Penilaian Indeks Risiko Sanitasi Menggunakan Kuesioner EHRA (Environmental Health Risk Assessment) di Kelurahan Rancabolang Bandung
Keywords:
indeks risiko sanitasi, ehra, air limbah domestik, sanitasi lingkungan, ancabolangAbstract
Kondisi sanitasi lingkungan yang belum merata dapat meningkatkan risiko kesehatan masyarakat dan
pencemaran lingkungan, terutama di wilayah perkotaan dengan karakteristik permukiman yang beragam.
Kelurahan Rancabolang merupakan salah satu wilayah di Kota Bandung yang termasuk dalam area berisiko
sanitasi tinggi berdasarkan Strategi Sanitasi Kota Bandung Tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk
menilai tingkat risiko sanitasi lingkungan dan mengidentifikasi aspek sanitasi yang paling berisiko di
Kelurahan Rancabolang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui
wawancara terstruktur menggunakan kuesioner Environmental Health Risk Assessment (EHRA). Jumlah
responden sebanyak 92 kepala keluarga yang ditentukan menggunakan metode Slovin dan didistribusikan
secara proporsional pada setiap RW dengan teknik stratified random sampling. Penilaian risiko dilakukan
dengan menghitung Indeks Risiko Sanitasi (IRS) yang mencakup aspek sumber air, air limbah domestik,
persampahan, genangan, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
air limbah domestik merupakan aspek dengan risiko tertinggi dengan nilai IRS sebesar 230, yang
dipengaruhi oleh 100% tangki septik berisiko tidak aman, 83% pembuangan tinja tidak memenuhi
ketentuan, serta 100% pembuangan greywater langsung ke saluran drainase.