PERBANDINGAN NILAI INDEKS KONDISI PERKERASAN KAKU MENGGUNAKAN METODE APLIKASI SURVEI KONDISI PERKERASAN JALAN (SKPJ) DAN METODE KONVENSIONAL

Authors

  • NAUFAL FARRAS Mahasiswa, Program Studi Teknik Sipil (Institut Teknologi Nasional Bandung)
  • RANNA KURNIA Dosen, Program Studi Teknik Sipil (Institut Teknologi Nasional Bandung)

Keywords:

Kerusakan Jalan, IKP, Konvensional, SKPJ, Pemeliharaan Jalan

Abstract

Kerusakan jalan di Indonesia menimbulkan kerugian ekonomi dan masalah keselamatan, sehingga memerlukan metode pemeliharaan efektif, salah satunya melalui Indeks Kondisi Perkerasan (IKP). IKP memiliki rentang nilai 0 hingga 100, di mana 100 adalah kondisi terbaik. Penelitian ini membandingkan akurasi dan efisiensi metode pengamatan konvensional dengan aplikasi Survei Kondisi Perkerasan Jalan (SKPJ), dengan fokus pada nilai IKP jalan Ibrahim Ajie. Hasilnya menunjukkan perbedaan penilaian antara kedua metode. Aplikasi SKPJ memberikan nilai IKP ratarata 70, mengklasifikasikan kondisi jalan sebagai "Baik" dan merekomendasikan pemeliharaan berkala. Sebaliknya, metode konvensional menghasilkan IKP rata-rata 68, yang dikategorikan "Sedang" dan membutuhkan peningkatan struktural. Meskipun terdapat perbedaan penanganan yang direkomendasikan, dapat disimpulkan bahwa aplikasi SKPJ menawarkan cara yang cepat dan mudah untuk melakukan penilaian, dengan hasil IKP yang tidak jauh berbeda dari metode konvensional. Kesimpulannya, Jalan Ibrahim Ajie memerlukan pemeliharaan berkala dan peningkatan struktural di beberapa titik.

Downloads

Published

2026-09-08