PENGGUNAAN BIOKOAGULAN CANGKANG TELUR AYAM (GALLUS DOMESTICUS)DALAM MENGATASI PENCEMARAN AIR : REVIEW
Keywords:
koagulasi-flokulasi, biokoagulan, cangkang telur ayam (Gallus domesticus), kekeruhan, TSS, TDS, logam berat, senyawa organikAbstract
Koagulasi-flokulasi merupakan metode yang umum digunakan dalam pengolahan air untuk mengurangi kekeruhan, TSS, dan TDS. Penggunaan koagulan kimia seperti Polyaluminium Chloride (PAC) dinilai efektif, namun dapat menimbulkan residu logam yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur mengenai pemanfaatan biokoagulan dari cangkang telur ayam ras (Gallus domesticus) sebagai alternatif
alami yang lebih ramah lingkungan. Fokus utama pembahasan mencakup efektivitas biokoagulan ini dalam menyisihkan turbiditas, total suspended solids (TSS), dan total dissolved solids (TDS).
Cangkang telur ayam mengandung lebih dari 90% kalsium karbonat (CaCO₃) serta memiliki struktur mikropori yang memungkinkan interaksi efektif dengan partikel koloid. Literatur dari tahun 2008 hingga 2023 menunjukkan bahwa biokoagulan ini mampu menurunkan turbiditas hingga >90%, TSS >80%, serta TDS dalam tingkat bervariasi. Selain itu, beberapa studi juga mencatat Logam berat (Fe, Pb, Cr, Zn, Mn) dan senyawa Organik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa cangkang telur ayam memiliki potensi besar sebagai koagulan alternatif yang efektif dan ekonomis, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk standarisasi proses aktivasi dan aplikasi skala luas.