Sisa Klor Pada Jaringan Distribusi Air Minum

Authors

  • AMALIA NURAINI Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional, Bandung
  • MOHAMAD RANGGA SURURI Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional, Bandung

Keywords:

sisa klor, jaringan distribusi, air minum

Abstract

Ketersediaan air minum yang aman merupakan bagian dari target Sustainable Development Goals (SDGs) 6.1, sehingga kualitas air minum harus dijaga secara konsisten. Salah satu metode pengolahan yang umum digunakan adalah klorinasi, yang berfungsi membunuh mikroorganisme patogen. Namun, keberadaan sisa klor dalam jaringan distribusi air minum perlu diperhatikan karena konsentrasinya dapat menurun akibat reaksi dengan senyawa dalam air maupun kondisi jaringan perpipaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi konsentrasi sisa klor serta dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sisa klor dipengaruhi oleh jarak distribusi, dosis dan lokasi injeksi klor, pH air, serta kondisi kebocoran pipa. Konsentrasi sisa klor yang terlalu rendah (<0,2 mg/L) menurunkan efektivitas desinfeksi, sedangkan konsentrasi tinggi (>0,5 mg/L) berisiko menimbulkan gangguan kesehatan dan pembentukan produk samping berbahaya. Oleh karena itu, pengaturan sisa klor dalam batas aman (0,2–0,5 mg/L) menjadi krusial untuk menjamin keamanan air minum serta keberlanjutan lingkungan

Downloads

Published

2026-09-08