ANALISA KEGAGALAN TURBIN BLADE L-2 LP2 PLTU BATUBARA KAPASITAS 600 MW

Authors

  • Asep Hidayat Teknik Mesin, Institut Teknologi Nasional Bandung
  • Meilinda Nurbanasari Teknik Mesin, Institut Teknologi Nasional Bandung

Keywords:

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), turbin uap, sudu turbin, shroud, tenon, beachmarks, L-2 LP2, Steam Power Plant (PLTU), steam turbine, turbine blades

Abstract

ABSTRAK
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah salah satu jenis pembangkit listrik yang menghasilkan daya listrik terbesar di Indonesia. Pada tahun 2021 salah satu turbin uap mengalami kegagalan pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 600 MW yang telah effektif beroperasi selama 24 tahun lebih. Dari hasil inspeksi secara visual ditemukan sudu turbin stage 5 mengalami kegagalan dan kerusakan pada bagian tenon dan shroud, maka perlu di lakukan analisa untuk menentukan penyebab dan mekanisme kegagalan yang terjadi pada tenon dan shroud. Tahapan Analisa yang dilakukan meliputi inspeksi visual pada bagian tenon kemudian dilakuakan verifikasi material dengan cara melakukan pengujian koposisi kimia, analisa struktur mikro dan uji kekerasan vikers. Setelah dilakukan verifikasi material di lanjutkan dengan pengujian fraktografi berupa mikroskop optik dan SEM EDS untuk mengetahu penyebab dan mekanisme kegagalan nya. Hasil Pemeriksaan pada tenon sudu turbin uap dinyatakan mengalami kegagalan akibat patah fatigue dengan temuan berupa beachmarks pada area permukaan patahan.

ABSTRACT
Steam Power Plant (PLTU) is one type of power plant that produces the largest electrical power in Indonesia. In 2021, one of the steam turbines failed in the Steam Power Plant (PLTU) system with a capacity of 600 MW which has been operating effectively for more than 24 years. From the results of a visual inspection, it was found that the stage 5 turbine blade failed and damaged the tenon and shroud, it is necessary to do an analysis to determine the cause and mechanism of failure that occurred in the tenon and shroud. Stages of analysis carried out include visual inspection of the tenon section and then material verification by testing chemical composition, microstructure analysis and Vikers hardness test. After verifying the material, it is continued with fractographic testing in the form of optical mics and SEM EDS to find out the cause and mechanism of the failure. The results of the inspection on the tenon of the steam turbine blade were declared to have failed due to fatigue fracture with findings in the form of beachmarks on the fault surface area.

Published

2022-06-21 — Updated on 2022-07-06

Versions