PENERAPAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR SUNDA PADA PERANCANGAN APARTEMEN DI BOJONGSOANG KABUPATEN BANDUNG

Authors

  • Fathan Maulana Hidayat
  • Utami

Keywords:

Apartemen, Arsitektur Sunda, Neo Vernakular

Abstract

Abstrak
Sebuah kota besar dalam sebuah negara memiliki masalah yang sama yaitu meningkatnya populasi manusia yang berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan hunian. Kota Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki masalah tersebut. Hal itu diakibatkan oleh terbatasnya ketersediaan lahan dan harga tanah yang semakin mahal. Menanggapi masalah tersebut, maka timbul inovasi hunian vertikal atau bertingkat atau biasa disebut rumah susun atau apartemen. Tantangan dalam merancang apartemen yang berlokasi di tengah kota yaitu memerlukan olahan desain yang memaksimalkan lahan dengan baik serta ramah lingkungan. Adapun konsep Neo Vernakular diangkat agar bangunan apartemen tersebut menjadi ciri khas yang mengangkat Gaya Arsitektur Sunda yang memberikan kesan ramah untuk penghuni maupun masyarakat Kota Bandung. Penerapan tema tersebut diterapkan melalui penggunaan atap Arsitektur Sunda parahu kumeureub yang dikombinasikan dengan rumah adat Sunda Papandak di Garut. Hal ini sekaligus menghasilkan estetika yang baik pada fasad bangunan, serta mengolah lahan hijau sesuai aturan untuk memenuhi standar bangunan ramah lingkungan.
Kata Kunci: Apartemen, Arsitektur Sunda, Neo Vernakular

Abstract
A large city in a country has the same problem, namely solving the problem of increasing human population which is directly proportional to the increase in housing needs. The city of Bandung is one of the big cities in Indonesia that has a similar problem. This is due to the limited availability of land and the increasingly expensive land prices. In response to this problem, vertical or multi-storey residential innovations arise or commonly called flats or apartments. The challenge in designing an apartment located in the middle of the city is that it requires a processed design that maximizes land properly and is environmentally friendly. The Neo Vernacular concept was appointed so that the apartment building became a characteristic that raised the Sundanese Architectural Style which gave a good impression to the residents and the people of Bandung City. The application of this theme is implemented through the use of the roof of the Sunda Parahu Kumeureub architecture combined with the Sunda Papandak Traditional House in Garut, while producing a good aesthetic on the building's facade, as well as cultivating green land according to regulations to meet environmentally friendly building standards.
Keywords: Apartment, Sundanese Architectural, Neo Vernacular

References

Neufert Ernst. (1987). Architec Data " Office Buildings ". Jakarta: Erlangga.

Charles Jencks.(1989). “Language Of Post-Modern Architecture “. Jakarta Selatan: Erlangga

Erdiono, (2011). Arsitektur Modern Neo Vernakular di Indonesia, Jurnal Sabua,volume 3 nomor 3, 32-39

Undang-undang No.16 (1985). “ Dasar Hukum Apartemen”. Jakarta: Erlangga.

-----------. (2020). Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Online]. Tersedia di https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri.

F., Sam, U., & Manado, R. (2011). TINJAUAN ISSN 2085-7020 ARSITEKTUR ‘ MODERN ’ ( NEO ) VERNAKULAR di INDONESIA Deddy Erdiono. 3(3), 32–39

Fajrine, G., Purnomo, A. B., Juwana, J. S., Jurusan, M., & Fakultas teknik, A. (2017). Penerapan Konsep Arsitektur Neo Vernakular Pada Stasiun Pasar Minggu. 85–91.

Fasilitas, B., & Dan, B. (n.d.). Neo – vernacular , Cultural and Entertainment.

Suharjanto, G. (2011). Membandingkan Istilah Arsitektur Tradisional Versus Arsitektur Vernakular: Studi Kasus Bangunan Minangkabau dan Bangunan Bali. ComTech: Computer, Mathematics and Engineering Applications, 2(2), 592.

Rogi, O. H. A. (2015). Arsitektur tanpa Arsitek & Arsitek tanpa Arsitektur : Sebuah Probabilitas Futuristik. 1–8

Downloads

Published

2022-10-25

Issue

Section

2022 Arsitektur