Analisis Spasial Potensi Banjir Rob Di Wilayah Pesisir Kabupaten Cirebon

Authors

  • HELMI NURHUDAYA Institut Teknologi Nasional Bandung
  • THONAS INDRA MARYANTO Institut Teknologi Nasional Bandung

Keywords:

Potensi Banjir Rob, Overlay Union, Pembobotan AHP, GIS

Abstract

Banjir rob merupakan bencana akibat meluapnya air laut ke daratan saat pasang tinggi, terutama di wilayah pesisir dengan topografi datar. Kabupaten Cirebon termasuk kawasan rawan karena memiliki ketinggian lahan rendah dan berada dekat garis pantai. Kajian ini bertujuan memetakan zona potensi banjir rob di pesisir Kabupaten Cirebon menggunakan metode skoring, pembobotan dengan
Analytical Hierarchy Process (AHP), dan analisis spasial berbasis overlay union. Parameter yang dianalisis meliputi ketinggian lahan, kemiringan lahan, jarak garis pantai, jarak sungai, tutupan lahan, dan curah hujan, dengan sumber data DEMNAS, RBI, CHIRPS, serta pasang surut. Analisis menunjukkan ketinggian lahan memiliki bobot tertinggi (0,3237), diikuti jarak garis pantai (0,2233),
sedangkan curah hujan bobot terendah (0,0518). Zona potensi sangat tinggi mencakup ±31,36 km², kategori tinggi 58,58 km², sedang 94,43 km², rendah 735,54 km², dan sangat rendah 158,19 km². Kecamatan Losari dan Kapetakan menempati posisi dengan potensi rob tertinggi, sedangkan Mundu didominasi oleh kategori rendah. Peta zonasi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar mitigasi dan adaptasi bencana di wilayah pesisir Kabupaten Cirebon.

Downloads

Published

2026-08-07

Issue

Section

Prosiding FTSP Series 11