Prosiding Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto <p class="has-text-align-left has-black-color has-text-color"><strong>Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO)</strong> diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional Bandung. Seminar ini diadakan 2 tahun sekali sejak tahun 2015 dan merupakan sarana bagi peneliti untuk berdiskusi, bertukar pikiran serta mempublikasikan hasil penelitian. Di tahun 2023, kegiatan SNETO yang ke-5 telah diselenggarakan secara Hybrid.</p> <p class="has-text-align-left has-black-color has-text-color">Seriap tahunnya kegiatan Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) ini biasanya bekerja sama dengan Pengelola <a href="https://ejurnal.itenas.ac.id/index.php/elkomika"><strong>Jurnal ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, &amp; Teknik Elektronika</strong></a> Jurnal Terakreditasi Sinta 2,<strong> </strong><a href="https://ejurnal.itenas.ac.id/index.php/mindjournal"><strong>MIND Journal: Multimedia artificial Intellegent Networking Database</strong></a> Jurnal Terakreditasi Sinta 3, dan<strong> </strong><a href="https://ejurnal.itenas.ac.id/index.php/rekaelkomika_pkm)"><strong>Jurnal Reka Elkomika Pengabdian Kepada Masyarakat </strong></a> Jurnal PkM Terakreditasi Sinta 4. Dengan demikian, artikel yang terpilih dapat diterbitkan di salah satu jurnal tersebut dengan ketentuan yang berlaku.</p> <p class="has-text-align-left has-black-color has-text-color"> </p> Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional Bandung id-ID Prosiding Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) Pengaruh Pendingin Kombinasi Blocking Film, Heat Sink dan Radiator Coolant Pada Kinerja Solar Panel di bawah Kondisi Pengujian Kota Kupang https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2294 <p><em>Salah satu factor yang mempengaruhi kinerja solar panel adalah temperatur. Ketika temperature panel naik, nilai tegangan yang dihasilkan semakin rendah yang berimbas pada semakin rendah daya output dari panel. Beberapa penelitian terkait pendinginan panel telah dilakukan untuk mendapatkan keluaran yang lebih optimal baik melalui pendinginan permukaan maupun belakang panel seperti penambahan solar blocking film maupun heatsink. Walaupun sudah banyak penelitian dilakukan namun belum ada penelitian yang mengkombinasikan metode pendinginan permukaan dan belakang panel. Selain itu, beberapa penelitian itu juga dilakukan pada kondisi laboratorium dan bukan pada kondisi real. Dalam penelitian ini dilakukan kombinasi metode pendinginan permukaan dan belakang panel melalui&nbsp; penambahan&nbsp; blocking film, radiator coolant, dan juga heatsink. Pengujian ini dilakukan pada kondisi real di kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel yang menggunakan system pendingin integrasi blocking film, heatsink, dan water coolant memiliki daya keluaran yanglebih tinggi sekitar 8,69% dibandingkan dengan panel tanpa pendingin.</em></p> Ade Manu Gah Sumartini Dana Mychel G. Pae Yodin Radja Kudji Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 1 1 Desain Dan Implementasi Pengendalian H-Bridge Inverter Satu Lengan dengan Setengah Panjang Gelombang Berbasis Arduino Mega https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2297 <h2>Abstrak</h2> <p>Inverter adalah salah satu alat elektronika yang dapat berfungsi mengubah arus tegangan searah (Direct Current) menjadi arus tegangan bolak-balik (Alternating Current) yang dapat di atur besaran tegangan dan frekuensinya, suatu inverter memilik output berupa tegangan bolak balik (Alternating Current) dengan bentuk gelombang berupa gelombang sinus (sine wave). Inverter memiliki komponen utama yaitu berupa SCR dan Transistor atau Mosfet, komponen ini merupakan komponen semikonduktor yang berfungsi sebagai saklar atau switch. Dalam implementasinya menggunakan dua buah mosfet jenis IRFP460, sedangkan untuk penggerak sakelar menggunakan TLP250. Pengendalian saklar di lakukan dengan teknik modulasi pembangkit pulsa atau biasa disebut PWM (Pulse Width Modulation). PWM (Pulse Width Modulation) dihasilkan oleh Arduino Mega yang menghasilkan output sesuai frekuensi yang di harapkan yaitu 50Hz, frekuensi sebesar ini dapat digunakan untuk peralatan elektronik yang sehari-hari digunakan oleh masyarakat indonesia.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Inverter, Pembangkit Pulsa, SPWM, Arduino Mega</p> Stefani Krismonianto Leonardus Heru Pratomo Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 10 10 Peningkatan Efisiensi Panel Surya dengan Sistem Water Sprayer https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2296 <p><em>Meningkatnya suhu dapat mempengaruhi karakteristik arus-tegangan panel surya. Karena suhu ideal panel surya berkisar pada 25°C, ketika suhu panel diatas 25°C akan mempengaruhi tegangan yang dihasilkan sehingga efisiensinya menurun. Setelah penelitian ini dilakukan, diketahui bahwa penggunaan sistem water sprayer sangat membantu mempertahankan suhu ideal panel surya pada nilai 25°C. &nbsp;Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika menggunakan sistem water sprayer untuk mengontrol suhu permukaan panel, nilai efisiensi panel meningkat seiring dengan menurunnya suhu mendekati nilai ideal. Nilai efisiensi tertinggi diperoleh pada saat suhu panel 24,83°C dengan efisiensi sebesar 27%. Sedangkan pada panel surya tanpa sistem water sprayer, ketika suhu permukaan panel meningkat maka nilai efisiensi panel mengalami penurunan. Ketika suhu panel surya mencapai 45,5°C nilai efisiensinya sebesar 15%. Jadi, jika ingin meningkatkan efisiensi panel surya, maka harus menjaga suhu permukaan panel surya dalam batas suhu ideal yaitu 25°C.