Usulan Prioritas Perbaikan Kualitas Pada Produk Setrika Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis

Authors

  • SHELLYVIA NAMUSHAKIRA Teknik Industri, Institut Teknologi Nasional Bandung
  • LISYE FITRIA Teknik Industri, Institut Teknologi Nasional Bandung

Keywords:

Prioritas, Perbaikan Kualitas, FMEA, RPN, Quality Improvement

Abstract

ABSTRAK
Dalam memproduksi suatu produk, perusahaan memiliki kemungkinan untuk menghasilkan produk cacat yang dapat berdampak pada biaya penggantian produk, image perusahaan, dan loyalitas pelanggan. PT ABC memiliki temuan defect pada produk setrika sebesar 1,83% melebihi target maksimum perusahaan sebesar 0,60%. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan prioritas perbaikan berdasarkan penyebab kecacatan yang terjadi sehingga dapat mengurangi kecacatan produk dan meminimalisir kerugian yang dialami oleh perusahaan akibat adanya biaya produksi tambahan guna mengganti cacat produk yang dihasilkan. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan metode FMEA yaitu dilakukan identifikasi potensi kegagalan yang terjadi dan menghitung nilai RPN untuk menentukan prioritas yang memiliki risiko kegagalan tertinggi. Berdasarkan hasil perhitungan nilai RPN yang diperoleh, prioritas failure mode yang harus diperbaiki adalah permukaan tray tergores sebesar 200 dan permukaan stand bottom tergores sebesar 120. Dari prioritas perbaikan tersebut, dibuat usulan tindakan perbaikan untuk menanggulangi kecacatan yang terjadi pada produk setrika .

ABSTRACT
In producing a product, the company has the possibility to produce defective products which can have an impact on product replacement costs, company image, and customer loyalty. PT ABC has found defects in ironing products of 1.83%, exceeding the company's maximum target of 0.60%. This research was conducted to determine the priority of repairs based on the causes of defects that occur so as to reduce product defects and minimize losses experienced by the company due to additional production costs to replace the resulting product defects. These problems can be solved using the FMEA method, which is to identify potential failures that occur and calculate the RPN value to determine the priority with the highest failure risk. Based on the results of the calculation of the RPN value obtained, the priority failure mode that must be repaired is the tray surface is scratched at 200 and the stand bottom surface is scratched at 120. From the priority for repair, proposed corrective actions are made to overcome defects that occur in ironing products.

Published

2022-06-21 — Updated on 2022-07-11

Versions