Pemetaan Spasial Tindak Kriminalitas dan Faktor Sosial Ekonomi di Jawa Barat Tahun 2024 dengan Pendekatan Moran’s I dan LISA

Authors

  • LISMA HERMAWANTI Program Studi Teknik Geodesi, Institut Teknologi Nasional, Bandung
  • DEWI KANIA SARI Program Studi Teknik Geodesi, Institut Teknologi Nasional, Bandung

Keywords:

LISMA HERMAWANTI, DEWI KANIA SARI

Abstract

Provinsi Jawa Barat dengan populasi lebih dari 50 juta jiwa menghadapi dinamika sosial ekonomi yang kompleks, seperti kepadatan penduduk, kemiskinan, pengangguran terbuka, dan indeks pembangunan manusia, yang berpotensi memengaruhi tingkat kriminalitas. Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Nasional tahun 2024, tercatat 43.616 kasus dengan tingkat kejahatan 86,63 per 100.000 penduduk. Penelitian ini menerapkan Exploratory Spatial Data Analysis (ESDA) dengan pendekatan Global Moran’s I dan Local Indicator of Spatial Association (LISA) untuk menganalisis pola spasial kriminalitas di 27 kabupaten/kota Jawa Barat. Hasil menunjukkan wilayah perkotaan cenderung memiliki tingkat kriminalitas tinggi hingga sangat tinggi, dengan Kota Sukabumi mencatat angka tertinggi (266,04 per 100.000 penduduk), sedangkan kabupaten relatif rendah hingga sangat rendah, dengan Kabupaten Tasikmalaya terendah (12,7 per 100.000 penduduk). Analisis autokorelasi spasial mengindikasikan pola sebaran acak dengan beberapa klaster lemah. Temuan ini memberikan dasar penting bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk merumuskan strategi pencegahan kriminalitas yang lebih terarah pada wilayah perkotaan dan daerah rawan.

Downloads

Published

2026-09-08