15 derajat. Hasil pengujian disimpulkan bahwa bel dapat mendeteksi objek (manusia) pada jarak 2 - 350 cm secara horizontal dan mengirimkan notifikasi melalui perangkat smartphone</em>.</p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em> : Bel, HC-SR04, NodeMCU, Blynk, Otomatis, Jarak</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Technology in home automation systems is evolving. The automatic doorbell is </em><em>a</em><em> feature of the</em> <em>automation system. The bell can provide information on the whereabouts of guests who will visit the house, where guests are no longer required to press the bell button at the same time in an effort to reduce physical contact, particularly in light of the current Covid-19 pandemic. The goal of this paper is to explain how the HC-SR04 works, and the author wants to know and notify the distance limit of objects (humans) detected by the HC-SR04 sensor on this tool. This buzzer incorporates HC-SR04, NodeMCU, buzzer, RGB LED, LCD, and the Blynk application. When an object (human) passes horizontally according to predetermined conditions, this tool will notify users via smartphone devices via the Blynk application. The test is performed by positioning the tool at a height of 124 cm in a horizontal position with the HC-SR04 sensor forming an angle of less than 15 degrees. According to the test results, the bell can detect objects (humans) at a horizontal distance of 2 - 350 cm and send notifications via smartphone devices.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Bell, HC-SR04, NodeMCU, Blynk, Automatic, Distance</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/720 Sistem Tracking Bus Kota Dengan Integrasi Pembayaran E-Money 2022-01-27T05:23:12+00:00 FIKHI AKMA Fikhiakmal@gmail.com MUHAMMAD RAWDOH Fikhiakmal@gmail.com NAFISAH MARDHIYYAH Fikhiakmal@gmail.com RINA HIKMAWATI Fikhiakmal@gmail.com ADNAN RAFI AL TAHTAWI Fikhiakmal@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Kemacetan menjadi masalah di kota-kota besar. Kebanyakan masyarakat lebih memilih kendaraan peribadi dengan harapan dapat mendapatkan kenyamanan dan bisa cepat sampai ke tempat tujuan. Namun, kebanyakan terjebak dalam lalu lintas. Ketidakpuasan terhadap pengguna jasa transportasi umum menyebabkan antrean di stasiun bus harus segera diatasi agar tidak menimbulkan kerumunan hingga berdesak-desakan dan menghabiskan waktu. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan fasilitas di transportasi umum. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem terpadu yang dapat memantau bus kota sehingga dapat mempermudah layanan. Dengan sistem ini masyarakat dapat mengetahui keberadaan bus kota, sehingga memudahkan pengguna untuk memperkirakan kedatangan waktu bus dan memangkas waktu tunggu di stasiun. Sistem ini juga mengusung pembayaran digital berdasarkan pada jarak tempuh sehingga dapat terjadi transparansi tarif harga yang harus dibayar baik untuk penumpang maupun pengemudi. </em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>kemacetan, transportasi umum, GPS</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Congestion is a problem in major cities. This is because the number of private vehicle purchases over the past 3 years continues to increase. Most people prefer a private vehicle in the hopes of getting comfort and can quickly get to the destination. But most are stuck in traffic and spend time on the road. Dissatisfaction with users of public transportation services causes queues at bus stations to be addressed immediately so as not to cause crowds to jostle and spend time. Therefore, there needs to be an increase in facilities on public transportation, especially buses. The goal of the study was to design an integrated system that could monitor city buses so as to ease service. With this system the public can find out the existence of city buses, making it easier for users to estimate the arrival of bus times and cut waiting times at stations. With this monitoring also the company (server) that houses the city bus can monitor the position of the bus. So that if there is danger or unwanted things can be known and acted upon faster. This system also carries digital payments based on mileage so that there can be transparency of price rates to be paid for both passengers and drivers. The proposed system consists of a GPS module to determine the presence of buses and RFID cards performed for initial final coordinate readings, as well as e-money payments.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>congestion, public transport, GPS</em></p> <p>&nbsp;</p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/721 Analisis Simulasi Efek Perbedaan Fluida Kerja terhadap Aliran Sirkulasi Alam di Untai FASSIP-01 Mod.02 2022-01-27T05:28:51+00:00 ZIKRILLAH I RAHMAN zikrillahimadirahman@icloud.com DEDDY HARYANTO zikrillahimadirahman@icloud.com GIARNO zikrillahimadirahman@icloud.com G.B. HERU K zikrillahimadirahman@icloud.com I GEDE PUTU AGUS SURYAWAN zikrillahimadirahman@icloud.com I KETUT GEDE WIRAWAN zikrillahimadirahman@icloud.com SURIP WIDODO zikrillahimadirahman@icloud.com MULYA JUARSA zikrillahimadirahman@icloud.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>ANALISIS SIMULASI PERBEDAAN FLUIDA KERJA PADA FASSIP 01 MODIFIKASI 02</em><em> adalah simulasi yang menggunakan geometri untai uji FASSIP 01 Mod.02. alat uji ini merupakan loop tertutup berbentuk persegi panjang yang dapat bersirkulasi secara alami</em><em>. </em><em>Alat uji ini merupakan sistem pendingin teras reaktor yang bersifat pasif. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk membandingkan hasil simulasi pada untai uji dengan menggunakan fluida kerja nanofluida (Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>) dan air (H<sub>2</sub>O). dalam penelitian ini digunakan permodelan CFD pada aplikasi ANSYS 2020 yang mensimulasikan kedua fluida kerja pada untai uji FASSIP 01 Mod.02 dengan memvariasikan suhu pada pemanas (heater) dan pendingin (cooler). Hasil simulasi menunjukan bahwa CFD ANSYS 2020 mampu untuk memprediksi bahwa fluida kerja nanfoluida dapat mendinginkan teras reaktor nuklir lebih cepat dibandingkan dengan fluida kerja air.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>FASSIP 01 Mod.02, sistem pasif, sirkulasi alami, Nanofluida,CFD </em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>SIMULATION ANALYSIS OF FLUID DIFFERENCES IN FASSIP 01 MODIFICATION 02 is a simulation that uses from geometry of the FASSIP 01 Mod.02 experimental tool. FASSIP 01 Mod.02 is a passive reactor core cooling system rectangular closed loop that can circulate naturally. The purpose of this paper is to compare the simulation results on FASSIP 01 Mod.02 using two different working fluids, whis is by using nanofluid working fluid (Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>) and water (H<sub>2</sub>O). in this study used CFD modeling in the ANSYS 2020 application which simulates the two working fluids on the FASSIP 01 Mod.02 experimetal tool by varying the temperature on the heater and cooler. The simulation results show that the CFD ANSYS 2020 is able to predict that the working fluid of nanofluid can cool the nuclear reactor core faster than the working fluid of water.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>FASSIP 01 mod.02, passive system, natural circulation, nanofluida, CFD</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/722 Kinerja Delay Transmisi Jaringan Komputer menggunakan Wireshark Pada Topologi Star 2022-01-27T06:27:50+00:00 FAUZAN FAKHRUSY SYAKIRIN SADELI fakhrusyfss@gmail.com DWI ARYANTA fakhrusyfss@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer, dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel maupun dengan sistem wireless sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data.</em><em> Permasalahan yang sering timbul adalah terlambatnya pengiriman data, seperti yang dilakukan pada penelitian ini dengan menguji delay pada jaringan komputer dengan menggunakan 2 router berbeda jenis. Pada pengujian delay jaringan menggunakan topologi star dan aplikasi wireshark untuk mengcapture data. Berdasarkan penelitian data yang dilakukan, dalam 3600 detik di dapat delay rata-rata 11,53 s.d. 24,80 ms dilakukan dengan beberapa metode berbeda. Berdasarkan litelature TIPHON </em><em>(Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Networks)</em><em>, delay rata-rata termasuk dalam kategori sangat baik dengan nilai dibawah 150 ms.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: Mikrotik, Cisco, Wireshark, Delay, Router.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>The computer network is a collection of computers and other devices that are connected. Information and data move via cables or wireless systems, enabling computer network users to exchange documents and data with each other. The problem that often arises is the delay in sending data, as was done in this study by testing the delay on a computer network using 2 different types of routers. In testing the network delay using a star topology and wireshark applications to capture data. Based on data research conducted, in 3600 seconds an average delay of 11.53 to d. 24.80 ms was performed by several different methods. Based on the TIPHON (Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Networks) literature, the average delay is in the very good category with a value below 150 ms.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Mikrotik, Cisco, Wireshark, Delay, Router.</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/723 Simulasi 3D Untai Fasilitas Simulasi Sistem Pasif 01 Mod.2 Menggunakan Software ANSYS-FLUENT 2022-01-27T06:51:55+00:00 MIKHAEL KARTUTU mikhaelpakar@gmail.com GIARNO mikhaelpakar@gmail.com G.B.HERU K mikhaelpakar@gmail.com AINUR ROSIDI mikhaelpakar@gmail.com DEDY HARYANTO mikhaelpakar@gmail.com I.W.B ADNYANA mikhaelpakar@gmail.com I.G.N PRIAMBADI mikhaelpakar@gmail.com SUSYADI mikhaelpakar@gmail.com MULYA JUARSA mikhaelpakar@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Untai FASSIP 01 Mod.2 adalah sebuah untai uji yang dibuat untuk memahami dan meneliti fenomena sirkulasi alam khususnya dalam kondisi satu fasa yang nantinya dapat digunakan sebagai sistem pendingin pasif pada reaktor nuklir. Sirkulasi alam terjadi akibat adanya perbedaan densitas yang disebabkan oleh perbedaan temperatur. FASSIP 01 Mod.2 memiliki komponen utama yang terdiri dari water heating tank, water cooling tank, dan Expantion tank dan komponen perpipaan yang menghubungkan ketiganya. Penelitian ini menggunakan metode simulasi Computational Fluid Dynamic menggunakan software Ansys-FLUENT 2020 R2 </em><em>dengan variasi temperatur pada WHT</em> <em>50°C,60°C,70°C</em><em> dan WCT 5</em><em>°C</em><em>,10</em><em>°C</em><em>,15</em><em>°C</em><em>, 20</em><em>°C</em><em> yang bertujuan untuk melihat&nbsp; karakteristik aliran. Berdasarkan hasil yang didapat variasi WHT 70</em><em>°C</em><em> dan WCT 5</em><em>°C</em><em> memiliki nilai kecepatan dan laju aliran massa tertinggi yang berturut-turut nilainya adalah 0,0207 m/s dan 0,0210 kg/s&nbsp; dan semua variasi menunjukkan tipe aliran laminar.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>FASSIP 01 Mod.2, sistem pendingin pasif, sirkulasi alam, simulasi</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>FASSIP 01 Mod.2 Loop is a test circuit designed to understand and research natural circulation phenomena, especially in single phase conditions which can later be used as a passive cooling system in nuclear reactors. Natural circulation occurs due to differences in density caused by differences in temperature. FASSIP 01 Mod.2 has main components consisting of a water heating tank, a water cooling tank, and an Expantion tank and a piping component that connects the three. This study uses the Computational Fluid Dynamic simulation method using Ansys-FLUENT 2020 R2 software with temperature variations at WHT 50°C, 60°C, 70°C and WCT 5°C, 10°C, 15°C, 20°C. to see the flow characteristics. Based on the results obtained, variations of WHT 70°C and WCT 5°C have the highest velocity and mass flow rates, which are 0,0207 m/s and 0,0210 kg/s, and all variations indicate laminar flow type.