Monitoring Temperatur Ruang Penyimpanan Makanan Menggunakan Modbus RTU dan NodeMCU Berbasis IoT
Keywords:
Monitoring Suhu, IoT, ThingSpeak, cold storage, thermostat dixellAbstract
Perusahaan yang bergerak di bidang retail memiliki ruang penyimpanan produk Food dan Non Food yang harus memenuhi standar keamanan pangan. Salah satunya adalah HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Suhu ruang penyimpanan harus disesuaikan dengan jenis produk, seperti produk Chiller pada suhu 0°C sampai 5°C dan produk Frozen pada suhu -18°C sampai -20°C. Monitoring suhu secara manual memiliki kelemahan, yaitu keterlambatan pencatatan yang dapat menyebabkan keterlambatan deteksi saat terjadi penyimpangan suhu. Oleh karena itu, diperlukan sistem monitoring suhu secara real-time yang mampu memberikan informasi suhu terkini dan alarm saat terjadi penyimpangan. Penelitian ini menggunakan perbandingan antara pembacaan suhu dari sensor pada termostat Dixell XR60CX dan termometer digital terkalibrasi untuk mengukur akurasi. Pengujian dilakukan sebanyak 11 kali pada masing-masing standar ruang penyimpanan. Hasil menunjukkan bahwa pada suhu 0°C sampai 4°C, diperoleh persentase error sebesar 15,1% dengan selisih rata-rata pengukuran sebesar 0,12°C, sedangkan pada suhu -18°C sampai -20°C persentase error sebesar 1,29% dengan selisih rata-rata setiap pengukuran sebesar 0,25°C. Nilai ini masih dalam batas toleransi alat ukur termogun yaitu sebesar ±1°C. Delay pengiriman data ke platform Thingspeak yang diatur setiap 1 menit sekali sebanyak 11 kali pengujian menunjukkan tidak ada keterlambatan signifikan, dengan rata-rata selisih waktu sebesar 3 detik dalam setiap pengiriman. Pada pengujian sistem alarm sebanyak 14 kali pengujian menunjukkan alarm berfungsi secara akurat dan konsisten saat terjadi penyimpangan suhu, sehingga sistem ini dapat memberikan peringatan dini untuk tindakan korektif.