</em></p> Duma Pabiban Mychael G. Pae Ade Manu Gah Sumartini Dana Yohana G. R. Rewu Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 15 15 Rancang Bangun Baterai Abu Batubara dengan Varian Elektroda Tembaga, Magnesium dan Karbon https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2282 <p><em>Komposisi abu batubara memiliki kadar silika yang cukup besar untuk dapat digunakan sebagai material katoda udara. Sehingga salah satu cara untuk memanfaatkan pada limbah biomassa tersebut adalah dengan menjadikan sumber bahan baku baterai katoda udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan performansi dari pengaruh katoda udara dari karbon aktif hasil proses pembakaran abu batubara fly ash dan bottom ash serta pengaruh penggunaan jenis-jenis elektroda dengan menggunakan 3 jenis larutan elektrolit, yakni KOH, Na<sub>2</sub>CO<sub>3</sub>, dan NAOH, terhadap perolehan tegangan listrik yang dihasilkan oleh baterai logam udara. Optimalisasi penggunaan berbagai varian jenis elektroda pada baterai katoda udara dengan membandingkan dari hasil besaran tegangan yang dihasilkan dari proses elektrokimia dengan berbagai macam perlakuan jenis elektrolit KOH, Na<sup>2</sup>CO<sup>3</sup>, dan NaOH yang menghasilkan tegangan tinggi ktika elektroda ditambahkan dengan fly ash, tetapi tegangan akan menjadi rendah ketika elektroda ditambahkan dengan bottom ash.</em></p> Andi Kusuma Jaya Supari Titik Nurhayati Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 23 23 Tinjauan Teknis dan Ekonomis Pemanfaatan Biogas dari Sampah Organik Pasar Tradisional https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2283 <div> <p class="Abstrak"><span lang="EN-US">Penelitian kali ini akan melakukan tinjauan teknis dan ekonomis pemanfaatan biogas menggunakan sampah organik yang dihasilkan dari kegiatan pasar sebagaimana hasil penelitian sebelumnya yakni Kajian Potensi Sampah Organik Pasar Sentral Kota Gorontalo Sebagai Bahan Baku Reaktor Biogas pada tahun 2022. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah potensi timbulan sampah dari kegiatan pasar, dan artikel-artikel terpilih lainnya yang terkait dengan pemanfaatan sampah organik sebagai sumber energi melalui proses fermentasi di dalam reaktor biogas. Dari aspek teknis, telah berhasil merancang sebuah reaktor biogas tipe fixed dome, volume reaktor 15,3 m<sup>3</sup> dengan konstruksi beton bertulang beserta anggaran biaya dan gambar detail untuk pembangunannya. Sedangkan dari aspek ekonomis telah dilakukan analisis ekonomi dan dapat disimpulkan bahwa, investasi dengan modal awal Rp. 78.793.000, layak secara ekonomi ditunjukkan dengan parameter NPV &gt;0, IRR (22,22%) &gt; MARR (10,07%), B/C Ratio 2,0 kali, dan Payment Period 12 tahun 0 bulan.</span></p> </div> Jumiati Ilham Ervan Hasan Harun Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 31 31 Rancang Bangun Multi Robot untuk Penentuan Leader-Follower dengan Komunikasi Bluetooth HC-05 dan Sensor Warna TCS34725 https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2330 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingkah laku semut dalam mencari makanan. Rancang bangun ini menggunakan modul <em>infrared</em>, sensor warna TCS34725, Arduino Nano, dua LED, <em>driver motor</em> L298N, dua motor dc dan <em>Bluetooth</em> HC-05. Pada penelitian ini dilakukan pengujian jarak komunikasi <em>bluetooth</em> didapat <em>pairing time</em> tercepat 3,7 detik dan terlama 10,51 detik. Mengatur potensiometer pada modul <em>infrared</em> agar mendeteksi <em>obstacle</em> pada jarak 10 cm. Sensor TCS34725 pada warna merah didapat nilai 158≤R≤243, 46≤G≤69, 42≤B≤55 dan warna hijau didapat nilai 34≤R≤159, 95≤G≤154, 57≤B≤71. Adapun fungsional robot dalam menentukan <em>leader-follower</em> hingga robot <em>follower</em> mencari posisi <em>leader</em> dengan membaca warna posisi <em>leader</em> (hijau) sebanyak 8 kali percobaan pada lima posisi (H, I, J, K dan L). Di mana pada posisi tercepat (I) didapat rata-rata 81,6 detik dan posisi terlama (K) dengan rata-rata 116,9 detik.</p> Hagi Pradana Niken Syafitri Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 43 43 Pengujian Standar Mutu Pada Perbaikan Motor Induksi 525 kW di PT. Pindad (Persero) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2335 <p>Motor induksi merupakan motor arus bolak balik (AC) yang paling luas digunakan dan bekerja berdasarkan adanya induksi medan magnet dari stator ke rotornya. Motor induksi memiliki berbagai keunggulan dibanding dengan motor listrik yang lain, di antaranya harga yang relatif murah, konstruksinya yang sederhana, kuat, dan karakteristik kerja yang baik. Pada motor induksi sering terjadi kerusakan yang menyebabkan penurunan performa dan menyebabkan kinerja motor induksi tidak baik, biasanya sering terjadi karena kerusakan pada lilitan stator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengujian pada proses rewinding agar kondisi dan kinerja motor induksi kembali seperti semula dan sesuai standar IEEE dan IEC. Spesifikasi dari motor induksi dengan daya&nbsp; 525 kW, tegangan 6000 V dan frekuensi 50 Hz. Proses rewinding meliputi proses pembentukan oval koil, isolasi awal, hotpress, pembentukan diamond koil, tes impuls awal, isolasi akhir, tes tegangan tinggi DC, inserting, test impuls, tes tegangan tinggi DC, connecting, resistansi tes, boring field test, impregnating, tes tegangan tinggi DC , assembling, dan final test. Data pengukuran 9 kV tes impuls, 13,1 kV test tegangan tinggi DC, 13 kV test tegangan tinggi AC, hasil pengujian pada insulation resistance 107 megaohm sedangkan standar nilai tahanan isolasi adalah minimal 100 megaohm, pengujian ini membandingkan hasil yang di dapat dengan standar IEEE dan IEC sebagai acuan.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: motor induksi, pengujian, rewinding, isolasi, impuls, tegangan tinggi DC</p> Amik Tri Suprianto Syahrial Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 53 53 Smart Metering Konsumsi Daya Listrik Berbasis IoT dengan Pencatat Data Spreadsheet dan Notifikasi Telegram https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2333 <p><em>Smart Metering</em><em> Konsumsi Daya Listrik Berbasis Internet of Things (IoT) d</em><em>engan sistem pencatatan yang terintegrasi dengan spreadsheet dan telegram adalah sistem monitoring dan kontrol daya listrik jarak jauh yang memanfaatkan teknologi IoT. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk memantau</em><em> parameter-parameter konsumsi listrik </em><em>meliputi tegangan, arus, daya, energi, dan biaya dari jarak jauh secara real-time. Data yang dihasilkan oleh sistem dapat diakses melalui </em><em>tampilan local host, google spreadsheet dan Telegram, sehingga pengguna dapat memantau konsumsi daya listrik dengan mudah dan cepat. Sistem ini menggunakan sensor untuk mengukur konsumsi daya listrik dan mengirimkan data ke server melalui jaringan internet.