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>:</em><em> FASSIP 01 Mod.2, passive cooling system, natural circulation,simulation</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/724 Analisis Traffic Bts 4g Telkomsel Di Area Regional Bandung 2022-01-27T06:55:05+00:00 M ALDI GHAFFARI aldighaffari@gmail.com LUCIA JAMBOLA aldighaffari@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Dalam </em><em>Teknologi mobile broadband telah memulai babak baru kehidupan manusia dalam mengakses informasi dan berkomunikasi dengan menggunakan berbagai perangkat mobile pendukung akses mobile broadband, seperti yang digunakan pada penelitian ini menggunakan provider telkomsel, Untuk mendapakan data pegguna provider Telkomsel perlu mengakses website cacti. Setelah mendapatkan data inbound dan outbound pada website</em><em> cacti,</em><em> hasil data tersebut dibandingkan dengan standar 4G LTE sebesar 100mbps yang di berikan oleh PT.Telkom.</em><em> berdasarkan penelitian</em><em> Nilai inbound sangat beragam, nilai ini dipengaruhi oleh jumlah kuota yang digunakan oleh pelanggan pengguna provider Telkomsel. Sedangkan </em><em>nilai monitoring outbound yang dihasilkan tiap BTS berbeda-beda,</em><em> karena batas bandwidth</em> <em>dari perangkat BTS 4G LTE PT.Telkom sebesar 100 Mbps sehingga tidak perlu adanya penambahan bandwidth.</em></p> <p><em>&nbsp;</em><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>Traffic BTS, Bandwidth, Inbound, Outbound, 4G, Telkomsel</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Mobile broadband technology has started a new chapter of human life in accessing information and communicating using various supporting devices for mobile broadband access, as used in this study using a Telkomsel provider. To get data, Telkomsel provider users need to access the Cacti website. After getting inbound and outbound data on the cacti website, the data results are compared with the 4G LTE standard of 100mbps provided by PT.Telkom. Based on research, the inbound value is very diverse, this value is influenced by the amount of quota used by customers who use Telkomsel's providers. While the outbound value generated by each BTS is different, because the bandwidth limit of the PT.Telkom 4G LTE BTS device is 100 Mbps, so there is no need for additional bandwidth.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Traffic BTS, Bandwidth, Inbound, Outbound, 4G, Telkomsel.</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/726 Drive Test Indoor Jaringan 4G LTE Operator XL di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional 2022-01-27T07:09:34+00:00 NUR RAMADAN nramadannnn@gmail.com DWI ARYANTA nramadannnn@gmail.com EQI FIRDAUS nramadannnn@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Teknologi 4G adalah teknologi telekomunikasi yang dapat memberikan kecepatan akses berkisar 100 Mbps sampai 1 Gbps. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah performa site indoor Rumah Sakit Pusat Otak Nasional masih sesuai KPI (Key Performance Indicator) Jaringan 4G LTE yang ditentukan operator XL atau tidak.</em> <em>Metoda drive test yang digunakan adalah MS 1 idle mode locked 4G dan MS 2 dedicated mode locked 4G.</em><em> Hasil drive test menunjukkan hampir semua parameter jaringan 4G LTE di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional masih memenuhi KPI dari operator XL, kecuali parameter downlink troughput. Parameter downlink troughput di semua lantai yg diukur memiliki nilai rata-rata sebesar 0,84 Mbps. Nilai tersebut tidak memenuhi KPI disebabkan oleh user equipment yang terdapat di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional melebihi kapasitas kanal trafik yang tersedia. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa parameter-parameter jaringan 4G LTE sangat mempengaruhi performa dari suatu site. </em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>:</em><em> 4G LTE, Drive Test, Key Performance Indicator, parameter jaringan 4G LTE, operator XL</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>4G technology is a telecommunications technology that can provide access speeds ranging from 100 Mbps to 1 Gbps</em><em>. </em><em>The purpose of this study was to determine whether the indoor site performance of the National Brain Center Hospital was still in accordance with the KPI (Key Performance Indicator) of the 4G LTE network determined by the XL operator or not.</em><em> The drive test method used is MS 1 idle mode locked 4G and MS 2 dedicated mode locked 4G.</em><em> The results of the drive test show that almost all parameters of the 4G LTE network at the National Brain Center Hospital still meet the KPI of XL operator, except for the downlink throughput parameter. The downlink throughput parameter on all floors measured has an average value of 0.84 Mbps. This value does not meet the KPI because the equipment user at the National Brain Center Hospital exceeds the available traffic channel capacity. From this research it can be seen that the 4G LTE network parameters greatly affect the performance of a site.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>4G LTE, Drive Test, Key Performance Indicator, parameters of 4G LTE network, XL operator</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/727 Penerima AM/FM Kompak Reconfigurable Berbasis Software Defined Radio 2022-01-27T07:28:12+00:00 ARFAH ATHIROH arfahathiroh@upi.edu NURUL FAHMI ARIEF HAKIM arfahathiroh@upi.edu IWAN KUSTIAWAN arfahathiroh@upi.edu <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Makalah ini menjelaskan desain sistem penerima siaran AM dan FM berbasis SDR. Perangkat SDR yang digunakan adalah RTL2832U Rafael micro R820T2 dengan rentang frekuensi </em><em>500 kHz hingga 1,7 GHz. </em><em>D</em><em>i sini, RTL-SDR dikonfigurasi menggunakan perangkat lunak. Tujuan lain dari menggunakan perangkat lunak adalah sebagai pemodelan sistem penerima. Sinyal yang diterima akan diproses menggunakan perangkat lunak RTL-SDR dan GNURadio. Diagram blok yang terkandung dalam GNURadio dapat digunakan sebagai kompiler untuk sistem penerima siaran AM dan FM. </em><em>Makalah ini bertujuan untuk </em><em>perbandingan kualitas radio AM dan FM menggunakan software defined radio. Metode yang digunakan </em><em>pada penelitian ini berupa desain dan experiment penerima AM dan FM. Hasil yang didapatkan berupa output suara dan sinyal dari sistem penyiaran AM dan FM. </em><em>Hasil </em><em>tersebut</em><em> menunjukkan bahwa RTL-SDR dapat digunakan sebagai penerima AM dan </em><em>FM</em><em>.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>Sistem Penerima, Software Defined Radio (SDR), GNURadio, sinyal AM dan FM.</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>This paper described the design of SDR-based AM dan FM broadcast receiver systems. </em><em>The SDR device used is the RTL2832U Rafael micro R820T2 with a frequency range of 500 kHz to 1.7 GHz. Here, RTL-SDR is configured using software. Another purpose of using the software is as a modeling of the receiving system. The received signals will be processed using RTL-SDR and GNURadio software. Block diagrams contained in GNURadio can be used as compilers for AM and FM broadcast receiver systems. This paper aims to compare the quality of AM and FM radios using software defined radio. The methods used in this study are the design and experiment of AM and FM receivers. The results obtained in the form of sound output and signals from AM and FM broadcasting systems. The results showed that RTL-SDR could be used as both AM and FM receivers</em><em>.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>Receiver System, Software Defined Radio (SDR), GNURadio. AM and FM signal</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/728 Sistem Jaringan Komunikasi dan Operasi Battlefield Management System CY-16 H pada Kendaraan Tempur PT.Hariff DTE 2022-01-27T07:40:02+00:00 MUHAMMAD SEPTIAN MUTTAQIN septian.mutaqin@mhs.itenas.ac.id RUSTAMAJI septian.mutaqin@mhs.itenas.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Salah satu kunci sukses operasi militer adalah kemampuan untuk mengelola medan pertempuran (</em><em>B</em><em>attlefield Management&nbsp;&nbsp;Command and Control Management), serta kemampuan mengendalikan situasi medan pertempuran secara&nbsp;real time</em><em>. Battlefield Management System (BMS) CY-16 H merupakan produk ICCS yang dapat menjembatani dan mengamankan komunikasi pada seluruh hirarki yang ada di TNI-AD, mulai dari pos komando hingga pasukan. Komando&nbsp; dapat memantau posisi dan kondisi pasukan yang ada di medan perang, dengan BMS. Pada jurnal ini akan dibahas mengenai sistem jaringan komunikasi dan operasi Battlefield Management System CY-16 H pada kendaraan tempur. Sealnjutnya riset data&nbsp; perangkat-perangkat yang digunakan pada BMS CY-16H. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data yang diperlukan untuk mengamati sistem kerja BMS secara keseluruhan. Riset data general manual perangkat pada BMS, kegiatan ini dilakukan untuk dapat mengetahui spesifikasi maupun cara kerja perangkat-perangkat pada BMS secara mendetail untuk menganalisis sistem jaringan komunikasi dari BMS tersebut. Riset d</em><em>ata Project</em><em>, k</em><em>egiatan ini dilakukan untuk dapat</em><em> mengetahui</em><em> sistem operasi dan sistem komunikasi dari BMS. </em><em>Riset </em><em>suatu project mengenai operasi menyeluruh pada berbagai unit militer yang telah menggunakan teknologi BMS pada tiap unit militer</em><em> yang telah menggunakan BMS.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: BMS, operasi, komunikasi, sistem</em><em>, </em><em>perangkat</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>One of the keys to a successful military operation is the ability to manage the battlefield (Battlefield Management Command and Control Management), as well as the ability to control the battlefield situation in real time. The CY-16 H Battlefield Management System (BMS) is an ICCS product that can bridge and secure communications across the entire hierarchy in the TNI-AD, from command posts to troops. The commando can monitor the position and condition of the troops on the battlefield, with BMS. This journal will discuss the communication network system and operation of the CY-16 H Battlefield Management System on combat vehicles. Further research data on the tools used in BMS CY-16H. This activity is carried out to obtain the data needed to observe the BMS work system as a whole. Research on general manual data for devices on BMS, this activity is carried out to be able to find out the specifications and workings of the devices on the BMS in detail to analyze the communication network system of the BMS. Project data research, this activity is carried out to find out the operating system and communication system of BMS. </em><em>Research a project regarding comprehensive operations at various military units that have used BMS technology on each military unit that has used BMS.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: BMS, operation, communication, system, device</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/729 Analisis Sistem Perangkat Monitoring Layanan Internet Satelit Akses (Molisa) PT.Hariff DTE 2022-01-27T07:50:54+00:00 EGA MUHAMMAD RAMDHAN egozz2302@mhs.itenas.ac.id NIKEN SYAFITRI egozz2302@mhs.itenas.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Metode pencatatan menggunakan alat ukur sederhana masih manual sehingga data yang didapat tidak bisa dilihat setiap saat. Solusinya adalah menggunakan konsep IoT</em>.<em>Penelitian ini bertujuan untuk </em><em>menganalisis perangkat Molisa,Molisa merupakan sebuah perangkat untuk kebutuhan pemantauan , melihat tingkah laku system dengan mengambil data secara real-time dari berbagai parameter.Analisis dari perangkat Molisa meliputi Rata-rata serta sebaran data yang diperoleh dari hasil pemantauan sensor tegangan DC dan Arus DC ,data tersebut diperoleh dari pengukuran langsung pada sensor yang dipantau dan dibandingkan dengan hasil pemantauan pada website.Untuk mengetahui apakah data yang dihasilkan telah sesuai,digunakanlah metode pengolahan data statistika komparatif menggunakan t-test (independent).Berdasarkan hasil pengukuran menunjukkan data </em><em>tegangan Ho ditolak , artinya masih terdapat perbedaan antara rata- rata data tegangan pada website dan alat ukur karena variansi yang didapatkan dengan hasil Sig (2-tailled) = 0,000 &lt; 0,05 ,Untuk data arus Ho diterima , artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara data tegangan pada website dan alat ukur dengan hasil </em><em>Sig (2-tailled) </em><em>= 0,101 &gt; 0,05.