PEMETAAN BATIMETRI DI PANTAI BARAT PANGANDARAN MENGGUNAKAN SINGLE-BEAM ECHOSOUNDER DAN GNSS RTK

Authors

  • IKHSAN NUR FAZAR KUNDRANI Mahasiswa, Program Studi Teknik Sipil (Institut Teknologi Nasional Bandung)
  • YESSI NIRWANA KURNIADI Dosen, Program Studi Teknik Sipil (Institut Teknologi Nasional Bandung)

Keywords:

batimetri, morfologi, rip current, single-beam echosounder, GNSS RTK

Abstract

Berdasarkan Balawista pada Pos 3 dan Pos 5 Pantai Barat Pangandaran termasuk zona bahaya yang dilarang untuk melakukan aktivitas berenang karena kerap terjadi kecelakaan laut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan batimetri menggunakan singlebeam echosounder yang dilengkapi dengan GNSS RTK untuk mengetahui bagaimana karakteristik batimetri yang ada di area Pos 3 dan Pos 5 Pantai Barat Pangandaran. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, kedalaman pada area Pos 3 dan Pos 5 yang terdalam sebesar -12 meter dengan kemiringan pada area Pos 3 landai (2,78%) dan pada area Pos 5 kemiringan beragam di mulai dari rata (1,358%) menuju miring (7,631%) dan dilanjut dengan landai (2,719%). Terdapat morfologi dasar Iaut seperti cekungan dan sand-bar dikedua pos, dengan adanya perbedaan kontur batimetri dikedua pos tersebut titik gelombang pecah yang terjadi berbeda. Ketika aIiran air mengaIir dari elevasi tinggi menuju elevasi rendah, aliran yang terjadi dapat menyebabkan arus berbahaya seperti rip current.

Downloads

Published

2026-09-08