Evaluasi Kinerja Kawasan Terminal Leuwi Panjang Menggunakan Node-Place Model
Keywords:
Node-Place Model, Terminal Leuwi Panjang, Konektivitas Transportasi, Keberagaman Fungsi, Kinerja Kawasan TransitAbstract
Terminal Leuwi Panjang merupakan simpul transportasi strategis di Kota Bandung, namun perkembangan kawasan sekitarnya belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keseimbangan antara fungsi transportasi (Node) dan intensitas aktivitas (Place)
menggunakan Node-Place Model. Metode yang digunakan adalah campuran (mixedmethods) dengan teknik buffering radius 800 meter. Hasil analisis menunjukkan nilai agregasi dimensi Node sebesar 0,75 (High Node) dan dimensi Place sebesar 0,404 (Low
Place). Berdasarkan matriks Bertolini, kawasan Terminal Leuwi Panjang terklasifikasi sebagai Unbalanced Node, yang mengindikasikan adanya kapasitas transportasi yang besar namun
tidak diimbangi dengan intensitas kegiatan perkotaan yang memadai . Kondisi ini disebabkan oleh dominasi penggunaan lahan hunian horizontal dan pemanfaatan ruang vertikal yang minim. Rekomendasi utama meliputi densifikasi hunian vertikal dan pengembangan fungsi mixed-use untuk mencapai keseimbangan kawasan.