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>pemantauan,sensor,statistika komparatif,waktu sebenarnya,t-test</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>The recording method using simple measuring instruments is still manual so that the data obtained cannot be seen at any time. The solution is to use the IoT concept. This study aims to analyze the Molisa device, Molisa is a device for monitoring needs, seeing the behavior of the system by taking real-time data from various parameters. The analysis of the Molisa device includes the average and the distribution of the data obtained from the results of monitoring the DC voltage and DC current sensors, the data were obtained from direct measurements on the monitored sensors and compared with the monitoring results on the website. Based on the measurement results, the Ho voltage data is rejected, meaning that there is still a difference between the average voltage data on the website and the measuring instrument because of the variance obtained with the results of Sig (2-tailled) = 0.000 &lt; 0.05. For current Ho data, it is accepted. it means that there is no significant difference between the data t strain on the website and measuring instruments with the result Sig (2-tailled) = 0.101 &gt; 0.05.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong> <em>monitoring, sensors, comparative statistics, real-time</em><em>,t-test</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/730 Perancangan Simulasi pada bagian Patch Mikrostrip Antena untuk deteksi Partial Discharge Politeknik Enjinering Indorama 2022-01-27T07:56:22+00:00 YUDA MUHAMMAD HAMDANI yuda.muhammad@pei.ac.id DANI USMAN yuda.muhammad@pei.ac.id HATIB SETIANA yuda.muhammad@pei.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Partial discharge merupakan suatu fenomena peluahan listrik secara lokal yang menghubungkan secara parsial dari isolasi diantara konduktor dan yang terjadi baik di permukaan konduktor maupun di dalam konduktor.&nbsp; Selama terjadi Partial Discharge, ada beberapa fenomena yang menyertai terjadinya Partial Discharge, antara lain arus impuls, radiasi cahaya panas, gelombang elektromagnetik, gelombang mekanik dan proses kimia. Fenomena inilah yang ditangkap untuk mengetahui keberadaan Partial Discharge. Salah satu pengukuran Partial Discharge menggunakan metode Ultra High Frequency yaitu, dengan mengukur gelombang yang ditimbulkan oleh partial discharge. Antena merupakan salah satu bentuk antenna yang dikembangkan dari sebuah antenna refensi. Perubahan parameter yang telah dilakukan pada 5 parameter ( r, C, D, E, F ) menunjukkan hasil yang tidak terlalu signifikan terhadap referensi yang telah ada. Perubahan parameter r menjadi salah satu perubahan yang sangat signifikan terhadap perubahan nilai ukuran dimensinya. </em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>Mikrostrip</em><em>, </em><em>Antenna</em><em>, </em><em>Partial Discharge</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Partial discharge is a localized electrical discharge phenomenon that partially connects the insulation between the conductors and occurs both on the surface of the conductor and inside the conductor. During Partial Discharge, there are several phenomena that accompany the Partial Discharge, including impulse currents, radiant heat, electromagnetic waves, mechanical waves and chemical processes. This phenomenon is captured to determine the existence of Partial Discharge. One of the Partial Discharge measurements uses the Ultra High Frequency method, namely, by measuring the waves generated by the partial discharge. Antenna is a form of antenna that was developed from a reference antenna. Parameter changes that have been made to 5 parameters ( r, C, D, E, F ) show results that are not too significant to the existing reference. The change in the parameter r is one of the most significant changes to the change in the value of the dimension size.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>Microstrip, Antenna, Partial Discharge</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/731 Pengaruh Warna Objek terhadap Jarak pada Implementasi Sistem Deteksi Objek Sensor Infrared Tongkat Berjalan Tunanetra 2022-01-27T08:01:29+00:00 TEGAR SURYA KARYA suryategar11@mhs.itenas.ac.id LITA LIDYAWATI suryategar11@mhs.itenas.ac.id NASRULLAH ARMI suryategar11@mhs.itenas.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Tunanetra merupakan kondisi gangguan indra penglihatan</em><em>. Seorang tunanetra mengalami hambatan dalam berjalan. Beberapa trotoar jalanan kota Bandung mengalami kerusakan seperti belum sempurnanya jalur kuning untuk pejalan kaki tunanetra dan warna penanda trotoar yang pudar. Ini menjadi perhatian </em><em>terkait kondisi jalanan di kota Bandung bagi penyandang tunanetra.Tujuan penelitian ini adalah membuat alat bantu berjalan bagi penyandang tunanetra supaya memudahkan aktivitas berjalan. Alat bantu yang dimaksud merupakan</em><em> alat pendeteksi objek berupa tongkat khusus penyandang tunanetra yang mengimplementasikan sensor infra merah. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini berupa perencanaan sistem, perancangan alat, dan implementasi sistem. Hasil penelitian yang didapat berupa data perbandingan warna objek terhadap jarak deteksi dan daya yang diperoleh pada masing – masing komponen penyusun sistem deteksi objek. Jarak terjauh yaitu 15 cm dengan sudut kemiringan 75</em><em>ᵒ</em><em> pada warna 3. Faktor yang mempengaruhi sensor infra merah terutama warna objek yang menjadi sasaran pantulan sinar infra merah, penggunaan baterai yang tepat.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>tunanetra, sensor</em><em>, </em><em>sinar infra merah, warna objek, pendeteksi objek</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Blindness is a condition of visual impairment. A blind person has difficulty walking. Several sidewalks in the city of Bandung were damaged, such as the incomplete yellow lane for blind pedestrians and faded pavement markers. This is a concern related to the condition of the streets in the city of Bandung for the blind. The tool in question is an object detection device in the form of a special stick for the visually impaired that implements an infrared sensor. The methodology used in this research is in the form of system planning, tool design, and system implementation. The results obtained in the form of data on the comparison of object color to the detection distance and power obtained in each component of the object detection system. The farthest distance is 15 cm with a tilt angle of 75ᵒ in color 3. Factors that affect the infrared sensor, especially the color of the object that is the target of the reflection of infrared rays, use the right battery.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>blindness</em><em>, </em><em>sensor, </em><em>infrared rays</em><em>,</em><em> object color, object detectors</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/732 Perencanaan Instalasi Listrik pada Gedung Lapan Bogor 2022-01-27T08:05:48+00:00 RAHMAT REVALDI rahmatrevaldi124@gmail.com NASRUN HARIYANTO rahmatrevaldi124@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Instalasi listrik adalah suatu bagian penting yang terdapat dalam sebuah bangunan gedung, yang berfungsi sebagai penunjang kenyamanan penghuninya. </em><em>Instalasi listrik sebuah gedung diperlukan perencanaan yang baik, Hal ini dikarenakan sebuah desain instalasi yang baik harus memenuhi prinsip aman, handal, mudah, ramah lingkungan, ekonomis dan keindahan. Perancangan diawali dengan perhitungan analisis teknis terkait tingakat penerangan, jumlah titik cahaya serta kebutuhan beban dalam kondisi maksimum. Perancangan yang dilakukan mengacu pada PUIL (persyaratan umum instalasi listrik) dan Installation Guide Schneider sebagai acuan dalam rekapitulasi daya dan kebutuhan beban. Pada penelitian ini, dilakukan evaluasi instalasi listrik pada Gedung Lapan Bogor yang menjadi objek dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui kebutuhan daya beban pada gedung, jenis kabel yang digunakan dan tegangan jatuh pada setiap lantai nya. Metoda yang digunakan pada penelitian ini dengan studi literatur, diskusi dan observasi untuk mendapatkan data. Dari hasil evaluasi didapat bahwa kebutuhan daya pada gedung ini sebesar 7366 Watt untuk lantai 1 dan 8735 Watt, kabel yang digunakan yaitu: NYM, NYY dan NYFGbY, tengangan jatuh SDP lantai 1 sebesar 0,014 % dan tegangan jatuh SDP lantai 2 sebesar 0,091 %</em> <em>dengan sistem distribusi daya 3 fasa.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: Evaluasi, Instalasi Listrik, Kebutuhan beban, Perancangan, Gedung Lapan </em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Electrical installation is an important part of a building, which functions as a comfort for its residents. Electrical installations require good planning, this is because a good installation design must meet the principles of safe, easy, environmentally friendly, economical and beautiful. The design begins with the calculation of technical analysis related to the level of lighting, the number of light points and the need for maximum conditions. The </em>design carried out refers to PUIL (general electrical installation requirements) and the<em> Schneider Installation Guide as a recapitulation of power and load requirements. In this study, an evaluation of the electrical installation in the Lapan Bogor Building was carried out which was the object of this study. This study aims to determine the </em><em>load power requirements of the building, the type of cable used and the voltage drop on each floor. The method used in this research is literature study, discussion and observation to obtain data. From the results of the evaluation, it was found that the power requirement for this was 7366 Watt for the 1st floor and 8735 Watt, the cables used were:</em> NYM, NYY and NYFGbY, the voltage drop on the 1st floor SDP was 0.014 % and the voltage drop on the 2nd floor SDP was 0.091 % with a distribution system 3 phase power.</p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>Evaluation,Electrical Installation, Load Requirements, Design, Building Lapan</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/733 Studi Arus Bocor Isolator Polimer Akibat Pengaruh Polutan Alumunium Oksida 2022-01-27T08:13:52+00:00 DIMAS SATRIO BELADINO dimasbeladino@gmail.com WALUYO dimasbeladino@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Tujuan peneitian ini untuk mengetahui besar arus bocor yang terjadi ketika isolator dipaparkan polutan Alumunium Oksida terhadap perubahan kelembapan. </em><em>Untuk metode pengambilan data dilakukan dengan cara permukaan isolator polimer yang dipaparkan polutan,</em><em> polutan dilarutkan</em><em> dan diukur konduktivitas larutannya kemudian disemprotkan ke permukaan isolator</em><em>.</em> <em>U</em><em>ntuk mengetahui nilai arus bocor </em><em>isolator polimer </em><em>menggunakan oscilloscop. Parameter yang diatur adalah </em><em>massa </em><em>polutan, sedangkan untuk kelembapan hanya dilihat ketika melakukan percobaan</em><em>.</em><em> Arus bocor yang dihasilkan oleh isolator polimer tanpa polutan</em><em> kondisi pagi hari pukul 07:40 WIB</em><em> dengan tingkat kelembapan </em><em>72,5%</em><em> adalah sebesar 9,21 µA sedangkan untuk isolator tanpa polutan</em><em> kondisi malam hari pukul 19:52 WIB</em><em> dengan tingkat kelembapan </em><em>82,4%</em><em> sebesar 10,64 µA. Lalu untuk nilai arus bocor yang dihasilkan oleh isolator ketika terpapar polutan </em><em>kondisi pagi hari pukul 08:25 WIB</em><em> dengan </em><em>besar kelembapan 63,7% </em><em>dalah sebesar 15,04 µA, sedangkan untuk isolator terpapar </em><em>polutan kondisi malam hari pukul 22:39 WIB</em><em> dengan tingkat kelembapan </em><em>80,9% sebesar</em><em> 15,69 µA.