Analisis Risiko Sub Sistem Intake Pada Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM)
Keywords:
air baku, kualitas air, status mutu, RPAM, analisis risiko, intakeAbstract
Air baku sungai merupakan sumber utama dalam penyediaan air minum, sehingga kualitas dan kuantitasnya sangat menentukan keberlanjutan pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) dengan fokus pada subsistem intake sebagai titik awal pengambilan air. Tahapan penelitian meliputi gambaran sistem penyediaan air, identifikasi bahaya dan analisis risiko, evaluasi tindakan pengendalian, penyusunan rencana perbaikan, serta monitoring operasional. Metode yang digunakan mencakup analisis kuantitas (debit dan tinggi muka air), kualitas air (parameter fisik, kimia, dan biologi), penentuan status mutu air dengan metode Indeks Pencemaran, serta penilaian risiko menggunakan matriks peluang dan dampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa parameter kualitas air melebihi baku mutu, status mutu air sungai berada pada kategori tercemar ringan hingga sedang, dan sejumlah potensi bahaya memiliki tingkat risiko tinggi apabila tidak dilakukan pengendalian. Rekomendasi yang disusun meliputi perbaikan sistem penyaringan, peningkatan frekuensi pemeliharaan, pengawasan sumber pencemar, serta optimalisasi monitoring kualitas air secara real-time.