</em><em> Dengan adanya sistem ini, pengguna dapat me</em><em>monitor penggunaan daya listrik dan mengurangi biaya tagihan listrik.</em><em> Penelitian ini menghasilkan prototipe smart metering konsumsi daya listrik berbasis IoT dengan pencatat data spreadsheet dan notifikasi telegram.</em></p> Cecep Sulaeman Ginulur Farhandika Maulana Atep Muhamad Rizki Dini Fauziah Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 63 63 Pemodelan Permanent Magnet Synchronous Generator 18S16P sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Angin Skala Kecil Berbasis Finite Element Method https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2332 <p>Angin merupakan sumber energi alternatif yang dapat diperbarui, bersih dan tidak mengakibatkan polusi. <em>Permanent Magnet Synchronous Generator</em> (PMSG) adalah generator yang menggunakan magnet permanen untuk menghasilkan medan celah udara daripada menggunakan induksi elektromagnet. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang <em>Permanent Magnet Synchronous Generator</em> (PMSG) dengan kombinasi 18 <em>slot</em> 16 <em>pole </em>untuk Pembangkit Listrik Tenaga Angin berbasis <em>Finite Element Method</em> (FEM). Metode uji dan pengembangan peforma J.R. Handershot digunakan dalam penelitian ini untuk merancang simulasi PMSG yang diaplikasikan sebagai pembangkit listrik tenaga angin. Dalam perancangan menggunakan software berbasis <em>FEM</em> untuk mencari nilai Tegangan, Arus dan Torsi kemudian dilakukan pengolahan data dalam excel untuk mencari nilai daya input, daya output dan efisiensi. Hasil yang didapat pada penelitian ini dengan kombinasi bentuk geometri 18 <em>slot</em> 16 <em>pole</em> mampu menghasilkan parameter terbaik pada kecepatan putar 1000 RPM beban 50 ohm yang dapat membangkitkan daya sebesar 622 Watt dengan efisiensi mencapai 76,77%.</p> Ginulur Farhandika Maulana Waluyo Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 76 76 Analisis Overload Transformator Distribusi di Gardu SKMR ULP3 Kabupaten Garut https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2348 <p>Transformator merupakan kompenen dalam bidang listrik untuk menaikkan dan<br>menurunkan tegangan. Salah satu contohnya yaitu transformator distribusi. Jika<br>terjadi kapasitas pembebanan berlebih maka transformator menjadi panas dan<br>naiknya suhu pada lilitan kumparan transformator yang menyebabkan overload atau<br>kelebihan muatan. Hal tersebut menyebabkan terputusnya penyaluran listrik ke<br>konsumen. Menurut data Badan pusat statistik (BPS) di desa sukamurni mengalami<br>kenaikan penduduk yang berpengaruh pada beban gardu SKMR yaitu pada tahun<br>2019 sebanyak 8.441 jiwa dengan beban puncak 73 KVA, tahun 2020 dengan<br>penduduk sebanyak 8.516 jiwa dengan beban puncak 74,05 KVA, dan tahun 2021<br>dengan penduduk sebanyak 8.625 jiwa dengan beban puncak 82,04 KVA. Pada gardu<br>SKMR memiliki kapasitas sebesar 100 KVA dengan presentase pembebanan yaitu<br>83%. Hal ini menyebabkan transformator mengalami overload karena melibihi<br>presentase pembebanan yang telah ditetapkan oleh PLN yaitu sebesar 80%.Oleh<br>karena itu di lakukan up rating transformator dengan mengganti transformator dari<br>kapasitas 100 KVA menjadi 160 KVA sehingga presentase pembebanan menjadi 51%.<br>Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode Time Series, perkiraan beban<br>puncak pada Gardu SKMR akan aman untuk 10 tahun kedepan.</p> Ari Nugraha Dini Fauziah Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 89 89 Studi Analisis Over Current Relay dan Ground Fault Relay dengan Metoda Simulasi https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2373 <p>Sistem proteksi berfungsi untuk mengidentifikasi gangguan dan memisahkan antara peralatan yang berjalan normal dengan peralatan yang terjadi gangguan. Keandalan sistem proteksi dapat dilihat dengan menggunakan simulasi pada software ETAP 20.6. Pada software ETAP dilakukan simulasi load flow untuk mengetahui arus yang mengalir pada sistem dan dilakukan simulasi arus hubung singkat untuk menentukan nilai setting relai. Dalam simulasi, relai yang pertama bekerja yaitu relai Low Voltage Medium Distribution Panel terminal 2 dengan nilai arus hubung singkat sebesar 18,173 kA dengan waktu kerja relai + circuit breaker selama 293ms, kemudian di back-up oleh relai tegangan menengah yaitu relai Outgoing Trafo 7, relai Outgoing Trafo 7 merasakan arus hubung singkat sebesar 0,363 kA dengan waktu kerja relai + circuit breaker selama 648ms. Untuk membuat relai berkoordinasi dengan baik maka perlu di tambahkan time delay dengan memperhatikan waktu kerja dari circuit breaker dan di dapat kriteria sebesar 100ms.</p> Windu Wahyudi Masosusa Syahrial Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 99 99 Studi Minimalisasi Susut Daya Pada Sistem Distribusi 20kV di PT.PLN (PERSERO) UP3 Tarakan Dengan Metode Penaikan Tegangan Sumber https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2336 <p>Pada sistem distribusi tenaga listrik tergapat rugi – rugi atau penyusutan energi listrik. Susut merupakan kerugian energi akibat masalah teknis dan non teknis pada penyaluran energi listrik. Susut energi yang terjadi yaitu susut energi teknik dan susut energi non teknis. Susut energi yang sering terjadi yaitu susut energi teknik. &nbsp;Pada penelitian ini&nbsp; susut daya pada penghantar yang terjadi di sistem distribusi feeder 4 UP3 Tarakan yaitu sebesar 0,38% - 1,55%. Penelitian ini menggunakan metode penaikan tegangan sumber untuk mengetahui efektifitas penekanan susut. Dengan hasil yang didapat yaitu terjadinya kenaikan susut daya sebesar 0,92 % - 1,74 % setelah tegangan sumber dinaikan. Maka penelitian ini membuktikan bahwa menaikan tegangan bukan merupakan upaya yang efektif dalam menekan terjadinya susut daya pada sistem distribusi listrik.