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: Arus Bocor, Isolator,Polimer, Kelembapan, polutan Tiruan</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>The purpose of this research is to determine the amount of leakage current that occurs when the insulator is exposed to aluminum oxide pollutants to changes in humidity. For the data collection method, the surface of the polymer insulator is exposed to pollutants, the pollutants are dissolved and the conductivity of the solution is measured and then sprayed onto the surface of the insulator. To determine the value of the leakage current of polymer insulators using an oscilloscope. The parameter that is set is the mass of the pollutant, while the humidity is only seen when conducting the experiment. The leakage current produced by the polymer insulator without pollutants in the morning conditions at 07:40 WIB with a humidity level of 72.5% is 9.21 </em><em>µA</em><em> while for the insulator without pollutants at 19:52 WIB with a humidity level of 82.4% of 10.64 </em><em>µA</em><em>. Then for the value of the leakage current generated by the insulator when exposed to pollutants in the morning conditions at 08:25 WIB with a humidity of 63.7% at 15.04 </em><em>µA</em><em>, while for the insulator exposed to pollutants at night conditions at 22:39 WIB with a humidity level of 80, 9% of 15.69 </em><em>µA</em><em>.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong>: <em>Leakage Current, Insulator, Polymer, Moisture, Artificial Pollutant</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/734 Studi Arus Bocor Isolator Resin dan Glass Akibat Pengaruh Polutan Fly Ash Batubara dan Parameter Lingkungan 2022-01-27T08:17:11+00:00 LUCKY GUSTRI M N luckygustri23@gmail.com WALUYO luckygustri23@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pada pendistribusian tegangan listrik isolator merupakan salah satu komponen listrik yang penting, isolator sendiri&nbsp; berfungsi untuk membatasi atau menyekat aliran arus dari konduktor yang bertegangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai seberapa besar pengaruh polutan serta suhu dan kelembaban terhadap arus bocor yang terjadi pada isolator. Untuk melihat seberapa besar pengaruh polutan serta suhu dan kelembaban terhadap perubahan arus bocor penulis menggunakan metode analsisis koefisien kolerasi menggunakan aplikasi spss. Dari penelitian, penulis mendapatkan untuk isolator resin arus bocor memiliki korelasi (-0,102) terhadap kelembaban, lalu terhadap suhu berniali (0,22) massa polutan terhadap arus bocor bernilai (0,781) dan korelasi ESDD terhadap arus bocor (0,605) dari nilai korelasi yang di dapat menunjukan perubahan nilai arus bocor pada isolator resin dipengaruhi oleh perubahan nilai masa polutan. Sementara untuk isolator glass korelasin arus bocor terhadap kelembaban bernilai (0,267), dan arus bocor terhadap berniali (-0,308) lalu pada parameter massa polutan terhadap arus bocor bernilai (0,706) dan korelasi ESDD terhadap arus bocor (0,611), dari nilai korelasi yang di dapat menunjukan perubahan nilai arus bocor pada isolator glass dipengaruhi oleh perubahan nilai masa polutan.</p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>Arus Bocor</em><em>, </em><em>Isolator</em><em>, </em><em>Glass,Resin , suhu, kelembaban, fly ash,batubara</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>In the distribution of electrical voltage, the insulator is one of the important electrical components, the insulator itself serves to limit or insulate the flow of current from a voltage conductor. This study aims to obtain information about how much influence pollutants and temperature and humidity have on the leakage current that occurs in the insulator. To see how big the influence of pollutants as well as temperature and humidity on changes in leakage current the author uses the correlation coefficient analysis method using the spss application. From the research, the authors found that for resin insulators the leakage current has a correlation (-0.102) to humidity, then to the temperature value (0.22) the mass of the pollutant to the leakage current is worth (0.781) and the ESDD correlation to the leakage current (0.605) from the correlation value obtained. It can be seen that the change in the value of the leakage current on the resin insulator is influenced by changes in the value of the pollutant mass. Meanwhile, for glass insulators, the correlation between leakage current and humidity is (0.267), and leakage current to value (-0.308), then the pollutant mass parameter to leakage current is (0.706) and the ESDD correlation to leakage current </em><em>(0.611), from the correlation value shown. can show the change in the value of the leakage current on the insulator glass is influenced by changes in the value of the pollutant mass.</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong><strong><em>Keywords</em></strong>: <em>Leakage Current, Insulator, Glass, Resin, temperature, humidity, fly ash, coal</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/735 Analisis Jatuh Tegangan Jaringan Distribusi 20 kV pada Penyulang CPK PT. PLN (Persero) UP3 Bandung 2022-01-27T08:21:00+00:00 DINA MEDINA dina.medina@mhs.itenas.ac.id I WAYAN RATNATA dina.medina@mhs.itenas.ac.id WALUYO dina.medina@mhs.itenas.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Gangguan yang mempengaruhi keandalan dan stabilitas penyaluran tenaga listrik salah satunya yaitu jatuh tegangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi dan penyebab terjadinya jatuh tegangan pada SKTM 20 kV yang dianggap andal dalam sistem distribusi tenaga listrik. Simulasi dilakukan menggunakan <em>software</em> ETAP 12.6 kemudian hasilnya dibandingkan dengan perhitungan manual.&nbsp;Setelah itu dilakukan analisis untuk memperoleh faktor utama yang mempengaruhi jatuh tegangan. Berdasarkan hasil simulasi ETAP 12.6 dan perhitungan&nbsp; kondisi jatuh tegangan pada Penyulang CPK masih dalam batas aman yaitu sebesar 40 volt, tegangan terima sebesar 19.960 volt, dengan regulasi tegangan sebesar 99,8 %. Batas aman berdasarkan Peraturan Umum Instalasi Listrik yang memberikan toleransi sebesar 10% dari tegangan nominalnya (PUIL SNI 04-0225-, 2000). Berdasarkan hasil analisis, faktor utama yang menyebabkan jatuh tegangan pada Penyulang CPK yaitu sistem pembebanan transformator, jenis penghantar, dan <em>jointing</em> kabel. Berdasarkan hasil perhitungan dapat diperoleh total rugi daya dan rugi biaya yang dialami oleh PT. PLN (Persero) UP3 Bandung sebesar 289,75 watt dan total rugi biaya per tahun sebesar Rp2.593.004. Pemeliharaan jaringan distribusi tenaga listrik secara berkala perlu dilaksanakan dalam rangka meminimalisir jatuh tegangan.</p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>j</em><em>atuh </em><em>t</em><em>egangan, </em><em>d</em><em>istribu</em><em>si</em><em>, </em>ETAP 12.6, <em>r</em><em>ugi </em><em>d</em><em>aya, </em><em>r</em><em>ugi </em><em>b</em><em>iaya</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>One of the power failure that affect the reliability and stability of electric power distribution is voltage drop. This study aims to obtain the conditions and causes of the voltage drop on the 20 kV SKTM which is considered reliable in the electric power distribution system. The simulation was carried out using ETAP 12.6 software then the results were compared with the results of manual calculations. After that, an analysis is carried out to obtain the main factors that affect the voltage drop. Based on the simulation results of ETAP 12.6 and calculations, the voltage drop condition on the CPK feeder is still within safe limits, of 40 volts, receiving voltage of 19,960 volts, with a voltage regulation of 99.8%. The safe limit is based on </em>Peraturan Umum Instalasi Listrik<em> which provides a tolerance of 10% of the nominal voltage (PUIL SNI 04-0225-, 2000)</em><strong>.</strong><em> Based on the results of the analysis, the main factors that cause the voltage drop on the CPK feeder are the transformer loading system, the type of conductor, and cable jointing. Based </em><em>on the calculation results, it can be obtained that the total power loss and cost loss faced by PT. PLN (Persero) UP3 Bandung is 1 watts and the total cost loss per year is Rp2,593,004. Regular maintenance of the power distribution network needs to be carried out in order to minimize voltage drops</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>voltage drop, distribution, ETAP 12.6, power loss, cost loss</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/736 Pengaruh Penuaan Thermal terhadap Penurunan Performa Dielektrik dan Kimia Minyak Gas To Liquid (GTL) 2022-01-27T08:25:36+00:00 SAEPUL RAHMAT saepulrahmat@pnc.ac.id RADHI ARIAWAN saepulrahmat@pnc.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Minyak transformator Gas to Liquid dengan penyusun utama iso-paraffinic merupakan alternatif media isolasi dengan kandungan zat pengotor yang lebih sedikit, sehingga kekuatan isolasinya semakin bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perubahan karakteristik dielektrik minyak transformator terhadap perubahan karakteristik kimia minyak Gas to Liquid. Objek penelitian minyak gas to liquid diberikan perlakuan seperti kondisi aktual transformator pada temperatur 100<sup>0</sup>C, kemudian dilakukan penuaan thermal dengan temperatur 120<sup>0</sup>C dan 150<sup>0</sup>C mulai dari 362 jam sampai 1008 jam. nilai rugi rugi dielektrik minyak transformator masih memenuhi nilai standar yang digunakan yaitu ASTM D924 sebesar 0,0015%, namun nilai resistivitasnya tidak sesuai dengan standar yang ditentukan IEC 60442 yaitu sebesar 60 G</em><em>????</em><em>m. Nilai Karakteristik kimia seperti kadar air mengalami </em><em>berada di atas standar ASTM D1533 sebesar 35 mg/kg, </em><em>&nbsp;</em><em>Nilai kadar asam minyak berada di atas standar ASTM D974 sebesar 0,20 mg KOH/g, dan Nilai skala warna melebihi batas yang telah ditentukan ASTM D1500 sebesar 0,5. </em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>Minyak </em><em>Gas to Liquid</em><em>, Penuaan Thermal,</em><em> Karakteristik </em><em>Dielektrik,</em> <em>Karakteristik Kimia</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Gas to Liquid transformer oil with iso-paraffinic as the main constituent is an alternative insulating medium with fewer impurities, so that its insulating strength is increasing. This study aims to determine the relationship of changes in the dielectric characteristics of transformer oil to changes in the chemical characteristics of Gas to Liquid oil. The object of the research on gas to liquid oil is treated as the actual condition of the transformer at a temperature of 1000C, then thermal aging is carried out at a temperature of 1200C and 1500C starting from 362 hours to 1008 hours. the dielectric loss value of transformer oil still meets the standard value used, namely ASTM D924 of 0.0015%, but the resistivity value is not in accordance with the standard specified by IEC 60442 which is 60 G</em><em>????</em><em>m. The value of chemical characteristics such as water content was above the ASTM D1533 standard of 35 mg/kg, the acidity value of the oil was above the ASTM D974 standard of 0.20 mg KOH/g, and the color scale value exceeded the predetermined limit of ASTM D1500 by 0, 5.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Gas to Liquid</em><em> Oil, Thermal Ageing, </em><em>Dielectric Characteristic</em><em>, </em><em>Chemical Characteristi</em><em>c</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/737 Identifikasi Waktu dan Temperatur Pembakaraan Pelet Arang Sampah Organik 2022-01-27T08:32:26+00:00 LALU MUSTIADI lamusdi@yahoo.co.id SISWI ASTUTI lamusdi@yahoo.co.id ALADIN EKO PURKUNCORO lamusdi@yahoo.co.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Pembakaran&nbsp; pelet arang sampah organik telah dipelajari secara eksperimen pada tekanan atmosfir dan temperatur ruang. Bahan bakar pelet dibuat dari campuran polyethelin dan partikel arang sampah organik, berdasarkan prosentase rasio massa (1 ; 5 ;10 )%. Pembakaran pelet diidentifikasi dari waktu dan sinyal temperatur nyala api.&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa, rasio massa campuran yang bertambah besar,&nbsp; memiliki pengaruh yang kuat terhadap pembakaran pelet, ditunjukkan dengan waktu awal nyala yang semakin pendek (553 sampai 474)s dan temperatur maksimal pembakaran yang semakin meningkat (853,833 sampai 1750,495)<sup>o</sup>c.