FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN LOKASI USAHA PEDAGANG KAKI LIMA STUDI KASUS: SWK CIBEUNYING

Authors

  • ISRO SAPUTRA SAPUTRA Institut Teknologi Nasional Bandung
  • DWICKY SATRIO ADJI Institut Teknologi Nasional Bandung

Keywords:

PKL, Faktor, Lokasi Usaha, Sektor Informal

Abstract

Fenomena keberadaan pedagang kaki lima (PKL) merupakan hal yang lazim di kota-kota besar yang ada di Indonesia. Fenomena tersebut terjadi tak terkecuali di Kota Bandung. Pedagang kaki lima yang termasuk ke dalam sektor informal muncul ke permukaan karena sektor formal tidak memberikan ruang lingkup yang cukup sehingga kegiatan ekonomi berlangsung di luar sektor yang terorganisir. Keberadaan PKL memiliki beberapa dampak positif bagi masyarakat perkotaan, seperti menyerap tenaga kerja dan menyediakan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Dibalik adanya dampak positif dari keberadaan PKL, seperti menyerap tenaga kerja, keberadaan PKL juga kerap menimbulkan berbagai masalah, seperti konflik ruang dan menimbulkan kesan kumuh. Berdasarkan hal tersebut, maka studi ini disusun untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi usaha bagi pedagang kaki lima di SWK Cibeunying. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data primer menggunakan kuesioner. Metode analisis yang dilakukan antara lain tabel distribusi frekuensi, uji chi-square, dan regresi logistik multinomial. Hasil pada uji chi-square, variabel cara berdagang, sarana berdagang, jenis dagangan, waktu berdagang, tingkat pendidikan, tingkat usia, daerah asal, dan tingkat modal memiliki hubungan dengan karakteristik pemilihan lokasi usaha. Sementara hasil analisis regresi logistik multinomial, tingkat kemudahan mengakses air dan tingkat keramaian memiliki pengaruh signifikan terkait pemilihan lokasi usaha PKL.

Downloads

Published

2022-03-14

Issue

Section

Prosiding FTSP Series 3