</p> Rahmi Aulia Dini Fauziah Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 107 107 Analisis Kinerja Pemutus Tenaga pada Gardu Induk 6,3 kV di PT Indonesia Power Kamojang https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2409 <p><em>Pemutus Tenaga adalah salah satu peralatan utama yang ada di gardu induk. Maka dari itu dilakukan penelitian untuk mengetahui kinerja dan kelayakan Pemutus Tenaga. </em><em>Tujuan dari penelitian untuk mengetahui kinerja pemutus tenaga ini masih layak digunakan atau perlu diganti. Metode penelitian yang adalah </em><em>pengukuran, yang terdiri dari pengukuran tahanan isolasi, tahanan kontak dan keserempakan kontak. </em><em>Hasil pengujian tahanan isolasi nilai yang diperoleh </em><em>rata-rata 300MΩ </em><em>masih berada dibawah standar VDE Catalogue 228/4. Hasil pengujian tahanan kontak nilai yang diperoleh masing-masing fasa di bawah 50 µΩ masih berada di bawah standar IEC 60694. </em><em>Hasil pengujian keserempakan kontak 0,1 ms masih berada di bawah standar pabrikan ABB yaitu kurang dari 10 ms. Artinya material isolasi yang diuji masih dalam</em><em> kondisi aman. Setelah melakukan pengujian dan perhitungan maka dari itu kinerja Pemutus Tenaga dapat melaksanakan atau melakukan trip sesuai dengan kinerjanya yang normal atau keandalannya dikatakan masih layak untuk di pakai.</em></p> Mochammad Syachbani Irawan Teguh Arfianto Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 116 116 Analisis Kebutuhan Penyimpanan DVR Hikvision Turbo HD 7200 Series untuk 4 Kamera https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2408 <p><em>Sistem CCTV (Closed Circuit Television) yang menggunakan DVR (Digital Video Recoder) biasanya menyimpan hasil perekaman dari kamera di dalam sebuah hardisk. Studi kasus penelitian dilaksanakan pada ruang tertutup dan terbuka. Perancangan sistem pemantauan ini menggunakan kamera CCTV indoor dan outdoor yang menggunakan USB-DVR, kabel video input, router, komputer, dan monitor.</em> <em>Maka dari itu dilakukan pengujian mengkaji kapasitas ruang penyimpanan hardisk DVR yang cocok untuk 4 kamera dalam siklus waktu perekaman selama 7 hari dan mengkaji rasio kompresi video yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan jurnal ini adalah melakukan perhitungan rasio kompresi dan ruang penyimpanan pada DVR. </em><em>Hasil pengujian rasio kompresi </em><em>pada </em><em>saluran 1 yaitu </em><em>316,406 dan </em><em>rasio kompresi </em><em>pada </em><em>saluran 2, </em><em>3, dan 4</em> <em>sebesar 110,742. Ruang penyimpanan yang disediakan hanya sebesar 500 GB. Sedangkan </em><em>ruang penyimpanan DVR dengan </em><em>4</em><em> kamera </em><em>dapat menghabiskan kapasitas penyimpanan sebesar 442,968</em><em> GB. Artinya dengan menaikan nilai </em><em>frame rate</em><em> pada pengaturan DVR akan menaikkan juga nilai rasio kompresi</em><em>. Ruang </em><em>penyimpanan DVR dengan kapasitas </em><em>sebesar 500 GB</em><em> dinilai cukup untuk menyimpan rekaman selama 7 hari waktu siklus rekaman data video.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>:</em><em> CCTV,</em><em> DVR, Frame Rate, Hardisk, Video </em></p> <h2>ABSTRACT</h2> <p><em>CCTV (Closed Circuit Television) systems that use a DVR (Digital Video Recoder) usually store the recording results from the camera on a hard disk. Case study research was carried out in closed and open spaces. This monitoring system design uses indoor and outdoor CCTV cameras that use USB-DVR, video input cable, router, computer and monitor. Therefore, tests were carried out to assess the capacity of the DVR hard disk storage space suitable for 4 cameras in a recording cycle of 7 days and to examine the video compression ratio used. The research method used in writing this journal is to calculate the compression ratio and storage space on the DVR. The compression ratio test results on channel 1 were 316.406 and the compression ratio on channels 2, 3 and 4 was 110.742. The storage space provided is only 500 GB. Meanwhile, DVR storage space with 4 cameras can take up a storage capacity of 442,968 GB. This means that increasing the frame rate value in the DVR settings will also increase the compression ratio value. DVR storage space with a capacity of 500 GB is considered sufficient to store recordings for 7 days of video data recording cycle time.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: CCTV, DVR, Frame Rate, Hardisk, Video</em></p> <p> </p> Nur Fadhillah Maulida Andre Widura Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 126 126 Studi Penggulungan Ulang Belitan Motor Induksi Tiga-Fasa 2 HP-380 V 50 Hz https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2403 <p><em>Rewinding adalah salah satu cara perbaikan belitan pada stator motor induksi. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan barang bekas melalui penggulungan ulang motor dengan kapasitas daya 1,5 kW. Metoda rewinding digunakan untuk menaikkan rating tegangan dari 220 V menjadi 380 V dengan melilit ulang belitan stator pada motor. Dengan mengubah jumlah belitan pada kumparan stator menjadi 116 lilitan per phasa, serta mengubah ukuran diameter menjadi 0,54 mm dan luas penampang tembaga pada lilitan stator menjadi 0,23 mm<sup>2</sup> dan dilakukan beberapa pengujian untuk mengetahui performa dari motor induksi seperti No Load Test, Locked Rotor Test, DC Test dan Load Test. Berdasarkan hasil pengujian didapat torka starting sebesar 0,21 N.m dan torka maksimum sebesar 2,9 N.m pada slip maksimum 0,033 sehingga diperoleh nilai efisiensi motor sebesar 76,51%. </em>Secara keseluruhan, performa motor induksi tiga phasa dengan desain tegangan 380 V masih sangat baik dan layak untuk digunakan mengingat rugi-rugi yang timbul masih dalam batas wajar.</p> Hariwandi Syahmendra Nasrun Hariyanto Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 131 131 Analisis Indeks Keandalan Sistem Jaringan Distribusi 20kv pada Penyulang RNLD di PT PLN (Persero) UP2D Jawa Barat https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2425 <p>Analisis Indeks Keandalan salah satu komponen terpenting dalam sistem pembangkitan energi listrik adalah sistem distribusi. Sistem distribusi memiliki peranan yaitu menyalurkan energi listrik ke konsumen secara andal dan terus menerus. Untuk evaluasi keandalan sistem distribusi pada penyulang Ronaldo (RNLD) gardu induk Gede Bage PT PLN (Persero) UP2D Jawa Barat sebelum dan setelah penggunaan SCADA diukur berdasarkan indeks keandalan sistem distribusi SAIDI, SAIFI, dan CAIDI. Berdasarkan hasil perhitungan data sampel indeks keandalan SAIFI, SAIDI, dan CAIDI sebelum penggunaan SCADA tahun 2022, dihasilkan 4,84 kali/tahun untuk indeks keandalan SAIFI, 0,16 jam/tahun untuk indeks keandalan SAIDI, dan 0,03 jam/tahun untuk indeks keandalan CAIDI.