&nbsp; Meningkatnya massa campuran, membentuk mol carbon dalam pelet menjadi meningkat, membantu pembangkitan energi aktivasi yang semakin cepat dan bertambah besar pada pembakaran pelet, hal ini dikonfirmasi oleh penyerapan energi %T inframerah yang semakin besar.</em></p> <p><em><strong>K</strong><strong>ata kunci</strong><strong>:</strong> <strong>&nbsp;</strong>Pelet arang,&nbsp; temperatur pembakaran, waktu awal nyala.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>The burning of organic waste charcoal pellets has been studied experimentally at atmospheric pressure and room temperature. Pellet fuel is made from a mixture of polyethelin and organic waste charcoal particles, based on the percentage mass ratio (1 ; 5 ;10 ) %. Pellet combustion is identified from the time and temperature signal of the flame. The results showed that the larger the mass ratio of the mixture, the stronger the effect on combustion, as indicated by the shorter flame time (553 to 474)s and the increasing maximum combustion temperature (853,833 to 1750,495) oc. As the mass of the mixture increases, the moles of carbon in the pellets increase, helping to generate faster and larger activation energy in pellet combustion, this is confirmed by the greater absorption of %T infrared energy.</em></p> <p><em><strong>Keywords: &nbsp;</strong>Pelet arang,&nbsp; temperatur pembakaran, waktu awal nyala.</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/738 Pengaruh Kedalaman Batang Elektroda terhadap Kepekatan Suatu Larutan pada Perancangan Alat Beban Uji Generator 2022-01-27T08:43:38+00:00 AL RIDHO ILLAHI alridhoillahi0@gmail.com SYAHRIAL alridhoillahi0@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Generator set adalah jenis mesin listrik yang digunakan sebagai alat pembangkit energi listrik dengan mengkonversikan energi mekanik menjadi energi listrik. </em><em>L</em><em>oad bank testing </em><em>g</em><em>enerator merupakan tindakan pemeriksaan dan penilaian terhadap genset. </em><em>L</em><em>oad bank testing bertujuan untuk memastikan bahwa generator dapat di andalkan ketika dibutuhkan sehingga, dapat sepenuhnya bergantung pada generator selama situasi darurat</em><em> serta pengujian load bank testing diperlukan sejumlah variasi beban uji</em><em>. Maksud dari penelitian ini adalah merancang sebuah alat “beban uji” generator menggunakan larutan garam dapur (solute) serta mengatur kedalaman paparan elektroda untuk mendapatkan variasi besaran beban. Hasil dari penelitian adalah kedalaman dan konsentrasi yang digunakan sangat berpengaruh terhadap peningkatan nilai arus dan daya. Dengan metoda aproksimasi perbandingan terhadap data yang diinginkan maka pengaruh kedalaman dan konsentrasi dapat dilihat ketika konsentrasi larutan sebesar 8,5 mmol/L dengan daya ou</em><em>t</em><em>put sebesar 6000 Watt kedalaman batang mencapai 11,2 </em><em>c</em><em>m, ketika konsentrasi larutan sebesar 17,1 mmol/L dengan daya output yang sama kedalaman batang elektroda mencapai 7,4 </em><em>c</em><em>m, dan ketika konsentrasi larutan sebesar 25,6 mmol/L dengan daya output yang sama kedalaman batang elektroda mencapai 4,6 </em><em>c</em><em>m.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci: </em></strong><em>generator</em><em>, </em><em>larutan garam, kedalaman, batang elektroda, beban uji.</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>A generator set is a type of electric machine that is used as a means of generating electrical energy by converting mechanical energy into electrical energy. Load bank testing generator is an act of inspection and assessment of the generator. Load bank testing aims to ensure that the generator can be relied on when needed so that, it can be completely dependent on the generator during an emergency situation and load bank testing requires a variety of test loads. The purpose of this research is to design a generator "load test" using a salt solution (solute) and adjust the depth of exposure to the electrodes to obtain a variation in the amount of the load. The result of this research is that the depth and concentration used greatly affect the increase in the value of current and power. With the approximate comparison method to the desired data, the effect of depth and concentration can be seen when the solution concentration is 8,5 </em><em>mmol/L with an output power of 6000 Watt, the depth of the rod reaches 11,2 cm, when the solution concentration is 17,1 mmol/L with the same output power, the depth of the electrode rod reaches 7,4 cm, and when the solution concentration is 25,6 mmol/L with the same output power the depth of the electrode rod reaches 4,6 cm.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>generator</em><em>, saline solution, </em><em>depth, electrode rod, test load.</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/739 Evaluasi Instalasi Listrik pada Gedung Penginapan Yogyakarta 2022-01-27T08:48:40+00:00 NOVAL ARDIAN opangsee15@gmail.com NASRUN HARIYANTO opangsee15@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Dalam sebuah gedung, instalasi listrik memiliki peranan yang sangat penting. yang berfungsi sebagai penunjang kenyamanan penghuninya. </em><em>Instalasi listrik sebuah gedung diperlukan perencanaan yang baik, Hal ini dikarenakan sebuah desain instalasi yang baik harus memenuhi prinsip aman, handal, mudah, ramah lingkungan, ekonomis dan keindahan. Dengan menunjang prinsip tersebut maka sistem instalasi yang dirancang dapat beroperasi dengan optimal dan dapat dievaluasi dengan baik. Perancangan diawali dengan perhitungan analisis teknis terkait tingakat penerangan, jumlah titik cahaya serta kebutuhan beban dalam kondisi maksimum. Perancangan yang dilakukan mengacu pada PUIL (persyaratan umum instalasi listrik) dan Installation Guide Schneider sebagai acuan dalam rekapitulasi daya dan kebutuhan beban. Pada penelitian ini, dilakukan evaluasi instalasi listrik pada Gedung Penginapan Yogyakarta yang menjadi objek dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui kebutuhan daya beban pada gedung, jenis kabel yang digunakan dan tegangan jatuh pada setiap lantai nya. Metoda yang digunakan pada penelitian ini dengan studi literatur, diskusi dan observasi untuk mendapatkan data. Dari hasil evaluasi didapat bahwa kebutuhan daya pada gedung ini sebesar 52889,42 Watt, kabel yang digunakan yaitu: NYM, NYY dan NYFGbY, tengangan jatuh SDP lantai 1 sebesar 0,0559% dan tegangan jatuh SDP lantai 2 sebesar 0,08700% dengan sistem distribusi daya 3 fasa.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>Evaluasi</em><em>, </em><em>Gedung Penginapan,</em><em> Instalasi Listrik, Kebutuhan beban, Perancangan </em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>In a building, electrical installations have a very important role. Which serve as a support for the comfort of it’s residents. The electrical installation of a building requires good planning. This is because a good installation design must meet the principles of safe, reliable, easy, environmentally friendly, economical and beautiful. By supporting these principles, the designed installation system can operate optimally and can be evaluated properly. The design begins with a technical analysis calculation related to the level of lighting, the number of points of light and the load requirements in maximum conditions. The design carried out refers to the PUIL (general requirements for electrical installations) and the </em><em>Schneider Installation Guide as a reference in recapitulating power and load requirements. In this study, an evaluation of electrical installations was carried out at the Yogyakarta Lodging Building which was the object of this study. This study aims to determine the load power requirements of the building, the types of cables used and the voltage drops on each floor. The method used in this research is literature study, discussion and observation to obtain data. From the results of the evaluation, it was found that the power requirements of this building were 52889.42 Watts, the cables used were: NYM, NYY and NYFGbY, the dropping tension of the 1st floor SDP was 0.0559% and the SDP dropping voltage was 0.08700% with the system. 3 phase power distribution.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>Evaluation, Lodging Building, Electrical Installation, Load Requirements, Design</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/740 Analisis Perbandingan Daya Output dari Alat Rekayasa Beban dengan Menggunakan Air Tanah, Aquades dan Air Garam 2022-01-27T08:52:04+00:00 ADAM RIZKI DWI YOGA ZAKI BAGARIF adambagarib@gmail.com SYAHRIAL adambagarib@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Menguji generator diperlukan suatu alat rekayasa beban untuk mengetahui apakah pembangkitan tenaga listrik tersebut beroperasi dengan baik atau tidak. Penelitian alat rekayasa beban ini menggunakan tiga jenis larutan yaitu air tanah, aquades dan air garam. Tujuan penelitian diperoleh hubungan antara daya output terhadap kedalaman batang elektroda dan diperoleh alat uji beban yang dapat menghasilkan daya output yang cukup besar dalam aplikasi rekayasa beban. Hasil penelitian pada kedalaman 10 cm, air tanah menghasilkan daya output 1,18 kW, air aquades nilai daya output yang dihasilkan sebesar 7,467 Watt, dan air garam dengan kandungan garam 5 gr, daya output yang dihasilkan 8,6 kW. Daya output yang didapat selalu mengalami kenaikan apabila batang elektroda tercelup semakin dalam. Hal ini dikarenakan nilai arus yang semakin meningkat apabila batang elektroda semakin tercelup. Berdasarkan penelitian ini didapatkan air garam sebagai rekayasa beban terbaik dikarenakan air garam menghasilkan daya output yang lebih besar dari air tanah dan aquades.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>Air Aquades, Air Garam, Air Tanah, Generator, Larutan, Rekayasa Beban </em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Testing the generator requires a load engineering tool to find out whether the power plant is operating properly or not. This load engineering research uses three types of solutions, namely groundwater, aquades and salt water. The aim of the study was to obtain a relationship between the output power and the depth of the electrode rods and to obtain a load test equipment that could produce a large enough output power in load engineering applications. The results of the study at a depth of 10 cm, groundwater produces an output power of 1.18 kW, aquadest water produces an output power value of 7.467 Watt, and salt water with a salt content of 5 gr, the resulting output power is 8.6 kW. The output power obtained always increases when the electrode rod is immersed deeper. This is because the current value increases when the electrode rod is immersed. Based on this research, it was found that salt water is the best load engineering because salt water produces a greater output power than groundwater and aquades.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Aquades Water, Salt Water, Groundwater, Generator, Sequence, Load Engineering</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/741 Analisis Perubahan Temperatur Lilitan terhadap Daya Keluaran Transfomator Unit 2 DI PLTP Kamojang 2022-01-27T08:56:50+00:00 SEKAR KINASIH sekarkinash66@gmail.com TEGUH ARFIANTO sekarkinash66@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Kenaikan temperatur lilitan mengakibatkan adanya rugi daya atau kehilangan daya pada lilitan. Jika kenaikan temperatur berada diatas standar isolasi, maka akan menyebabkan kerusakan pada lilitan dan memperpendek umur transfomator.</em><em> Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil dan menganalisis besar rugi daya pada lilitan akibat temperatur lilitan transformator.</em> <em>Metode pengukuran temperatur lilitan dan temperatur minyak dibutuhkan sensor suhu (termokopel) yang dipasang pada lilitan dan minyak transformator. Untuk pengukuran beban dibutuhkan trafo arus dan trafo tegangan. H</em><em>asil yang didapat </em><em>b</em><em>erdasarkan hasil dari penelitian ini rugi daya terbesar yaitu 184,786 </em><em>k</em><em>W pada temperatur lilitan 74,04 °C dan rugi daya terkecil yaitu 181,317 </em><em>k</em><em>W pada temperatur lilitan 68,25°C. Hasil pengukuran lilitan transfomator berada dibawah standar kelas isolasi yaitu 80°C menurut standar IEC 1.0 Perkiraan sisa umur transfomator akibat perubahan temperatur transfomator yaitu 23 tahun.