Kajian Kolam Pelabuhan Pengumpan Lokal Berbasis Batimetri Di Pelabuhan Pas Ipa Maluku Utara

Authors

  • RIZKY RAMADHAN E rizky.ramadhan.eryana@gmail.com
  • DIAN NOOR HANDIANI Program Studi Teknik Geodesi, Institut Teknologi Nasional, Bandung, Indonesia

Keywords:

batimetri, LWS, keselamatan pelayaran, pelabuhan pengumpan lokal

Abstract

Kedalaman kolam pelabuhan merupakan parameter kunci keselamatan dan kontinuitas operasi tambat. Penelitian ini menganalisis kedalaman kolam pelabuhan berdasarkan hasil survei batimetri di Pelabuhan Pas Ipa (Mangoli Barat, Kepulauan Sula). Pelabuhan tersebut ditetapkan sebagai pelabuhan pengumpan lokal dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN). Hasil menunjukkan kedalaman eksisting 2,2–4,2 m (LWS/ Lowest Water Spring) dengan rerata sekitar 3,3 m (LWS). Jika dibandingkan dengan kebutuhan keselamatan untuk kapal acuan draft ±4,0 m, kedalaman minimal ideal 4,4 m (LWS) (draft + clearance 10%) (Maryam dkk., 2019; International Hydrographic Organization, 2020). Dari sisi regulatif, KP 432/2017 menetapkan batas kedalaman maksimal pengerukan untuk pengumpan lokal 5,0 m (LWS); kondisi eksisting berada di bawah batas tersebut (Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, 2017). Temuan ini mengindikasikan kebutuhan pengerukan menuju ≥4,4 m (LWS) (ideal keselamatan) dan ≤5,0 m (LWS). Hasil ini dapat membantu mengelola kolam pelabuhan, sehingga keamanan kapal berlabuh dapat terjaga. Kata kunci: batimetri, LWS, keselamatan pelayaran, pelabuhan pengumpan lokal.

Downloads

Published

2026-09-08