</p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: CAIDI,</em><em> Indeks Keandalan, SAIDI, SAIFI, </em><em>SCADA</em></p> Muhammad Arsyad Dini Fauziah Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 143 143 Analisis Pengaruh Perubahan Temperatur Belitan Terhadap Persentase Rugi Tembaga Generator Unit 2 PLTP Kamojang POMU https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2424 <p><em>Variasi perubahan beban menimbulkan kenaikan temperatur belitan stator dan rotor, serta dapat menyebabkan kegagalan isolasi dan menurunkan keandalan generator. Berdasarkan pengolahan data kuantitatif dan perhitungan persentase rugi tembaga dari hubungan perubahan beban terhadap temperatur belitan. Didapatkan hasil penelitian pengoperasian berada pada batas aman parameter kurva kapabilitas generator, kenaikan temperatur belitan generator tidak melebihi batas maksimum kelas isolasi tipe B sebesar 130</em><em> ºC </em><em>menurut IEEE Std 1-1969. Pada hari libur untuk kondisi daya aktif keseluruhan kenaikan temperatur stator (ΔT) maksimum 4,16ºC diperoleh rugi tembaga 1,38 %, pada hari kerja dengan kenaikan temperatur stator 19,67ºC diperoleh rugi tembaga 7,76%. Dan untuk kondisi daya reaktif keseluruhan pada hari libur dengan kenaikan temperatur belitan rotor (ΔT) maksimum 4ºC diperoleh persentase rugi tembaga belitan rotor sebesar 1%, pada hari kerja didapat kenaikan temperatur rotor sebesar 11ºC menimbulkan persentase rugi tembaga pada belitan rotor sebesar 4,306%.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: Belitan Rotor, Belitan Stator, Daya aktif ,Daya reaktif, Rugi Tembaga, Temperatur belitan</em></p> <h2>ABSTRACT</h2> <p><em>Variations in load changes cause an increase in stator and rotor winding temperatures, and can cause insulation failure and reduce generator reliability. Based on quantitative data processing and calculation of the percentage of copper loss from the relationship of load changes to winding temperature. The results of the operation research are within the safe limits of the generator capability curve parameters, the increase in generator winding temperature does not exceed the maximum limit of type B insulation class of 130 ºC according to IEEE Std 1-1969. On holidays for overall active power conditions, the maximum stator temperature rise (ΔT) of 4.16ºC obtained a copper loss of 1.38%, on weekdays with a stator temperature rise of 19.67ºC obtained a copper loss of 7.76%. And for overall reactive power conditions on holidays with a maximum rotor winding temperature increase (ΔT) of 4ºC obtained a percentage of rotor winding copper loss of 1%, on weekdays obtained a rotor temperature increase of 11ºC raises the percentage of copper loss in the rotor winding by 4.306%.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Rotor Winding, Stator Winding, Active power, Reactive power, Copper Loss, Winding Temperature</em></p> Idan Mubarok Nasrun Hariyanto Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 150 150 Perancangan Sistem Pemantauan Pergeseran Tanah dengan Mekanisme Peringatan Terintegrasi dan Integrasi WhatsApp API https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2426 <p>Paper ini membahas Aplikasi yang dirancang. Aplikasi ini dimaksudkan untuk membaca data dari sensor pergeseran tanah, menyimpan data dalam database terstruktur, dan memberikan akses melalui Antarmuka Pemrograman Aplikasi (API). Sistem ini juga dapat mengelola banyak perangkat sensor sekaligus dan memiliki mekanisme peringatan yang terintegrasi dengan layanan API WhatsApp untuk memberikan respons cepat terhadap peristiwa pergeseran tanah yang signifikan</p> Lisa Kristiana Bilkis Nisa Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 160 160 Analisis Gangguan pada Transformator Distribusi 20KV di PT Haleyora Power (Area Majalaya) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2428 <p><em>Tranformator distribusi merupakan alat tenaga listrik yang berperan dalam menyalurkan tenaga listrik ke konsumen dari tegangan menengah ke tegangan rendah melalui saluran transmisi</em><em>. Salah satu gangguan yang terjadi &nbsp;ada pada transformator distribusi. Untuk menghindari kerusakan langsung terhadap transformator distribusi. Salah satu cara untuk mengurangi gangguan adalah menganalisis gangguan yang terjadi pada transformator distribusi. Dengan melakukan perbandingan dari ganguan yang terjadi pada transformator seperti gangguan beban berlebih, gangguan beban tidak seimbang, gangguan minyak transformator yang rusak. Bedasarkan hasil pengujian didapat gangguan yang paling banyak terjadi adalah gangguan akibat minyak transformator yang rusak dengan presentase 44,74% dari total gangguan, dan gangguan akibat beban oberlebih dengan presentase 7,9% dari total gangguan merupakn gangguan yang paling sedikit. </em></p> Riska Mutiara Fitri Waluyo Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 169 169 Analisis Pengaruh Ketidakseimbangan Beban terhadap Arus dan Losses pada Penghantar Netral di Gardu Distribusi BBKK,PSH dan CPTY PT PLN (Persero) UP3 Garut https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2338 <p><em>Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi dan penyebab ketidakseimbangan tersebut adalah pada beban-beban satu fasa pada pelanggan jaringan tegangan rendah. Akibat ketidakseimbangan beban tersebut muncullah arus di </em><em>penghantar netral trafo. Arus yang mengalir di </em><em>penghantar netral trafo ini menyebabkan terjadinya losses (rugi-rugi), yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah. Setelah dianalisa</em><em> maka penulis mendapatkan nilai presentase Ketidakseimbangan beban pada</em><em> Gardu BBKK dan PSH pada saat beban puncak waktu 18:55 dan 18:46 yaitu sebesar 5,36% dan 5,73% bersandar pada acuan/standar ketidakseimbangan yang dianjurkan PLN (SK ED PLN No.0017.E/DIR/2014) maka