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: Transfomator, temperatur, beban, rugi daya, umur</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>If the temperature rise is above the insulation standard, it will cause damage to the windings and shorten the life of the transfomator. This research aims to obtain results and analyze the amount of power loss in the windings due to the temperature of the transformer winding. The method of measuring winding temperature and oil temperature requires a temperature sensor (thermocouple) mounted on the winding and transformer oil. For load measurement, current and voltage transformers are needed. Based on the results of this study, the largest power loss is 184.786 kW at a winding temperature of 74.04°C and the smallest power loss is 181.317 kW at a winding temperature of 68.25°C. The measurement results of the transfomator winding were below the standard of the isolation class, namely 80°C according to the IEC 1.0 standard. The estimated remaining life of the transfomator due to changes in transfomator temperature was 23 years.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Transformer, temperature, load, power loss, </em><em>life times</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/742 Perancangan Buck Converter 24VDC-12VDC dengan Kapasitas 500W Berbasis TL494 2022-01-27T09:00:20+00:00 DENI SETIAWAN H denisetiawanhermawan@gmail.com SYAHRIAL denisetiawanhermawan@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Buck converter merupakan salah satu sistem penururn tegangan dengan dalam sistem elektronika daya yang mana memiliki keungulan efisiensi yang tinggi dibandingkan jenis penurun tegangan lain. Beberapa masalah yang sering ditemui dimana ketidakstabilan buck converter untuk menghandle beban yang besar. Penelitian disini melakukan perancangan sistem buck converter 24VDC ke 12VDC dengan kapasitas beban maksimal 500W berbasis TL494 sebagai IC kontrol guna menyesuaikan besar duty cycle yang dikeluarkan dengan beban yang terhubung menggunakan software PROTEUS ISIS. Metoda yang digunakan yaitu melihat perubahan duty cycle yang dihasil dengan variasi beban yang dimulai dari 100W hingga 500W. hasil yang didapatkan dimana duty cycle yang dihasilkan dengan penggunaan TL494 sebagai pengontrol menghasilkan 66.38% dibeban rendah dan 74.97% pada pembebanan maksimal dengan efisiensi maksimal sebesar 93.59% di pembebanan 100W </em><em>.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>buck converter, variasi beban, duty cycle, TL494, efisiensi</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Buck converter is a voltage-lowering system with a power electronics system which has the advantage of high efficiency compared to other types of lowering voltages. Some of the problems that are often encountered are the instability of the buck converter to handle large loads. The research here is to design a 24VDC to 12VDC buck converter system with a maximum load capacity of 500W based on TL494 as a control IC to adjust the amount of duty cycle issued with the connected load using the PROTEUS ISIS software. The method used is to see changes in the duty cycle produced with variations in load starting from 100W to 500W. The results obtained where the duty cycle generated by using TL494 as a controller produces 66.38% at low load and 74.97% at maximum loading with a maximum efficiency of 93.59% at 100W loading.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>buck converter, load variation, duty cycle, TL494, eficiency</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/743 Perencanaan Sistem Proteksi Petir Eksternal pada Gedung Wisma Barito Pacific Menggunakan Metoda Rolling Sphere 2022-01-27T09:05:36+00:00 R. ADITYA GHANI radityaghani8@gmail.com TEGUH ARFIANTO radityaghani8@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Pada penelitian ini, sistem proteksi petir diperlukan bangunan tinggi untuk melindungi dari sambaran petir secara langsung maupun tidak langsung. Gedung yang sering dipergunakan kegiatan yang melibatkan banyak orang, alat elektronik, hewan, bahan mudah terbakar sangat dibutuhkan sistem proteksi petir. Dampak yang terjadi jika gedung tersambar petir dapat mengakibatkan kerusakan pada harta benda dan kematian pada makhluk hidup. Perencanaan sistem proteksi petir pada penelitian ini memilih menggunakan metoda Rolling Sphere, karena metoda ini cocok digunakan pada gedung permukaan atap datar seperti Wisma Barito Pacific. Setelah memperoleh data hari guruh, arus puncak, dan dimensi gedung maka dapat area proteksi petir gedung. Maka didapat hasil area proteksi petirnya sebesar Rs=45,8 meter dari masing-masing bola gelinding. Dari hasil perhitungan yang diperoleh maka membutuhkan 8 finial setinggi 4 meter agar gedung tersebut terproteksi seluruhnya.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>Petir, </em><em>Proteksi, Rolling Sphere, Finial, Hari Guruh</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>In this study, a lightning protection system is needed for high-rise buildings to protect from direct or indirect lightning strikes. Buildings that are often used for activities that involve many people, electronic devices, animals, and flammable materials need a lightning protection system. The impact that occurs if a building is struck by lightning can cause damage to property and death to living things. The planning of the lightning protection system in this study chose to use the Rolling Sphere method, because this method is suitable for use on flat roof surface buildings such as Wisma Barito Pacific. After obtaining data on thunder days, peak currents, and building dimensions, the lightning protection area of the building can be obtained. Then the results obtained lightning protection area of Rs = 45.8 meters from each rolling ball. From the calculation results obtained, it requires 8 finials as high as 4 meters so that the building is fully protected.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Lightning, Protection, Rolling Sphere, Finial, Thunder Day</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/744 Penanggulangan Overload Transformator Distribusi dengan Metode Uprating di Gardu PNBS 20 KV ULP Pangandaran 2022-01-27T09:29:38+00:00 MOHAMMAD TRIAN NUGRAHA mohtrian96@gmail.com DINI FAUZIAH mohtrian96@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Transformator distribusi merupakan komponen yang sangat vital untuk sistem distribusi tegangan menengah. Namun tak jarang transformator distribusi mengalami gangguan. Salah satunya adalah overload transformator. Penyebab dari overload adalah beban yang terpasang pada transformator melebihi kapasitas maksimum dari transformator. Sehingga akan berpengaruh pada transformator yang menjadi panas dan mengakibatkan naiknya suhu lilitan pada kumparan transformator. Kenaikan suhu lilitan dapat menyebabkan rusaknya isolasi lilitan pada kumparan transformator yang beresiko pada kerusakan transformator dan dapat mengakibatkan terputusnya penyaluran listrik ke konsumen. Pada awal tahun 2021 gardu PNBS yang terletak pada Kabupaten Pangandaran mengalami beban puncak mencapai 48 KVA. Sedangkan kapasitas yang dimiliki oleh transformator gardu PNBS sebesar 50 KVA. Presentase pembebanan mencapai 96%. Nilai ini sudah dinyatakan overload karena melebihi presentase pembebanan yang ditetapkan oleh standar PLN yaitu sebesar 80%. Dalam penelitian ini, uprating transformator digunakan untuk menanggulangi overload pada transformator distribusi. Uprating transformator dilakukan dengan mengganti transformator kapasitas asal 50 KV menjadi 100 KV. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode Time Series, perkiraan beban puncak pada Gardu PNBS setelah diuprating dari 50 kVA menjadi 100 KVA akan aman selama 10 tahun kedepan dan baru akan melewati kapasitasnya pada tahun 2031 yaitu sebesar 80,26 kVA. Dan berdasarkan pada SPLN 17A/79 sebelum tahun 2031 kapasitas dari transformator distribusi pada Gardu PNBS harus sudah dinaikkan.</em></p> <p><em><strong>Kata Kunci</strong><strong>: </strong>Transformator Distribusi, Gangguan, Beban maksimum, Kapasitas, Suhu Lilitan, Gardu PNBS, Overload, Uprating</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Distribution transformer is a component that is vital to the distribution system medium voltage. But not infrequently distribution transformer impaired. One of them is the overload of the transformer. The cause of the overload load is attached to the transformer exceeds the maximum capacity of the transformer. So it will affect the transformer into heat and resulted in a rise in the temperature of the windings on the transformer coil. The temperature rise of the coil can cause damage to the insulation of the windings on the coils of the transformer are at risk of damage the transformer and may result in the interruption of the distribution of power to consumers. At the beginning of the year 2021 substation PNBS which is located in the District of Pangandaran experience the peak load reached 48 KVA. While the capacity of which is owned by the transformer substation PNBS of 50 KVA. The percentage loading of up to 96%. This value has been declared overload because it exceeds the percentage of the load specified by the standard PLN amounting to 80%. In this study, the uprating of the transformer is used to cope with the overload on the distribution transformer. Uprating of the transformer is done by replacing the transformer capacity of the origin of the 50 KV to 100 KV. Based on the results of calculations using the method of Time Series, the estimated peak load on the Substation PNBS after diuprating from 50 kVA to 100 KVA will be safe for the next 10 years and will pass through its capacity in 2030 is by 76,91 kVA. And based on the SPLN 17A/79 before the year 2030 capacity of the distribution transformer in the Substation PNBS have already raised.</em></p> <p><em><strong>Keywords:</strong> Transformator Distribution, impaired, peak load, capacity, Temperature of the coil, Transformator Substation PNBS, Overload, Uprating</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/745 Analisis Moisture Content dan Dew Point Gas SF6 Pada PMT di Gardu Induk Cigereleng PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Tengah 2022-01-27T09:34:01+00:00 ANDRI SEWAGETRA andrisewagetra98@gmail.com DINI FAUZIAH andrisewagetra98@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Metode yang dilakukan penulis adalah menganalisis hasil nilai uji dewpoint dan moisture content berdasarkan standar yang ditentukan dan menganalisa pengaruh suhu lingkungan terhadap nilai dewpoint. Pada penelitian ini penulis mendapatkan hasil nilai uji dewpoint dan moisture content </em><em> </em> <em> pada PMT bay KOPEL (dewpoint -28 </em><em>°C &amp; Moisture Contet 461 PPMV) &amp; bay CKLNG 1 (dewpoint -30 °C &amp; Moisture Contet 223PPMV) keduanya masih berada dalam batas standar internasional yang digunakan dimana untuk dewpoint &lt;-5°C dan Moisture Content &lt; 3960 PPMV. Kemudian hasil nilai perhitungan dewpoint pada suhu berbeda (20°C) didpatkan hasil nilai uji yang jauh lebih rendah, dimana untuk pada bay KOPEL nilai dewpoint -9°C dan pada bay CKLNG 1 nilai dewpoint - 17°C. Dapat disimpulkan bahwa suhu lingkungan sekitar dapat mempengaruhi nilai dewpoint Gas </em> <em> dalam PMT, semakin rendah suhu lingkunga maka akan semakin besar nilai dewpoint pada PMT yang artinya mendekati batas nilai standar gas dalam keadaan baik. </em></p> <p><em><strong>K</strong><strong>ata kunci</strong><strong>:</strong> SF</em><em>6</em><em>,</em> <em>Moisture Content, Dewpoint</em>, <em>IEEE</em> 1125 tahun 1993, Suhu</p> <p><em> </em></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>The method used by the author is to analyze the results of the dewpoint test value and moisture content based on the specified standard and analyze the effect of environmental temperature on the dewpoint value. In this study, the authors obtained the results of the dewpoint and moisture content test values ​​on PMT bay KOPEL (dewpoint -28 °C &amp; Moisture Contet 461 PPMV) &amp; bay CKLNG 1 (dewpoint -30 °C &amp; Moisture Contet 223PPMV) both of which were still within the limits of international standards. which is used where for dewpoint &lt;-5°C and Moisture Content &lt; 3960 PPMV. Then the results of the calculated dewpoint values ​​at different temperatures (20°C) obtained a much lower test value, where for the KOPEL bay the dewpoint value was -9°C and in the CKLNG 1 bay the dewpoint value was - 17°C. It can be concluded that the ambient temperature can affect the dewpoint value of gas in PMT, the lower the ambient temperature, the greater the dewpoint value in PMT, which means that it is close to the standard value of the gas in good condition</em></p> <p><em><strong>Keywords: </strong></em><em>SF</em><em>6</em><em>,</em> <em>Moisture Content, Dewpoint</em>, <em>IEEE</em> 1125 tahun 1993, <em>temperature</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/746 Penyeimbangan Beban Gardu Distribusi PT. PLN Tarakan (Kalimantan) 2022-01-27T09:38:06+00:00 SRI PANDU FIRDAUS Pandufirdaus31@gmail.com DINI FAUZIAH Pandufirdaus31@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Sistem Distribusi Tenaga Listrik adalah proses penyaluran tegangan listrik dari sistem transmisi ke konsumen, baik konsumen 20kV maupun konsumen 380/220V. Dalam hal ini Sistem Distribusi Tegangan Rendah 380/220V adalah proses yang cakupan nya sangat luas dan menjadi salah satu pemicu terjadinya ketidakseimbangan beban gardu distribusi, ketidakseimbangan beban ini di akibatkan oleh adanya pertambahan beban yang tidak merata di antara fasa satu dengan lainnya.