Pengaruh Variasi Gradasi Bercelah Terhadap Kuat Tekan Beton SCC
Keywords:
Self Compacting Concrete, modulus kehalusan pasir, kuat tekan, Gradasi BercelahAbstract
Self Compacting Concrete (SCC) merupakan beton yang mampu mengalir dan memadat sendiri tanpa memerlukan proses pemadatan. Kinerja SCC sangat dipengaruhi oleh karakteristik agregat halus, di mana Modulus Kehalusan (Fineness Modulus) sering dijadikan parameter utama. Namun, nilai FM saja belum tentu menggambarkan distribusi ukuran butiran yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi gradasi agregat halus (bercelah) terhadap sifat beton segar (workability). Metode penelitian yang digunakan bersifat eksperimental dengan variasi gradasi agregat halus (bercelah) yang disusun berdasarkan pengendalian nilai modulus kehalusan (FM). Mix design menggunakan metode kombinasi Okamura dan SNI 03-2834-2000 dengan faktor air semen (FAS) 0,32, serta dilakukan pengujian kuat tekan pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton SCC dengan gradasi variasi 1, 2, dan 3 masing-masing sebesar 44,63 MPa, 40,70 MPa, dan 49,60 MPa. Variasi gradasi bercelah 3 menghasilkan kuat tekan tertinggi karena susunan butiran yang lebih seimbang mampu meningkatkan kepadatan dan interlocking agregat. Perbedaan nilai kuat tekan tersebut menunjukkan bahwa gradasi agregat halus dengan distribusi ukuran butir yang lebih lengkap mampu mengurangi rongga pori dan meningkatkan interlocking antar butiran, sehingga menghasilkan kuat tekan beton SCC yang lebih tinggi meskipun memiliki nilai FM yang sama.