gardu ini berada pada kondisi baik yaitu</em><em> &lt;10% sedangkan untuk presentase ketidakseimbangan pada Gardu CPTY saat beban puncak waktu 18:05 yaitu sebesar 19,43% yang dimana kondisi Gardu CPTY berada pada kondisi cukup baik, </em><em>dan arus netral yang didapat Gardu BBKK sebesar 41 A, Gardu PSH sebesar 51 A dan Gardu CPTY sebesar 26 A, Arus netral ini akan berpengaruh pada besarnya </em><em>Losses </em><em>pada penghantar Transformator maka dari nilai arus netral ini bisa diketahui nilai dari </em><em>Losses pada </em><em>penghantar transformator </em><em>untuk Gardu BBKK sebesar 1507,85 Watt atau 1,7%,Gardu PSH sebesar 2333,09 Watt atau 2,7% dan Gardu CPTY sebesar 606,372 Watt atau 0,7%</em></p> Jeremi Gurusinga Syahrial Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 179 179 Analisis Perbandingan Arus Bocor Isolator Pin Porcelain dan Pin Silicone Rubber akibat Tegangan AC dan DC https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2359 <p>Saluran transmisi udara merupakan elemen penting untuk menyalurkan daya aktif dan daya reaktif dari sumber sampai sisi konsumen, komponen utama dari sistem transmisi yaitu isolator. Perlu dilakukan penelitian mengenai arus bocor pada isolator <em>silicone rubber</em> dan isolator <em>porcelain</em> untuk mengetahui penyebab terjadinya arus bocor dan mengetahui pengaruh lingkungan terhadap terjadinya arus bocor. Penelitian ini dilakukan dengan pengukuran selama 35 hari pada waktu pagi, siang dan malam hari dengan menggunakan sistem arus bolak balik <em>AC</em>(<em>Alternative Current</em>) dan sistem arus searah <em>DC</em> (<em>Direct Current</em>) dengan memerhatikan kondisi suhu dan kelembapan, dengan menggunakan sumber tegangan 220 V yang dinaikkan tegangannya menggunakan transformator step up menjadi 10 kV. Selain itu kondisi pemasangan isolator dengan mengggunakan isolator jenis pasak (<em>pin type insulator</em>) <em>silicone rubber</em> dan isolator jenis pasak (<em>pin type insulator</em>) <em>porcelain</em> serta menggunakan resistor sebesar 100k Ω. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai suhu, maka semakin rendah nilai arus bocor, semakin tinggi nilai kelembapan maka semakin tinggi juga nilai arus bocor. Nilai arus bocor yang didapat terbesar yaitu pada sistem <em>AC</em> saat pagi hari yaitu pada kelembapan 82,228% dan suhu 24,82°C dengan nilai arus bocor yang didapat yaitu 7,962 µA pada isolator <em>silicone rubber</em> dan 65,316 µA pada isolator <em>porcelain</em>. &nbsp;Sementara yang terendah pada sistem <em>AC</em> saat siang hari yaitu pada kelembapan 45,563% dan suhu 37,32°C dengan nilai arus bocor yang didapat yaitu 7,797 µA pada isolator <em>silicone rubber</em> dan 19,262 µA pada isolator <em>porcelain</em>. Kesimpulannya adalah kondisi lingkungan dapat mempengaruhi besarnya nilai arus bocor pada isolator <em>silicone rubber</em> dan isolator <em>porcelain</em>. Pada sistem <em>AC</em> nilai arus bocor tertinggi 7,962 µA pada isolator <em>silicone rubber</em> dan 65,316 µA pada isolator <em>porcelain</em>. Sementara pada sistem <em>DC</em> nilai arus bocor yang tertinggi yaitu 0,251 µA pada isolator <em>silicone rubber</em> dan 1,263 µA pada isolator <em>porcelain</em>. Pada sistem <em>AC</em> dihasilkan nilai arus bocor lebih besar dibandingkan dengan sistem <em>DC</em>.</p> Fadhilah Ardhi Mahendra Waluyo Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 190 190 Analisis Pengukuran Arus Bocor pada Isolator Epoxy Resin Tipe Post Sistem AC dengan Pemasangan Horizontal dan Vertikal pada Berbagai Kelembaban dan Temperatur https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2370 <p><em>Kebutuhan energi listrik hari demi hari makin meningkat, maka dari itu perlu dilakukan suatu perencanaan dalam sistem ketenagalistrikan agar dapat menyediakan listrik yang handal. Keandalan suatu sistem tenaga listrik dinilai baik apabila sistem transmisi dan distribusinya baik. Dimana, salah satu komponen utama dari sistem transmisi dan distribusi adalah isolator. Akan tetapi dalam pendistribusian energi listrik sering terjadinya kegagalan dalam saluran distribusi maupun transmisi, salah satu contohnya adalah terjadinya arus bocor yang keluar melalui isolator. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian mengenai arus bocor pada isolator untuk mengetahui pengaruh kondisi lingkungan terhadap terjadinya arus bocor dan </em><em>dalam beberapa kondisi pemasangan isolator terkadang ada yang dipasang pada posisi vertikal atau horizontal. Hal ini tentu besar kecilnya dapat mempengaruhi kondisi</em> <em>dan kinerja isolator</em><em>. </em><em>Penelitian dilakukan dalam rentang waktu 35 hari yang dilakukan pada waktu pagi, siang, dan malam hari dengan menggunakan sistem AC (Alternating Current) dan dipasang secara vertikal dan horizontal. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi, korelasi, kovarian, dan PCA. Dengan memerhatikan kondisi lingkungan yang meliputi suhu dan kelembaban. Dalam penelitian ini menggunakan isolator epoxy resin serta menggunakan resistor 100k ohm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu maka arus bocor yang dihasilkan akan semakin rendah, dan apabila semakin tinggi kelembaban maka arus bocor yang dihasilkan akan semakin tinggi. Nilai arus bocor terbesar yang didapat adalah pada pagi hari pada pemasangan secara vertikal adalah 1,29 µA dengan suhu 23,4°C dan kelembaban 72,8%. Sementara nilai arus bocor terendah didapat pada siang hari pada pemasangan horizontal dengan nilai 0,45 µA pada suhu 38,2°C dan kelembaban 47,3%. Maka dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan dan posisi pemasangan isolator epoxy resin mempengaruhi besar kecilnya arus bocor yang dihasilkan. Pada pemasangan vertikal nilai arus bocor terbesar yang didapat adalah 1,29 µA. Sedangkan pada pemasangan horizontal nilai arus terbesar adalah 1,24 µA. Sehingga pada pemasangan vertikal nilai arus bocor yang didapat lebih besar dibandingkan dengan pemasangan horizontal.</em></p> <p><strong><em>K</em></strong><strong><em>ata </em></strong><strong><em>k</em></strong><strong><em>unci</em></strong><strong><em>:</em></strong><em> arus bocor, isolator epoxy resin, AC, vertikal, horizontal.