&nbsp; Akibat dari sistem distribusi tegangan rendah yg tidak seimbang tentunya akan berpengaruh pada banyak hal, seperti : kinerja transformator, panas berlebih pada trasformator, arus mengalir pada netral dan drop tegangan. Solusi untuk ketidakseimbangan beban ini yaitu dengan melakukan penyeimbangan beban trasformator pada tiap-tiap phasa nya, ini akan menjadi solusi yang mudah namun berdampak besar. Tujuan memeriksa ketidakseimbangan beban pada gardu distribusi yaitu untuk menekan susut atau arus netral pada gardu tersebut juga menghindari terjadinya trasformator meledak akibat kelebihan beban. </em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>Sistem Distribusi Tegangan Rendah, Penyeimbangan Beban, Gardu Distribusi, Trasformator Distribusi,</em><em>Arus Netral.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Electric Power Distribution System is the process of distributing electrical voltage from the transmission system to consumers, both 20kV consumers and 380/220V consumers. In this case, the 380/220V Low Voltage Distribution System is a process that has a very wide scope and is one of the triggers for the imbalance of the distribution substation load, this load imbalance is caused by an uneven load increase between one phase and another. The consequences of an unbalanced low-voltage distribution system will certainly affect many things, such as: transformer performance, transformer overheating, current flowing in neutral and voltage drop. The solution to this load imbalance is to balance the transformer load in each phase, this will be an easy solution but has a big impact. The purpose of checking the load imbalance at the distribution substation is to suppress the shrinkage or neutral current at the substation as well as to prevent the transformer from exploding due to overload. </em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>Low Voltage Distribution System, Load Balancing, Distribution Substation, Distribution Transformer, Neutral Current.</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/747 Analisis Pengujian Rutin dan Spesial pada Transformator Distribusi 5 MVA 20 kV/6,3 kV 2022-01-27T09:42:26+00:00 AMIR GHAZAN GIFARI amirghazanakatsuki@itenas.ac.id WALUYO amirghazanakatsuki@itenas.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keandalan transformator distribusi ditingkatkan secara signifikan oleh suatu rencana pengujian yang ditulis dengan baik, yang harus mencakup spesifikasi untuk pengujian transformator. Pada sebuah transformator distribusi yang baru saja di produksi, pengujian dilakukan untuk mengetahui keandalan dari transformator distribusi tersebut apakah sudah sesuai dengan standard keandalan yang ada atau belum. Pengujian dilakukan dengan 2 metode yaitu pengujian Rutin Tes dan Pengujian Special Tes yang dilakukan dalam keadaan transformator on line dan off line. Dari hasil pengujian didapat : nilai isolasi transformator LV=1110 MΩ dan HV=4660 MΩ, Nilai TTR di atas ±0,5%, Nilai tahanan dalam kawat trafo 0,583 Ω, Total rugi-rugi 49.011,2 W, keadaan gas pada oli masih dalam batas standard IEEE, isolasi kapasitansi dan faktor tan δ harus dilakukan pengujian kembali hinga nilai sesuai dengan standard IEEE, dan struktur transformator tidak ada yang bergeser atau berubah posisi dilihat dari SFRA tes. Menurut semua pengujian yang telah dilakukan meliputi Rutin Tes dan Spesial Tes, maka dapat di simpulkan Transformator layak digunakan.</p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: Transformator, </em><em>Spesial Tes</em><em>, Rutin Tes</em><em>, Isolasi, Tahanan Kawat</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>The reliability of the distribution transformer is significantly enhanced by a well-written test plan, which should include specifications for the transformer testing. In a distribution transformer that has just been produced, tests are carried out to determine the reliability of the distribution transformer whether it is in accordance with existing reliability standards or not. The test is carried out by two methods, namely the Routine Test and the Special Test which are carried out in an on-line and off-line transformer. From the test results obtained: the value of transformer insulation LV = 1110 MΩ and HV = 4660 MΩ, the TTR value is above ± 0.5%, the value of resistance in the transformer wire is 0.583 Ω, the total losses are 49.011.2 W, the gas state in the oil is still Within the limits of the IEEE standard, the isolation capacitance and tan factor δ must be tested again until the value is in accordance with the IEEE standard, and no transformer structure has shifted or changed position seen from the SFRA test. According to all the tests that have been carried out including the Routine Test and the Special Test, it can be concluded that the transformer is suitable for use.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Transformers, </em><em>Special Test</em><em>, Routine Test, Isolation</em><em>, Resistance Wire</em></p> <p>&nbsp;</p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/748 Analisis Beban Tidak Seimbang Terhadap Arus Netral dan Rugi-Rugi pada Penghantar Netral Transformator di Rayon Baguala Ambon 2022-01-28T02:05:26+00:00 JULFIKAR RUMAKAT julfikarrumakat@gmail.com DINI FAUZIAH julfikarrumakat@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong><strong> </strong></p> <p><em>Meningkatnya pembangunan suatu wilayah membuat permintaan akan energi listrik semakin meningkat. Maka dari itu permintaan yang semakin meningkat harus diimbangi dengan pendistribusian energi listrik yang baik. Tetapi dalam proses pendistribusian energi listrik sering kali terdapat beban yang tidak seimbang, yang menyebabkan adanya arus netral pada transformator. Ketidakseimbangan beban yang terjadi pada transformator distribusi 20 kV pada jaringan tegangan rendah.Terjadi pada beban tiap-tiap fasa (R, S,T).Ketidakseimbangan beban ini menyebabkan timbulnya arus netral pada penghantar netral Transformator distribusi. Arus netral yang timbul akibat ketidakseimbangan beban akan dapat menyebabkan terjadinya rugi-rugi pada trafo (Losses Trafo). Setelah menganalisis maka penulis mendapatkan nilai presentase </em><em>Ketidakseimbangan beban pada </em><em>Gardu </em><em>BGLLTR1033</em><em> Lateri 1 pada jam </em><em>18:15:34</em><em> waktu beban puncak sebesar 7,03% jika bersandar pada acuan/standar ketidakseimbangan yang dianjurkan </em><em>PLN (SK ED PLN No.0017.E/DIR/2014)</em> <em>maka gardu ini berada pada kondisi baik yaitu &lt;10</em><em>%. </em><em>Arus Netral yang didapat sebesar 23,105 A, Arus netral ini akan berpengaruh pada besarnya Rugi-Rugi Transformator maka dari nilai arus netral ini bisa diketahui nilai dari rugi-rugi pada transformator sebesar 396,110 Watt</em></p> <p><em><strong>Kata kunci:</strong> Ketidakseimbangan beban, Arus netral, Rugi-Rugi, Transformator, Transformator Distribusi </em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>The increasing development of a region makes the demand for electrical energy increase. Therefore, the increasing demand must be balanced with a good distribution of electrical energy. But in the process of distributing electrical energy there is often an unbalanced load, which causes a neutral current in the transformer. Load imbalance that occurs in a 20 kV distribution transformer in a low voltage network. Occurs in the load of each phase (R, S, T). This load imbalance causes a neutral current to occur in the neutral conductor of the distribution transformer. Neutral currents that arise due to load imbalance will be able to cause losses in the transformer (Transformer Losses). After analyzing, the authors get the percentage value of the load imbalance at the BGLLTR1033 Lateri 1 Substation at 18:15:34 when the peak load time is 7.03% if it relies on the reference/standard of imbalance recommended by PLN (SK ED PLN </em><em>No.0017.E/DIR /2014) then this substation is in good condition, namely &lt;10%. Neutral current obtained is 23.105 A, this neutral current will affect the amount of Transformer Loss, so from the value of this neutral current it can be seen that the value of losses in the transformer is 396.110 Watt</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Unbalance load, Neutral current, Losses, Transformer, Distribution Transformer</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/749 Analisis Tahanan Pentanahan pada Kaki Tower SUTT 150 kV Jatiluhur-Padalarang Institut Teknologi Nasional 2022-01-28T02:10:02+00:00 GIO TAMAHULLAH gio.tamahullah@gmail.com DINI FAUZIAH gio.tamahullah@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Pentanahan merupakan salah satu cara proteksi listrik dari gangguan luar maupun gangguan dalam. Salah satu gangguannya ialah gangguan petir, besarnya tahanan pentanahan kaki tower dapat mengakibatkan tegangan isolator naik yang dapat merusak peralatan dan lain-lain. Salah satu usahanya dengan cara membuat sistem pentanahan di kaki tower transmisi dengan nilai pentanahan sekecil mungkin. Didapatkannya hasil pengukuran dapat menghitung tahanan pentanahan kaki tower lalu menganalisis dengan cara membandingkan nilai pengukuran dengan perhitungan menggunakan IEEE std 80-2000. Kaki tower transmisi Jatiluhur-Padalarang memakai 9 rod batang yang dihubung secara paralel untuk sistem pentanahan. Diharapkan dapat mereduksi tahanan kaki pentanahan di bawah &lt;5 ohm. Dari hasil perhitungan bahwa dari banyaknya tower transmisi Jatiluhur-Padalarang yang berjumlah 111 tower, nilai resistansi total sistem paling besar yaitu&nbsp; 2,50 ohm dan paling rendah yaitu 0,35 ohm.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>kaki tower, paralel, pentanahan, petir, rod</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Grounding is one way of protecting electricity from external or internal disturbances. One of the disturbances is lightning interferences, High amount of grounding resistance can cause the insulator voltage to rise which can damage equipmens. By making a grounding system at the leg of transmission tower with the smallest possible value, will obtain the measurement results that can calculate the grounding resistance of the tower legs, and analyze it by comparing the measurement value using IEEE std 80-2000. The leg of the Jatiluhur-Padalarang transmission tower uses 9 rods connected in parallel for the grounding system. It is expected to reduce the ground leg resistance below &lt;5 ohms. The number of rod electrodes is 9 and connected in parallel, the calculation that the number of Jatiluhur-Padalarang transmission towers, which are 111 towers, the largest total system resistance value is 2.50 ohm and the lowest is 0.35 ohm.