USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN NEW FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN FAULT TREE ANALYSIS

Authors

  • Rifky Fitrayuda Teknik Industri, Institut Teknologi Nasional Bandung
  • Yanti Helianty Teknik Industri, Institut Teknologi Nasional Bandung

Keywords:

Kualitas produk, FMEA, FTA, Produk cacat, Quality Product, Defect Product

Abstract

ABSTRAK
PT. Progressio Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi pakaian dan mebel. Pada saat ini perusahaan mengalami kendala dikarenakan produk yang diproduksi setiap bulannya selalu mengalami kecacatan yang melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 1 produk (1,67%) dari total produksi kursi sofa. Perusahaan perlu meminimasi terjadinya kecacatan sehingga dapat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan metode FTA (Fault Tree Analysis) untuk meminimasi terjadinya kecacatan. Ukuran kayu tidak sesuai merupakan nilai RPN tertinggi dan termasuk klasifikasi high pada saat menentukan menggunakan AP dimana penyebab dasar karena operator tidak teliti pada saat melakukan pemotongan dan mata pisau yang digunakan tumpul karena jarang dilakukan perawatan. Usulan perbaikannya perusahaan perlu melakukan perawatan secara berkala dan melakukan pengawasan secara berkala.

ABSTRACT
PT. Progressio Indonesia is a company engaged in the production of clothing and furniture. At this time the company is experiencing problems because the products produced every month always experience defects that exceed the company's tolerance limit of 1 product (1.67%) of the total production of sofa chairs. Companies need to minimize the occurrence of defects so that they can comply with the standards that have been set. These problems can be solved by using the FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) method and the FTA (Fault Tree Analysis) method to minimize the occurrence of defects. The size of the wood that is not suitable is the highest RPN value and is classified as high when determining using AP where the basic cause is because the operator is not careful when cutting and the blade used is dull because it is rarely treated. The company's proposed improvement needs to carry out regular maintenance and carry out periodic supervision .

Published

2022-06-21 — Updated on 2022-07-11

Versions