</em></p> Kevin Ananta Jaya Tanjung Waluyo Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 201 201 Perancangan Automatic Cooling System Solar Power (AuCS-SP) berbasis Arduino Uno untuk Memepertahankan Kinerja Solar Panel https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2293 <p><em>This research aims to streamline the work of solar panels in converting sunlight into electrical energy in the Solar Power Plant (PLTS) system. Solar Panels placed in open areas get direct sunlight on the panel and under the panel, causing an increase in temperature on the Solar Panel which results in a decrease in voltage and current generated from the Solar panel. To deal with these problems, a temperature control system is needed on the surface of the Solar Panel. Automatic Cooling System Solar Power (AuCS-SP) tool in the form of automatic control with temperature sensor readings to detect temperature on the surface of the Solar Panel and Arduino Uno R3 as a microcontroller and Relay, the AuCS-SP tool will automatically turn on according to the temperature readings carried out by the DS18B20 temperature sensor. The results of temperature control on the designed Solar Panel, AuCS-SP prove that there is an increase in the output of Solar Panels by 7.03 Watts greater than Solar Panels that do not use a cooling system. With an average temperature ratio that uses a cooling system of 6.29 ºC cooler than those that do not use a cooling system. The average current difference beetwen using AuCS-SP and does not use the cooling system is 0.31 A smaller than those who use the cooling system and the average voltage difference that uses the cooling system is greater than without use the cooling system.</em></p> Dhami Johar Damiri Ditha Nevella Sembiring Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 210 210 Sistem Monitoring dan Kontroling pada Tanaman Hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2421 <p>Salah satu cara yang efektif untuk melakukan kegiatan bercocok tanam tanpa memerlukan lahan yang luas adalah dengan menggunakan hidroponik. Hanya perlu pengawasan ekstra untuk dapat menghasilkan tanaman dengan kualitas yang baik. Terdapat beberapa parameter dalam hidroponik yaitu jumlah nutrisi terlarut, tingkat pH pada air, suhu air, memberikan kemudahan dalam melakukan pengawasan, maka pada penelitian ini dirancang sistem monitoring dan kontroling hidroponik NFT berbasis IoT. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem monitoring dan kontroling pada tanaman hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) yang dilakukan pada tanaman bayam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode waterfall. Model air terjun (waterfall) menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai analisis, desain, pengodean, pengujian, dan tahap pendukung (<em>support</em>). Penelitian ini menghasilkan sistem monitoring dan kontroling pada tanaman hidroponik berbasis Internet of Things (IoT). Seluruh sensor dan aktuator yang digunakan dalam penelitian dapat berfungsi dengan baik. Namun diperlukan pengukuran <em>Quality of Service (QoS) </em>sebagai pengamatan lebih lanjut terhadap konektivitas IoT yang digunakan.</p> Sintia Maris Sinka Wilyanti Ariep Jaenul Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 220 220 Optimasi Pengaturan Sudut Penyalaan Thyristor untuk Stabilitas Tegangan Keluaran Generator Unit 2 PLTP Kamojang https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2429 <p><em>Perubahan suatu beban akan mempengaruhi tegangan keluaran generator, apabila beban naik maka tegangan keluaran generator turun dan apabila beban turun maka tegangan keluaran generator naik. Supaya tegangan keluaran generator tetap diperlukan suatu pengaturan tegangan keluaran generator, pengaturan tegangan keluaran generator dilakukan dengan mengatur arus eksitasi generator. Sistem pengaturan arus eksitasi generator memakai Automatic Voltage Regulator (AVR). Didalam AVR pada pembangkit listrik di PT. Indonesia Power UBP Kamojang Unit 2 memakai system tegangan keluaran PMG yang disearahkan oleh semikonverter, kemudian dimasukkan ke kumparan medan AC- Exciter dan tegangan keluaran dari AC-Exciter disearahkan oleh diode penyearah dan diberikan ke kumparan medan generator utama. Sudut penyalaan thyristor diatur dari 134,47⁰&nbsp;&nbsp; hingga 137,88⁰&nbsp; untuk daya beban 55 MW.</em></p> Atep Muhamad Rizki Nasrun Hariyanto Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 231 231 Analisis Perbandingan Arus Bocor Isolator Silicone Rubber antara Tunggal dan Paralel Ganda akibat Perubahan Temperatur dan Kelembapan https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2418 <p>Isolator tegangan tinggi memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan dan efisiensi sistem transmisi tenaga listrik. Penelitian ini menganalisis kekuatan dan kinerja isolator Silicone Rubber Hubung Tunggal dan Hubung Ganda selama 35 hari dengan tegangan nominal 11,5 kV. Metode penelitian ini melibatkan waktu pengukuran arus bocor setiap pagi, siang, dan malam, sambil mencatat kelembaban dan suhu lingkungan. Rata-rata nilai arus bocor isolator Tunggal lebih rendah daripada isolator Ganda, terutama pada pagi hari, mencapai nilai tertinggi 10,5115 µA dan 22,5281 µA dan pada siang hari, mencapai nilai terendah sebesar 7,79253 µA untuk isolator Tunggal dan 19,1425 µA untuk isolator Ganda. Penurunan suhu pagi dan tingginya kelembaban mempengaruhi peningkatan arus bocor. Isolator Ganda, menerima arus paralel, menunjukkan nilai arus bocor keseluruhan lebih tinggi karena konsentrasi arus pada satu isolator.