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>tower leg, grounding, lightning, parallel, rod</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/750 Analisis Pengaruh Tekanan Gas SF6 tehadap Laju Busur Listrik pada PMT di Gardu Induk Cilegon PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Barat 2022-01-28T02:14:27+00:00 PANJI HARUNANDA panjiharyunanda90@gmail.com DINI FAUZIAH panjiharyunanda90@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan gas SF6 terhadap busur listrik yang terjadi akibat arus gangguan ataupun arus normal pada waktu pemutusan tenaga listrik berlangsung. Busur listrik yang timbul saat terjadi pemutusan PMT bersifat dapat merusak peralatan itu sendiri. Oleh karena itu gas SF6 yang digunakan sebagai media isolasi pada PMT yang bertujuan meredam terjadinya proses busur listrik. Analisis yang dilakukan untuk mengetahui besarnya arus gangguan yang dapat terjadi pada Gardu Induk Cilegon Banten dan perhitungan peredam busur listrik terhadap tekanan gas SF6 pada PMT. Hasil dari analisis yang didapat besar arus gangguan pada sisi 20kV dengan gangguan 3 fasa, 2 fasa, dan 1 fasa ketasnah dengan jarak 100% dari panjang penyulang adalah sebesar 6843,7 Ampere, 1975,6 Ampere, dan 688,8 Ampere. Berdasarkan hasil ini menunjukan pada tekanan 6,1 bar yang tertera pada indikator tekanan gas SF6 pada PMT mampu menghentikan busur listrik pada kecepatan 408 cm/s</em><em>.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: busur listrik, gardu induk, gas SF6, hubung singkat, PMT</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>The research of this thesis aims to analysis the effect of SF6 pressure by the arcing fault current or disconnection of electricity. Arc at the time of termination can damage equipment. Therefore, SF6 is used as an insulating medium in the CB aims to reduce the occurrence of the arc. The analysis conducted was to determine the magnitude of fault current that can occur in Banten Cilegon substation and the calculation of damping arc of SF6 pressure in the CB. The results obtained from analysis of the magnitude of fault current at 20 kV with impaired hand 3 phase, 2 phase and a phase to ground with 100% of long-distance feeders amounted to 6843.7 Ampere, 1975.6 Ampere and 688.8 Ampere. Based on these results demonstrate the pressure of 6.1 bar indicated on the SF6 pressure indicators on the CB is able to stop the arcing contact gap at 408 cm/s</em><em>.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: electric arc, sub station, SF6, short&nbsp; circuit, cb</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/751 Analisis Rugi – Rugi Transformator Distribusi 5MVA 20KV/6,3KV 2022-01-28T02:17:14+00:00 DEDE SUPRIADI dede_supriadi7@mhs.itenas.ac.id WALUYO dede_supriadi7@mhs.itenas.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Transformator merupakan suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik lain. T</em><em>ransformator daya dan transformator distribusi mengalami rugi – rugi akibat dari rugi besi dan rugi tembaga, upaya tersebut penulis melakukan penelitian hubungan rugi – rugi terhadap temperature. Cara melakukan analisis rugi – rugi terdapat dua metode yaitu </em><em>rugi – rugi tanpa beban</em><em> dan </em><em>rugi – rugi berbeban. Rugi – rugi tanpa beban</em><em> adalah pengetesan dilakukan dengan mengijeksikan tegangan dan frekuensi nominal pada sisi tegangan tinggi dan sisi tegangan rendah dibiarkan terbuka dan </em><em>rugi – rugi berbeban</em><em> adalah pengetesan dilakukan dengan menginjeksikan arus dan frekuensi nominal pada sisi tegangan rendah dan sisi tegangan rendah dihubungkan satu sama lain. Hasil pengetesan no load losses </em><em>diperoleh nilai</em><em> rugi besi</em> <em>adalah 6224 W </em><em>dan arus yang dihasilkan pada saat injeksi tegangan pada pengujian rugi – rugi tanpa beban (arus beban Nol) yaitu 120,4 A</em> <em>dan hasil load losses </em><em>diperoleh nilai </em><em>rugi – rugi tembaga adalah 42296,94 W</em><em> dan tegangan yang dihasilkan pada saat injeksi arus pada pengujian rugi – rugi berbeban (tegangan impedansi) yaitu 945,34 V</em><em>. </em><em>Nilai</em><em> dari perhitungan rugi – rugi tanpa beban dan berbeban masih termasuk toleransi pada IEC 60067</em><em> dan dari hasil yang didapat bahwa semakin tinggi suhu maka akan semakin besar rugi – rugi yang diperoleh.</em></p> <p><em><strong>Kata kunci</strong>: transformator, rugi – rugi tanpa beban, rugi – rugi berbeban</em><em>, </em><em>arus </em><em>beban nol</em><em>, tegangan impedansi</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Transformer is an electrical device that can transfer and convert electrical energy from one or more electrical circuits to other electrical circuits. Power transformers and distribution transformers experience losses from copper losses, the authors conducted research on the relationship between losses and temperature. There are two methods of conducting a loss analysis, namely no-loss and load-loss. No-load loss is a test carried out by injecting nominal voltage and frequency on the high voltage side and the low voltage side is left open and Load loss is carried out by injecting nominal current and frequency on the low voltage and low voltage side of each other. The results of the no-load loss test obtained that the iron loss value was 6224 W and the current generated at the time of voltage injection in the no-load loss test (no load current) was 120.4 A and the loss result obtained the copper loss value was 42296,94 W and the resulting voltage at the time of injection of current in the load loss test (impedance voltage) is 945,34 V. The value of the calculation of no-load and load losses still includes tolerances in IEC 60067 and the results obtained are that the higher the temperature the greater the losses will be.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong> <em>transformer, no load losses, load losses, </em><em>no load current</em><em>,</em> <em>impedance voltage</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/752 Karakteristik Peltier pada Elemen Termoelektrik TEC1-12706 sebagai Efek Seebeck untuk Konversi Energi Alternatif Penghasil Listrik 2022-01-28T02:37:47+00:00 MEYDINA KANDAR meydinakandarr@gmail.com WALUYO meydinakandarr@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Penggunaan energi listrik khususnya di Indonesia, biasanya dipasok dari berbagai jenis pembangkit listrik dalam bentuk energi fosil. Energi fosil tidak dapat diperbaharui hal ini menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan, dengan jumlah pasokan yang semakin menurun pencarian akan energi alternatif sangat dibutuhkan. Elemen peltier adalah salah satu komponen yang dapat digunakan sebagai penghasil energi alternatif, karena penggunaan peltier bisa dilakukan secara berulang. Elemen peltier dapat menghasilkan listrik dengan cara mengubah energi termal menjadi energi listrik. Pada penelitian ini ditentukan besar energi yang mampu dihasilkan oleh peltier jenis TEC1-12706 dengan variasi sumber panas kayu, lilin, dan paraffin. Dari hasil penelitian didapatkan tegangan keluaran peltier 0,1-3 Volt dan ketiga sumber panas tidak cocok digunakan pada TEC karena temperaturnya yang terlalu tinggi. </em></p> <p><em> </em><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: </em><em>Energi, Elemen Peltier, TEC1-12706, energi alternatif</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>The use of electrical energy especially in Indonesia, usually supplied from various types of power plants in the form of fossil energy. Fossil energy can not be renewed this cause adverse impacts on the environment, with the number of supply declining the search for alternative energy is much needed. Peltier elements are one component that can be used as an alternative energy producer, because the use of a Peltier can be repeated. Peltier elements can generate electricity by converting thermal energy into electrical energy. In this research determined great energy that is able to be produced by Peltier type TEC1-12706 with a variation of hot source of wood, wax, and paraffin. From the research results obtained Peltier 0.1-3 Volt and all three heat sources are not suitable for the TEC because the temperature is too high.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Energy, Peltier TEC1-12706 Element, Alternative Energy</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/753 Simulasi Permitivitas Non Liner Spacer FGM-GIS 2022-01-28T02:41:54+00:00 SATIA ZAPUTRA satiazaputra3107@gmail.com SUWARNO satiazaputra3107@gmail.com SYARIF HIDAYAT satiazaputra3107@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Spacer adalah isolator padat yang berfungsi untuk isolasi tegangan tinggi sekaligus penyangga mekanis konduktor fasa dalam kompartemen Gas Insulated Substation (GIS). Spacer terletak di daerah pertemuan simpang tiga (triple junction) GIS yaitu gas SF6 , resin epoksi dan kabel konduktor bertegangan tinggi. Akibatnya spacer menjadi peralatan isolasi padat yang paling lemah tautannya dalam menerima stress medan listrik tinggi. Masalah umum kegagalan isolasi spacer yang sering terjadi adalah meningkatnya distribusi medan listrik lokal pada daerah triple junction dan&nbsp; kontaminan partikel konduktif yang menempel dipermukaan spacer sehingga memudahkan terjadi surface discharge. Teknik terbaru dalam mengontrol medan listrik tidak seragam ini dengan menggunakan material permitivitas non liner , Functionally Gradient Material (e-FGM). Paper ini melaporkan studi simulasi komparasi penggunaan filler resin epoksi sebagai permitivitas non liner&nbsp; dalam memperbaiki kinerja komposit polimer resin epoksi untuk mengontrol medan listrik dipermukaan spacer GIS. Selanjutnya dari hasil analisa simulasi perhitungan medan listrik gradasi tersebut dibandingkan dengan ketersedian material filler yang tersedia di kelompok material polar dielektrik seperti partikel keramik Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, SiO<sub>2</sub>,TiO<sub>2</sub>,BaTiO<sub>3</sub> dan SrTiO<sub>3</sub>.&nbsp; Hasil akhir simulasi permitivitas gradasi (non liner) terbaik adalah bentuk U-FGM dapat menurunkan intensitas kuat medan listrik lokal di dua daerah triple junction yaitu konduktor tegangan tinggi GIS dari 18 kV/cm menjadi 12 kV/cm dan di body enclosure GIS dari 8kV/cm menjadi 5 kV/cm.</em></p> <p><em><strong>Kata kunci</strong>: spacer FGM, resin epoksi, filler, surface discharge, permitivitas gradasi, medan listrik grading</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Spacers are solid insulators that function for high isolation as well as mechanical support for the conductor phase in the Gas Insulated Substation (GIS) compartment. The spacers are located in the GIS triple junction, namely SF6 gas, epoxy resin and high-voltage conductor cables. The result of the spacer is the bonding equipment that is the weakest bond in receiving electric field voltages. A common problem of failure is spacer insulation that often occurs is the distribution of the local electric field in the triple junction area and conductive particle contaminants that stick to the surface of the spacer, making it easier for surface discharge to occur. The latest technique to control this non-uniform electric field is by using a non-linear permittivity material, Functionally Gradient Material (e-FGM). This paper reports a comparative simulation study of the use of epoxy resin as a non-linear permittivity in improving the performance of epoxy resin polymer composites to control the electric field on the surface of the GIS spacer. Furthermore, from the simulation results, the calculation of the gradation electric field is compared with the availability of filler material available in the polar dielectric material group such as ceramic particles Al2O3, SiO2, TiO2, BaTiO3 and SrTiO3. The final result of the best (non-linear) permittivity simulation is that the U-FGM shape can reduce the intensity of the local electric field in two areas of three connections, namely the GIS high-voltage conductor from 18 kV/cm to 12 kV/cm and in the GIS body enclosure from 8kV/cm. cm to 5 kV/cm.</em></p> <p><em><strong>Keywords</strong>: spacer FGM, epoxy resin, filler, surface discharge, permittivity grading, electric field grading</em></p> 2022-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022