ANALISIS KINERJA LALU LINTAS PADA KAKI FLYOVER JALAN SUPRATMAN – JALAN JAKARTA DENGAN METODE GELOMBANG KEJUT

Authors

  • DWINA SHAFA APSARI Mahasiswa, Institut Teknologi Nasional Bandung, Bandung
  • SOFYAN TRIANA Dosen, Institut Teknologi Nasional Bandung, Bandung

Keywords:

Gelombang Kejut, Flyover, Penyempitan Jalan

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan mobilitas tinggi di Kota Bandung meningkatkan volume lalu lintas, menyebabkan kemacetan, terutama di kaki flyover Jalan Supratman – Jalan Jakarta yang memiliki simpang tanpa sinyal dan penyempitan menjadi satu lajur. Penelitian ini menganalisis kinerja lalu lintas pada titik penyempitan menggunakan model Greenshields dan metode gelombang kejut (shockwave), dengan data volume, kecepatan, dan geometrik jalan pada waktu non-sibuk (11.00–13.00 WIB) dan waktu sibuk (17.00–19.00 WIB). Hasil menunjukkan kapasitas segmen dua lajur (1.758,63 smp/jam) lebih besar dari segmen satu lajur (1.669,03 smp/jam), memicu terbentuknya gelombang kejut mundur bentukan (−0,979 km/jam), mundur pemulihan (−5,31 km/jam), dan maju bentukan (4,91 km/jam). Semakin tinggi arus lalu lintas, antrean semakin panjang dan waktu pemulihan lebih lama; misalnya arus 1.697,70 smp/jam menghasilkan antrean 100,06 m dengan pemulihan 6,13 menit, sedangkan arus 1.750 smp/jam menghasilkan antrean 557,26 m dengan pemulihan 11,30 menit.

Downloads

Published

2026-09-08