Pengaruh Ukuran Maksimum Kerikil Pada Campuran Beton Memadat Mandiri (Self Compacting Concrete)

Authors

  • MUHAMMAD SABRI HUDA Mahasiswa, Program Studi Teknik Sipil (Institut Teknologi Nasional Bandung)
  • BERNARDINUS HERBUDIMAN Dosen, Program Studi Teknik Sipil (Institut Teknologi Nasional Bandung)

Keywords:

self compacting concrete, kerikil, fly ash, slump flow, kuat tekan

Abstract

Kualitas self compacting concrete dipengaruhi oleh bahan penyusunnya salah satunya yaitu agregat kasar. Ukuran maksimum agregat kasar berpengaruh terhadap workabilitas dan kuat tekan beton. Pembuatan self compacting concrete dalam penelitian ini menggunakan agregat kasar jenis kerikil. Perancangan beton menggunakan gabungan SNI 03-2834 2000 dan simple mix design Okamura. Parameter yang ditetapkan ukuran maksimum agregat kasar sebesar 10 mm dan 20 mm, jumlah agregat kasar sebesar 50% volume padat, jumlah agregat halus 40% volume mortar, fly ash 20% dari total powder, kadar superplasticizer 1,8% dari total powder serta faktor air semen sebesar 0,28. Hasil pengujian yang telah dilakukan sebagai berikut. Nilai slump flow didapat dengan diameter 590 mm dicapai oleh beton dengan penggunaan kerikil ukuran maksimum 10 mm dan 550 mm penggunaan kerikil ukuran maksimum 20 mm. kuat tekan yang didapat sebesar 52,06 MPa dengan penggunaan kerikil maksimum 10 mm dan 63,04 MPa dengan penggunaan kerikil ukuran maksimum 20 mm.

Downloads

Published

2026-09-08