Kajian Spasial Daerah Rawan Longsor Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Majalengka (Studi Kasus: Kecamatan Argapura dan Kecamatan Maja)

Authors

  • APRILANA Institut Teknologi Nasional Bandung
  • ANGGARA P. SUKMA Institut Teknologi Nasional Bandung

Keywords:

Kabupaten Majalengka, Argapura, Maja, Longsor, Sistem Informasi Geografis

Abstract

Berdasarkan (RPIJM Kab.Majalengka, 2015) kondisi topografi Kabupaten Majalengka dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) bagian yaitu landai (dataran rendah), berbukit bergelombang, serta perbukitan terjal. Karena letaknya yang berada pada perbukitan terjal wilayah ini sering terkena bencana tanah longsor. Berdasarkan pemberitaan Times Indonesia tangggal 14 Februari 2021, telah terjadi 14 kejadian longsor pada awal tahun 2021 di 14 desa yang berada di 6 kecamatan dan Kecamatan Argapura dan Maja merupakan Kecamatan yang paling sering terdampak bencana tanah longsor. Dalam penelitian longsor di Kabupaten Majalengka oleh Iwan G. Tejakusuma dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan akibat aktivitas manusia menjadi salah satu faktor penting dalam terjadinya longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebaran daerah rawan longsor menggunakan sistem informasi geografis di Kecamatan Argapura dan Maja. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, penggunaan lahan, kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah dan jenis batuan. Metode yang digunakan yaitu metode overlay dan pembobotan yang mengacu pada Puslittanak 2004. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 4 kondisi area rawan longsor yaitu sangat rendah dengan luas 112.81 Ha, kondisi rendah dengan luas 1551.22 Ha, kondisi sedang dengan luas 7706.98 Ha, dan kondisi tinggi dengan luas 4548.99 Ha.

Downloads

Published

2022-03-14

Issue

Section

Prosiding FTSP Series 3