Informasi Perjalanan Puncak Bogor Sebagai Jalur Legendaris Melalui Perancangan Motion Graphic

Authors

  • Yasir Fatrun Ruhama Program Studi Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi Nasional Bandung
  • Aldrian Agusta Program Studi Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi Nasional Bandung
  • Inko Sakti Dewanto Program Studi Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi Nasional Bandung

Keywords:

Information, Motion Graphic, Puncak, Map, History, Informasi, Peta, Sejarah

Abstract

Puncak is a legendary route located in the Bogor and Cianjur districts. This line connects major cities in Indonesia, namely Jakarta, Bogor and Bandung. The peak path has a fairly high traffic mobility both from within and outside the city. Especially when it comes to weekends and long holidays that cause traffic jams. This area is famous as a mountainous tourist area for both domestic and foreign tourists. With its unique natural contours and most of the area is covered by tea plantations with a mountainous backdrop. It has road routes from several areas starting from Ciawi, Gadog, Cibogo, Cipayung, Cisarua, Megamendung, Riung Gunung, Ciloto and Cipanas. In its development until now, the peak path has many stories and history during its era. For this reason, it is necessary to convey information about the peak to the public. The purpose of this study is to share information about the peak to the public. The research method used in this study is to use qualitative research with data collection techniques through literature studies in the form of journals, articles and questionnaires by asking open-ended questions to participants to obtain more in-depth data and information. Data analysis using SWOT technique. The communication model used by AISAS is a creative approach The results of this study are presented in the form of motion graphics that display information about the peak in an informative way, infographics and digital poster series.
Keywords: Information, Motion Graphic, Map, Puncak, History

Abstrak
Puncak merupakan sebuah jalur legendaris yang terletak pada wilayah Kabupaten Bogor dan Cianjur. Jalur ini menghubungkan kota-kota besar yang ada di Indonesia yaitu Jakarta, Bogor dan Bandun. Jalur puncak memiliki mobilitas lalu lintas yang cukup tinggi baik dari dalam maupun luar kota. Terutama ketika menjelang akhir pekan dan liburan panjang yang menyebabkan kemacetan. Daerah ini terkenal sebagai daerah wisata pegunungan baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan kontur alamnya yang unik dan hampir sebagian wilayahnya diselimuti oleh perkebunan teh dengan latar pegunungan. Memiliki rute jalan dari beberapa wilayah dimulai dari ciawi, gadog, cibogo, cipayung, cisarua, megamendung, riung gunung, ciloto dan cipanas. Dalam perkembangannya hingga saat ini jalur puncak memiliki banyak cerita dan sejarah pada saat eranya dulu. Untuk itu diperlukan penyampaian informasi mengenai puncak kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menceritakan informasi tentang puncak kepada masyarakat. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur berupa jurnal, artikel dan kuesioner dengan mengajukan pertanyaan terbuka kepada partisipan untuk mendapatkan data dan informasi lebih mendalam. Analisis data menggunakan teknik SWOT. Model komunikasi yang digunakan AISAS dengan pendekatan kreatif. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk motion graphic yang menampilkan informasi cerita tentang puncak secara informatif, infographic dan seri poster digital.
Kata kunci: Informasi, Motion Graphic, Peta, Puncak, Sejarah

References

Abiyoga Pratama, Ricky Widyananda Putra, M. S. (2019). Perancangan Motion Graphics “ Dampak Bermain Gadget ” Sebagai Media Edukasi Orang Tua Usia 30 – 40 Tahun. 3.

Algiffari, M. (2015). Perancangan Motion Graphic (Bumper In) dan Video Dokumenter Permainan Tradisional Jawa Barat (Analisis Deskriptif Permainan Tradisional Pada Sanggar SeniTikukur Majalengka). Jurnal Sketsa, 2(1), 49–61. http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/sketsa/article/view/431

Akhmad Saidillah. (2018). KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEJARAH. 225.

Cenadi, C. S. (1999). ELEMEN-ELEMEN DALAM DESAIN KOMUNIKASI VISUAL. 1(1), 1–11.

Dion Eko Valentino. (2019). PENYAJIAN INFORMASI DAN DATA DALAM BENTUK INFOGRAFIS.

Hati, G., Suprayogi, A., & Sasmito, B. (2013). Aplikasi Penanda Lokasi Peta Digital Berbasis Mobile Gis Pada Smartphone Android. Jurnal Geodesi Undip, 2(4), 82406.

Maryani, E., & Maharani, W. (2012). Peningkatan Spatial Literacy Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Goegrafi, Volume 15, 46–54.

Muhyidin, M. (2009). Analisis Keruangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Kota Surakarta.

Pramono, H. (1978). Peta dan Perlengkapannya. Vl(2).

Setiawan, P., & Si, M. (n.d.). PERANCANGAN MOTION GRAPHIC ILUSTRATIF MENGENAI MAJAPAHIT UNTUK PEMUDA-PEMUDI Pendahuluan.

Umam, N. C. (2016). Perancangan Motion Graphic Pengenalan Batik Gemawang Khas Kabupaten Semarang. Institut Seni Indonesia Yogyakarta. http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/1840

Waluya, B. (2016). Peta, Globe, dan Atlas. 34.

Downloads

Published

2022-09-29

Issue

Section

2022 Desain Komunikasi Visual