ANALISIS PERBEDAAN SINYAL EOG BERDASARKAN PELETAKAN ELEKTRODA REFERENSI

Authors

  • SINDI SEPTIANI Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional Bandung
  • HENDI HANDIAN RACHMAT Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional Bandung

Keywords:

EOG, gerakan mata, elektroda, referensi, selisih puncak dan Lembah, eye movements, difference of peak and gap

Abstract

ABSTRAK
Electrooculography (EOG) adalah suatu teknik atau metode yang didasarkan pada pengamatan dan pengukuran potensial akibat gerakan mata. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan dan analisis pengaruh dari dua posisi elektroda referensi yang berbeda relatif terhadap kualitas sinyal EOG. Kedua posisi tersebut diletakkan di bagian belakang daun telinga dan di bagian leher. Pembacaan sinyal EOG dilakukan dengan menggunakan tiga buah disposable surface electrode serta diolah menggunakan modul AD8232 yang bekerja sebagai BPF dengan range frekuensi 0,5 ˗ 40 Hz dan penguatan sebesar 1100 kali. Naracoba melakukan 6 gerakan mata: mata diam terbuka, melihat ke kanan, ke kiri, ke atas, ke bawah, dan mengedip. Didapatkan bahwa sinyal EOG dengan peletakan elektroda referensi pada leher memiliki kualitas yang lebih baik daripada peletakan elektroda referensi pada leher karena memiliki nilai selisih ADC antara puncak dan lembah yang lebih besar pada semua gerakan mata.

ABSTRACT
Electrooculography (EOG) is a method to observe and measure electrical potential caused by movements of the eyes. This study aims to compare and analyze the effect of two different positions of a reference electrode relative to the quality of the EOG signals. The positions are on the rear of the earlobe and the neck. EOG signals were read by three disposable surface electrodes and processed by the AD8232 module that worked as BPF with frequency range 0,5 - 40 Hz and 1100 gain. A subject was doing six kinds of eye movements: eyes opened, looking right, left, up, down, and blinking. The data shows that EOG signals had better quality when the reference electrode was placed on the neck than on the back of the earlobe because it has a higher ADC difference of peak and gap in all kinds of eye movements.

Published

2022-06-14 — Updated on 2022-07-06

Versions