</p> Mochamad budiawan Waluyo Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 239 239 Perbaikan Koneksi Klem Transformator Arus untuk Menurunkan Hotspot di Gardu Induk 150 kV Kebasen Bay Brebes I https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2358 <p>Transformator arus memegang peranan penting dalam pendistribusian listrik, semakin besar kapasitas, maka beban kerja akan semakin berat dan dapat menimbulkan titik panas berlebih sehingga dapat merusak dan mengurangi umur pemakaian transformator arus, untuk mengatasi masalah ini pemeliharaan dan perbaikan pada transformator arus dilakukan secara teratur. Pemeliharaan dan perbaikan ini dilaksanakan di PT PLN GI Kebasen dan ULTG Tegal. Metode yang dilakukan meliputi inspeksi level 1 dan level 2 dengan kamera infrared yang berperan memonitor kondisi peralatan gardu induk dengan suhu sebagai acuannya. Pengukuran dilakukan dengan mengambil data satu kali dalam satu bulan suhu peralatan bay brebes 1 sebanyak 34 data dalam keadaan beban puncak pada malam hari dengan 31 data kondisi baik yaitu memiliki selisih suhu &lt; 10℃ dan 3 data kondisi buruk pada transformator arus yaitu memiliki selisih suhu 30℃. Hasil analisis setelah dilakukan perbaikan menunjukkan selisih suhu mengalami penurunan pada transformator arus dari selisih suhu 30 ℃ menjadi 3 ℃ sehingga termasuk kondisi baik.</p> Renato Alfauzi Dini Fauziah Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 246 246 Proteksi Kebakaran Gedung dan Sistem Fire Alarm di Grha Jaswita https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2342 <p><em>Dengan banyaknya pembangunan gedung bertingkat pada era revolusi industry 4.0 tentunya sistem proteksi gedung harus diperhatikan dikarenakan untuk keselamatan penghuni gedung dan menjaga aset yang telah dimiliki. Kebakaran gedung merupakan bencana yang sangat fatal bagi manusia, untuk meminimalisir terjadinya kebakaran dan kerugian maka langkah awal yang dilakukan adalah pencegahan agar tidak terjadinya kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kebakaran pada Gedung Grha Jaswita dengan melakukan studi banding literatur. Apakah Gedung Grha Jaswita telah memenuhi standar proteksi gedung yang mengacu pada PERGUB DKI Jakarta Nomor 72 Tahun 2021 dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil yang didapatkan setelah dilakukannya studi banding bahwa Gedung Grha Jaswita telah memenuhi syarat sebanyak 85% yang mengacu pada PERDA Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 8 Tahun 2008 dan PERGUB DKI Jakarta Nomor 72 Tahun 2021 Sedangkan dari sistem fire alarm Gedung Grha Jaswita telah memenuhi sebanyak 90% yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI).</em></p> Lutfiana Chaerul Nisa Syahrial Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 254 254 Sistem Monitoring pada Tanaman Hidroponik berbasis Aplikasi Mobile https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2414 <p>This study examines measuring the concentration of dissolved substances, monitoring the thermal conditions and height of a water container that will be used in hydroponics. The integration of these values ​​provides accurate real-time monitoring of nutrient balance and temperature in the system. This system uses a systematic approach with the PCDA (Plan-Do-Check-Act) method. The design results of the monitoring system have a water distance of 3 cm with a nutrient content of 1799 ppm and a temperature of 25 degrees Celsius. In conclusion, the temperature and ppm values ​​in designing a hydroponic monitoring system can be used in every condition.</p> Lisa Kristiana Milda Gustiana Husada Ilham Ramadhan D Azriel Nurfaisal Akbar Rafyasha Hafizh H Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 262 262 Analisa Kinerja Jaringan LTE untuk Kualitas Layanan Video Streaming di Jalan Lingkar Kabupaten Pati https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2291 <p>Drive test dilakuka sepanjang Jalan Lingkar Kabupaten Pati. Optimasi bertujuan mendapatkan sinyal yang stabil dan baik pada layanan LTE. Analisis menggunakan Actix Analyzer terdapat 3 area bad spot. Perbaikan menggunakan skenario penggabungan dari physical tunning, power configuration, dan penambahan site. Pada penelitian ini, skenario penggabungan mengalami peningkatan yang sangat signifikan di banding yang lain. Untuk bad spot mengalami kenaikan, nilai parameter RSRP sebesar -95,81 dBm, SINR sebesar 11,9 dB, Throughput sebesar&nbsp; 45.495,81 kbps. Pada bad spot 2 mengalami kenaikan nilai parameter nilai parameter RSRP sebesar -97,56 dBm, SINR sebesar 15,63 dB, Throughput sebesar&nbsp; 55.828,51 kbps. Pada bad spot 3 mengalami kenaikan, nilai parameter RSRP sebesar -99,51 dBm, SINR sebesar 119,51 dB, Throughput sebesar&nbsp; 61.289,13 kbps. Maka dapat dilihat hasil dari perbaikan dapat mengatasi masalah bad spot. Dilihat dari hasil nilai parameter throughput setelah perbaikan mengalami peningkatan sehingga video streaming dapat diputar dengan kualitas sinyal diatas 480p.</p> Amanda Saharani Uke Kurniawan Usman Dhoni Putra Setiawan Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 272 272 Analisis Arus Bocor pada Isolator Disc Glass secara Normal dan Inverted https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/sneto/article/view/2341 <p>&nbsp;</p> <p>Dalam sistem transmisi dan distribusi tenaga listrik yang baik di perlukan kelancaran untuk menyalurkan kebutuhan listrik kepada masyarakat. Salah satu peralatan listrik yang sangat penting pada penyaluran tenaga listrik adalah isolator, maka perlu di lakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar arus bocor pada Isolator dan pengaruh lingkungan terhadap arus bocor. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran arus bocor isolator <em>disc glass</em> selama 35 hari pada waktu pagi, siang dan malam dengan pemasangan normal dan inverted dan analisis menggunakan metode regresi, korelasi, kovarian dan PCA. Hasil penelitian menunjukan pada sistem normal di dapat arus bocor tertinggi 203 µA, dengan kelembapan 87,7 % dan suhu 21°C dan pada sistem inverted di dapat arus bocor tertinggi 206 µA dengan kelembapan 87,8 % dan suhu 20°C. Dapat disimpulkan bahwa arus bocor berbanding lurus dengan kelembapan semakin tinggi kelembapan maka arus bocor semakin tinggi, sedangkan arus bocor berbanding terbalik dengan suhu, dimana semakin tinggi suhu maka arus bocor semakin kecil, dimana isolator gelas bersifat mengkondensir (mengembun) kelembapan udara. Sistem normal dan inverted memiliki pebedaan arus bocor 3 µA sampai 5 µA , dimana pada sistem normal 203 µA dan sistem inverted 206 µA, maka pemasangan sistem normal memiliki ketahanan yang lebih baik dari pada pemasangan sistem inverted.</p> Regis Tri Sutrisno Waluyo Hak Cipta (c) 2024 Seminar Nasional Energi, Telekomunikasi dan Otomasi (SNETO) 2024-02-11 2024-02-11 278 278