Perbaikan Standar Usaha Restoran Dengan Pendekatan Analytical Hierarchy Process Dan Techique For Others Reference By Similarity To Ideal Solution Sesuai Peraturan Menparekraf Dalam Penerbitan Sertifikasi

Penulis

  • FINTAN CHOERUDIN Institut Teknologi Nasional Bandung
  • WINARNO SUGENG Institut Teknologi Nasional Bandung

Kata Kunci:

Decision Supporting System, Analytical Hierarchy Process, Technique for other reference by similarity to ideal positif

Abstrak

ABSTRAK
Sejak februari 2020 Pandemi COVID-19 telah menghantam industri pariwisata dan ekonomi kreatif di indonesia. Tidak main-main, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke indonesia mengalami penurunan yang sangat drastis Berbagai upaya dilakukan untuk menyelamatkan pariwisata indonesia. Kunci utama bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat bertahan di tengah pandemi adalah memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik, perlu adanya strategi bisnis yang harus dilakukan oleh manajemen restoran, salah satunya adalah menyediakan fasilitas dan pelayanan yang diinginkan oleh tamu. Pemerintah dalam hal ini kementerian pariwisata telah menyusun standar usaha restoran. Berdasarkan Permenparekraf No.11 tahun 2014 dinyatakan bahwa setiap usaha restoran wajib memiliki standar usaha restoran. Adapun standar usaha restoran menurut regulasi peraturan menteri pariwisata dan ekonomi kreatif nomor 11 tahun 2014 pasal 4 bahwa standar usaha restoran mampu memenuhi penggolongan restoran bintang dan non bintang. Oleh karena itu metode Analytical Hierarchy Process dan Techique for other reference by similarity to ideal positif diterapkan untuk menggolongan kelas usaha restoran berdasarkan nilai kriteria yang merujuk pada PERMENPAREKRAF , Metode AHP digunakan untuk pembobotan secara otomatis dan mendapatkan bobot prioritas antar kriteria yang digunakan, untuk meminimalisir terjadinya pembobotan secara subyektif. Sedangkan metode TOPSIS digunakan untuk melakukan perangkingan kategori bintang.

ABSTRACT
Since February 2020, the COVID-19 pandemic has hit the tourism industry and the creative economy in Indonesia. No kidding, the number of foreign tourists entering Indonesia has decreased drastically. Various efforts have been made to save Indonesian tourism. The main key for tourism and creative economy actors in order to survive in the midst of a pandemic is to have good adaptability, innovation, and collaboration, there needs to be a business strategy that must be carried out by restaurant management, one of which is providing facilities and services desired by guests. The government, in this case the ministry of tourism, has developed restaurant business standards. Based on Permenparekraf No. 11 of 2014 it is stated that every restaurant business must have restaurant business standards. The restaurant business standards according to the regulation of the minister of tourism and creative economy regulation number 11 of 2014 article 4 that restaurant business standards are able to meet the classification of star and non-star restaurants. Therefore, the Analytical Hierarchy Process and Techique for other reference by similarity to positive ideal methods are applied to classify restaurant business classes based on the criteria values that refer to PERMENPAREKRAF, the AHP method is used for weighting automatically and getting priority weights between the criteria used, to minimize the occurrence subjective weighting. While the TOPSIS method is used to rank star categories.

Diterbitkan

2023-02-23