Perancangan Evaporator Shell And Tube untuk Pemulihan Limbah Stabilizer Thermal sebagai Upaya untuk Mendukung Pengelolaan Limbah Berkelanjutan
Keywords:
evaporator shell and tube, pemulihan sumber daya, pengelolaan limbah, stabilizer thermalAbstract
Pengelolaan limbah industri yang mengandung senyawa kimia berbahaya tetapi bernilai ekonomis, seperti limbah stabilizer thermal, merupakan tantangan penting dalam upaya mewujudkan industri berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem evaporator tipe shell and tube sebagai solusi teknologi untuk pemulihan air dan NH4Cl dari limbah stabilizer thermal. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dimana dilakukan pengumpulan data primer dan sekunder terkait karakteristik fisik dan kimia limbah, perhitungan kebutuhan energi, serta dimensi unit evaporator menggunakan rumus-rumus perpindahan panas dan neraca massa. Hasil perancangan menunjukkan bahwa evaporator tipe shell and tube membutuhkan laju perpindahan kalor sebesar 14.799.823 watt untuk dapat memisahkan air dan NH4Cl dari air limbah melalui proses pemanasan, sehingga menghasilkan produk yang dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali. Luas perpindahan panasnya yaitu sebesar 130 m2 dan diperoleh jumlah tube yang dibutuhkan adalah 227 buah untuk diameter tube 0,0381 dan panjang 6 m dan diameter shell 0.85 m. Teknologi ini tidak hanya mengurangi volume limbah berbahaya yang harus dibuang, tetapi juga mendukung prinsip pemulihan sumber daya dan efisiensi energi dalam pengelolaan limbah industri. Dengan demikian, penerapan evaporator ini berpotensi memberikan dampak positif baik secara lingkungan maupun ekonomi.