Analisis Efisiensi Pembangkitan Daya Listrik Modul Surya terhadap Penyinaran Matahari Menggunakan Solar Power Meter

Authors

  • Muhammad Syah Putra Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional Bandung
  • WALUYO Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional Bandung

Keywords:

Efisiensi, Energi Matahari, pembangkit listrik, Panel Surya, Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Power Plant, Solar Panel, Solar Energy and Solar Power Generation

Abstract

ABSTRAK
Setiap pembangkit listrik memiliki tingkat efisiensi yang berbeda. Efisiensi merupakan suatu perbandingan dimana keluaran output yang di hasilkan dari masukan input. Merujuk pada peraturan mentri ESDM dan persyaratan pengadaan barang yang lazim dilakui oleh pemerintah, standar efisiensi yang sering digunakan pada panel surya 200 Wp yang memiliki efisiensi 16% dan panel surya 20 Wp yang memiliki efisiensi minimal 12%. Pada hasil pengambilan data yang telah di lakukan terlihat bahwa maksimal pengukuran solar power meter 1241 (watt/m2) dan hasil minimum nya 51,1 (watt/m2) yang di karnakan cuaca yang tidak menentu dan tingkat kecerahan pada matahari terhalang atau tidak nya oleh awan.

ABSTRACT
Every power plant has a different level of efficiency. Efficiency is a comparison where the outputis generated from the input. Referring to the regulation of the Minister of Energy and Mineral Resources and the requirements for procurement of goods commonly recognized by the government, the efficiency standards that are often used are 200 Wp solar panels which have 16% efficiency and 20 Wp solar panels which have an efficiency of at least 12%. In the results of data collection that has been done, it can be seen that the maximum measurement of the solar power meter is 1241 (watts / m2) and the minimum result is 51.1 (watts / m2) which is due to erratic weather and the brightness level of the sun is blocked or not by cloud.

Published

2022-06-14 — Updated on 2022-07-06

Versions