PENGARUH PENUTUPAN LAHAN TERHADAP HIDROGRAF BANJIR DENGAN METODE SCS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM HULU
Keywords:
Hidrograf Banjir, Penutupan Lahan, Metode SCS, Debit Puncak, DAS Hulu CitarumAbstract
Penelitian ini menganalisis dampak perubahan penutupan lahan terhadap karakteristik hidrograf banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Hulu Citarum. Metode Soil Conservation Service (SCS) diterapkan dengan memanfaatkan data spasial dari ArcGIS untuk memodelkan limpasan permukaan. Karakteristik fisik DAS menunjukkan respons hidrologi yang cepat, dengan luas 782 km² dan waktu konsentrasi (Tc) 2,35 jam. Analisis menunjukkan bahwa perubahan penutupan lahan antara tahun 2009 dan 2019 menyebabkan peningkatan nilai Curve Number (CN) dari 61,26 menjadi 61,85, yang mengindikasikan penurunan kemampuan infiltrasi tanah. Peningkatan CN ini secara langsung berkorelasi dengan kenaikan debit puncak banjir (Qp). Untuk periode ulang 10 tahun, Qp meningkat dari 330,58 m³/s (2009) menjadi 360,38 m³/s (2019). Sementara untuk periode ulang 25 tahun, Qp juga meningkat dari 530,78 m³/s menjadi 550,81 m³/s. Disimpulkan bahwa perubahan penutupan lahan di DAS Hulu Citarum memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan risiko banjir melalui percepatan respons hidrologi dan pembesaran debit puncak. Kata kunci: Hidrograf Banjir, Penutupan Lahan , Metode SCS , Debit Puncak , DAS Hulu Citarum